<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2026 15:45:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>Opini &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Idul Fitri 1447 H: Pemred Sorotrakyat.com, Ajak Publik Perkuat Integritas dan Jaga Silaturahmi</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2026/03/19/idul-fitri-1447-h-pemred-sorotrakyat-com-ajak-publik-perkuat-integritas-dan-jaga-silaturahmi/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2026/03/19/idul-fitri-1447-h-pemred-sorotrakyat-com-ajak-publik-perkuat-integritas-dan-jaga-silaturahmi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 15:44:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jayapura]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[NTB]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama RI]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[MohonMaafLahirBatin]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=36988</guid>

					<description><![CDATA[SOROTRAKYAT.COM &#124; NASIONAL — Menjelang detik-detik kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadan, suasana...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SOROTRAKYAT.COM | NASIONAL —</strong> Menjelang detik-detik kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadan, suasana khidmat menyelimuti segenap tumpah darah Indonesia. Momentum Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah menjadi tonggak penting bagi refleksi spiritual dan sosial bagi seluruh umat Muslim.</p>



<p>Mengambil momentum sakral ini, Keluarga Besar Media sorotrakyat.com menyampaikan ucapan selamat dan pesan mendalam bagi seluruh pembaca setia serta masyarakat Indonesia pada umumnya.</p>



<p>Pemimpin Redaksi sorotrakyat.com, <strong>Deni Rachman</strong>, mewakili jajaran redaksi, direksi, dan staf, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan dipertemukan kembali dengan hari kemenangan.</p>



<p>“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji syukur ke hadirat Allah SWT, kita telah sampai di gerbang fitrah. Atas nama pribadi dan Keluarga Besar Media SorotRakyat.com, saya mengucapkan <em>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum</em>. Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ujar Kang Deni sapaan akrabnya Kamis (19/03).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Refleksi Simbolis: Memborgol Nafsu, Memerdekakan Hati</strong></h2>



<p>Dalam pesannya, Deni Rachman menekankan bahwa makna Idul Fitri tidak sekadar seremoni bermaaf-maafan, melainkan sebuah proses transformasi diri yang fundamental. Ia menggarisbawahi pentingnya mempertahankan nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang telah ditempa selama Ramadan.</p>



<p>Secara simbolis, Kang Deni mengaitkan esensi Ramadan dengan semangat sorotrakyat.com dalam mengawal hukum dan keadilan.</p>



<p>&#8220;Selama satu bulan penuh, kita dilatih untuk &#8216;memborgol&#8217; hawa nafsu, ego, dan sifat-sifat tercela lainnya. Inilah kemenangan sejati,&#8221; tegasnya. &#8220;Hari Raya Idul Fitri adalah momen di mana kita memerdekakan hati dari rasa benci dan dendam, kembali kepada kesucian (fitrah) dengan semangat baru untuk berbuat kebaikan.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menjaga Integritas di Tengah Arus Informasi</strong></h2>



<p>Sebagai nakhoda media yang berkomitmen pada jurnalisme investigatif dan penegakan hukum, Deni Rachman juga menitipkan pesan penting terkait integritas, baik bagi internal redaksi maupun publik dalam menyerap informasi.</p>



<p>“Di tengah dinamika bangsa dan derasnya arus informasi yang seringkali menyisipkan berita palsu (hoaks) serta konten provokatif, integritas adalah &#8216;borgol&#8217; pengaman yang paling ampuh. Kami di sorotrakyat.com berkomitmen untuk terus konsisten menyajikan pemberitaan yang kredibel, tajam, dan berimbang, demi menjaga keutuhan sosial dan supremasi hukum,” lanjut Kang Deni.</p>



<p>Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat fitrah sebagai landasan dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dengan mengedepankan tabayyun (verifikasi) dan empati.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sinergi dan Silaturahmi Nasional</strong></h2>



<p>Mengakhiri penyampaiannya, Kang Deni berharap momentum Idul Fitri 1447 H ini dapat memperkuat sinergi antara media, aparatur penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan Indonesia yang lebih berkeadilan dan bermartabat.</p>



<p>&#8220;Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai titik tolak untuk mempererat tali silaturahmi nasional. Runtuhkan ego sektoral, bangun jembatan komunikasi, dan bersama-sama kita &#8216;sorot&#8217; setiap ketidakadilan demi kesejahteraan rakyat. Sekali lagi, Selamat Idul Fitri 1447 H, semoga kedamaian dan berkah Allah SWT selalu menyertai kita semua,&#8221; pungkas Kang Deni.</p>



<p><em>(Redaksi) </em></p>



<p>#SorotRakyat #IdulFitri1447H #SelamatLebaran #MohonMaafLahirBatin #DeniRachman #MediaInformasiTerpercaya #HukumDanKeadilan #RakyatBersuara #Syawal #Kemenangan</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2026/03/19/idul-fitri-1447-h-pemred-sorotrakyat-com-ajak-publik-perkuat-integritas-dan-jaga-silaturahmi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bencana Sumatra, Bukti Bencana Perusakan Alam Dalam Sistem Kapitalisme</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/12/15/bencana-sumatra-bukti-bencana-perusakan-alam-dalam-sistem-kapitalisme/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/12/15/bencana-sumatra-bukti-bencana-perusakan-alam-dalam-sistem-kapitalisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 15:24:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Utara]]></category>
		<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[4 Juta Hektar Hutan Gundul]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Aceh Sumatra Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Banjir Sumatra 2025]]></category>
		<category><![CDATA[HGU Sawit Tambang Izin]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme dan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Banjir Longsor Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Penebangan Hutan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Perusakan Alam Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Kapitalis SDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=36245</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Opini — Menjelang akhir tahun 2025 masyarakat Indonesia khususnya di belahan Sumatra bagian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.com | Opini — </strong>Menjelang akhir tahun 2025 masyarakat Indonesia khususnya di belahan Sumatra bagian utara kembali berduka. Dimana pada tanggal 24 sampai 26 November 2025 telah terjadi banjir bandang dan longsor yang menimpa wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Banjir bandang yang terjadi begitu dasyat, sehingga meluluhlantahkan seluruh wilayah yang dilalui.</p>



<p>Di wilayah Sumatra Utara ada sekitar 21 wilayah yang terkena dampak akibat banjir bandang dan tanah longsor ini, diantaranya meliputi wilayah Kota Medan, Wilayah Deli Serdang, Kabupaten Tanah Karo, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, Kota Binjai, Pematang Siantar. Sedangkan wilayah Aceh meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Pidie Aceh, dan Aceh Tengah. (Tempo, 30 November 2025)</p>



<p>Menurut Kasubbid Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Siti Rohani bahwa &#8220;bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah hukum Polda Sumut, diakibatkan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir&#8221;. (Tempo, 30 November 2025).</p>



<p>Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah korban banjir yang meliputi wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Rabu 3 November 2025, korban meninggal dunia mencapai 811 orang, sedangkan yang masih dalam pencarian mencapai 623 orang. Selain itu bencana ini juga menyebabkan 2600 orang luka-luka, 3,2 juta terdampak, 593,9 ribu mengungsi, 3400 rumah rusak berat, 2100 rusak sedang, 4900 rusak ringan. Dan juga kerusakan fasilitas umum seperti kerusakan fasilitas sekolah sebanyak 215 unit, 9 fasilitas kesehatan, serta 132 fasilitas ibadah. (FajarPos NetWork, 4 Desember 2025)</p>



<p>Banyaknya korban jiwa, fasilitas umum serta rumah yang rusak bahkan hanyut terbawa banjir bandang sungguh sangat memprihatinkan. Terlebih lagi melihat banyaknya kayu gelondongan yang terbawa hanyut, ini menandakan adanya penebangan hutan besar-besaran, tentu hal inilah yang menyebabkan terjadinya banjir bandang. Dimana tidak ada lagi resapan air hujan di hulu DAS. </p>



