Berita, Ekonomi, Hukum, Jawa Barat, Kota Bogor, Nasional, Sospol

“INVESTASI Rp50 MILIAR PASAR MERDEKA MELESET: Wali Kota Pastikan Operasional Mundur ke November dan Dalam Kawalan Apgakum”

👤 Sorot Rakyat 📅 08 Oktober 2026 🕒 19:21 WIB
“INVESTASI Rp50 MILIAR PASAR MERDEKA MELESET: Wali Kota Pastikan Operasional Mundur ke November dan Dalam Kawalan Apgakum”

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Proyek revitalisasi Pasar Merdeka yang digadang-gadang menjadi ikon penataan kawasan strategis Jembatan Merah – Jalan Merdeka, Kota Bogor, dipastikan meleset dari target awal. Meski menelan nilai investasi fantastis hingga Rp50 miliar, proyek yang dikerjakan oleh investor PT Forta Ambara Mas (FAM) ini molor dari jadwal operasional yang seharusnya dimulai pada Agustus hingga September 2026.

Berdasarkan data resmi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), peletakan batu pertama atau dimulainya proyek ini berlangsung sejak November 2024. Namun, pantauan di lapangan hingga awal Oktober 2026 menunjukkan bahwa progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT PAM masih berkutat pada tahap finishing fasad serta perbaikan pagar proyek di area pedagang.

Keterlambatan ini akhirnya mendapat respon tegas dari Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) tertinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat dikonfirmasi sorotrakyat.com, Wali Kota mengungkapkan target baru pengoperasian pasar serta membuka fakta adanya keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APGAKUM).

“Terimakasih informasinya. InsyaAllah awal November kita mulai operasional. Semua kekurangan menjadi catatan,” ujar Dedie Rachim melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (8/10/2026).

Tidak hanya sekadar memundurkan jadwal operasional, Wali Kota juga menegaskan bahwa proyek strategis daerah ini kini berada dalam pengawasan ketat penegak hukum guna mengantisipasi segala bentuk potensi penyimpangan.

“Sudah ada pendampingan dari apgakum. Kita kawal saja. Mudah-mudahan tidak ada yang disimpangi,” tulisnya dalam pesan lanjutan.

Kendati demikian, tatkala disinggung mengenai detail teknis operasional serta rincian daftar kekurangan yang menjadi catatan evaluasi, Wali Kota memilih melimpahkan kewenangan tersebut sepenuhnya kepada jajaran direksi Perumda PPJ.

“Teknisnya di Pasar (Perumda PPJ). Saya enggak sampai detail operasional,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pelamar Kerja Wajib Baca! Job Fair Spirit Bedas Sediakan 300 Lowongan dari 9 Perusahaan Ternama

Pernyataan lugas dari orang nomor satu di Kota Bogor tersebut dibaca sebagai sinyal kuat adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen Perumda PPJ maupun profesionalisme PT FAM selaku mitra investor. Publik kini menagih komitmen nyata pengelola agar ratusan pedagang Pasar Merdeka tidak terus-menerus digantung oleh janji manis realisasi pasar modern.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya masih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilayangkan redaksi sorotrakyat.com melalui pesan WhatsApp sejak Rabu sore belum mendapat respon.

Sementara itu, pihak PT FAM sebagai korporasi investor belum berhasil dikonfirmasi. Guna menjunjung tinggi prinsip cover both sides dan akurasi pemberitaan, redaksi menjadwalkan agenda konfirmasi langsung ke kantor perwakilan PT FAM pada Kamis (9/10/2026).

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta kode etik jurnalistik yang berlaku, Redaksi sorotrakyat.com senantiasa membuka ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya bagi pihak Perumda PPJ maupun PT FAM. (KDR)

    #PasarMerdeka #PemkotBogor #PerumdaPPJ #DedieRachim #JembatanMerah #BeritaBogor #SorotRakyat #KorupsiNol #InvestasiBogor

    Editor & Penerbit: Den.Mj

    Bagikan Artikel Ini:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    SR FM
    Radio Streaming 24/7
    💬 📞