<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Kun Nurachadijat &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/dr-kun-nurachadijat-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Aug 2025 14:49:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>Dr Kun Nurachadijat &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>80 Tahun Merdeka: Rakyat Sejahtera? Janji Manis di Bawah Bayang-Bayang Utang dan Kerukan Alam</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/08/15/80-tahun-merdeka-rakyat-sejahtera-janji-manis-di-bawah-bayang-bayang-utang-dan-kerukan-alam/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/08/15/80-tahun-merdeka-rakyat-sejahtera-janji-manis-di-bawah-bayang-bayang-utang-dan-kerukan-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 14:28:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Antam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kun Nurachadijat SE MBA]]></category>
		<category><![CDATA[Eksploitasi]]></category>
		<category><![CDATA[FMMPDN]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Masyarakat Muslim Putra Daerah Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[HUTR RI ke 80]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Pertiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[Professor (Hor) Dr. Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[R.Qomaruddin Kamal]]></category>
		<category><![CDATA[SDA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[Visi Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[VMP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=35510</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor — Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan, sebuah refleksi mendalam datang dari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor —</strong> Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan, sebuah refleksi mendalam datang dari para tokoh masyarakat, menyoroti janji &#8216;Rakyat Sejahtera&#8217; yang terasa semakin jauh. Ketua Umum Forum Masyarakat Muslim Putra Daerah Nusantara (FMMPDN), R.Qomaruddin Kamal, seorang budayawan yang dikenal karena ketajamannya dalam melihat realitas sosial, bersama dengan Dewan Penasehat DR. Kun Nurachadijat SE., MBA., di kantor Sekretariat nya jalan raya Taman Cimanggu, nomor 1 A, Kota Bogor, menyampaikan keprihatinan yang menggigit tentang kondisi bangsa.</p>



<p>Dalam sebuah diskusi terbuka yang menarik perhatian, keduanya menyajikan sebuah gambaran yang mungkin terasa pahit, namun penting untuk direnungkan. &#8220;Alam terus dikeruk, utang negara semakin menumpuk, ekonomi rakyat semakin terpuruk, kantong para penguasa semakin gemuk,&#8221; demikian bunyi kutipan yang menjadi inti dari keresahan mereka.</p>



<p>Dr. Kun Nurachadijat, dengan latar belakang akademis dan researcher nya, menjelaskan bahwa seharusnya pengeksplorasian Sumber Daya Alam (SDA) dengan kemakmuran rakyat memiliki korelasi positif kuat. Namun anomalinya, korelasi langsung antara eksploitasi sumber daya alam yang masif malah justru peningkatan utang negara.</p>



<p>&#8220;Kita melihat bagaimana nikel, emas, dan minyak terus-menerus dieksploitasi atas nama pembangunan. Namun, hasil dari &#8216;kerukan&#8217; ini seolah tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Yang terjadi, utang negara justru membengkak,&#8221; ujar Profesor Kehormatan atas metode Visi Merah Putih ini. &#8220;Suatu korelasi yang sangat ganjil,&#8221; tandasnya lagi, Jum&#8217;at (15/08)..</p>



<p>Pernyataan ini sejalan dengan visualisasi yang disajikan oleh R.Qomaruddin Kamal. Dalam pandangannya sebagai budayawan, ia menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang dilambangkan dengan emas, nikel, dan minyak, seperti darah yang terus mengalir keluar dari tubuh ibu pertiwi. &#8220;Air mata&#8221; yang menetes dari mata ibu pertiwi adalah simbol dari penderitaan dan kesedihan rakyat yang tak kunjung sejahtera, sementara para elit politik dan ekonomi terus menikmati keuntungan dari eksploitasi tersebut.</p>



<p>Pada 80 tahun silam, para pendiri bangsa memimpikan sebuah negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Kesejahteraan rakyat adalah janji utama dari kemerdekaan. Namun, menurut R.Qomaruddin Kamal, janji itu kini terasa seperti fatamorgana. &#8220;Rakyat seolah disuguhi janji-janji manis pembangunan, tetapi di balik itu, mereka harus menanggung beban utang yang besar, sementara sumber daya alam kita habis,&#8221; ungkapnya. </p>



<p>Diskusi ini bukan sekadar kritik, melainkan ajakan untuk introspeksi. Para tokoh ini mengajak semua pihak untuk kembali ke esensi kemerdekaan. &#8220;Apakah kita benar-benar merdeka jika salah satu indikatornya daya beli rakyat kuat, ini malah masih terpuruk? Apakah kita benar-benar berdaulat berdiri diatas kaki sendiri amanah Trisaktinya Bung Karno jika kebijakan-kebijakan strategis kita masih dijalankan oleh utang luar negeri?,&#8221; tanya Dr Kun Nurachadijat retoris.</p>



<p>Kedua Tokoh ini menyerukan pentingnya perubahan paradigma. Pembangunan tidak boleh lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semu yang mengorbankan alam dan rakyat. Penting untuk mengutamakan keberlanjutan, keadilan, dan kesejahteraan yang merata. Pemanfaatan sumber daya alam harus dikelola secara transparan dan hasilnya harus benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir kelompok.</p>



<p>Mereka menyatakan hal ini sebagai pengingat bahwa 80 tahun kemerdekaan adalah momen yang tepat untuk mengevaluasi kembali perjalanan bangsa. Ini adalah saat untuk bertanya, &#8220;Sudahkah janji kemerdekaan benar-benar terpenuhi?&#8221; dan &#8220;Bagaimana kita bisa memastikan bahwa 80 tahun ke depan, Indonesia benar-benar menjadi negara yang sejahtera dan berdaulat?&#8221;</p>



<p>Ujung ujungnya pembangunan itu seharusnya adalah di kebahagiaan atau <em>maximalization of utility</em>, bukan penumpukan kekayaan atau maximalization of wealth.</p>