<p>Menurut keterangan Walhi bahwa di Wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat sekitar 1,4 juta hektar hutan digunduli, ini berlangsung dari tahun 2016 sampai 2024, semua ini merupakan perbuatan dari 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU Sawit, PBPH, Geotermal, izin PLTA, izin PLTM (Walhi, 2 Desember 2025). Sehingga saat ini luas hutan yang tersisa hanya sekitar 30.568 Ha di wilayah Sumatra Utara.</p>



<p>Adanya pemberian izin oleh pemerintah bagi ratusan perusahaan untuk menggunduli hutan, ini menandakan bahwa pemerintah tidak mengelola Sumber Daya Alam dengan baik. Dimana pemerintah menyerahkan pengelolaan SDA kepada pihak swasta, yang tentunya akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi para pengusaha tersebut. </p>



<p>Begitulah sistem Kapitalis yang berlaku saat ini, yang senantiasa memberikan keleluasaan bagi pihak swasta sebagai kapital pemilik modal) untuk menguasai sumber daya alam. Inilah bentuk dari kebebasan kepemilikan, dimana SDA yang seharusnya milik negara yang digunakan sebesar- besarnya untuk kesejahteraan rakyat, diserahkan pada pihak swasta.</p>



<p>Kebijakan pemerintah yang lebih menguntungkan swasta, membuat rakyat semakin sengsara dengan dampak buruk yang ditimbulkannya. Seperti hal banjir bandang di Sumatra bagian utara ini. Berapa banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta harta bendanya. </p>



<p>Mereka tinggal di pengungsian, dengan tempat yang seadanya, tidak ada penerangan lampu, persediaan air bersih, pakaian bersih, juga makanan. Terlambatnya pasokan bantuan dari pemerintah, menambah kesengsaraan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana. Bahkan wilayah Aceh Tamiang, harus minum dari air banjir, pisang mentah, karena lambatnya bantuan dari pemerintah.</p>



<p>Begitulah pemimpin dalam sistem saat ini, tidak sepenuhnya memperhatikan dan mengurusi kepentingan rakyat. Mereka hanya sibuk dengan kepentingan para oligarki untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Bahkan para pemimpin kurang bertanggung jawab terhadap dampak buruk yang dirasakan masyarakat akibat dari kebijakannya. </p>



<p>Para pemimpin juga tidak bertindak tegas terhadap para pelaku penggundulan jutaan hektar hutan, yang berakibat banjir bandang yang begitu dahsyat. Bahkan pemerintah terkesan menutup-nutupi segala perbuatan para penguasa yang telah memberikan izin atas penggundulan tersebut. Dengan kepemimpinan seperti ini, sangat sulit untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.</p>



<p>Sungguh berbeda dengan Islam, dalam Islam seorang pemimpin harus senantiasa memperhatikan dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, &#8220;Setiap dari kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya (H.R Bukhari Muslim). </p>



<p>Begitu pula dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dalam Islam sepenuhnya dikelola oleh negara, tidak boleh dikelola bahkan dimiliki oleh individu maupun swasta. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, &#8220;Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara, air, rumput (padang rumput), api&#8221; (hadist Abu Dawud dan Ahmad).</p>



<p>Dalam Islam Sumber Daya Alam (SDA) merupakan hak kepemilikan umum yang sebesar-besarnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kepemimpinan dalam Islam begitu penuh dengan tanggung jawab, dimana setiap kebijakan yang dikeluarkan senantiasa memperhatikan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan para oligarki. Islam melarang adanya pengrusakan hutan, karena ini akan mendatangkan bencana yang besar bagi masyarakat disekitarnya. </p>



<p>Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ar Rum ayat 41 yang artinya &#8220;telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka, sebagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar&#8221;. Dalam sistem Islam setiap pelaku pengrusakan sumber daya alam diberi sanksi yang memberi efek jera.</p>



<p>Dengan sistem Islam masyarakat hidup penuh dengan kesejahteraan, karena seluruh aspek kehidupannya diatur dengan syariat Islam, serta memiliki pemimpin yang amanah dalam mengurusi kepentingan masyarakatnya. Sehingga masyarakat dapat terpenuhi seluruh kebutuhan. </p>



<p>Selain itu pemimpinya akan senantiasa memperhatikan keselamatan rakyatnya, dengan tidak membuat kebijakan yang akan mendatangkan bencana bagi rakyatnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Araf ayat 96 yang artinya<br>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa disebabkan perbuatannya&#8221;.<br>Allahu &#8216;alam bishshawab. </p>



<p>oleh : Siti S<br>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/12/15/bencana-sumatra-bukti-bencana-perusakan-alam-dalam-sistem-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan Berat Target 5,4% dan Janji 3-4 Juta Lapangan Kerja: Mampukah Pemerintah Melampaui Batas?</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/12/15/tantangan-berat-target-54-dan-janji-3-4-juta-lapangan-kerja-mampukah-pemerintah-melampaui-batas/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/12/15/tantangan-berat-target-54-dan-janji-3-4-juta-lapangan-kerja-mampukah-pemerintah-melampaui-batas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 08:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[APBN 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Informal]]></category>
		<category><![CDATA[Pembukaan Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Ekonomi 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Program Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Timboel Siregar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=36226</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Opini &#8211; Catatan Siang Pemerintah menargetkan Pertumbuhan Ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.com | Opini &#8211; Catatan Siang</strong></p>



<p>Pemerintah menargetkan <strong>Pertumbuhan Ekonomi 2026</strong> sebesar <strong>5,4 persen</strong> dan secara ambisius menargetkan penciptaan lapangan kerja sebanyak <strong>3 hingga 4 juta</strong>. Angka ini jelas fantastis, terutama jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya (Agustus 2024 – Agustus 2025) yang hanya mencapai <strong>1,99 juta</strong> lapangan kerja baru.</p>



<p>Jeda yang sangat lebar antara target dan realisasi historis ini, ditambah tantangan global dan domestik yang mengintai, menuntut kita untuk mempertanyakan: <em>Seberapa realistiskah janji pembukaan lapangan kerja ini, dan bagaimana kualitas pekerjaan yang akan tercipta?</em></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Badai Geopolitik dan Dilema APBN 2026</strong></h3>



<p>Target ekonomi 2026 ini bukan tanpa halangan. Kita dihadapkan pada dua lapis tantangan utama:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Goncangan Global dan Nilai Tukar</strong></h4>



<p>Ketidakpastian geopolitik global mulai dari konflik Israel-Palestina, Rusia-Ukraina, hingga friksi regional Kamboja-Thailand, serta ancaman perang dagang (tarif Trump)—terus mengganggu rantai pasok dan volume perdagangan. Ditambah lagi, arah kebijakan suku bunga <strong>Federal Reserve</strong> akan menjadi penentu krusial bagi stabilitas nilai tukar Rupiah, yang otomatis memengaruhi iklim investasi dalam negeri.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Beban APBN dan Prioritas Program Unggulan</strong></h4>



<p>Secara domestik, <strong>APBN 2026</strong> dihadapkan pada dua tuntutan pembiayaan besar:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pemulihan Bencana:</strong> Alokasi untuk pemulihan bencana alam, seperti banjir di Sumatera dan daerah lain.</li>



<li><strong>Program Unggulan:</strong> Pembiayaan besar untuk program prioritas pemerintah, seperti <strong>Makan Bergizi Gratis (MBG)</strong> dan <strong>Koperasi Desa Merah Putih</strong>, yang berpotensi besar menggerus anggaran untuk sektor produktif.</li>
</ul>



<p>Pengurangan Pos Transfer ke Daerah yang diprediksi mencapai Rp200 Triliun di 2026 juga berpotensi menghambat pembangunan dan penciptaan lapangan kerja di tingkat regional.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kualitas Lapangan Kerja: Ancaman Dominasi Sektor Informal</strong></h3>



<p>Persoalan utama bukan hanya pada kuantitas, tetapi juga <strong>kualitas lapangan kerja</strong>.</p>



