<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kebun Raya Bogor &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/kebun-raya-bogor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Mar 2026 08:25:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>Kebun Raya Bogor &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ribuan Warga Bogor Padati di Kebun Raya Gelar Salat I&#8217;dul Fitri 1447 H</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2026/03/21/ribuan-warga-bogor-padati-di-kebun-raya-gelar-salat-idulfitri-1447-h/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2026/03/21/ribuan-warga-bogor-padati-di-kebun-raya-gelar-salat-idulfitri-1447-h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 04:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Idulfitri Kebun Raya Bogor 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=37008</guid>

					<description><![CDATA[SOROTRAKYAT.COM &#124; KOTA BOGOR — Ribuan warga Kota Bogor memadati hamparan rumput hijau di Kebun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR</strong> — Ribuan warga Kota Bogor memadati hamparan rumput hijau di Kebun Raya Bogor pada Sabtu pagi (21/3/2026), mengubah lokasi tersebut menjadi lautan putih. Di bawah langit pagi yang cerah, gema takbir bersahut-sahutan, mengiringi pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat, ketertiban, dan ketenangan.</p>



<p>Pemandangan ini menjadi simbol kuat persatuan dan kekeluargaan yang begitu kental di Kota Bogor saat merayakan hari kemenangan.</p>



<p>Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, beserta keluarganya terlihat membaur bersama masyarakat di barisan depan. Beliau didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama keluarga dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini semakin menambah kekhidmatan acara.</p>



<p>Turut hadir melaksanakan salat di tengah kerumunan jemaah adalah Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, bersama keluarga serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>



<p>Suasana damai dan tertib diakui langsung oleh Dedie A. Rachim. Beliau menyampaikan rasa syukurnya bahwa pelaksanaan shalat Idulfitri di Kota Bogor secara keseluruhan berlangsung kondusif dan lancar, mencerminkan kerukunan antarwarga yang tinggi.</p>



<p>Puncak kekhidmatan shalat Idulfitri dipimpin oleh Ketua MUI Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin, yang bertindak sebagai imam. Sementara itu, untuk melengkapi momen suci ini, tampil sebagai khatib adalah Kepala BRIN, Arif Satria.</p>



<p>Dalam khutbahnya yang memikat, Arif Satria menyampaikan berbagai hal yang relevan dan mencerahkan bagi masyarakat Kota Bogor. Beliau membahas pentingnya nilai-nilai islami sebagai landasan berpikir untuk memajukan kota.</p>



<p>&#8220;Isi khutbah tadi merupakan bekal ilmu yang berharga dalam suasana Salat Idulfitri ini. Mudah-mudahan, ini menjadi bekal bagi kita semua dalam membangun Kota Bogor dengan nilai-nilai islami sebagai landasan berpikir untuk kemajuan kota,” ucap Dedie A. Rachim saat memberikan tanggapan.</p>



<p>Arif Satria juga tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada pihak penyelenggara yang telah menyukseskan acara ini, yaitu Pemkot Bogor, BRIN, dan ICMI.</p>



<p>“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Koordinasi yang baik telah menciptakan suasana yang kondusif. Dan yang lebih penting dari sekadar kelancaran acara, momen ini telah membangun silaturahmi yang lebih luas antarwarga, mempererat tali persaudaraan,” ucap Arif Satria.</p>



<p>Dalam khutbahnya, Arif Satria secara mendalam memaparkan tentang tujuh nilai wasathiyah Islam yang sangat relevan untuk membangun masyarakat madani.</p>



<p>“Tujuh nilai wasathiyah Islam ini perlu kita internalisasi secara mendalam, karena kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk membangun Indonesia,” ucapnya dengan penuh semangat.</p>



<p>Suasana haru dan penuh kegembiraan semakin terasa usai pelaksanaan shalat. Ribuan warga bersama para pejabat yang hadir berbondong-bondong melakukan halal bihalal, saling bersalaman, dan bermaaf-maafan, menutup hari kemenangan dengan sempurna.</p>