<p>&#8220;Ada salah kaprah fatal memahami pembangunan ekonomi yang sangat mendasar selama 80 tahun ini. Akhirnya terpaksa diakui bahwa pembangunan ekonomi sudah punah digantikan pembangunan kapitalis keserakahan, ini sejalan juga dengan pendapat pemenang Nobel Ekonomi 2002 Joseph E Stigliz dan Prof Dorodjatun. Good bye dengan trickle down effect. Di 80 tahun kemerdekaan ini, pembangunan badannya mendesak di swiched menjadi pembangunan jiwanya yakni pembangunan paradigmatik, tanpa segera disegerakan strategi ini maka Indonesia seharusnya Indonesia Emas menjadi Indonesia Cemas,&#8221; tegas Kun, ekonom lulusan UI ini.<br>(KDR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/08/15/80-tahun-merdeka-rakyat-sejahtera-janji-manis-di-bawah-bayang-bayang-utang-dan-kerukan-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dr.Kun Mengguncang Bogor: Mindset Baru, &#8220;Agile Learner&#8221; Dari Kecoa Hingga Cap Go Meh!</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/03/09/dr-kun-mengguncang-bogor-mindset-baru-agile-learner-dari-kecoa-hingga-cap-go-meh/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/03/09/dr-kun-mengguncang-bogor-mindset-baru-agile-learner-dari-kecoa-hingga-cap-go-meh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2025 18:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Agile Learner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BIIF]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor ICMI Islamic Fair]]></category>
		<category><![CDATA[BSF CGM]]></category>
		<category><![CDATA[Cap Go Meh]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[ICMI Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Arief Satria]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Budi Mulyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Professor (Hor) Dr. Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Nusa Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=34422</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Di tengah semarak menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Ikatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Di tengah semarak menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bogor menghadirkan sebuah oase intelektual yang memikat. Acara bedah buku &#8220;Mindset Baru untuk Transformatif&#8221; karya Prof. Dr. Arief Satria, yang digelar pada Sabtu, 8 Maret 2025, menjadi penanda dimulainya rangkaian Bogor ICMI Islamic Festival (BIIF) yang akan berlangsung selama 15 hari ke depan.</p>



<p>Bertempat di Kota Bogor, acara ini bukan sekadar bedah buku biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan dan membangun pola pikir transformatif di kalangan masyarakat, khususnya para cendekiawan Muslim. Dengan menghadirkan Dr. Kun Nurachadijat (Wakil Ketua 1 ICMI Kota Bogor dan SC BIIF) dan Prof. Dr. Budi Mulyanto (Rektor Universitas Nusa Bangsa) sebagai pembedah, serta Dr. Warcito sebagai moderator, diskusi berlangsung hangat dan penuh inspirasi.</p>



<p>Acara yang dihadiri Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan para kepala dinas ini, menjadi momentum penting dalam membangun mindset transformatif di Kota Bogor. Wali kota Bogor dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini.</p>



<p>Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. &#8220;Saya berharap BIIF dapat menjadi momentum penting untuk membangun mindset transformatif di Kota Bogor,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Prof Budi memaparkan bahwa kita harus sadar, bagaimana dulu kalau butuh TV, harus nonton TV. Bagaimana dulu butuh foto, harus datang ke kios foto dan mengafdruknya dll. Kini semua itu cukup dengan segenggam tangan, dengan istilah telepon pintar seperti sering Prof Arief mention di dalam tulisan tulisannya yang tertuang dalam buku tersebut.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1056" height="628" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2025/03/1000243574_11zon.jpg" alt="" class="wp-image-34424" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2025/03/1000243574_11zon.jpg 1056w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2025/03/1000243574_11zon-768x457.jpg 768w" sizes="(max-width: 1056px) 100vw, 1056px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bedah Buku &#8220;Mindset Baru untuk Transformatif&#8221; di BIIF 2025.</figcaption></figure>
</div>


<p>Sedangkan Dr. Kun Nurachadijat memaparkan bahwa buku ini terbagi menjadi tiga bagian utama: Future Practice, Growth Mindset, dan Agile Learner. &#8220;Inti dari buku ini adalah setiap pemimpin harus meninggalkan warisan positif di setiap organisasi yang dipimpinnya. Hal ini hanya dapat terwujud jika pemimpin mampu beradaptasi dengan perubahan secara tanggap dan lincah (agile),&#8221; tegasnya.</p>



<p>Analogi yang disampaikan Dr. Kun tentang kecoa dan dinosaurus pun berhasil memukau audiens. &#8220;Ingat, mengapa kecoa dan dinosaurus hidup sezaman, tetapi dinosaurus punah sedangkan kecoa masih bisa kita temui? Itu karena dinosaurus tidak agile menghadapi perubahan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Analogi &#8220;kecoa&#8221; ini sontak memukau audiens, termasuk Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan para kepala dinas yang hadir. Dr. Kun, Wakil Ketua 1 ICMI Kota Bogor, menjelaskan bahwa inti dari buku ini adalah pentingnya &#8220;agile learner&#8221; bagi para pemimpin. &#8220;Setiap pemimpin harus meninggalkan warisan positif,&#8221; tegasnya. &#8220;Dan itu hanya bisa terjadi jika mereka mampu beradaptasi dengan lincah.&#8221;</p>



<p>Kun yang juga merupakan profesor kehormatan atas metodologi Visi Merah Putih, mengapresiasi Pemerintah Kota Bogor dan tokoh-tokoh masyarakatnya yang telah menunjukkan kemampuan sebagai agile learner. Salah satu contoh nyata adalah transformasi perayaan Cap Go Meh menjadi Bogor Street Festival (BSF) yang kini menjadi agenda pariwisata nasional.</p>



<p>&#8220;BSF adalah bukti nyata bagaimana Kota Bogor mampu beradaptasi dan berinovasi. Kami berharap BIIF dapat mengikuti jejak BSF dan menjadi agenda rutin Ramadhan berskala nasional,&#8221; ungkap Kun.</p>



<p>Acara bedah buku ini menjadi pembuka dari rangkaian BIIF yang akan berlangsung selama 15 hari ke depan pada Ramadhan 1446 H. Berbagai kegiatan menarik dan bermanfaat telah disiapkan untuk memeriahkan bulan suci ini.</p>