<p>Berdasarkan data BPS Agustus 2025, dari 1,99 juta lapangan kerja yang tercipta, <strong>hanya 200 ribu</strong> yang berupa pekerjaan formal, sementara <strong>1,66 juta</strong> didominasi oleh <strong>sektor informal</strong>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Pekerjaan informal identik dengan minimnya perlindungan, baik dari segi upah, jaminan sosial, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), maupun kepastian kerja.</p>
</blockquote>



<p>Dominasi sektor informal ini menjadi alarm. Jika tren ini berlanjut, target 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan dalam 5 tahun masa Pemerintahan Prabowo-Gibran akan jauh panggang dari api. Dengan rata-rata 2 juta per tahun, hanya 10 juta yang tercipta, meninggalkan defisit 9 juta!</p>



<p><strong>Lapangan kerja berkualitas</strong> adalah kunci! Artinya, pembukaan lapangan kerja harus didorong ke sektor formal, yang menjamin upah layak, jaminan sosial, K3, serta kepastian jam kerja.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Menghadapi Tembok Struktural: Korupsi, Skill Gap, dan Digitalisasi</strong></h3>



<p>Pertumbuhan ekonomi yang ditentukan oleh Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, Pengeluaran Pemerintah, Ekspor, dan Impor sangat membutuhkan daya beli masyarakat yang kuat untuk menggerakkan roda bisnis. Namun, sejumlah tantangan struktural masih menghambat:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Iklim Investasi Buruk:</strong> Tingginya kasus korupsi menciptakan biaya tinggi (<em>high cost economy</em>) dan ketidakpastian bagi investor.</li>



<li><strong>Kesenjangan Keterampilan (<em>Skill Mismatch</em>):</strong> Struktur angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD dan SMP (sekitar 53%). Fenomena <em>mismatch</em> keterampilan semakin parah karena revolusi digital menuntut keahlian baru di bidang teknologi dan otomasi, sementara sektor yang dibuka cenderung <strong>padat modal dan padat teknologi</strong>.</li>



<li><strong>Lemahnya Sektor Padat Karya:</strong> Pemerintah belum mampu menahan laju kejatuhan industri padat karya (seperti tekstil dan alas kaki), yang secara historis menjadi penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan: Optimisme yang Dipertanyakan</strong></h3>



<p>Dengan berbagai tantangan struktural yang tidak kunjung teratasi—mulai dari iklim investasi, mutu angkatan kerja, hingga alokasi APBN yang tersedot program <em>non-produktif</em> sulit untuk bersikap optimis terhadap target pembukaan <strong>3-4 juta lapangan kerja</strong> di tahun 2026, terutama untuk pekerjaan di sektor formal yang berkualitas.</p>



<p>Pemerintah harus segera merumuskan kebijakan yang menjawab masalah-masalah struktural di atas, bukan hanya berfokus pada program yang bersifat <em>populis</em>. Jika tidak, janji 19 juta lapangan kerja selama 5 tahun akan berakhir sebagai ilusi.</p>



<p><strong>Tabik</strong></p>



<p>Oleh: <strong>Timboel Siregar</strong></p>



<p><em>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</em></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/12/15/tantangan-berat-target-54-dan-janji-3-4-juta-lapangan-kerja-mampukah-pemerintah-melampaui-batas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Childfree Makin Diminati, Buah Beban Hidup yang Makin Tinggi</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/11/24/childfree-makin-diminati-buah-beban-hidup-yang-makin-tinggi/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/11/24/childfree-makin-diminati-buah-beban-hidup-yang-makin-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2024 20:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Childfree]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=33679</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Bandung – Fenomena child free ditengah-tengah masyarakat semakin banyak. Dimana banyak pasangan suami...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Bandung – </strong>Fenomena child free ditengah-tengah masyarakat semakin banyak. Dimana banyak pasangan suami istri yang memutuskan untuk tidak memiliki keturunan. Saat ini child free dianggap sebagai bagian dari hak asasi.</p>



<p>Sebagaimana yang diungkapkan Anggota Komnas HAM, Maria Ulfah Ansor, menurutnya hal ini merupakan bagian dari hak asasi yang harus dihormati oleh semua orang, &#8220;terserah mereka apakah seseorang memilih untuk memiliki anak atau tidak, itu bagian dari hak pribadi yang harus dihormati,&#8221; ujarnya pada saat wawancara bersama Pro 3 RRI, Jum&#8217;at 15 November 2024.</p>



<p>Dengan adanya child free, tentu akan berpengaruh pada jumlah generasi muda. Generasi muda akan terus berkurang bilamana banyak pasangan suami istri memutuskan untuk tidak memiliki keturunan. Sebagaimana yang dicatat oleh BPS terbaru, saat ini 8,5 persen perempuan Indonesia berusia 15 sampai dengan 49 tahun memilih untuk tidak mempunyai anak. ( RRI.co.id, 15 November 2024 ). </p>



<p>Kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, disertai dengan perkembangan ekonomi yang tidak stabil, membuat harga barang khususnya kebutuhan pokok meningkat. Hal ini menjadikan kehidupan ekonomi masyarakat semakin sulit. Sehingga masyarakat harus bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang mendorong kaum perempuan untuk bekerja.</p>



<p>Banyak perempuan yang bekerja saat ini selain untuk mengembangkan karier, juga untuk membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Hal ini karena adanya rasa takut tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhannya dengan rezeki yang diperolehnya. Keadaan ini membuat banyak pasangan suami istri, memutuskan untuk tidak memiliki keturunan (child free), karena khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan anak-anaknya serta membiayai pendidikannya.</p>



<p>Child free merupakan salah satu akibat diterapkannya Sistem Kapitalisme. Dimana sistem ini berasaskan sekulerisme dengan empat paham kebebasannya, salah satunya paham kebebasan bertingkah laku. Sehingga paham ini memberikan keleluasaan bagi kaum perempuan untuk bekerja. </p>



<p>Bahkan seorang ibu tega menitipkan anaknya ditempat penitipan anak, untuk dapat bekerja. Dan banyak pula perempuan yang tidak ingin memiliki keturunan demi mengembangkan kariernya. Karena mereka berpikir anak adalah beban. Inilah tujuan dari Sistem Kapitalisme yang berlaku saat ini adalah untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya. Walaupun harus bertentangan dengan fitrah seorang perempuan.</p>



<p>Child free merupakan ide kaum feminisme, yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia(HAM). Kaum ini memahami harus ada kesetaraan gender. Sehingga kaum perempuan memilki hak yang sama dengan kaum laki-laki. Sungguh pemahaman yang bertentangan dengan norma agama. Semakin banyaknya childfree juga merupakan akibat kurangnya jaminan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakatnya.</p>



<p>Islam agama yang begitu memuliakan perempuan, dimana Islam mengatur kehidupan perempuan sebagai individu dimulai dengan kewajibannya menutup aurat, batasan pergaulan dengan lawan jenis yang dijelaskan dalam surat An Nur ayat 30-31, dan bagaimana perannya sebagai seorang istri dan ibu. </p>



<p>Hal ini dijelaskan dalam Kitab Al Mughni karya Al Maziri, bahwa peran ibu diutamakan adalah perhatian dan penghargaan dalam keluarga, seorang ibu juga berperan mendidik dan membimbing anak-anaknya menuju kehidupan yang baik.</p>



<p>Dalam pandangan Islam, seorang ibu adalah sosok yang mulia yang melahirkan, serta mendidik anak-anaknya untuk menjadi generasi yang tangguh. Berbeda dengan pandangan Kapitalis terhadap seorang ibu, yang dianggap membebani seorang perempuan. Dalam pandangan Kapitalis perempuan diberi kebebasan dalam mengatur dirinya sebagai individu maupun sebagai seorang ibu.</p>



<p>Untuk dapat menjalankan perannya sebagai seorang ibu dengan baik, sistem Islam menjamin seluruh kebutuhan seorang ibu, dari mulai hamil, menyusui sampai jaminan dalam hal pendidikan anak. Islam pun mewajibkan para suami untuk membantu pekerjaan rumah tangga dan merawat anak sehingga seorang ibu tidak terbebani dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian seorang perempuan tidak akan takut untuk menjadi seorang ibu yang melahirkan keturunan yang sholeh dan sholehah.</p>



