SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengentaskan pemukiman tidak layak huni kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kota Bogor dipastikan menerima alokasi bantuan tambahan berupa program bedah rumah sebanyak 300 unit yang didanai melalui kolaborasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP).
Penghargaan serta apresiasi nasional tersebut sebelumnya diterima di Bali pada Jumat (28/8/2026). Hasil capaian positif ini kemudian diserahkan secara simbolis kepada jajaran Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor di tengah pelaksanaan apel pagi pada Senin (31/8/2026).
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi Pemkot Bogor dalam memprioritaskan perbaikan kualitas hidup dan hunian masyarakat menengah ke bawah.
“Artinya ini apresiasi dari pemerintah pusat atas konsistensi terkait dengan keberpihakan kita kepada masyarakat untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Hadiahnya ini kita berikan kembali ke masyarakat dalam bentuk perbaikan rumah sebanyak 300 unit,” tegas Dedie di Kantor Disperumkim Kota Bogor.
Langkah penyediaan rumah layak ini memperpanjang catatan realisasi program penataan pemukiman di Kota Bogor. Pada tahun 2025, Pemkot Bogor mencatat telah merenovasi 2.122 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema Bantuan Sosial Tunai (BST) dan BSTT, yang mencakup 257 unit di area kumuh serta 1.856 unit di luar kawasan kumuh.
Sementara pada tahun berjalan 2026, intervensi anggaran APBD menyasar 1.138 unit rumah—terdiri atas 216 unit kawasan kumuh dan 922 unit luar kawasan kumuh—ditambah program bedah rumah reguler sebanyak 6 unit.
Untuk mempercepat penuntasan rumah tak layak, Pemkot Bogor juga aktif menjalin sinergi pendanaan lintas sektor melalui APBN, pemerintah provinsi, hingga kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR). Tahun 2026 ini, Kota Bogor memperoleh suntikan 204 unit perbaikan rumah dari CSR Yayasan Buddha Tzu Chi.
Tak hanya itu, kolaborasi strategis bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut membuahkan alokasi perbaikan 2.000 unit rumah bagi warga penyintas TBC dengan indeks bantuan senilai Rp30 juta per unit.
Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Dedie menginstruksikan aparatur wilayah tingkat kecamatan, kelurahan, serta Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk segera merampungkan pemetaan data penerima manfaat.
“Dinas Kesehatan dibantu Dinas Sosial segera memetakan alokasi 2.000 rumah ini. Setelah data rampung, kita serahkan ke Kementerian Kesehatan untuk verifikasi lapangan. Kita ingin menekan angka prevalensi TBC di Kota Bogor secara signifikan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, mengungkapkan bahwa capaian ini tercipta berkat kerja keras jajaran di lapangan yang konsisten memverifikasi warga berpenghasilan rendah (Desil 1 hingga 5).
“Seluruh jajaran bekerja dengan ikhlas menindaklanjuti aspirasi warga. Motivasi dan dorongan positif dari Wali Kota Dedie Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menjadi pemicu bagi kami untuk terus meningkatkan kinerjanya demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Bogor,” pungkas Chusnul.
(FY)
#KotaBogor #BedahRumah #RTLHBogor #PemkotBogor #DisperumkimBogor #DedieRachim #SorotRakyat
Editor & Penerbit: Den.Mj

Tinggalkan Balasan