<p>Dengan semangat transformatif yang diusung, ICMI Kota Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam BIIF dan bersama-sama membangun Kota Bogor yang lebih baik.<br>(DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/03/09/dr-kun-mengguncang-bogor-mindset-baru-agile-learner-dari-kecoa-hingga-cap-go-meh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siap Hadapi Indonesia Emas 2045: Mampukah Lulusan UIKA Jadi Pahlawan Bangsa atau Pengangguran Terdidik?</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/07/17/siap-hadapi-indonesia-emas-2045-mampukah-lulusan-uika-jadi-pahlawan-bangsa-atau-pengangguran-terdidik/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/07/17/siap-hadapi-indonesia-emas-2045-mampukah-lulusan-uika-jadi-pahlawan-bangsa-atau-pengangguran-terdidik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 10:22:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cawalkot]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kun Nurachadijat SE MBA]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Syarifah Sofiah]]></category>
		<category><![CDATA[UIKA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Ibn Khaldun]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda UIKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32942</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor – Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, menyematkan harapan besar di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor –  </strong>Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, menyematkan harapan besar di pundak para wisudawan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) angkatan ke-78. Beliau berpesan agar mereka terus mengasah diri dan mempersiapkan diri untuk menyambut Indonesia Emas di tahun 2045.</p>



<p>Di era digital yang penuh tantangan ini, Syarifah meyakini bahwa para lulusan UIKA harus mampu beradaptasi dan bersaing. Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun bangsa dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Bogor.</p>



<p>Menapaki era Indonesia Emas, bonus demografi menjadi peluang emas yang tak boleh dilewatkan. Generasi muda, termasuk para wisudawan UIKA, didorong untuk menjadi individu yang produktif dan inovatif. Kolaborasi dan sinergi antara UIKA dan pemerintah daerah pun menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita bersama.</p>



<p>Syarifah meyakini bahwa UIKA, sebagai sumber ide dan gagasan cemerlang, dapat melahirkan pahlawan-pahlawan bangsa yang siap membawa perubahan. Ia pun mengajak seluruh civitas akademika UIKA untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan di Kota Bogor, seperti kemiskinan, stunting, anak putus sekolah, dan pengangguran.</p>



<p>Prestasi membanggakan UIKA yang menduduki peringkat ke-10 perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Barat dan peringkat pertama di Bogor Raya menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang ditawarkan. Syarifah berharap para wisudawan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengabdikan ilmunya untuk kemajuan Kota Bogor.</p>



<p>Ditempat terpisah pemerhati sekaligus praktisi pendidikan Profesor Kehormatan dari Instituto Educando Par A Paz Brazil atas metode shifting paradigma VMP, Kun Nurachadijat saat diwawancarai awak media sorotrakyat.com mengenai mampukah wisudawan UIKA menjadi pahlawan bangsa dan mengantarkan Indonesia menuju gerbang Emas 2045?.</p>



<p>&#8220;Jawabannya terletak di tangan mereka sendiri. Dengan kegigihan, tekad, dan semangat pantang menyerah, para wisudawan UIKA dapat menjadi agen perubahan dan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Geser Paradigma dari paradigma tradisional nan sarat egosentrisme merasa paling benar dan suci sendiri ke paradigma yang sejalan dengan hukum alam sehingga bisa menjadi Pahlawan Sholeh Iskandar di Milenial lll,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Kun juga menekankan peran penting UIKA dalam mempersiapkan generasi muda untuk Indonesia Emas 2045. Dan mengingatkan di usia-usia menjelang dewasa, jangan sampai salah memilih mentor atau role model. </p>



<p>&#8220;Bila salah bergaul di usia-usia itu, alih-alih di 2045 Indonesia Emas, malah menjadi Indonesia Cemas,!&#8221; tegas tokoh yang sempat mencalonkan diri menjadi balon Cawalkot Bogor perseorangan di 2008 silam ini.</p>



<p>&#8220;Diberikan penekanan pada pentingnya kolaborasi antara UIKA dan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan bersama,&#8221; ujar nya.</p>



<p>Ia juga mengajak kepada para wisudawan untuk terus belajar, berkarya, serta mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Wisuda UIKA ke-78 bukan hanya momen penanda kelulusan, tetapi juga awal dari perjalanan baru para wisudawan untuk menggapai mimpi dan cita-cita mereka. Dengan semangat pantang menyerah, kolaborasi, dan inovasi, para wisudawan UIKA diharapkan dapat menjadi pahlawan bangsa dan mengantarkan Indonesia menuju gerbang Emas 2045. (DR) </p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/07/17/siap-hadapi-indonesia-emas-2045-mampukah-lulusan-uika-jadi-pahlawan-bangsa-atau-pengangguran-terdidik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DR Kun Soroti Musrenbang RKPD Kota Bogor 2024: Antara Angka dan Manusia?</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/03/22/dr-kun-soroti-musrenbang-rkpd-kota-bogor-2024-antara-angka-dan-manusia/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/03/22/dr-kun-soroti-musrenbang-rkpd-kota-bogor-2024-antara-angka-dan-manusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 20:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Bapenda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bapenda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum Proui relawan Prabowo Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Syarifah Sofiah]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32369</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor, Jawa Barat &#8211; Kota Bogor bersiap menuju tahun &#8220;kemandirian&#8221; di 2024....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor, Jawa Barat &#8211; </strong>Kota Bogor bersiap menuju tahun &#8220;kemandirian&#8221; di 2024. Musrenbang RKPD yang digelar di Padjadjaran Suites Resort and Convention Hotel BNR, Kecamatan Bogor Selatan (20/3/2023) menjadi momen penting. Fokus pembangunan pada pemberdayaan masyarakat, reformasi birokrasi, dan peningkatan PAD diusung. Namun, benarkah angka-angka dan kemandirian daerah serta PAD tinggi menjamin kebahagiaan masyarakat?.</p>



<p>Disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menilai poin-poin yang dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) 2024 tingkat Kota Bogor menjadi sangat strategis. Sebab, akhir tahun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).</p>