<p>Sistem Islam memberi jaminan bagi kehidupan perekonomian masyarakat, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dengan demikian seorang ibu tidak perlu bekerja untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Islam juga mewajibkan suami untuk menafkahi istri dan anaknya sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 233 yang sebagian artinya &#8220;Kewajiban ayah memberikan makanan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma&#8217;ruf&#8221;.</p>



<p>Begitu sempurna Islam dalam mengatur seluruh aspek kehidupan berdasarkan pada aturan Allah SWT. Dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, seorang ibu akan terhindar dari fenomena child free, seorang ibu akan menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu dengan baik, sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah SWT. Allahu &#8216;alam bishshawab. </p>



<p>Penulis : Siti</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/11/24/childfree-makin-diminati-buah-beban-hidup-yang-makin-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampung Perca: Menenun Nilai dari Limbah Kain</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/05/14/kampung-perca-menenun-nilai-dari-limbah-kain/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/05/14/kampung-perca-menenun-nilai-dari-limbah-kain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2024 03:37:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Perca]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Perca Sindangsari]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Bogor Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32527</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Ditengah tantangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, sebuah kampung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Ditengah tantangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, sebuah kampung di Kota Bogor muncul sebagai lambang ketahanan dan inovasi. Kampung Perca, sebuah nama yang kini sinonim dengan transformasi dan harapan, telah membuktikan bahwa dari limbah dapat tercipta keajaiban. Dikampung inilah, limbah kain yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi kerajinan yang memiliki nilai tambah. </p>



<p><br>Berlokasi di Gang Raden Alibasyah, Jalan Raya Wangun Atas, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kampung Perca adalah cerita tentang bagaimana sisa-sisa kain perca tidak hanya diberi nilai tambah, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi para ibu rumah tangga di sekitarnya. Ini adalah tempat di mana kreativitas dan kearifan lokal Kota Bogor berpadu, menciptakan sebuah destinasi wisata yang unik dan memikat.</p>



<p>Dengan 30 pengrajin yang ahli dalam mengolah kain perca, Kampung Perca telah mengembangkan empat galeri yang masing-masing menampilkan karya yang berbeda dan mempesona, diantara nya galeri kriwil, galeri petok, galeri pangsi dan galeri pak has.</p>



<p><br>Disetiap galerinya memiliki berbagai macam kerajinan yang berbeeda dan unik. Dimana diantaranya, Galeri Kriwil menawarkan produk-produk yang mengubah keset dan taplak meja menjadi barang-barang rumah tangga yang indah dan fungsional, Galeri Petok yang memamerkan kerajinan tangan dengan ornamen berbentuk ayam, simbol dari kecerdasan dan keberanian, Galeri Pangsi memperkenalkan produk-produk fashion yang trendy, seperti baju ‘pangsi’ dan outerwear yang menangkap esensi gaya hidup modern dan Galeri Pak Has berfungsi sebagai pusat workshop utama, di mana para pengrajin dengan teliti dan cermat menciptakan karya-karya yang mengagumkan.</p>



<p>Setiap produk yang dihasilkan di Kampung Perca adalah eksklusif dan sering kali dipilih oleh pejabat setempat, menambahkan lapisan prestise pada karya yang sudah kaya akan cerita dan makna. Pengakuan ini telah membawa banyak penghargaan kepada Kampung Perca, menegaskan posisinya sebagai pusat keunggulan kerajinan lokal.</p>



<p>Pengunjung yang datang ke Kampung Perca tidak hanya akan disuguhi pemandangan ibu-ibu pengrajin yang sedang asyik bekerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat langsung melalui workshop yang diadakan secara berkala. Dan bagi mereka yang tidak dapat berkunjung langsung, Kampung Perca telah memperluas jangkauannya dengan menyediakan platform online, memungkinkan konsumen dari mana saja untuk mengakses dan membeli produk-produk unik ini.</p>



<p>Kampung Perca, sebuah tempat di mana setiap helai kain bercerita dan setiap produk adalah perwujudan dari kreativitas tanpa batas. Kampung Perca bukan hanya tentang produk, tetapi tentang orang-orang di baliknya, tentang cerita, dan tentang bagaimana bangkit dan berkembang melalui kekuatan kreativitas dan kerja keras.</p>



<p>Fatimah Azzahra Mahasiswi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/05/14/kampung-perca-menenun-nilai-dari-limbah-kain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kreatif Agribisnis: Inovasi Urban Farming untuk Keberlanjutan Pertanian</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/05/08/kreatif-agribisnis-inovasi-urban-farming-untuk-keberlanjutan-pertanian/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/05/08/kreatif-agribisnis-inovasi-urban-farming-untuk-keberlanjutan-pertanian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 18:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media SV IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32521</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar kata pertanian?...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar kata pertanian? Mungkin kebanyakan dari kita akan membayangkan sebuah pedesaan dengan lapangan luas yang ditumbuhi beraneka macam tumbuhan dan perkebunan. Namun, ternyata ada pula praktik pertanian di daerah perkotaan. Popularitas pertanian perkotaan atau urban farming semakin meningkat di tengah permasalahan yang terjadi di perkotaan, khususnya kota-kota besar.</p>



<p>Berkurangnya lahan akibat pembangunan merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di kota-kota besar. Konsep urban farming pun mulai dikenal sebagai solusi untuk mengoptimalkan pertanian di area perkotaan. Urban farming atau pertanian perkotaan adalah upaya penggunaan lahan terbatas untuk melakukan kegiatan pertanian, bercocok tanam, dan beternak. Lahan yang digunakan dapat berupa pekarangan rumah, lahan kosong, atap rumah, dan lahan-lahan kecil lainnya.</p>



<p>Urban farming tak hanya berfungsi untuk menanggulangi ketahanan pangan saja, tetapi juga sebagai ruang penghijauan. Ada banyak jenis urban farming yang dapat diterapkan, seperti hidroponik, aquaponik, rooftop, kebun vertikal, dan lain-lain. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, interaksi dengan alam dan lingkungan dapat mengurangi stress dan meningkatkan suasana hati. Alam terbukti menjadi penyedia kebutuhan manusia sehari-hari.</p>



<p>Semakin berjalannya waktu, urban farming pun mulai berkembang dan dimanfaatkan untuk peluang bisnis. Salah satu pebisnis yang menerapkan konsep urban farming dalam menjalankan usahanya, yaitu Elang Ilik Martawijaya. Elang merupakan seorang dosen dan penulis buku yang berkecimpung di bidang agribisnis. Latar belakangnya dan komitmennya sedari muda membuat dia berkeinginan membangun usahanya sendiri.</p>



<p>Elang berhasil membuat konsep untuk usahanya yang bernama Kreatif Agribisnis. Kreatif Agribisnis memiliki tiga skala, yaitu skala kecil, skala menengah, dan skala luas. Pertama, skala kecil dengan luas 250-1000 m. Pada skala kecil, Elang memanfaatkan rumah-rumah untuk dijadikan lahan urban farming. Luas tanah rumah biasanya cukup terbatas sehingga harus dilakukan pengoptimalan penanaman tumbuhan. Oleh karena itu, dinding rumah, pekarangan, atap rumah, maupun sudut-sudut lainnya menjadi tempat strategis melakukan urban farming.</p>



<p>Konsep ini telah dilakukan pada usaha yang bernama Rumah Kreatif Agribisnis. Terletak di Jalan Sempur Kaler No. 71, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. UMKM ini mencakup resto berkonsep alami dan pelatihan agribisnis. Suasana alaminya berasal dari beragam jenis tumbuhan yang ditanam. Hal ini memberikan kesan yang menenangkan bagi para pengunjung. Dengan menerapkan konsep ”rumah”, dapat menciptakan kedekatan antara pengunjung dan Rumah Kreatif Agribisnis. Jadi jika mengunjungi UMKM ini, akan terasa seperti di rumah sendiri.</p>



