Cetak Sejarah! Bandung Lampaui Target Swasembada Pangan Nasional, Kang DS: Penetapan Pembebasan Pajak Lahan Sawah Abadi

Forkopimda Kabupaten Bandung Panen Padi di Dayeuhkolot: Program Strategis Menjaga Ketahanan Pangan dan Kemandirian Bangsa.

Sorotrakyat.com | Kab. Bandung — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diperkuat. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan panen padi di lahan sawah Polteper, Jalan Radio RW 12, Desa Citereup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Jumat (25/7/2025). Acara panen raya ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Panen padi yang menjadi simbol nyata dukungan terhadap ketahanan pangan nasional ini turut dihadiri oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Tinton Amin Putra, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania, Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi, serta sejumlah pimpinan OPD lainnya. Kehadiran para petani dan warga juga semakin memeriahkan suasana panen.

Dalam sambutannya, Bupati Dadang Supriatna atau akrab disapa Kang DS, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kodim 0624/Kabupaten Bandung yang telah menginisiasi kegiatan panen padi ini. “Panen padi ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Ini sebuah program strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan kemandirian bangsa,” ujar Kang DS.

Pemerintah Kabupaten Bandung, lanjut Kang DS, tidak hanya berhenti pada panen simbolis. Berbagai kebijakan strategis telah dan akan terus diimplementasikan untuk mewujudkan target tersebut. Salah satu kebijakan krusial adalah pembebasan pajak untuk lahan sawah abadi di 29 kecamatan, dengan total luas mencapai 26.915 hektare.

“Ini merupakan langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan lahan pertanian dari alih fungsi yang mengancam ketahanan pangan daerah,” tegas Kang DS. Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi lahan produktif dan memastikan ketersediaan pangan di masa depan.

Selain melindungi lahan, Pemkab Bandung juga menunjukkan kepeduliannya terhadap para pahlawan pangan. Sebanyak 87.782 petani di Kabupaten Bandung telah menerima perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini merupakan bentuk penghormatan atas kerja keras dan risiko yang dihadapi para petani setiap harinya.

Tak hanya itu, 38.000 petani yang tergabung dalam 889 kelompok tani juga telah menerima hibah dari Pemkab Bandung. “Pemberian hibah ini merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bandung,” tutur Kang DS. Harapannya, bantuan ini dapat mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Kabupaten Bandung mencatat capaian membanggakan dalam luas tambah tanam padi. “Alhamdulillah, saya juga merasa bangga menyampaikan bahwa berdasarkan data lapangan, Kabupaten Bandung berhasil mencatat capaian luar biasa,” kata Kang DS.

Dari target seluas 36.199 hektare pada periode Oktober 2024 hingga Maret 2025, realisasi tanam padi mencapai 37.772 hektare. Ini berarti, Kabupaten Bandung berhasil melampaui target tanam sebesar 2.573 hektare.

“Capaian ini bukan sekadar angka statistik. Hal ini adalah simbol ketekunan para petani, komitmen pemerintah daerah, dan kekuatan kolaborasi lintas sektor yang telah dibangun dengan spirit Bedas,” jelas Bupati. Dengan potensi yang luar biasa ini, Kabupaten Bandung optimis dapat terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target swasembada pangan nasional.

Bupati Bandung menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan para petani. “Sinergi seperti yang kita lihat hari ini adalah model kolaborasi yang harus terus kita pelihara,” harapnya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan.

Di akhir sambutannya, Bupati Dadang Supriatna menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan panen padi ini. “Semoga semangat panen hari ini menjadi energi kolektif kita dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” tutup Kang DS.
(GMS)

Editor & Penerbit: Den.Mj

Exit mobile version