<p>Maka diharapkan semua komponen dan lapisan masyarakat di Kota Bogor memberikan masukan untuk tercapainya penyusunan RKPD yang optimal guna mewujudkan pembangunan Kota Bogor dalam bidang pemberdayaan sumber daya masyarakat serta meningkatkan dan memperbaiki reformasi birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.</p>



<p>Sekda mengatakan, tahun 2024 memiliki keistimewaan tersendiri sehingga diperlukan masukan berbagai pihak dan memerlukan kohesivitas Pemkot Bogor. Ada empat pendekatan yang mutlak dilakukan, yaitu bottom up dan top down, teknokratik, politik dan partisipatif. Tema Musrenbang RKPD Tahun 2024, membangun kemandirian daerah dimaksudkan pada tahun 2024 tidak ada wali kota dan wakil wali kota, sementara DPRD baru akan dilantik pada Agustus 2024.</p>



<p>&#8220;Untuk itu perlu mandiri dan terintegrasi, memiliki keterikatan yang sangat kuat,&#8221; ucap Syarifah, Senin (20/3/2023).</p>



<p>Berikutnya kata Sekda, yang perlu dipahami dalam kemandirian adalah mandiri dari pembiayaan. Jika di proporsikan, PAD Kota Bogor terhadap APBD sudah mencapai 35 persen bahkan lebih.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi modal yang kuat untuk Kota Bogor, tidak terlalu tergantung pada transfer dana daerah tetapi juga berusaha terus menerus untuk meningkatkan PAD yang secara notabene menunjukkan kemandirian,&#8221; kata Syarifah.</p>



<p>Mengenali persoalan, permasalahan dan isu-isu strategis lainnya menjadi hal yang menurut Syarifah harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan ke depan berlandaskan potensi yang harus ditingkatkan dan permasalahan yang harus dikurangi.</p>



<p>Adapun isu strategis yang sudah teridentifikasi, diantaranya pembangunan manusia, infrastruktur berkelanjutan, percepatan pemulihan ekonomi dan akuntabilitas pelayanan publik serta inovasi. Tahun 2024 ini jajaran Pemkot Bogor akan menurunkan angka stunting dan ODF serta bidang lainnya.</p>



<p>Syarifah menekankan, infrastruktur di perkotaan bersama transportasi harus terwujud sesuai program yang telah direncanakan, demikian juga pada bidang-bidang lainnya. Apapun yang terjadi akuntabilitas pelayanan publik harus lebih baik sehingga sarana prasarana, inovasi dan integrasi harus dilakukan, terutama bagi aplikasi-aplikasi yang tersebar harus diintegrasikan.</p>



<p>Adapun hasil usulan musrenbang yang telah dijalani mulai tingkat wilayah disebutkan Syarifah, seperti pembangunan manusia 236 usulan, 1.596 usulan infrastruktur, 86 usulan pemulihan ekonomi serta 45 usulan untuk akuntabilitas pelayan publik dan inovasi.</p>



<p>Inovasi, kerja sama pentahelix diperkuat, creative financing, daya saing dengan mengenali keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dan digitalisasi pelayanan publik melalui single windows menjadi kunci menuju keberhasilan tahun 2024.</p>



<p>Diakhir Syarifah menyampaikan selain mendengar aspirasi masyarakat, usulan yang masuk disinergikan dengan Pemprov Jawa Barat maupun pusat, data yang digunakan harus relevan dan up to date karena akan mempengaruhi kebijakan yang dibuat.</p>



<p>&#8220;Melalui partisipatif, no one left behind atau tidak ada yang tertinggal, khususnya para disabilitas, anak-anak dan kaum perempuan didengar saat konsultasi publik, belum lagi forum perangkat daerah,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota bogor, Rudy Mashudi dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam proses musrenbang yang telah dilaksanakan tidak hanya menampung aspirasi yang biasa dilakukan, namun juga menyelenggarakan musrenbang tematik dengan tema disabilitas, perempuan, anak, kemiskinan dan pengangguran.</p>



<p>Tema &#8220;Membangun Kemandirian Daerah&#8221; di 2024 memunculkan pertanyaan. Tanpa wali kota dan wakil wali kota terpilih, serta DPRD baru dilantik pada Agustus 2024, bagaimana skema kemandirian ini dijalankan? Akankah ini jadi ajang &#8220;unjuk gigi&#8221; birokrasi, atau justru momentum untuk membangun kolaborasi dan gotong royong warga?.</p>



<p>Sekretaris Daerah, Syarifah Sofiah, menekankan pentingnya pendekatan partisipatif. Namun, kritik dari Dr. Kun Nurachadijat, akademisi yang hadir, mengusik benarkah semua suara didengar. Ia menyoroti paradigma pembangunan yang hanya fokus pada angka &#8220;peningkatan infrastruktur fisik&#8221; dan PAD.</p>



<p>Ditempat yang sama salah satu tamu undangan yakni DR. Kun Nurachadijat hadir di acara tersebut, saat diwawancarai oleh awak media Sorotrakyat.com dirinya mengungkapkan pendapat berbeda.</p>



<p>&#8220;Sekarang ini banyak pejabat yang bicara menggunakan paradigma ekonomi, seolah dengan menampilkan angka angka sudah merasa pejabat yang sudah pintar dan memenuhi kriteria wawasan keteknokratan secara final. Padahal kalau konsisten pada perspektif pembangunan Ekonomi, Pembangunan ekonomi itu tidak melulu pembangunan yang terukur dari peningkatan bangunan atau infra struktur fisik belaka,&#8221; tutur Ekonom lulusan UI ini.</p>



<p>Masih kata DR. Kun, ia menjelaskan, &#8220;Ekonomi itu bicara tentang kepuasan atas utiliti yang pemerintah sediakan bagi masyarakatnya. Kepuasan itu sendiri harus merujuk pada hirarki kebutuhan Maslow. Kepuasan terbawah adalah kepuasan atas tercukupinya kebutuhan dasar, sandang pangan dan papan. Setelah itu kebutuhan keamanan, lalu disusul kebutuhan sosial kemudian kebutuhan aktualisasi dan puncak tertinggi adalah kebutuhan kebahagiaan secara spiritualitas,&#8221; papar Ketum Proui relawan Prabowo Gibran ini.</p>