<p><strong>(FY)</strong></p>



<p>#ShalatIdBogor #KebunRayaBogor #IdulfitriKotaBogor</p>



<p><strong>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2026/03/21/ribuan-warga-bogor-padati-di-kebun-raya-gelar-salat-idulfitri-1447-h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi! Pemkot Bogor Ajak Warga Salat I&#8217;dul Adha Bersama di Masjid Raya</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/06/05/resmi-pemkot-bogor-ajak-warga-salat-idul-adha-bersama-di-masjid-raya/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/06/05/resmi-pemkot-bogor-ajak-warga-salat-idul-adha-bersama-di-masjid-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 13:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Agung Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=35095</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor – Umat Muslim di Kota Bogor siap menyambut perayaan Idul Adha...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com </mark>| Kota Bogor –</strong> Umat Muslim di Kota Bogor siap menyambut perayaan Idul Adha 1446 H/2025 M. Pusat pelaksanaan Salat Idul Adha 2025 tingkat Kota Bogor akan dipusatkan di Masjid Raya Kota Bogor pada Jumat, 6 Juni 2025, dimulai pukul 06.00 WIB.</p>



<p>Informasi ini telah resmi disampaikan melalui surat Sekretariat Daerah Kota Bogor Nomor 400.8.2.2/2449-Bag-Kesra perihal Pelaksanaan Salat Idul Adha Tingkat Kota Bogor 2025.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Khatib dan Imam Salat Idul Adha di Masjid Raya Bogor?</h2>



<p><br>Plh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bogor, Irwan Riyanto, mengungkapkan bahwa KH. Khotimi Bahri akan bertindak sebagai khatib, sementara Ustaz Asep Fahrurozi, S.Ud. akan memimpin salat sebagai imam.</p>



<p>Irwan Riyanto secara langsung mengajak seluruh perangkat daerah, para lurah, camat, serta warga Kota Bogor untuk bersama-sama mengikuti pelaksanaan Salat Idul Adha ini. &#8220;Kami mengharapkan kehadiran untuk dapat mengikuti pelaksanaan Salat Idul Adha bersama,&#8221; ujar Irwan Riyanto dalam surat tersebut. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan ukhuwah di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lokasi Salat Idul Adha Lainnya di Kota Bogor</h2>



<p><br>Selain di Masjid Raya Kota Bogor, masyarakat juga memiliki pilihan lokasi lain untuk menunaikan Salat Idul Adha. Beberapa lokasi penting lainnya yang akan menjadi pusat pelaksanaan Salat Idul Adha di Kota Bogor antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Masjid Agung Kota Bogor</li>



<li>Kebun Raya Bogor</li>
</ul>



<p><br>Dengan berbagai pilihan lokasi ini, diharapkan seluruh umat Muslim di Kota Bogor dapat merayakan Idul Adha dengan khusyuk dan penuh makna. Mari kita jadikan momen Idul Adha 2025 ini sebagai sarana untuk meningkatkan ketaqwaan dan mempererat tali silaturahmi. (KDR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/06/05/resmi-pemkot-bogor-ajak-warga-salat-idul-adha-bersama-di-masjid-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Air Mata di Balik Tawa Lebaran: Pesan Menyentuh Wali Kota Bogor di Idulfitri 1446H</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/03/31/air-mata-di-balik-tawa-lebaran-pesan-menyentuh-wali-kota-bogor-di-idulfitri-1446h/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/03/31/air-mata-di-balik-tawa-lebaran-pesan-menyentuh-wali-kota-bogor-di-idulfitri-1446h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2025 07:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1446H]]></category>
		<category><![CDATA[IdulFitri1446H]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[SOROTRAKYAT]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=34629</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Kebun Raya Bogor, saksi bisu sejarah dan keindahan alam, menjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Kebun Raya Bogor, saksi bisu sejarah dan keindahan alam, menjadi panggung perayaan Idulfitri 1446 Hijriah yang tak terlupakan. Di tengah semilir angin pagi dan aroma bunga yang semerbak, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan pesan Idulfitri yang menyentuh hati, mengajak masyarakat untuk merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus, dan membangun kota yang penuh keberkahan.</p>



<p>Selain itu, Dedie Rachim juga mengajak untuk bersama-sama menjaga kerukunan, saling menghormati, serta berkontribusi dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan sembari menunggu waktu salat Id di Kebun Raya Bogor, Senin (31/3/2025).</p>



<p>&#8220;Hari ini, gema takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia. Umat Islam bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan hari kemenangan, Hari Raya Idulfitri 1446 H,&#8221; tutur Dedie Rachim mengawali sambutannya.</p>



<p>Ia menambahkan, dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, ia mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah.</p>



<p>&#8220;Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘Aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai kita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Idulfitri, sambung Dedie Rachim, adalah momen suci untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, dan mempererat persaudaraan.</p>



