SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Menjelang momentum besar Idulfitri 2026, stabilitas harga dan jaminan keamanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Dalam upaya memastikan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memimpin Kunjungan Kerja Spesifik ke Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, pada Rabu (11/03/2026).
Langkah ini diambil untuk memvalidasi secara langsung komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjaga rantai pasok pangan yang sehat bagi masyarakat. Hasilnya, DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap standarisasi pengelolaan pasar yang dinilai sangat representatif.
Pasar Berstandar SNI dan Bebas Zat Berbahaya
Yahya Zaini menegaskan bahwa Pasar Jambu Dua bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan simbol pasar modern yang higienis. Dengan statusnya sebagai pasar berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia), pasar ini menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas produk.
“Pasar ini adalah potret pasar modern yang sesungguhnya. Bersih, aman, dan sehat. Rekam jejak dua tahun lalu menunjukkan nol temuan zat berbahaya oleh BPOM di sini. Kami optimis, pemeriksaan laboratorium hari ini akan memberikan hasil yang sama memuaskannya,” ujar Yahya di sela-sela peninjauan lapak ikan asin dan bahan pokok.
Stabilitas Harga Menjelang Lebaran
Terkait isu inflasi musiman, Komisi IX mencatat bahwa fluktuasi harga di Kota Bogor masih berada dalam batas toleransi. Meskipun tren kenaikan 5% hingga 10% biasanya terjadi mendekati Lebaran, stok bahan pangan di Pasar Jambu Dua terpantau melimpah dan harga cenderung stabil. Hal ini dianggap krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Sinergi Satgas Keamanan Pangan Kota Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang mendampingi rombongan, menjelaskan bahwa predikat Kota Aman Pangan yang disandang Bogor bukanlah hasil kerja instan. Keberhasilan ini ditopang oleh kolaborasi lintas sektoral melalui Satgas Keamanan Pangan.
“Kami mengintegrasikan peran Kepolisian, BPOM, BPJS Kesehatan, hingga kementerian terkait. Sinergi ini memastikan setiap laporan warga mengenai pangan yang mencurigakan bisa langsung ditindaklanjuti secara klinis dan hukum,” tegas Dedie.
Uji Sampel Ketat oleh BPOM
Di lokasi yang sama, Kepala BPOM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan sedikitnya 10 sampel bahan pangan populer, mulai dari mi basah, tahu, hingga aneka ikan asin.
“Proses uji praduga dilakukan di lokasi, namun untuk hasil yang komprehensif, sampel ini akan dibawa ke laboratorium. Pengawasan kami tidak hanya berhenti pada inspeksi mendadak, tapi mencakup edukasi berkelanjutan kepada pedagang agar memahami bahaya formalin, boraks, dan pewarna tekstil,” jelas Jeffeta.
Kunjungan ini diakhiri dengan harapan agar standar tinggi yang diterapkan di Pasar Jambu Dua dapat direplikasi oleh pasar-pasar tradisional lainnya di seluruh Indonesia guna menjamin hak konsumen atas pangan yang layak konsumsi. (KDR)
#KotaBogor #PasarJambuDua #KeamananPangan #DPRRI #DedieRachim #BPOM #InfoBogor #StabilitasHarga #Ramadan2026
Editor & Penerbit: Den.Mj
