<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>depresi &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/depresi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 May 2025 10:13:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>depresi &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ancaman Kesehatan Mental di Era Digital, Screen Time Maksimal 3 Jam</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/ancaman-kesehatan-mental-di-era-digital-screen-time-maksimal-3-jam/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/ancaman-kesehatan-mental-di-era-digital-screen-time-maksimal-3-jam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2025 10:13:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[adiksi]]></category>
		<category><![CDATA[ansietas]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[PKJN RSMM]]></category>
		<category><![CDATA[psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=35009</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor – Komunikasi merupakan aspek krusial dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kelompok. Interaksi sosial menjadi kebutuhan dasar karena setiap individu saling memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Era digital saat ini mendorong sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu berselancar di dunia maya, mulai dari bekerja, bersosial media, menikmati hiburan, hingga bermain game [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark></strong> <strong>| Kota Bogor – </strong>Komunikasi merupakan aspek krusial dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kelompok. Interaksi sosial menjadi kebutuhan dasar karena setiap individu saling memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Era digital saat ini mendorong sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu berselancar di dunia maya, mulai dari bekerja, bersosial media, menikmati hiburan, hingga bermain <em>game online</em>. Meskipun banyak manfaat, kebiasaan ini juga menyimpan risiko terhadap kesehatan mental.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Psikiater Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzuki Mahdi (PKJN RSMM), <strong>dr. Lahargo Kembaren</strong>, mengungkapkan beberapa risiko kesehatan mental yang bisa timbul, antara lain: <strong>adiksi (kecanduan) internet, kesepian (<em>loneliness</em>), ansietas, dan depresi.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Risiko lain adalah penurunan fungsi kognitif (<em>brain root</em>) untuk fokus, konsentrasi, memori, dan pengambilan keputusan karena sering menonton video pendek. Selain itu, ada risiko gangguan bicara (<em>speech delay</em>) pada anak,&#8221; jelas dr. Lahargo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menghindari bahaya tersebut, dr. Lahargo menyarankan masyarakat untuk mulai <strong>mengatur <em>screen time</em> maksimal tiga jam sehari</strong> hanya untuk hiburan, media sosial, dan bermain <em>game</em>. Ia juga mendorong <strong>keseimbangan antara aktivitas digital dengan aktivitas non-digital</strong>, seperti olahraga, bermusik, mengikuti komunitas, kegiatan keagamaan, dan hobi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Canangkan gerakan &#8216;rindulah mata yang menatap dan bukan jari yang mengetik&#8217;. Kemudian, kenali tanda-tanda kecanduan atau adiksi digital seperti muncul masalah mental emosional, performa keseharian menurun, dan hubungan dengan orang lain terganggu,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Lahargo menyarankan <strong>digital detoksifikasi</strong>, yaitu pengurangan atau penghentian penggunaan media digital untuk kurun waktu tertentu, dengan tujuan memberi kesempatan bagi otak dan tubuh untuk beristirahat. Selain itu, <strong>hindari berkunjung ke situs-situs yang tidak bermanfaat</strong>, bahkan memberikan efek negatif, seperti berita hoaks, kekerasan, dan pornografi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Konsultasi ke profesional kesehatan jiwa bila sudah mulai sulit untuk melepaskan diri dari adiksi digital,&#8221; tegas dr. Lahargo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya bersama untuk memahami dan mengelola dampak psikologis dari interaksi daring, serta penggunaan teknologi yang bijak, menjadi landasan untuk menciptakan lingkungan digital yang mendukung kesejahteraan mental. Dengan demikian, kita dapat membangun fondasi yang kuat bagi kesejahteraan psikologis di dunia digital saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(ADV)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/ancaman-kesehatan-mental-di-era-digital-screen-time-maksimal-3-jam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Depresi Akibat Masalah Ekonomi, Pria Bogor Ditemukan Tewas Tergantung</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/diduga-depresi-akibat-masalah-ekonomi-pria-bogor-ditemukan-tewas-tergantung/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/diduga-depresi-akibat-masalah-ekonomi-pria-bogor-ditemukan-tewas-tergantung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 02:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Info TNI Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[AKP Didin Komarudin]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[buruh harian lepas]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tajurhalang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Cijeruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Cijeruk]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[masalah ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[tewas gantung diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=33553</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Bogor &#8211; Seorang pria bernama Ahmad Yani (33), seorang buruh harian lepas, ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di Kampung Tajurhalang, Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Jumat (25/10/2024) sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan keterangan Kapolsek Cijeruk, AKP Didin Komarudin, korban dilaporkan hilang dari rumah sejak dua hari sebelumnya. Keluarga yang khawatir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Bogor &#8211; </strong>Seorang pria bernama Ahmad Yani (33), seorang buruh harian lepas, ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di Kampung Tajurhalang, Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Jumat (25/10/2024) sekitar pukul 14.30 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan keterangan Kapolsek Cijeruk, AKP Didin Komarudin, korban dilaporkan hilang dari rumah sejak dua hari sebelumnya. Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian dan menemukannya dalam kondisi sudah tidak bernyawa di area perkebunan dekat rumahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menduga kuat bahwa Ahmad Yani nekat mengakhiri hidupnya akibat depresi yang disebabkan oleh masalah ekonomi. Beberapa saksi juga membenarkan bahwa korban terlihat dalam kondisi yang baik sebelum kejadian, namun diduga mengalami tekanan mental yang cukup berat,&#8221; ujar Kapolsek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim kepolisian yang melakukan olah TKP dan visum di RSUD Ciawi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. &#8220;Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah Ahmad Yani kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,&#8221; paparnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesehatan mental. Depresi adalah masalah serius yang dapat berdampak fatal jika tidak ditangani dengan baik,&#8221; pungkas Didin. (AS) </p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/diduga-depresi-akibat-masalah-ekonomi-pria-bogor-ditemukan-tewas-tergantung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