<p>Setelah sebulan berlatih menahan diri dan peduli sesama, kini saatnya melanjutkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Dedie Rachim menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya akhir dari puasa, tetapi juga awal untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan kepedulian di antara manusia.</p>



<p>Menurut Dedie Rachim, ada perjalanan jauh yang membuat seseorang memahami bahwa Lebaran tidak selalu bahagia.</p>



<p>Beberapa orang ada yang kehilangan, beberapa orang ada yang tidak pulang, ada yang perutnya tidak kenyang, ada yang rumahnya sepi, ada yang merindukan gelak tawa, ada yang tidak tahu harus berbuat apa.</p>



<p>&#8220;Ternyata makna Lebaran adalah memaafkan itu semua. Memaafkan keadaan, memaafkan kejadian, memaafkan ketidakbahagiaan. Kali ini luasnya dunia memberi kita satu hal lagi, bahwa terkadang hidup harus kita rayakan dengan tertawa, terkadang juga dengan air mata,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus berupaya menghadirkan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengajak semua warga untuk bersama mewujudkan kota yang harmonis dan maju. (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>



<p>#IdulFitri1446H, #Sorotrakyat, #Lebaran</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/03/31/air-mata-di-balik-tawa-lebaran-pesan-menyentuh-wali-kota-bogor-di-idulfitri-1446h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Bogor Sambut Dubes Belanda: Wisata Sejarah dan Kerja Sama Kota Pintar Jadi Fokus Utama</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/03/26/wali-kota-bogor-sambut-dubes-belanda-wisata-sejarah-dan-kerja-sama-kota-pintar-jadi-fokus-utama/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/03/26/wali-kota-bogor-sambut-dubes-belanda-wisata-sejarah-dan-kerja-sama-kota-pintar-jadi-fokus-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 03:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Dubes Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=34616</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat kunjungan spesial Duta Besar (Dubes)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com </mark>| Kota Bogor &#8211;</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat kunjungan spesial Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia H.E. Marc Gerritsen di Plaza Balai Kota Bogor, Selasa (25/3/2025).</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa kehadiran H.E. Marc Gerritsen merupakan suatu kehormatan.</p>



<p>Lebih jauh, Dedie A. Rachim melihat peluang besar dalam kerja sama wisata sejarah antara Kota Bogor dan Belanda.</p>



<p>Kota Bogor merupakan rumah bagi banyak tempat bersejarah yang berhubungan dengan Belanda, termasuk Istana Bogor, bangunan era kolonial, dan situs warisan budaya yang dapat menjadi objek wisata utama.</p>



<p>“Saya menyampaikan rasa hormat dan bangga atas kedatangan Dubes ke Kota Bogor. Kami ingin belajar dan berbagi pengalaman dalam upaya kami menjadikan Bogor menjadi kota yang lebih hijau, lebih inklusif, dan berdaya saing global,” kata Dedie A. Rachim.</p>



<p>Ia menambahkan, Kota Bogor berharap dapat mengembangkan program wisata sejarah yang melibatkan pertukaran budaya, penelitian bersama, dan promosi pariwisata yang lebih luas antara Bogor dan kota-kota di Belanda.</p>



<p>“Hal ini tidak hanya akan memperkuat hubungan historis tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi kedua pihak melalui sektor pariwisata. Semoga pertemuan ini menghasilkan ide-ide baru yang bermanfaat hubungan dan kerja sama antara Bogor dan Belanda,“ ujar Dedie A. Rachim.</p>



<p>Dedie A. Rachim menambahkan, Kota Bogor terbuka untuk berkolaborasi dengan kota-kota di Belanda di berbagai sektor, seperti pengelolaan air, transportasi ramah lingkungan, dan pengembangan kota pintar. Dirinya menyadari bahwa banyak kota di Belanda yang unggul dalam pembangunan berkelanjutan.</p>



<p>“Semoga kunjungan ini mempererat persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun kedua belah pihak. Dan kami berharap dapat bekerja sama lebih lanjut di masa mendatang,” tutur Dedie A. Rachim</p>



<p>Sejarah panjang yang dimiliki Kota Bogor dan Belanda salah satu simbol utamanya adalah Kebun Raya Bogor (KRB) yang didirikan pada tahun 1817 oleh Prof. Caspar Georg Carl Reinwardt.</p>