<p>Kedua, skala menengah yang memiliki luas 1000-10000 m, yaitu Bale Gedong Kreatif Agribisnis. Berlokasi di Ciawi, dengan nama Balegedong Resort Bogor. Bale Gedong merupakan venue yang biasanya digunakan untuk berbagai acara, seperti pernikahan, gathering, maupun acara lainnya. Selain itu, tempat ini juga dijadikan sebagai wisata edutainment bagi para pelajar. Mereka dapat belajar mengenai pertanian dengan cara yang lebih menyenangkan sehingga anak-anak menjadi mengetahui akan pentingnya pertanian.</p>



<p>Ketiga, skala besar dengan skala yang tentunya jauh lebih luas. Elang bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University, mengembangkan sebuah program yang bernama Desa Wisata dengan memanfaatkan potensi-potensi desa untuk dijadikan sektor pariwisata berbasis agro. Hadirnya Desa Wisata diharapkan dapat membuahkan hasil yang positif juga bagi masyarakat. Lapangan pekerjaan pun semakin bertambah. </p>



<p>Adanya Kreatif Agribisnis tidak hanya menjadi sebuah ladang keuntungan saja bagi para stakeholder. Namun, memberikan dampak positif, baik untuk lingkungan maupun masyarakat. Urban farming dapat menekan jumlah gas emisi yang berasal dari kendaraan, pabrik, dan jejak karbon yang disebabkan oleh hal lainnya. Melalui konsep urban farming, Kreatif Agribisnis menunjukkan komitmen dan kontribusinya pada keberlanjutan pertanian dan pelestarian lingkungan. </p>



<p>Alexandre Rachel Lowu Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media SV IPB University</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den. Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/05/08/kreatif-agribisnis-inovasi-urban-farming-untuk-keberlanjutan-pertanian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantai Sawarna dan Segala Perjalanannya</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/03/25/pantai-sawarna-dan-segala-perjalanannya/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/03/25/pantai-sawarna-dan-segala-perjalanannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 14:24:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Sawarna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32386</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Opini – Saya adalah seorang Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; Opini – </strong>Saya adalah seorang Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB. Saya juga adalah seorang yang suka berteman dengan banyak orang-orang yang unik. Perkenalkan saya Rafli Dwi Prasetya, disini saya akan membagikan pengalaman saya saat pergi ke Pantai Sawarna Bersama teman-teman.</p>



<p><br>Dua minggu sudah berjalan di semester 4, saya dan teman-teman seperjuangan saya memutuskan untuk jalan-jalan ke salah satu pantai yang ada di selatan Banten, yaitu pantai Sawarna. Sebelum berangkat ke sawarna, awalnya saya ragu ingin ikut bersama teman-teman karena ada kesibukan lain, tapi akhirnya saya memutuskan untuk ikut karna saya pikir ini adalah momen yang pas untuk healing bersama teman-teman sebelum datangnya serangan tugas yang menumpuk. </p>



<p>Namun banyak teman-teman yang lain pun tidak ikut karena memiliki kesibukan yang tidak dapat ditunda. Karena hal ini saya pribadi menjadi kurang semangat, karena yang ikut hanya 10 orang termasuk saya.</p>



<p><br>Hari pemberangkatan pun tiba, semua menginap dan berencana untuk berangkat jam 4 pagi. Namun hal itu pun tidak jadi karena semuanya bangun kesiangan. Karena hal itu saya dan teman-teman pun berangkat dari bogor sekitar jam 9 pagi. Khawatir melewati Ciawi macet, kami memutuskan untuk melewati jalan lain untuk sampai di Cigombong. Saya yang melihat maps nya mengarahkan lewat Cihideung yang ternyata jalanannya lebih rumit daripada Cijeruk. Perjalanan pun menjadi sedikit seru karena saya dan teman-teman banyak melewati desa wisata dan juga perkampungan penduduk.</p>



<p><br>Akhirnya tiba di Cigombong dan kami melanjutkan perjalanan ke arah Sukabumi lalu belok ke arah Jalan Cikidang. Jalan Cikidang ini adalah jalur utama kami untuk menuju pantai sawarna sekaligus akses menuju Provinsi Banten. Jalanan Cikidang ini sangat panjang tetapi akses jalan cukup kecil. </p>



<p>Sepanjangan perjalanan kami melewati banyaknya perkebunan dan hutan, seperti kebun pisang yang dibuat berundak-undak, sampai kebun sawit yang sangat luas. Sesudah hampir sampai di Provinsi Banten, kami sudah bisa melihat laut dari kejauhan, kami sangat senang dan langsung bergegas.</p>



<p><br>Saya dan teman-teman pun tiba di dekat pelabuhan, namun sekitar 30 menit lagi sampai tiba-tiba hujan mengguyur yang pada akhirnya membiat kami berteduh berjam-jam. Setelah hujan selesai kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di Pantai Sawarna Goa Langir. </p>



<p>Sesampainya di Pantai Sawarna, Kami mencari tempat penginapan terlebih dahulu sekaligus mengunjungi Goa Langir yang ada di Pantai tersebut. Kami sangat senang dapat merasakan angin pesisir yang sangat kencang di Pantai Sawarna. Ombak yang cukup besar menjadi menaikan semangat untuk bergegas berenang di pinggir pantai.<br></p>



<p>Kami menikmati berenang di pantai, merasakan sensasi ombak besar yang menghempas sambil menyaksikan keindahan matahari terbenam yang mempesona. Pantai Sawarna memang terlihat sangat indah dengan perpaduan antara laut yang biru dan tebing yang kokoh, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Kami juga menikmati bermain pasir pantai, berinteraksi dengan anak-anak setempat, dan merasakan relaksasi ketika ombak menghempaskan diri di sekitar kami.</p>



<p><br>Kami benar-benar menikmati setiap momen di Pantai Sawarna. Kebersamaan dengan teman-teman, keindahan alam, dan suasana pantai yang menenangkan membuat kami merasa segar kembali. Semua kekhawatiran dan tekanan tugas yang menumpuk sejenak terlupakan saat kami menikmati keindahan dan kegembiraan di pantai ini.</p>



<p><br>Setelah bermain di pantai, kami juga menjelajahi sekitar dan menemukan beberapa spot menarik, seperti gua-gua alam yang menarik untuk dieksplorasi. Kami mengambil foto-foto indah sebagai kenang-kenangan dan berbagi momen kebahagiaan bersama.</p>



<p><br>Setelah langit mulai gelap, kami segera pergi ke tempat penginapan karena kami memutuskan untuk menginap di Pantai Sawarna. Kami dengan cepat bersiap-siap untuk membuat api unggun dan memanggang ikan di pinggiran pantai. Suasana malam yang tenang dan hangat dari api unggun memberikan kehangatan dan kebersamaan di antara kami. Kami menikmati makan malam dengan ikan yang lezat sambil bercerita dan tertawa bersama.</p>



<p><br>Keesokan harinya, kami kembali ke pantai untuk berenang dan menikmati udara segar di pagi hari. Kami merasakan kesegaran air laut yang menyejukkan tubuh kami setelah berenang. Kami juga melakukan jalan-jalan di sepanjang pantai untuk menikmati kelembutan pasir pantai yang halus dan bersih. Kami merasa senang melihat bahwa pantai ini dijaga dengan baik dan minim sampah. Hal ini membuat kami semakin terinspirasi untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga keindahan alam pantai ini.</p>



<p><br>Kami bermain-main di pantai, berlarian di sepanjang garis pantai. Kami menikmati momen kebersamaan dan kegembiraan di pantai ini, melupakan semua kekhawatiran dan stres sejenak. Setelah puas bermain di pantai, kami kembali ke penginapan untuk bersantai dan menikmati waktu bersama. Kami berbagi cerita, bermain kartu, dan menikmati makanan ringan sambil menikmati pemandangan laut yang menenangkan.</p>



<p><br>Pantai Sawarna benar-benar memberikan pengalaman yang luar biasa bagi kami. Keindahan alamnya, kebersihan pantainya, dan keramahan masyarakat setempat menciptakan lingkungan yang ramah dan menyenangkan. Kami merasa terhubung dengan alam dan menemukan kedamaian di tempat ini.</p>