<p><strong>Di Balik Angka, Ada Manusia:</strong></p>



<p>Dr. Kun mengajak kita memaknai pembangunan ekonomi tak melulu soal infrastruktur. Ia mengacu pada hirarki kebutuhan Maslow, dimana dasar piramida adalah pemenuhan kebutuhan dasar manusia: sandang, pangan, papan, dan keamanan. Baru kemudian menyusul kebutuhan sosial, aktualisasi diri, hingga kebahagiaan spiritual.</p>



<p>Pertanyaan Dr. Kun pun relevan. Apakah tingginya PAD Kota Bogor saat ini sudah sejalan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar dan kebahagiaan warganya? Atau, adakah warga yang tertinggal di tengah pembangunan? Mengapa Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Kebahagiaan seolah tidak penting?! Ditandai dengan miskin datanya kedua indeks itu di kota Bogor. Sedangkan amanah pendiri bangsa, bangunlah badannya (pembangunan fisik) harus diiringi bangunlah jiwanya (mindset bangsa diajak untuk bersyukur).</p>



<p><strong>Harmonisasi dan Kolaborasi:</strong></p>



<p>Dr. Kun yang di September 2023 mendapat Profesor Kehormatan ini juga menyoroti harmonisasi peraturan antar SKPD yang disebutnya lemah. Ibarat orkestra, peran Sekda sebagai dirigen perlu ditingkatkan. Hal ini penting untuk memastikan program pembangunan secara komprehensif, pembangunan fisik yang membahagiakan berjalan sinergis. Sehingga pembangunan tidak pembangunan kosmetik semata.</p>



<p>Musrenbang RKPD 2024 bisa menjadi titik balik. Tak hanya mengejar angka kemandirian dan PAD tinggi, tapi juga berfokus pada pembangunan manusia dan kebahagiaan warganya. Kolaborasi antara birokrasi, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam mewujudkan tata kota yang ideal.</p>



<p>Akankah Kota Bogor benar-benar mandiri dan membawa warganya menuju kebahagiaan? Kita tunggu realisasi program dan capaian di tahun 2024 mendatang. (DR) </p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/03/22/dr-kun-soroti-musrenbang-rkpd-kota-bogor-2024-antara-angka-dan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cepot Jadi Pembawa Pesan Sumpah Pemuda di Bogor</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/10/29/cepot-jadi-pembawa-pesan-sumpah-pemuda-di-bogor/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/10/29/cepot-jadi-pembawa-pesan-sumpah-pemuda-di-bogor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2023 06:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info TNI Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Garda Jawara Silat]]></category>
		<category><![CDATA[GJS]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum Garda Jawara Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum GJS]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Drajat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sobat Dedie Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[SODERA]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Bambu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=31619</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Bertempat di Aula Dakwah Muhammadiyah, di Gedung Pengurus Daerah Muhammadiyah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Bertempat di Aula Dakwah Muhammadiyah, di Gedung Pengurus Daerah Muhammadiyah jl Merdeka 118 Kota Bogor, Komunitas Sobat Dedie Rachim atau SODERA menggelar Talkshow Ngopi (Ngobrol Pintar) bersama Cepot dalam rangka internalisasi nilai nilai Sumpah Pemuda di peringatan yang ke 95.</p>



<p>Talkshow yang dihadiri oleh mayoritas anggota Sodera dari seluruh kecamatan se Kota Bogor ini mengundang Narasumber Tokoh Bogor multitalenta Dr. Kun Nurachadijat, Caleg untuk DPR RI dari PKS Sri Pangesti Budi Utami, S.Pd, SE.Ak,MM dan Ketua Umum Pengurus Pusat Garda Jawara Silat (GJS) Habib Ismail Al Jufri, serta Cepot dengan Dalang Ki Drajat.</p>



<p>Acara meski di tengah terik matahari itu tetap terasa segar, karena celotehan celotehan spontan jenaka dari Cepot ditimpali spontan juga oleh Dr Kun yang Narsum merangkap menjadi Moderator pula. Deraian gelak tawa namun tetap menyimak materi yang para Narsum berikan, memberi makna tersendiri dalam memberi arti nilai nilai Sumpah Pemuda di usianya yang ke 95.</p>



<p>&#8220;Acara Talkshow ini, murni usulan Dr Kun, seorang doktor yang sangat paleng, gaya Koboy yang disambut oleh Ki Dalang Drajat, sehingga meskipun digagasnya hanya empat hari lalu, terbukti sangat meriah dan mengena. Betul betul proyek sangkuriang,&#8221; tutur Koordinator Sodera, Hendra Gunawan dalam sambutannya yang diiringi tepuk tangan riuh peserta.</p>



<p>Narsum Sri Pangesti dalam materinya dengan penuh haru menjelaskan bahwa meskipun dia orang Madiun, namun berkat Sumpah Pemuda psikological block SARA kini sudah tidak ada lagi.</p>



<p>&#8220;Terus terang saya nyaman di Bogor, dan ingin berdamba bakti untuk masyarakat di Bogor ini sebagai daerah pemilihan saya. Saya sangat haru karena ayah saya yang memiliki penghargaan bintang gerilya sebagai pejuang dari pemerintah, selalu wanti wanti itu kala hidupnya. Dan itu yang membuat saya, Alhamdulillah seperti sekarang ini,&#8221; ujar Sri sambil tersekat dan berkaca kaca.</p>



<p>Sedangkan Ketum GJS Habib Ismail, lebih menyoroti pentingnya kebudayaan bangsa Indonesia saat ini. Budaya merupakan sebagai jati diri bangsa dan jadi garda terdepan, bahkan peran bela diri Penca Silat adalah bukan hal baru dalam turut mengikat persatuan bangsa, dan juga tercatat banyak sekali para pejuang kemerdekaan adalah pesilat kala itu.</p>