<p>KRB tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi dan penelitian botani, tetapi juga sebagai destinasi wisata ilmiah yang mempererat hubungan akademis antara Indonesia dan Belanda.</p>



<p>Potensi KRB sebagai pusat penelitian dan kerja sama di bidang keanekaragaman hayati, khususnya dengan lembaga-lembaga di Belanda, diharapkan terus berkembang.</p>



<p>Sebagai informasi, Dedie A. Rachim turut mengajak H.E Marc Gerritsen melihat deretan foto para pemimpin Kota Bogor sejak dahulu hingga sekarang dan menjelaskan sedikit arsitektur Belanda pada Kantor Balai Kota Bogor.</p>



<p>Turut hadir, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Rudy Mashudi dan beberapa perwakilan perangkat daerah.<br>(DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/03/26/wali-kota-bogor-sambut-dubes-belanda-wisata-sejarah-dan-kerja-sama-kota-pintar-jadi-fokus-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tandamata Super Hero, Ajak Anak Thalasemia Me Time di Kebun Raya Bogor</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/06/19/tandamata-super-hero-ajak-anak-thalasemia-me-time-di-kebun-raya-bogor/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/06/19/tandamata-super-hero-ajak-anak-thalasemia-me-time-di-kebun-raya-bogor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 06:01:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=30374</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Yayasan Tandamata untuk super hero (TUS) bekerjasama dengan Pemerintah Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Yayasan Tandamata untuk super hero (TUS) bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor serta Kebun Raya Bogor mengajak Anak-anak Thalasemia dan Persatuan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Bogor piknik atau Me-Time di Kebun Raya Bogor, Sabtu (17/6/2023).</p>



<p>Sebanyak 291 Me-time diajak piknik dengan berkeliling Kebun Raya Bogor melihat keindahan dan belajar tentang tumbuhan di Kebun Raya Bogor dengan didampingi tour guide yang disiapkan oleh Kebun Raya Bogor secara gratis.</p>



<p>Tak hanya itu, peserta Me-time juga menikmati berbagai Fun-walk di area Lapangan Astrid dengan disuguhkan berbagai penampilan live musik, game, serta pertunjukan sulap yang kemudian ditutup dengan menikmati santapan di Resto Raasaa Kebun Raya Bogor, kemudian dilanjutkan berkunjung ke Balai Kota Bogor dengan menaiki Bus Uncal.</p>



<p>Wali Kota Bogor, Bima Arya yang hadir bersama Yane Ardian sebagai duta Thalasemia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh orang-orang yang memiliki hati mulia ini dilaksanakan di tempat terindah di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Terima kasih semua supportnya untuk dr. Joko, Kebun Raya Bogor, para sahabat TUS. Tidak ada yang lebih bahagia daripada membahagiakan orang lain, tidak ada yang lebih berarti daripada memberikan arti. Hari ini kita bahagia karena melihat anak-anak semua bahagia menikmati keindahan Kebun Raya Bogor. Dan kita, saya dan bu Yane 100 persen full support untuk kegiatan ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Kolaborasi ini lanjut Bima Arya, tidak hanya bertujuan untuk membahagiakan anak-anak dan mewujudkan mimpi anak-anak, tapi juga untuk memberikan edukasi kepada semua masyarakat bahwa setiap orang berpotensi Thalasemia.</p>



<p>&#8220;Jadi kita harus tahu setiap orang punya potensi Thalasemia. Sehingga harus ada screening kalau pasangan mau menikah, harus screening tidak boleh ketemu pasangan sesama thalasemia, karena keturunannya bisa juga potensi thalasemia,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya kata Bima Arya, pihaknya juga bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan rumah sakit menggencarkan dan mendorong dilakukannya screening kepada para pasangan yang akan menikah dan terus menggencarkan edukasi.</p>



<p>Duta Thalasemia Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, kebahagiaan didapat bukan karena bisa memiliki semuanya, namun bagaimana bisa membahagiakan orang lain.</p>



<p>&#8220;Kita belajar dari TUS, bagaimana TUS &nbsp;membahagiakan semua. Karena hidup seperti cermin apa yang kita lakukan itu yang juga akan kita dapatkan. Ketika kita memberikan kebahagiaan, kebaikan kepada orang lain itu pula yang kita raih,&#8221; katanya.</p>



<p>Pada kesempatan itu Yane juga mengajak anak-anak, para orang tua untuk terus semangat melakukan transfusi dan mengakses pengobatan.</p>