<p><br>Setelah menghabiskan waktu yang indah di Pantai Sawarna, saatnya bagi kami untuk pulang dengan kenangan yang tak terlupakan. Kami merasa bersyukur telah menghabiskan waktu bersama teman-teman di tempat yang indah ini.<br>Setelah menghabiskan waktu yang luar biasa di Pantai Sawarna, kami memutuskan untuk pulang ke Bogor sekitar jam 2 siang. Perjalanan pulang kami melewati Jalan Cikidang yang terkenal dengan pemandangannya yang indah. </p>



<p>Saat kami melintasi jalan tersebut, kami diberi kesempatan langka untuk melihat Gunung Salak yang terlihat jelas tanpa tertutup kabut. Keindahan gunung yang menjulang tinggi dan vegetasi yang hijau membuat kami terpukau. Kami memutuskan untuk berjalan perlahan agar dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan ini.</p>



<p><br>Setelah melewati Jalan Cikidang, kami tiba di Sukabumi dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. Kami mencari warung pecel lele yang terkenal di daerah tersebut. Kami menikmati makan pecel lele yang lezat, lengkap dengan sambal khas dan nasi hangat. Makan siang yang enak ini memberi kami energi yang cukup untuk melanjutkan perjalanan pulang.</p>



<p><br>Kami melanjutkan perjalanan pulang dan menjelajahi jalan-jalan yang indah di tengah pegunungan. Kami melihat pemandangan alam yang beragam, seperti hutan hijau, lembah yang dalam, dan sungai yang mengalir deras. Sepanjang perjalanan, kami saling berbagi cerita dan tawa, mengenang momen-momen indah yang telah kami alami di Pantai Sawarna.</p>



<p><br>Sampai sekitar jam 7 malam, kami akhirnya tiba di Bogor. Meskipun sedikit lelah setelah perjalanan yang panjang, kami merasa bahagia dan puas dengan petualangan yang kami lalui. Kami memarkir sepeda motor kami dan bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing.</p>



<p><br>Kami mengakhiri perjalanan ini dengan perasaan syukur atas pengalaman yang tak terlupakan di Pantai Sawarna dan perjalanan pulang yang menyenangkan. Kami tahu bahwa kenangan-kenangan ini akan tetap terpatri dalam ingatan kami dan akan menjadi cerita yang kami bagikan kepada orang-orang terdekat kami. Kami berjanji untuk terus menjaga semangat petualangan dan menjelajahi tempat-tempat baru di masa depan.</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/03/25/pantai-sawarna-dan-segala-perjalanannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Garis-Garis di Kertas: Jejak Sketsa dari Banjarnegara menuju Ibukota dan Secarik Kisah M. Nashir Setiawan</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/03/15/garis-garis-di-kertas-jejak-sketsa-dari-banjarnegara-menuju-ibukota-dan-secarik-kisah-m-nashir-setiawan/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/03/15/garis-garis-di-kertas-jejak-sketsa-dari-banjarnegara-menuju-ibukota-dan-secarik-kisah-m-nashir-setiawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2024 01:12:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32311</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Banjarnegara menjadi kota kelahiran dan kota yang menghiasi masa tumbuh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211;</strong> Banjarnegara menjadi kota kelahiran dan kota yang menghiasi masa tumbuh M. Nashir Setiawan. Berawal dari obsesi keinginan menggambar yang terinspirasi dari tetangganya yang bekerja membuat dekorasi untuk kegiatan di sekitar rumahnya, melihat tetangganya bekerja dengan menyenangkan hal itu membuat beliau berpikir untuk ingin berkarir dalam hal yang beliau suka dan ingin menjalankan hobi menggambar dan menjadi pekerjaan. </p>



<p>M. Nashir Setiawan semasa dibangku sekolah beliau mulai merancang dan mempersiapkan memasuki perguruan tinggi dengan saran tetangga beliau untuk pergi ke Jogja apabila serius ingin mempelajari seni. </p>



<p>Perjalanan pak Nashir tidak semulus yang dibayangkan, pada saat di Banjarnegara beliau menargetkan Akademi Seni Rupa Indonesia yang berada di Jogja, tetapi setelah menimba ilmu di SMA Muhammadiyah 2 Jogja orang disekitarnya memiliki paradigma yang berbeda, orang di sekitarnya menargetkan Universitas Gadjah Mada, karena kecenderungan orang disekitarnya menargetkan hal tersebut beliau pun merasa ingin mengubah targetnya dari Akademi Seni Rupa Indonesia menjadi Universitas Gadjah Mada. </p>



<p>Saat berlangsungnya era memasuki dunia perkuliahan beliau memilih Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro dan Akademi Seni Rupa Indonesia. Dengan kehendak tuhan beliau tidak lolos di tiga universitas tersebut. Tidak pantang menyerah beliau pun mencoba untuk kembali mengikuti seleksi Akademi Seni Rupa Indonesia yang terkenal dengan tingkat keketatan yang tinggi, beliau merasa dengan kekuatan doa yang beliau panjatkan semua proses ujian seleksi tersebut beliau lolos dengan mudahnya.</p>



<p>Semasa berkuliah beliau pun beriringan dengan melakukan pekerjaan yaitu menjadi konsultan exhibition untuk membuat stan-stan pameran hal tersebut adalah hal yang beliau sukai. Hingga setelah lulus berkuliah beliau diminta untuk langsung melanjutkan karirnya untuk menjadi konsultan design exhibition. </p>



<p>Setelah bekerja selama 6 bulan beliau merasa jenuh dengan pola bekerja yang mengharuskan banyak beraktivitas di malam hari sehingga beliau menerima tawaran dari temannya untuk mencoba menjadi tenaga pengajar di Universitas Tarumanagara yang pada saat itu baru membuka fakultas seni rupa dan desain dan membutuhkan banyak pengajar. </p>



<p>Singkat cerita beliau mengikuti perkataan temannya dan datang ke Universitas tersebut sebagai pelamar, hingga tiba disana beliau bertemu seseorang dan berbincang santai tapi orang tersebut membahas suatu denah dan meminta beliau untuk menggambar, awalnya pak Nashir mengikuti perintahnya tanpa ada rasa curiga tetapi orang tersebut selalu melihat ke arah jam seperti sedang menghitung kecepatan beliau menggambar.</p>



<p>Akhirnya beliau memberanikan diri untuk bertanya dan betul saja ternyata pak Nashir sedang ada di tahap tes untuk menjadi tenaga pengajar tanpa beliau tau, beliau pun bertanya kepada orang tersebut dan menawarkan untuk menggambar ulang untuk gambar pertama memakan waktu 30 menit dan untuk gambar kedua beliau hanya memakan waktu 10 menit. </p>



<p>Lalu beliau lolos tes tersebut dan diajak untuk merancang kurikulum, rapat yang dihadiri beliau mengundang para dosen ternama dari berbagai perguruan tinggi, saat itu pak Nashir tidak memiliki pengetahuan apapun tentang kurikulum dan sejenisnya tapi saat ini beliau menjadi kepala program studi desain interior selama lebih dari 17 tahun. Tidak hanya selama berkarir sejak 2007 sudah puluhan pencapaian yang beliau dapatkan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="706" height="398" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240314-WA0053.jpg" alt="" class="wp-image-32312" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240314-WA0053.jpg 706w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240314-WA0053-400x225.jpg 400w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240314-WA0053-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 706px) 100vw, 706px" /></figure>
</div>


<p>Selama 16 tahun berperan sebagai pengajar di Universitas Tarumanegara pak Nashir merasa sedikit khawatir dengan kemampuan menggambarnya dan merasa seperti katak didalam tempurung, merasa hebat diantara mahasiswanya padahal tidak, akhirnya beliau menemukan komunitas Indonesia sketcher dan beliau bergabung untuk melakukan kegiatan membuat sketsa bersama disuatu tempat setiap bulan. </p>