<p>&#8220;Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah menggalakkan lagi budaya kearifan lokal terutama Silat sebagai wahana pembinaan mental dan sikap yang ditanamkan sedini mungkin dan masuk kurikulum pendidikan formal,&#8221; tegas Ki Ismail sapaan akrabnya. </p>



<p>Pembicara tambahan, yang menggantikan Sri Pangesti, yang harus meninggalkan acara karena ada keluarga dekatnya berpulang, tokoh Aisiyah Kota Bogor sekaligus Caleg dari partai Umat, Mariyatul Kiftiyah menandaskan bahwa agar para remaja tetap berada dinilai nilai Sumpah pemuda, sebagai orang tua harus banyak mendoakan disertai memberi pujian kepada anak anaknya bila berprestasi.</p>



<p>&#8220;Saya tidak pernah bosan mengusulkan agar Sumpah Pemuda diubah peringatannya menjadi Sumpah Bangsa, karena di kongres 95 tahun silam itu, kali pertama istilah bangsa Indonesia dan semangat untuk mewujudkan menjadi sebuah bangsa yang dunia akui, dimulai&#8221; tegas Dr Kun, yang juga pimpinan Forum Komunikasi Kewaspadaan Dini (FKDM) kota Bogor, yang belum lama ini ditahbiskan rekan rekan aktifis UI tahun 1990an sebagai Ketum Proui pusat.</p>



<p>Talkshow yang bersahaja namun khidmad dan meriah ini, ditutup langsung oleh Wakil Walikota Bogor, Dedie Rachim yang datang menjelang acara berakhir. </p>



<p>&#8220;Wujud nilai nilai Sumpah Pemuda kekinian adalah bila kita sekarang bersikap lebih mengedepankan penggunaan energi yang terbarukan, karena energi yang terbarukan atau renewable resources itu tidak menimbulkan polusi,&#8221; ujarnya. </p>



<p>Masih kata Dedie, &#8220;Jadi bentuk cinta tanah air sekarang, bukan harus angkat senjata seperti para pejuang kemerdekaan, namun dengan menjaga kebersihan, penggunaan energi yang bijak serta selalu memprioritaskan penggunaan energi yang tidak berlimbah karbon, itu adalah bentuk cinta tanah air yang Sumpah Pemuda amanahkan,&#8221; pinta Dedie sekaligus menutup acara.</p>



<p>Talkshow ini ditutup dengan foto bersama wakil walikota bersama narasumber dan peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah Wakil Walikota dengan para pengurus Daerah Muhammadiyah. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/10/29/cepot-jadi-pembawa-pesan-sumpah-pemuda-di-bogor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Analis Ekonomi Politik, Dr Kun Nurachadijat: UMKM ingin melejit naik kelas, harus bisa bedakan kapan jadi manajer, kapan jadi leader</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/08/31/analis-ekonomi-politik-dr-kun-nurachadijat-umkm-ingin-melejit-naik-kelas-harus-bisa-bedakan-kapan-jadi-manajer-kapan-jadi-leader/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/08/31/analis-ekonomi-politik-dr-kun-nurachadijat-umkm-ingin-melejit-naik-kelas-harus-bisa-bedakan-kapan-jadi-manajer-kapan-jadi-leader/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 02:44:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Analis Ekonomi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Narasumber]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Depok]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=31026</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211;&#160;&#8220;Agar maju, UMKM harus tidak hanya punya visi tapi juga harus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0);" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211;&nbsp;</strong>&#8220;Agar maju, UMKM harus tidak hanya punya visi tapi juga harus berambisi untuk naik kelas,&#8221; urai Fitriawan, Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan kota Depok dalam sambutan pembukaan acara di Wisma Hijau Mekarsari Depok.&nbsp;</p>



<p>Pelatihan ini diikuti oleh para penggiat Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) yang lolos seleksi yang dianggap potensial untuk naik kelas.&nbsp;</p>



<p>Narasumber dari BRIN, Farly Shabahul Khairi, MM menjelaskan bahwa BRIN memberi bantuan riset bagi UMKM yang ingin mengembangkan produk UMKM. Pada pelatihan inkubator bisnis ini juga diajarkan cara perhitungan kandungan gizi dari BPOM melalui link yang sudah disediakan, UMKM tinggal mencari jenis produknya dan hasil kandungan gizi langsung keluar dan bisa digunakan. </p>



<p>&#8220;Kami terbuka bagi UMKM yang produknya, terutama UMKM kuliner agar dagangannya lebih awet namun tanpa pengawet,&#8221; jelas lulusan Statistika IPB yang disambut penuh antusias para peserta training.</p>



<p>Sedangkan Analis Ekonomi Politik, Dr Kun Nurachadijat yang juga sebagai salah satu Narasumber utama menegaskan bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB berdasarkan siaran Pers Kemenko 6 Maret 2023 adalah 61,9 % dan membantu menyerap tenaga kerja hingga 97 % sehingga sangat disayangkan bila pemerintah terutama pemerintah daerah kurang mengedepankan program pembinaan UMKM sebagai program utama pemerintah. </p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230831-WA0004_11zon.jpg" alt="" class="wp-image-31181" style="width:573px;height:764px" width="573" height="764"/><figcaption class="wp-element-caption">Analis Ekonomi Politik, Dr Kun Nurachadijat </figcaption></figure>
</div>


<p>Oleh karena itu, masih menurut Kun, penguasaan pencatatan keuangan internal UMKM harus sudah terdigital. </p>



<p>&#8220;Sudah saatnya pencatatan akuntansi dan pembayaran&nbsp; didigitalisasi menggunakan aplikasi pencatatan dan Qris,&#8221; tegas ekonom lulusan UI yang direspon peserta langsung mendownload aplikasi disaat pelatihan itu juga.&nbsp;</p>