<p>Sebagai duta Thalasemia, Yane memiliki peran untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi dan kegiatan lainnya untuk terus memotivasi penderita Thalasemia dan mengedukasi masyarakat untuk memutus rantai.</p>



<p>Saat ini lanjut Yane, juga sedang disusun regulasi untuk edukasi, pencegahan dan penanganan untuk Thalasemia.</p>



<p>&#8220;Untuk memutus rantai cara yang bisa dilakukan adalah dengan screening kepada anak-anak atau pasangan yang akan menikah,&#8221; katanya.</p>



<p>Founder TUS, Lala Pradana mengatakan, Me Time adalah salah satu program yang mewujudkan mimpi suatu yayasan atau rumah singgah secara kelompok diajak untuk melupakan sejenak rutinitas menjalani pengobatan yang panjang, sehingga bisa tertawa bahagia bersama keluarga untuk menjalani hari esok dengan energi baru yang lebih bahagia.</p>



<p>&#8220;Sesuai dengan judulnya, di ajang ini TUS mengundang anak-anak pengidap thalasemia di bawah naungan POPTI Bogor bersama keluarganya masing-masing, untuk rehat sejenak melepaskan penat beban hidup mereka. Berjalan-jalan dalam fun walk sejauh 3 kilometer, lalu berpiknik sembari menikmati kesejukan Kebun Raya Bogor dengan dihibur oleh sajian sulap, live music serta beraneka macam games, sejak pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang hari,&#8221; katanya.</p>



<p>Managing Director Kebun Raya Bogor, Marga Anggrianto menyampaikan, Kebun Raya Bogor merasa terhormat dan bangga bisa ikut terlibat dalam misi mulia membahagiakan anak-anak yang terlahir super hero.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi lima tugas dan fungsi Kebun Raya Bogor, yang juga memperkenalkan Kebun Raya Bogor sebagai destinasi wisata berbasis edukasi, wisata alam dan lingkungan kepada masyarakat, khususnya para remaja yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Kami pun merasa bahwa mimpi adalah hak setiap anak,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sehingga lanjut Marga, anak-anak yang juga ingin menjadi peneliti bisa termotivasi untuk terus semangat meraih mimpinya. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/06/19/tandamata-super-hero-ajak-anak-thalasemia-me-time-di-kebun-raya-bogor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bima Arya Temui Delegasi Tetap RI di UNESCO, Bahas Penetapan Kebun Raya Bogor Jadi Situs Warisan Dunia</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/05/26/bima-arya-temui-delegasi-tetap-ri-di-unesco-bahas-penetapan-kebun-raya-bogor-jadi-situs-warisan-dunia/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/05/26/bima-arya-temui-delegasi-tetap-ri-di-unesco-bahas-penetapan-kebun-raya-bogor-jadi-situs-warisan-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 16:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Warisan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=30199</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Prancis &#8211; Wali Kota Bogor Bima Arya berkunjung ke Markas Pusat UNESCO di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Prancis  &#8211; </strong>Wali Kota Bogor Bima Arya berkunjung ke Markas Pusat UNESCO di de Fontenoy, Paris, Prancis, Kamis (25/5/2023). </p>



<p>Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya menemui Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. Salah satu yang dibahas adalah terkait dengan penetapan Kebun Raya Bogor sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) UNESCO dan rencana pembangunan museum kerajaan Pajajaran, Bumi Ageung, di Batutulis, Bogor Selatan.</p>



<p>UNESCO merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).</p>



<p>&#8220;Kita ingin mempercepat atau mendorong world heritage bagi Kebun Raya Bogor yang telah diusulkan sejak 2018 lalu,&#8221; ungkap Bima Arya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="768" height="841" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230528-WA0030.jpg" alt="" class="wp-image-30200"/><figcaption class="wp-element-caption">Bima Arya menemui Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. </figcaption></figure>



<p>Ia menambahkan, Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO merespon baik pertemuan ini dan akan menginformasikan secepatnya terkait progres penetapan world heritage site Kebun Raya Bogor.</p>



<p>&#8220;Kebun Raya Bogor ini terbesar se-Asia Tenggara dan histori yang sangat bernilai, terutama dalam perkembangan ilmu sains atau penelitian di Indonesia bahkan dunia. Kebun Raya ini juga dikaitkan telah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran,&#8221; ujar Bima.</p>



