Toba Membara! Ribuan Buruh PT TPL Kepung Pabrik, Lawan PHK Sepihak Hingga Ancam Lapor ke Internasional

Sekelompok pimpinan serikat pekerja dan tokoh masyarakat melakukan pose jempol dan kepalan tangan di depan pabrik PT Toba Pulp Lestari, membawa spanduk "Solidaritas Untuk Pekerja".

SOROTRAKYAT.COM | SUMATERA UTARA — Suasana di Desa Sosor Ladang–Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, mendadak mencekam. Gelombang perlawanan hebat meletus dari ribuan pekerja menyusul keputusan mendadak penghentian operasional pabrik kertas raksasa, PT Toba Pulp Lestari (TPL). Penutupan ini memicu badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dinilai dilakukan secara sepihak, tanpa mitigasi sosial yang jelas bagi para buruh.

Menghadapi ancaman hilangnya mata pencaharian, enam serikat pekerja lintas sektoral bersatu di bawah payung Aliansi SPSB. Koalisi besar ini terdiri dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), KSBSI, Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas KSPSI, SBSI 1992, Serikat Sejati, dan Serikat Buruh Independen. Sedikitnya 1.000 massa aksi memenuhi gerbang utama pabrik, mengubah kawasan industri tersebut menjadi lautan manusia dengan atribut perjuangan.

Aksi yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 Maret 2026 ini membawa misi krusial. Para pekerja mendesak PT TPL untuk tidak “cuci tangan” atas nasib ribuan keluarga yang bergantung pada pabrik tersebut. Tuntutan utama mencakup:

  • Pembayaran pesangon sesuai regulasi ketenagakerjaan terbaru.
  • Pemberian uang penghargaan masa kerja yang adil.
  • Pemenuhan hak-hak normatif lainnya yang seringkali terabaikan dalam proses penutupan pabrik secara mendadak.

Dukungan Elit Nasional & Ancaman “International Pressure”
Perjuangan buruh Toba ini tidak berdiri sendiri. Tokoh buruh nasional, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban dan Ketua Umum DPP SPN Iwan Kusmawan sekaligus sebagai Ketua Industriall Global Union,turun tangan langsung memberikan sokongan moril dan strategis.

Massa buruh dengan seragam hijau dan biru melakukan aksi orasi di depan gerbang, membentangkan spanduk bertuliskan “Jangan Korbankan Buruh/Pekerja di PT Toba Pulp Lestari”.

Dalam orasinya yang menggelegar di depan massa, Iwan Kusmawan melontarkan peringatan keras kepada manajemen perusahaan. Ia menegaskan bahwa jika jalur diplomasi lokal menemui jalan buntu, kasus ini akan dibawa ke meja hijau internasional.
“Perjuangan ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi soal keadilan dan martabat. Jika hak buruh diabaikan, kami siap membawa persoalan ini ke forum internasional melalui Industriall Global Union yang bermarkas di Jenewa,tegas Iwan sebagai Ketua Industriall Indonesia Council yang disampaikan melalui telekonprens di hadapan aparat kepolisian dan TNI yang melakukan pengawalan ketat.

Di lini lapangan, Ketua DPD SPN Medan, Anggiat, bersama Sekretaris Mince, terus melakukan koordinasi agar aksi tetap kondusif namun memberikan tekanan maksimal (pressure). Meski tensi tinggi, aksi tetap berjalan tertib di bawah pengawasan ketat unsur Koramil dan Polres setempat.

Penutupan operasional PT TPL di Kabupaten Toba ini menjadi lonceng peringatan bagi stabilitas ekonomi daerah. Para pekerja menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur sejengkal pun sebelum ada kepastian hitam di atas putih mengenai masa depan dan hak-hak mereka. (IK)

#SaveBuruhTPL #SumateraUtara #TobaPulpLestari #KeadilanBuruh #PHK #SerikatPekerja #SorotRakyat #BuruhBersatu #TPL #KabupatenToba #InfoSumut #BeritaBuruh #SPN #KSBSI #ViralHariIni #Buruh #Demo #Toba #Sumut #PTTPL #PHK #Viral #JusticeForWorkers

Editor & Penerbit: Den.Mj

Exit mobile version