<p>&#8220;UMKM ingin melejit naik kelas, jadilah manajer yang disiplin atas indikator capaian yang tertulis. Harus tegas dan tega. Kapan memperlakukan karyawan sebagai faktor produksi dan itu harus sebagai manajer, serta kapan memperlakukan karyawan sebagai manusia pemilik faktor produksinya, dan itu harus sebagai pemimpin. Masih blepetan menjalankan kedua itu, jangan harap sistem agar berjalan,&#8221; tegas mantan dekan Binawan dan salah satu pendiri PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor ini.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Terima kasih Pak, karena baru kali ini kami sangat paham apa yang kami harus lakukan. Karena pertama Bapak bisa mensederhanakan bahasa teori yang rumit menjadi bahasa yang sangat sederhana sehingga kami bisa pahami dan kedua, bapak juga dengan Pak Farly lebih mendengarkan kami dan langsung memberi arahan solusi dengan menggunakan teori teori yang ada di internet. Dan kami tidak dapat di pelatihan pelatihan sebelumnya<span style="font-size: revert; color: initial;">,</span>&#8221; tutur Sri Wahyuni Rahmayanti, salah satu perwakilan peserta dengan produksi roti jala dengan kari khas Melayu. </p>



<p>Acara ditutup pada Rabu sore dengan saling tukar menukar no kontak antar para peserta dan saling memperkenalkan produk satu sama lain dengan penuh rasa kebersamaan semangat untuk maju. <span style="font-size: revert; color: initial;">(KN/DR)</span></p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/08/31/analis-ekonomi-politik-dr-kun-nurachadijat-umkm-ingin-melejit-naik-kelas-harus-bisa-bedakan-kapan-jadi-manajer-kapan-jadi-leader/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dewan Pengarah Ekraf, Dr Kun Nurachadijat: Tanpa kemauan kuat pemkot dalam omnibus law lokal atau sinkronisasi regulasi antar kedinasan, kembalikan saja Kota Bogor sebagai Buitenzorg</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/08/26/dewan-pengarah-ekraf-dr-kun-nurachadijat-tanpa-kemauan-kuat-pemkot-dalam-omnibus-law-lokal-atau-sinkronisasi-regulasi-antar-kedinasan-kembalikan-saja-kota-bogor-sebagai-buitenzorg/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/08/26/dewan-pengarah-ekraf-dr-kun-nurachadijat-tanpa-kemauan-kuat-pemkot-dalam-omnibus-law-lokal-atau-sinkronisasi-regulasi-antar-kedinasan-kembalikan-saja-kota-bogor-sebagai-buitenzorg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2023 17:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Bappeda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Bappelitbang Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[omnibus law]]></category>
		<category><![CDATA[Reka]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=31157</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> |</strong> <strong>Kota Bogor &#8211;</strong> Dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bogor Tahun Anggaran 2023, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor melaksanakan studi komparasi guna mendapatkan wawasan, pengetahuan maupun gambaran penyelenggaraan pengembangan ekonomi kreatif ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dan Bappelitbang Kota Bandung pada Hari Kamis-Jumat Tanggal 24-25 Agustus 2023.</p>



<p>Juga turut serta dalam giat tersebut, Dewan Pengarah Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Dr. Kun Nurachadijat dan Tri Riki, M.Par, serta Tim Konsultan Oxalis yang dipimpin oleh Hastuti, ST, MM., Tim Bappeda dipimpin oleh Kabid Ekonomi, SDA, Infrastruktur dan Kewilayahan Sofie Linawati, ST. MM dan Perencana Ahli Madya Drie Sarwi, ST sedangkan tim dari Disparbud Kabid Ekraf Ervin, SE dan Bedi. </p>



<p>Hari pertama kunjungan ke Disbudpar Kota Bandung, Tim kota Bogor ini disambut oleh salah satu Kabid Ekraf, Faisal. Sedangkan esoknya, Tim diterima oleh Kabid litbang Yulandri Rahadiyanto dan Perencana Ahli Muda Hadi. Diskusi di kedua tempat berlangsung sangat komunikatif dan tim studi komparatif memperoleh banyak insight dan masukan. </p>



<p>&#8220;Kami ingin menduplikasi keberhasilan dari Kota Bandung dalam memajukan Ekonomi kreatifnya, untuk kami terapkan di Kota Bogor&#8221; jelas Sofie. </p>



<p>&#8220;Ekonomi Kreatif ditentukan oleh kreatifitas, oleh karena itu buatlah aturan aturan yang tidak membelenggu kreatifitas itu. Payungi dengan Perda agar iklim kreatif itu tetap berkesinambungan meski pimpinan daerah silih berganti,&#8221; urai Yulandri. </p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" width="1600" height="901" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230826-WA0000.jpg" alt="" class="wp-image-31162" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230826-WA0000.jpg 1600w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230826-WA0000-400x225.jpg 400w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230826-WA0000-768x432.jpg 768w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230826-WA0000-1536x865.jpg 1536w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230826-WA0000-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></figure>



<p>Sedangkan Drie Sarwi lebih menyoroti bahwa goodwill dari pimpinan daerah memiliki pengaruh signifikan dalam menumbuhkan ekonomi kreatif di suatu wilayah dan diamini oleh peserta diskusi. </p>



<p>Dikesempatan yang sama, Dr. Kun mewakili Dewan Pengarah Ekraf kota Bogor menegaskan bahwa pemerintah, sejalan dengan teori Makro Ekonomi Keynesian harus melakukan hal sepola &#8216;Government Expenditure&#8217;, dalam bentuk membuat Perda Ekraf bersama legislatif dan mewajibkan dinas dinas untuk menggunakan dan mengkonsumsi produk produk yang dihasilkan para penggerak Ekonomi Kreatifnya.</p>



<p>&#8220;Oleh karena itu, pemkot pun harus melakukan semacam omnibus law tingkat lokal berupa mengganti peraturan peraturan yang selama ini membelenggu tumbuhnya ekonomi kreatif dan peraturan/regulasi yang bertabrakan dengan sepak terjang Bappeda dan Parbud kota Bogor,&#8221; ujarnya. </p>