<p>Ismunandar, kata Bima, juga menitipkan pesan agar label situs warisan dunia UNESCO yang sudah diberikan kepada daerah-daerah lain harus dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal ini, Bima Arya sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).</p>



<p>&#8220;Beliau menyampaikan kota-kota di Indonesia harus memanfaatkan label yang diberikan oleh UNESCO kepada situs budaya seperti Sawahlunto dan Yogyakarta yang akan masuk nanti. Kita seringkali dianggap belum memanfaatkan dengan baik cap atau labeling oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Di negara lain, tempat yang sudah dijadikan warisan dunia selalu ramai dikunjungi wisatawan karena dikemas dengan baik,&#8221; beber Bima. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/05/26/bima-arya-temui-delegasi-tetap-ri-di-unesco-bahas-penetapan-kebun-raya-bogor-jadi-situs-warisan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor, Bima Arya &#8211; Dedie Rachim Siap Maksimalkan Masa Akhir Menjabat</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/04/22/shalat-idul-fitri-di-kebun-raya-bogor-bima-arya-dedie-rachim-siap-maksimalkan-masa-akhir-menjabat/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/04/22/shalat-idul-fitri-di-kebun-raya-bogor-bima-arya-dedie-rachim-siap-maksimalkan-masa-akhir-menjabat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2023 11:43:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Arya]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MUI Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Tubagus Muhidin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Reinwardt]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=29813</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Wali Kota Bogor, Bima Arya berserta Wakilnya, Dedie A. Rachim...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Wali Kota Bogor, Bima Arya berserta Wakilnya, Dedie A. Rachim dan jajaran Forkopimda melaksanakan shalat Idul Fitri bersama warga di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor, Sabtu (22/4/2023) pagi.</p>



<p>Dalam sambutan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri, Bima Arya mengajak semua yang hadir untuk memanjatkan rasa syukur atas nikmat dan anugerah yang telah diberikan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah berkat takdir dan ketentuan-Nya pada pagi yang penuh barokah kita diberi kesempatan dalam sehat untuk melaksanakan salat ied yang jauh lebih meriah dan lebih hangat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hari ini adalah ramadan terakhir saya dan Pak Wakil Wali Kota dalam masa jabatan kami. Jika Allah SWT menghendaki, maka Insya Allah di bulan Desember 2023, kami akan mengakhiri masa jabatan dan masa khidmat kami sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota,&#8221; katanya.</p>



<p>Ibarat pacuan kuda dan ibarat semangat menjemput berkah di ujung ramadan, Bima Arya mengajak seluruh lapisan Pemkot Bogor untuk meniatkan, memanfaatkan waktu dalam berikhtiar semaksimal mungkin melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi Kota Bogor.</p>



<p>Kepada warga Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan agar diingatkan jika ada hal-hal yang belum tuntas dan ada janji-janji yang belum tunai maupun ada kegiatan yang belum terealisasikan.</p>



<p>&#8220;Kami akan maksimalkan waktu-waktu terakhir kami untuk berikhtiar, berhikmat semaksimal mungkin memberikan manfaat bagi Kota Bogor. Mohon dimaafkan apabila dalam masa jabatan dan hikmat kami ada hal-hal yang kurang berkenan dan tidak sesuai dengan cita-cita dan impian. Mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Selama ramadan dirinya mengungkapkan telah berikhtiar memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, menjemput berkah dengan semangat untuk memaksimalkan waktu yang tersisa.</p>



<p>Semangat untuk menjaga kebersamaan dan kesehatan diharapkannya selalu mengiringi serta membersamai Pemkot Bogor usai lebaran serta dalam menjemput ramadan di tahun-tahun berikutnya.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut Bima Arya mengingatkan semua atas dua nikmat yang sering dilupakan, yaitu kesehatan dan kesempatan. Sebab, Rasulullah SAW bersabda ada dua nikmat yang seringkali dilewati, terlampaui bahkan dilupakan oleh semua, yakni kesehatan dan kesempatan.</p>



