Berita, Kota Bogor

Darurat Iklim, Sekda Kota Bogor Tegaskan Stop Seremonial, Saatnya Aksi Nyata!

👤 Sorot Rakyat 📅 20 Juni 2026 🕒 13:22 WIB
Darurat Iklim, Sekda Kota Bogor Tegaskan Stop Seremonial, Saatnya Aksi Nyata!

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, melayangkan seruan keras kepada seluruh elemen masyarakat untuk segera menghentikan retorika dan mengambil tindakan nyata dalam menghadapi ancaman destruktif perubahan iklim. Hal tegas tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Sabtu (20/6/2026).

Dalam pidato pembukaannya, Denny Mulyadi menekankan bahwa peringatan tahunan ini tidak boleh sekadar menjadi seremonial belaka. Momentum ini harus menjadi titik balik komitmen kolektif untuk merespons secara konkret bumi yang kian kritis akibat kelalaian manusia.

“Momentum ini adalah peringatan keras bagi kita semua. Bumi sedang menghadapi ancaman nyata: perubahan iklim, pencemaran lingkungan yang masif, kemerosotan keanekaragaman haiati, hingga krisis pengelolaan sampah. Ini adalah persoalan krusial yang menuntut perhatian penuh dan kerja keras bersama, bukan lagi sekadar wacana,” tegas Denny tanpa tedeng aling-aling.

Denny memaparkan fakta empiris bahwa dampak krisis iklim saat ini sudah berada di depan mata dan langsung menghantam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Fenomena cuaca ekstrem yang tidak menentu, lonjakan suhu udara yang signifikan, penurunan drastis kualitas lingkungan, hingga rentetan bencana ekologis menjadi bukti tak terbantahkan bahwa alam sedang tidak baik-baik saja.

Mengusung tema nasional yang lugas, “Saatnya Bekerja untuk Iklim” (Act Now for Climate), Sekda menyerukan gerakan masif dari seluruh lapisan masyarakat Kota Bogor tanpa kecuali. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan ekosistem adalah harga mati demi masa depan generasi penerus.

“Menjaga dan memulihkan lingkungan hidup ini bukan lagi sebuah pilihan atau sekadar hobi, melainkan kewajiban mutlak dan tanggung jawab moral bersama. Kita harus memastikan bahwa generasi mendatang masih bisa menghirup udara bersih dan mendiami lingkungan yang sehat serta aman,” ujarnya secara lugas.

Baca Juga:  Klaster Ponpes di Kota Bogor 89 Santri Dinyatakan Sembuh

Lebih lanjut, Denny menginstruksikan masyarakat untuk segera mengadopsi langkah-langkah konkret yang berdampak strategis. Strategi utama dimulai dari pengelolaan sampah secara radikal langsung dari sumbernya melalui pemilahan, memutus total ketergantungan pada plastik sekali pakai, serta mengimplementasikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

Ia juga mendesak perluasan aksi penghijauan secara sistematis. Penanaman dan perawatan pohon harus diintensifkan di area pemukiman, lingkungan sekolah, hingga kawasan-kawasan kritis yang rentan terhadap degradasi lingkungan.

“Pohon adalah benteng pertahanan ekologis kita. Perannya sangat vital dalam menyerap emisi karbon, menjaga stabilitas pasokan air tanah, sekaligus menjadi penopang utama kelestarian ekosistem lokal,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Denny menggarisbawahi bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak akan mampu memenangi perang melawan krisis lingkungan ini sendirian. Diperlukan konsolidasi total, sinergi, dan kolaborasi nyata antara pemerintah, komunitas, akademisi, sektor swasta, hingga kekuatan media massa.

“Mari kita buktikan komitmen kita terhadap tema ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’ melalui tindakan nyata di lapangan, demi mewujudkan Kota Bogor yang hijau, bersih, sehat, dan tangguh. Menyelamatkan lingkungan hari ini adalah satu-satunya cara kita menyelamatkan masa depan dan peradaban,” pungkasnya penuh optimisme. (FY)

#HariLingkunganHidup2026 #KotaBogor #DennyMulyadi #KrisisIklim #ActNowForClimate #BogorHijau #SorotRakyat

Editor & Penerbit: Den.Mj

Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SR FM
Radio Streaming 24/7
💬 📞