<p>Lebih lanjut dirinya menegaskan, &#8220;tanpa melakukan &#8216;Goverment Expenditure&#8217; pensinkronisasi regulasi itu, maka kembalikan saja Bogor sebagai Buitenzorg atau kota sebagai tempat beristiraha saja lagi,&#8221; tegas Pengarah Rembuk Kreatif (Reka) yang juga ekonom lulusan UI ini. </p>



<p>Acara studi perbandingan berlangsung efektif dan lancar, dan rombongan pun bertolak kembali ke Bogor selepas sembahyang Jumat. (KN/DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/08/26/dewan-pengarah-ekraf-dr-kun-nurachadijat-tanpa-kemauan-kuat-pemkot-dalam-omnibus-law-lokal-atau-sinkronisasi-regulasi-antar-kedinasan-kembalikan-saja-kota-bogor-sebagai-buitenzorg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dr. Kun Nurachadijat Tegaskan Tentang Prinsip Etika Mojang Jajaka Untuk Para Finalis</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/08/21/dr-kun-nurachadijat-tegaskan-tentang-prinsip-etika-mojang-jajaka-untuk-para-finalis/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/08/21/dr-kun-nurachadijat-tegaskan-tentang-prinsip-etika-mojang-jajaka-untuk-para-finalis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 13:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DK3B Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Kun Nurachadijat]]></category>
		<category><![CDATA[Mojang Jajaka]]></category>
		<category><![CDATA[Pasanggiri Moka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=31075</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Bertempat di Swissbell Hotel, Jl Salak, Minggu 20 Agustus 23,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211;</strong> Bertempat di Swissbell Hotel, Jl Salak, Minggu 20 Agustus 23, Panitia Pasanggiri Mojang Jajaka menyelenggarakan karantina pembekalan bagi para peserta pasanggiri Mojang Jajaka 2023.</p>



<p>Hadir sebagai Narasumber, salah satunya adalah Dr. Kun Nurachadijat, Jajaka Pinilih 1995 Kota Bogor. Memberikan materi inti Etika Mojang Jajaka (Moka).</p>



<p>&#8220;Pembekalan berupa berbagai materi bagi para peserta pasanggiri, diantaranya Digital Marketing, pemakaian Dodot oleh kang Bambi, Dancing &amp; jalan di Cat Walk dan kini Etika Mojang Jajaka oleh Kang Kun, adalah niat kami agar nanti setelah terpilih, mereka betul betul menjadi Moka yang handal. Berbudaya sekaligus memiliki kemampuan mandiri secara ekonomi&#8221; ujar Fitri Fauzia, Ketua Paguyuban Moka.</p>



<p>Menurut Bambi, salah satu narsum yang juga penasehat Moka Kota Bogor, acara pembekalan dalam karantina ini diadakan agar para Moka terutama pinilih nanti, dapat berkompetisi di ajang pasanggiri tingkat propinsi. Diharapkan Moka Pinilih Kota Bogor 2023 ini dapat menjadi pinilih atau sekurang kurangnya dapat meraih posisi terhormat di Moka Parahyangan. </p>



<p>&#8220;Dengannya, dapat menjadi duta pariwisata kota Bogor sehingga APBD kota Bogor dari sektor pariwisata tertingkatkan pula,&#8221; ujar Jajaka Pinilih Remaja Kota Bogor 1995 ini.</p>



<p>Menurut Sie acara, Yuqa Shulhan salah satu senior Moka mengatakan, &#8220;Moka ini Duta budaya dan pariwisata yang mewakili Kota Bogor dalam merepresentasikan pariwisata dan juga budaya yang ada di Bogor. Dan ini diamini juga oleh TB Agnia, ketua panitia,&#8221; katanya. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="936" height="1024" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/1692614248341.jpg" alt="" class="wp-image-31076" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/1692614248341.jpg 936w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/1692614248341-768x840.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dr Kun Nurachadijat saat jadi Nara sumber untuk para finalis Mojang Jajaka kota bogor. </figcaption></figure>



<p>Sedangkan Dr. Kun dalam kesempatannya menyampaikan Etika Moka, ia menegaskan bahwa para finalis ini harus banyak bersyukur karena selempang sebagai finalis Moka diiringi tangis dan kekecewaan mereka yang tidak berhasil menyandangnya. Juga Moka 2023 harus bisa menginternalisasi nilai nilai budaya Kesundaan yang adiluhung. Silih Asah, Asih dan Asuh.</p>



<p>&#8220;Sebagai dayeuh Pakuan yang bahkan menurut Prof Arroyo Santos adalah negeri Atlantis yang hilang. Oleh karenanya Dinu Kiwari ngancik Nubihari, seja ayeuna Sampeureun Jaga, mutlak hari dijadikan mindset oleh para Mokanya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Disampaikan juga tentang Prinsip Etika Mojang Jajaka oleh Dr. Kun Nurachadijat yakni, sikap syukur, jujur, gentle, someah, tidak egois dan berbudaya berkepribadian tidak hanya ketika masa perlombaan, tapi hingga akhir hayat kelak. </p>



<p>&#8220;Apa yang para finalis peroleh hari ini, adalah tanaman masalah lalu, dan apa yang dilakukan hari ini akan menentukan masa datang. Oleh karena itu sikap syukur, gentle, jujur, someah, altruistis atau tidak egois dan berbudaya yang berkepribadian itu tidak hanya ketika pasanggiri saja, namun jadikan karakter diri selepas grand final nanti di awal September maupun hingga akhir hayat kelak,&#8221; tegas mantan wakil ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor ini diakhir pemberian materinya.</p>



<p>Acara tersebut dihadiri pula oleh Fazmi Nawawi, mantan ketua Paguyuban Moka Kota Bogor dan Kathrin Pasaribu salah satu pesponsor. Acara berlangsung lancar hingga petang, dan akan dilanjutkan di Sabtu dan Minggu berikutnya. (DK/DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/08/21/dr-kun-nurachadijat-tegaskan-tentang-prinsip-etika-mojang-jajaka-untuk-para-finalis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
