ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGWacika Lembur: Hadirkan Solusi Air Bersih Berkeadilan di Pelosok CianjurSorot Rakyat
Berita

Evaluasi Program Gerakan Menuju Smart City, Tekankan Tiga Panduan

Sorot Rakyat • 04 Okt 2022 • 16:47 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar evaluasi Program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2022 bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara virtual. Wali Kota Bogor, Bima Arya menekankan, berbicara Smart City harus berpedoman pada tiga dimensi utama, yakni efisiensi, transparansi dan kolaborasi sebagai guidance atau panduan. “Smart City bagai […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar evaluasi Program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2022 bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara virtual.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menekankan, berbicara Smart City harus berpedoman pada tiga dimensi utama, yakni efisiensi, transparansi dan kolaborasi sebagai guidance atau panduan.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Smart City bagai rimba belantara jika kita tidak memiliki guidances, tidak akan kemana-mana, hanya berputar-putar dan terjebak dalam perangkap para vendor yang memiliki kepentingan. Dengan cara yang smart bisa meminimalkan penggunaan APBD tapi manfaatnya ada,” kata Bima Arya di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kota Bogor, Senin (3/10/2022).

“Pada intinya kami merasa masih banyak yang harus dibenahi tetapi disisi lain cukup banyak ikhtiar kami memastikan bahwa Smart City is not just CCTV, tetapi harus membantu dan mensejahterakan warga,” ujarnya.

Guidance selanjutnya terkait Smart City kata Bima Arya, Smart City bagian dari tiga identitas utama Kota Bogor, selain Green dan Heritage City. Program-program prioritas yang digagas Presiden, Pemkot Bogor diturunkan ke dalam kebijakan-kebijakan yang menjadi enam komponen Smart City.

Menerjemahkan perintah presiden untuk meningkatkan produksi komponen dalam negeri dengan mengenalkan program-program yang langsung bisa di aplikasikan, diantaranya panduan pemakaian local pride.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

Di akhir, Bima Arya menekankan, Smart City merupakan proses yang panjang untuk terus menyempurnakan dan memperbaharui. Tantangan terbesar dari Smart City adalah berpacu dengan perubahan dan beradaptasi dengan melakukan inovasi yang ditunjang dengan SDM yang harus disiapkan secara maksimal melalui kolaborasi dengan banyak pihak.

“Banyak sekali variabel yang perlu diperhatikan. Namun yang paling penting adalah bagaimana membangun sistem yang kondusif bagi inovasi dan kolaborasi serta dipastikan berlanjut melalui dasar hukum yang dimiliki,” jelasnya.

Baca Juga:  Kang Rully, Sang Pionir Sosial yang Membawa Harapan di Kota Bogor

Catatan-catatan yang disampaikan para asesor ungkap Bima Arya menjadi hal yang akan diperbaiki secara substantif untuk menguatkan langkah Kota Bogor menuju smart city.

Selain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat, dalam kesempatan tersebut Bima Arya didampingi Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudy Mashudi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, Ganjar Gunawan, Sekretaris Bapenda, Lia Kania Dewi, Sekretaris Dinas Kesehatan, Erna Nuraena, perwakilan Disdukcapil Kota Bogor, Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah dan Lurah Cimahpar, Ronny Kunaefi. (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj