ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGWafatnya Syekh KH. TB. Hakim Agus Fauzan Al Falak: Duka Mendalam Selimuti Bogor dan Dunia Pesantren NusantaraSorot Rakyat
Nasional

Jadi Temuan BPK, DPRD Desak BKAD Evaluasi Total

Sorot Rakyat • 29 Okt 2024 • 15:43 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar, mendesak Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor untuk menyelesaikan permasalahan aset yang selama ini menjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Terkait masalah aset, kami meminta agar BKAD bergerak cepat menyelesaikan pendataan dan mengevaluasi pengelolaan yang dilakukan oleh pihak ketiga,” […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar, mendesak Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor untuk menyelesaikan permasalahan aset yang selama ini menjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Terkait masalah aset, kami meminta agar BKAD bergerak cepat menyelesaikan pendataan dan mengevaluasi pengelolaan yang dilakukan oleh pihak ketiga,” kata Karnain dalam rapat kerja dengan BKAD, Selasa (29/10/2024).

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

Selain itu, Karnain juga memberikan masukan kepada BKAD agar meningkatkan kinerja tim pendataan aset yang saat ini bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor.

Bahkan jika perlu anggaran insentif bagi tim aset dinaikkan dalam RAPBD 2025 Kota Bogor.

“Kerjasama dengan BPN harus dimaksimalkan bahkan kalau bisa anggaran dinaikkan agar pendataan bisa dilakukan dengan cepat dan masalah aset ini bisa terselesaikan,” ujar Karnain.

Dalam rapat tersebut, Karnain juga meminta BKAD Kota Bogor agar melakukan digitalisasi pendataan aset. Hal tersebut menjadi penting agar data terkait aset-aset di Kota Bogor bisa terbuka dan informasi terkait aset yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga bisa diketahui oleh DPRD dan masyarakat.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

Sebab berdasarkan catatan yang ia pegang, saat ini ada 700 sampai 800 aset yang dikerjasamakan pengelolaan dengan pihak ketiga, tetapi hanya memberikan kontribusi ke pendapatan daerah sebesar Rp2 miliar.

“Digitalisasi dan peninjauan kembali atas nilai kerjasama harus dilakukan. Agar aset yang ada bisa maksimal penggunaan dan kontribusinya,” tegas Karnain.

Karnain berharap dirapat selanjutnya antara Komisi I DPRD Kota Bogor dengan BKAD, pihak Pemerintah Kota Bogor bisa membuka data-data aset yang ada, agar bisa dievaluasi oleh Komisi I DPRD Kota Bogor.

“Semoga dipertemuan selanjutnya kita bisa mengevaluasi aset yang ada dengan data yang lebih akurat,” pungkasnya. (FY)

Baca Juga:  Komitmen RSUD Kota Bogor Ciptakan Layanan Berkualitas

Editor & Penerbit: Den.Mj