<p>Kegiatan tersebut berkiblat ke arah urban sketcher yang dimana hal itu adalah komunitas sketsa dunia yang sering beliau ikuti sehingga makin erat hubungan dengan para anggota di komunitas Indonesia sketcher. Kegiatan ini membuat beliau tersadar bahwa diluar sana banyak sekali seniman yang lebih mahir dibandingkan beliau hal itu membuat beliau tidak berhenti untuk mengembangkan kemampuannya. </p>



<p>Awalnya beliau hanya iseng mencoret coret kertas dan hilang semenjak bergabung dengan komunitas tersebut beliau mulai menyusun dan menyimpan karya-karyanya dengan rapi yang awalnya hanya di kertas berserakan dan jadi sampah hingga mempunyai puluhan bahkan ratusan sketch book. </p>



<p>Biasanya beliau menggambar sketsa di waktu yang senggang misalkan pada saat menunggu makanan di restoran dihidangkan tetapi seiring kurun waktu tertentu beliau merasa hal itu semakin menarik karena manifesto dari Indonesia Sketcher itu menggambar apa yang dilihat dan menaruh catatan kecil yang berisikan cerita dan diunggah di facebook agar dunia tau bahwa Indonesia mempunyai banyak seniman yang hebat-hebat.</p>



<p>Salah satu karya beliau yang tidak disangka sangat amat membekas terjadi pada saat perjalanan ibadah haji. Pada saat itu pak Nashir mendaftar haji di Jakarta sedangkan ibunya mendaftar di kampung halamannya di Banjarnegara, suatu saat beliau sudah mendapatkan periode haji tetapi dimundurkan karena petugas yang terlibat bermutasi ke suatu daerah tanpa mengkonfirmasi kepada beliau sehingga terjadinya kesalahan penyampaian informasi yang merugikan pak Nashir, sehingga timbul rasa emosi dan kesal didalam proses itu. </p>



<p>Hingga suatu saat beliau ingin meng-upgrade menjadi haji plus menggunakan biro haji, begitu ditanya oleh petugas biro haji disarankan menggunakan haji reguler mengingat usia beliau yang masih cukup muda, petugas tersebut memberikan pemahaman bahwa haji plus hanya dijalankan selama 15 hari sedangkan haji reguler dijalankan satu bulan penuh hanya berbeda difasilitas saja. Beliau diingatkan oleh petugas apabila dalam proses haji ini tidak disarankan untuk adanya emosi yang berlebihan. </p>



<p>Ternyata kehendak tuhan untuk beliau menunggu beberapa tahun akhirnya beliau dapat menunaikan haji bersama sang ibunda padahal satu tahun sebelum keberangkatan sang ibunda mengalami stroke seandainya tidak bersama beliau sang ibunda tidak akan pergi haji. </p>



<p>Akhirnya pada 2013 beliau memutuskan untuk mutasi ke Banjarnegara. Begitu beliau tiba di tanah suci, beliau menghindari membawa alat alat sketsa agar fokus beribadah, tetapi ada suatu waktu disana tepat sekali ada waktu yang sekiranya sangat sempurna untuk membuat sketsa, beliau meminta kertas dan pensil kepada petugas. </p>



<p>Di pagi hari di Masjidil haram beliau menuju rooftop disana suasana sangat sempurna dan beliau berdoa untuk meminta izin kepada sang maha kuasa untuk mengizinkan beliau menggambar dan mengabadikan momen itu melalui garis yang beliau goreskan di kertasnya menggambar ka’bah, beliau merasakan kenikmatan menggambar yang sebelumnya tidak pernah beliau rasakan. </p>



<p>Keysha Sasriya Widya Kusuma<br>mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University program studi Komunikasi Digital dan Media</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/03/15/garis-garis-di-kertas-jejak-sketsa-dari-banjarnegara-menuju-ibukota-dan-secarik-kisah-m-nashir-setiawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Destinasi Wisata Perjalanan dari Kota Hujan, Mengelilingi Jawa Tengah Menggunakan Motor Vespa</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/03/14/destinasi-wisata-perjalanan-dari-kota-hujan-mengelilingi-jawa-tengah-menggunakan-motor-vespa/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/03/14/destinasi-wisata-perjalanan-dari-kota-hujan-mengelilingi-jawa-tengah-menggunakan-motor-vespa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 14:12:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Vokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vespa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32297</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Kendaraan bermotor roda dua yakni Vespa dikenal dengan julukan &#8220;Motor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Kendaraan bermotor roda dua yakni Vespa dikenal dengan julukan &#8220;Motor sering mogok&#8221;, Bukan perjalanan yang mudah untuk mengelilingi Jawa tengah dengan mudah menggunakan motor. Mulai perjalanan dari Bogor menuju berbagai kota di jawa tengah, banyak destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan.</p>



<p>Melalui Jalan Pantura,sepanjang perjalanan di suguhkan pemandangan yang sangat indah melewati berbagai kota di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Perjalanan yang ditempuh pukul 00.00 WIB dari Bogor-Cirebon selama ± 6 jam sampai pada pukul 05.20 wib di Cirebon, menikmati perjalanan di jalan Pantura yang sangat panjang dan lurus, sangat menyenangkan.</p>



<p>Sesampai di cirebon, pada pagi hari dan memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya, tidak lupa untuk sarapan makanan khas dari Kota Cirebon yaitu Empal Gentong, tidak hanya Empal Gentong, Kota Cirebon memiliki makanan khas lainnya yaitu Nasi Jamblang dan lain sebagainya.</p>



<p>Perjalanan ini dimulai sebelum pergantian Tahun baru 2023 tepatnya di hari sabtu tanggal 30 Desember 2023, melalui beberapa Kota di Jawa Tengah yaitu Losan, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan dan lain sebagainya.</p>



<p>Melewati Kabupaten Temanggung yaitu daerah yang terkenal sebagai penghasil tembakau terbanyak di Indonesia,Pasar Kliwon Temanggung menjadi destinasi terakhir untuk berburu oleh-oleh. Beragam produk lokal, seperti tembakau, kopi, dan kerajinan tangan, tersedia di sini dengan harga yang terjangkau.</p>



<p>Perjalanan singkat di Temanggung telah meninggalkan kenangan yang tak terlupakan. Keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan penduduknya menjadikan Temanggung sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi.<br>Tujuan selanjutnya yaitu kota istimewa dengan penuh budaya dan cerita yaitu, Yogyakarta. </p>



<p>Sesampainya di Yogyakarta pada tanggal 31 Desember 2023 tepatnya di pukul 23.00 sebelum malam pergantian tahun baru 2024, Tugu Yogyakarta menjadi tujuan utama saat sampai Kota tersebut, Warga Yogyakarta dengan sangat antusias melihat perayaan tahun baru di Tugu Yogya, warga lokal hingga turis memadati Tugu Yogya.</p>



<p>Liburan menggunakan motor memang sangat melelahkan tapi menambah pengalaman baru yang tidak bisa dilupakan,dari mulai Wisata dan Kuliner dari berbagai daerah yang dikunjungi dan mendapatkan hal baru saat mengendarai motor keliling Jawa Tengah. Menghabiskan waktu liburan panjang di Yogyakarta, menyicipi makanan Khas Yogya dan tempat menarik disana, dari Mulai kuliner di Jalan Malioboro sepanjang Jalan disuguhi makanan khasnya yaitu Gudeg dan tidak Lupa juga membeli Bakpia pathuk. </p>



<p>Ada 25 banyak tempat wisata yang bisa di kunjungi dari mulai, Wisata Merapi Lava yaitu wisata jeep yang membawa wisatawan ke beberapa tempat wisata di lereng Gunung Merapi.</p>



<p>Wisata ini merupakan wisata edukasi dan petualangan yang seru dan menantang. Wisatawan akan diajak untuk melihat keindahan Gunung Merapi dari dekat, serta belajar tentang sejarah dan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Selain Merapi Lava tour tidak lupa juga untuk berwisata ke Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Syailendra, yang merupakan kerajaan Hindu yang berkuasa di Jawa Tengah pada masa itu.</p>