<p>&#8220;Seringkali kita merasa sehat dan kuat tetapi kemudian tumbang karena kekhilafan dan kealpaan kita, seringkali kita juga melewati banyak sekali kesempatan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Sesungguhnya Ramadan mengajarkan kita untuk memahami dua nikmat yang luar biasa tadi. Menjaga kesehatan untuk terus berikhtiar dan menggunakan kesempatan semaksimal mungkin untuk menebar manfaat, beribadah dan menjemput berkah. Waktu yang ada tidak terasa cepat sekali berlalu, bergulir dengan cepat. Ramadan mengajarkan kita untuk sebaik-baiknya manfaatkan waktu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terakhir Bima Arya menginstruksikan kepada seluruh aparatur Pemkot Bogor maupun ASN Kota Bogor untuk berikhtiar semaksimal mungkin menebar kebaikan, tidak menyusahkan tetapi memudahkan urusan warga hingga di ujung akhir nanti. Menebar kebaikan dan memanfaatkan waktu yang tersisa semata-mata untuk kemaslahatan.</p>



<p>Ketua Panitia Penyelenggara Salat Idul Fitri 2023, Hendro Hermanto dari BRIN menjelaskan, pelaksanaan salat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor berkat kerja sama dari berbagai pihak, tokoh dan Forkopimda Kota Bogor.</p>



<p>Ketua MUI Kota Bogor, KH. Tubagus Muhidin dalam khotbahnya menyampaikan, bulan ramadan merupakan tamu yang dicintai dan dihormati umat muslim. Seizin Allah SWT, kepergiannya membawa semua kebaikan dan keberkahannya.</p>



<p>&#8220;Kita harus sadar Allah SWT yang mengadakan dari adanya yang tiada. Allah SWT juga yang meniadakan dari ketiadaan yang tiada. Kenapa ramadan harus pergi, karena dia ada dan diadakan oleh Yang Maha Ada. Mengapa ramadan datang karena diadakan oleh Yang Maha Ada dan nanti pun akan pergi ditiadakan oleh Yang Tiada. Berkumpulnya kita di sini diadakan oleh Allah yang mengadakan yang ada dan tempat ini akan kembali sepi ditinggalkan oleh kita. Itu sebetulnya Allah SWT mengadakan kita dari ada menjadi tiada. Untuk itu kita tidak boleh lalai dan harus selalu mengingat Allah SWT, karena Dia adalah kekasih yang asli dan abadi, manusia hanyalah setitik debu, tidak lebih dari sebuah partikel yang sangat kecil dan tidak berharga di sisi Allah SWT. Hanya Allah SWT Yang Maha Besar,&#8221; kata KH Tubagus Muhidin.</p>



<p>Dalam doa penutup, Ketua MUI berharap agar semua amal ibadah yang dilaksanakan umat muslim di Kota Bogor selama ramadan diterima Allah SWT, dihapus amalan-amalan buruknya serta dipertemukan kembali dengan bulan ramadan pada tahun-tahun mendatang. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/04/22/shalat-idul-fitri-di-kebun-raya-bogor-bima-arya-dedie-rachim-siap-maksimalkan-masa-akhir-menjabat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap DPRD Kota Bogor Tidak Berubah Tutup GLOW Kebun Raya Bogor</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/09/20/sikap-dprd-kota-bogor-tidak-berubah-tutup-glow-kebun-raya-bogor/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/09/20/sikap-dprd-kota-bogor-tidak-berubah-tutup-glow-kebun-raya-bogor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2022 07:53:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Atang Trisnanto]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Masyarakat Peduli Keadilan Bogor Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Kebon Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[GLOW Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi VII DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26614</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menegaskan bahwa sikap DPRD...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menegaskan bahwa sikap DPRD Kota Bogor terhadap GLOW Kebun Raya Bogor, masih sama dengan surat yang sudah dikeluarkan oleh DPRD Kota Bogor November 2021.</p>



<p>“Tidak berubah. Kami dari DPRD sikapnya masih sama dengan tahun lalu, yaitu meminta kegiatan GLOW itu dihentikan,” tegas Atang, Selasa (20/9) usai menerima audiensi dari Forum Peduli Kebun Raya Bogor.</p>



<p>Sikap dan keputusan yang disampaikan oleh Atang juga sudah ia sampaikan kepada jajaran Forkopimda Kota Bogor, BRIN dan forum peduli KRB pada rapat gabungan beberapa waktu lalu. Di akhir rapat tersebut, Walikota Bogor, Bima Arya meminta agar GLOW Kebun Raya Bogor dihentikan sampai ada kejelasan hasil penelitian yang disepakati semua pihak.</p>



<p>Atang menilai, pemerintah pusat harus turun tangan untuk menangani dan mengambil keputusan terkait keberadaan GLOW Kebun Raya Bogor. Karena persoalan ini bukan lagi tingkat Kota Bogor saja, mengingat BRIN adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang berada dibawah presiden langsung.</p>