<p>Sebelum memutuskan untuk meninggalkan Kota Yogyakarta,tidak lupa membeli oleh- oleh Bakpia dan cinderamata lainya,dan mencoba kuliner Mie banteng Khas Yogyakarta dan Tempo Gelato. Di tanggal 3 Januari memutuskan pergi dari Yogyakarta, melalui Jalur pantai Selatan yaitu jalan Daendels yang sangat panjang, Melewati Kota Purworejo, Kebumen, Banjar, Tasik, Garut dan Bandung.</p>



<p>Sesampai tiba di Bandung memutuskan untuk istirahat di Kabupaten Bandung yaitu Ciwidey, menghabiskan akhir pekan di Bandung beberapa hari serta keliling keliling Kota Bandung menggunakan Vespa, melewati jalanan Asia Afrika yang sangat ramai dan berkunjung ke tempat kuliner di Kota Bandung yaitu, Lengkong kecil, Dago, dan Dipatiukur.</p>



<p>Perjalanan yang singkat sudah harus kembali ke Kota asal, melalui jalur Padalarang Kabupaten Bandung, malam itu terasa sangat sepi jalanan pada saat menuju perjalanan pulang ke Bogor, di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Cipanas Cianjur, Menghentikan perjalanan untuk makan malam di Sate Alex yaitu Sate Arab tidak hanya Sate Arab, disana menyediakan Sate ayam, Sop kambing, gulai,dan tongseng. Sesudah makan lanjut perjalanan menuju Bogor dan sampai di Kota Bogor tepat di Tugu Kujang dini hari, pukul 03.00 WIB.</p>



<p>Mochammad Rafi Ibrahim<br>Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media<br>Sekolah Vokasi IPB University</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/03/14/destinasi-wisata-perjalanan-dari-kota-hujan-mengelilingi-jawa-tengah-menggunakan-motor-vespa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Zenzen Djuansyah: Sang Maestro Tari yang Mengubah Nasib Sanggar Seni Getar Pakuan</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/03/14/zenzen-djuansyah-sang-maestro-tari-yang-mengubah-nasib-sanggar-seni-getar-pakuan/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/03/14/zenzen-djuansyah-sang-maestro-tari-yang-mengubah-nasib-sanggar-seni-getar-pakuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 12:51:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Maestro]]></category>
		<category><![CDATA[SanggarSeniGetarPakuan]]></category>
		<category><![CDATA[SSGP]]></category>
		<category><![CDATA[Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi]]></category>
		<category><![CDATA[ZenzenDjuansyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32299</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Zenzen Djuansyah merupakan Ketua Sanggar Seni Getar Pakuan, KotaBogor. SSGP...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Zenzen Djuansyah merupakan Ketua Sanggar Seni Getar Pakuan, KotaBogor. SSGP adalah sebuah sanggar seni tari yang berdiri sejak tahun 1992. &#8220;Pada era 1992-1993, anggota SSGP yang orangtuanya adalah anggota Korpri Kota Bogor sering kali merasa malu untuk mengenakan seragam SSGP karena diledek oleh teman-teman mereka. </p>



<p>Pada waktu itu, belajar seni tradisional dianggap sebagai aktivitas anak-anak dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah dan pendidikan rendah. Citra negatif terhadap sanggar tari tradisional merajalela,&#8221; cerita Zenzen.</p>



<p>Namun, ejekan tersebut justru menjadi pemicu bagi Zenzen untuk mengubah nasib SSGP. Dengan langkah yang terukur, ia mulai memperkenalkan kekayaan seni budaya Sunda dan melakukan promosi terbuka melalui pertunjukan tari.</p>



<p>Zenzen juga melakukan transformasi manajemen dari yang tadinya tradisional menjadi profesional. Sanggar yang awalnya hanya fokus pada pertunjukan tari, kini telah berkembang menjadi pusat pendidikan seni tari, karawitan, dan musik.<br>Pada tahun 1994, SSGP, yang pada awalnya didirikan sebagai wadah untuk anak-anak anggota Korpri Kota Bogor oleh inisiatif Wali Kota Bogor saat itu, akhirnya dibuka untuk masyarakat umum karena menurunnya jumlah anggota.</p>



<p>Saat menjabat sebagai sekretaris SSGP pada tahun 1996, Zenzen diberi kepercayaan oleh Sobur Anwar untuk mendirikan divisi pendidikan dan menjadi pengelolanya. Sementara itu, Sobur Anwar tetap fokus pada kegiatan pertunjukan. Sobur Anwar yaitu ketua pertama di SSGP pada tahun 1992-2003, Kemudian Zenzen diberi kepercayaan untuk menjadi ketua SSGP pada tahun 2003 menjadi ketua yang menggantikan Sobur Anwar. </p>



<p>Berkat kerja keras Zenzen dan dukungan dari pengurus lainnya dengan semangat &#8220;Samiuk Ngaronjatkeun Budaya Bangsa&#8221; (Bersama Meningkatkan Budaya Bangsa), jumlah anggota SSGP terus bertambah. Zenzen juga menginformasikan bahwa sampai saat ini siswa sanggar seni Getar Pakuan sudah mencapai ribuan hingga yang aktif mencapai ratusan orang &#8220;Dari 36 sangar yang ada di Kota Bogor saat ini, 15 diantaranya milik alumni Getar Pakuan,&#8221; Kata Zenzen</p>



<p>Zenzen berharap, SSGP menjadi sentra pendidikan dan pengembangan kesenian, dan menjadi contoh perkembangan seni di Jabar. SSGP bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi kreatif berbasis budaya. Jejaknya sudah mulai terwujud.</p>



<p>SSGP yang telah mencetak ribuan penari handal dan menumbuhkan 15 lulusan SSGP yang berhasil mendirikan sanggar tari.Selain itu, ada puluhan pembuat kostum dan perias penari telah bermunculan dari lulusan SSGP itu sendiri.</p>



<p>SSGP tidak hanya terkenal dibogor sampai saat ini SSGP terkenal di Jawa Barat hingga Nasional, Zenzen Djuansyah dan Sanggar Seni Getar Pakuan (SSGP) telah meraih sejumlah prestasi dalam dunia seni, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Salah satunya adalah mencatatkan diri dalam Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sanggar seni yang menghadirkan Pergelaran Rambak Kendang dan Parade Delman terbanyak pada tahun 2007. </p>



<p>Selain itu, pada tahun 2011, SSGP berhasil meraih gelar juara pertama untuk Penampilan Terbaik dalam Festival Seni Kemas Pertunjukkan se-kota Bogor. Tidak hanya itu, pada tahun 2015, mereka juga memperoleh penghargaan sebagai juara pertama untuk kategori musik terbaik dalam festival yang sama. </p>



<p>Aktivitas kolaboratif SSGP juga terlihat dalam keterlibatan mereka dengan berbagai lembaga pendidikan seni, seperti ISBI, SMKI, UPI, dan sebagainya.</p>



<p>SSGP sempat mengalami penutupan sanggar karena di masa pandemi covid-19 yaitu ditahun 2020 hingga 2022, dan harus menghentikan selama dua tahun karena adanya larangan beraktivitas disanggar selama pandemi oleh pemerintah setempat. </p>



<p>Zenzen memulai kembali saat pandemi sudah berakhir dan hingga saat ini Sanggar Getar Pakuan masih hidup dan masih melestarikan budaya indonesia dengan seutuhnya, “Getar Pakuan tidak akan boleh mati sampai kapanpun, kita harus melestarikanya dan harus dilestarikan oleh anak-anak zaman sekarang,” kata Zenzen. </p>



<p>ZENZEN DJUANSYAH</p>



<p>Lahir : Tasikmalaya, 8 September 1973</p>



<p>Pekerjaan: Ketua SSGP Kota Bogor</p>



<p>Pendidikan : Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan, Tasikmalaya (tidak tamat)</p>



<p>Mochammad Rafi Ibrahim<br>Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media<br>Sekolah Vokasi IPB University</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/03/14/zenzen-djuansyah-sang-maestro-tari-yang-mengubah-nasib-sanggar-seni-getar-pakuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