<p>“Masalah GLOW ini bisa diselesaikan oleh yang membawahi BRIN. Dan itu bukan lagi level ranah di tingkat Kota. Forkopimda bisa menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada Pemerintah Pusat agar masalah Glow ini bisa dihentikan,” kata Atang.</p>



<p>Lebih lanjut, Atang mengingatkan kembali terdapat lima peran utama Kebun Raya Bogor, yakni konservasi, edukasi, wisata, penelitian dan jasa lingkungan. Sehingga keberadaan GLOW di Kebun Raya Bogor, dinilai dapat merusak peran konservasi dan penelitian.</p>



<p>Mengenai hasil riset yang dilakukan oleh BRIN yang menyebutkan bahwa GLOW tidak mengganggu tanaman, Atang berpendapat bahwa seharusnya yang melakukan penelitian adalah lembaga independen.</p>



<p>“Seharusnya riset yang dipakai bukan riset dari BRIN. Tapi riset dari pihak yang tidak berkepentingan, independen. Dan saya kira jurnal-jurnal internasional maupun jurnal nasional banyak yang telah mempelajari dampak dari cahaya, ataupun lampu terhadap ekosistem lingkungan. Tinggal diperkuat lagi dengan riset dari lembaga independen. Itu saya kira bisa dijadikan sebagai solusi,” jelas Atang.</p>



<p>Disinggung terkait investasi yang dilakukan oleh pihak ketiga untuk revitalisasi Kebun Raya Bogor melalui GLOW, Atang mengatakan bahwa banyak inovasi lain yang bisa dilakukan tanpa harus mengganggu keseimbangan lingkungan.</p>



<p>“GLOW ini dikhawatirkan mengganggu keseimbangan ekosistem. Selain itu, juga berpotensi mendatangkan masalah sosial, budaya, maupun keamanan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk revitalisasi KRB menjadi lebih kuat dan menyumbang PNBP. Kita berharap bahwa inovasi itu lebih diperkuat untuk menjalankan fungsi konservasi, edukasi, riset, jasa dan wisata lingkungan,” pungkasnya.</p>



<p>Ditempat yang sama TB Lutfi Suyudi perwakilan dari Forum Peduli Kebon Raya Bogor menyampaikan, perjuangan tolak wisata malam Glow dan swastanisasi KRB<br>kesimpulan rapat DPRD Kota Bogor akan rapat pleno akhir September dan hasil rapat akan di sampaikan ke komisi VII DPR RI.</p>



<p>&#8220;Intinya pihak DPRD kota Bogor dan Pemkot Bogor tetap bersikap menyatakan bahwa setuju dengan aspirasi warga Bogor, para tokoh budayawan, agama, sosial dan pemerhati lingkungan, untuk menghentikan wisata malam Glow, proses di sampaikan ke BRIN dan DPR RI,&#8221; ujarnya. </p>



<p>&#8220;Tambahan kegiatan kedepan kita akan mengadakan sholat istghosah dan do&#8217;a bersama untuk keamanan kenyamanan Kota Bogor khususnya, umumnya Indonesia yang rencana akan diselenggarakan di lapangan Sempur Kota Bogor,&#8221; pungkasnya. (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/09/20/sikap-dprd-kota-bogor-tidak-berubah-tutup-glow-kebun-raya-bogor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karena Desakan dari Forum Peduli Kebon Raya Bogor dan Para Tokoh Agama, Bima Arya Tutup GLOW Lagi</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/09/09/karena-desakan-dari-forum-peduli-kebon-raya-bogor-dan-para-tokoh-agama-bima-arya-tutup-glow-lagi/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/09/09/karena-desakan-dari-forum-peduli-kebon-raya-bogor-dan-para-tokoh-agama-bima-arya-tutup-glow-lagi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2022 22:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Kebon Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26498</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Setelah dilakukannya aksi damai menolak Glow Kebun Raya Bogor yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Setelah dilakukannya aksi damai menolak Glow Kebun Raya Bogor yang dilakukan oleh Forum Peduli Kebon Raya Bogor (KRB) bersama Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat, tokoh  masyarakat dan tokoh agama di area Plaza Balaikota pada Jum&#8217;at (26/08/22) yang lalu, akhirnya berbuah undangan audensi dengan Walikota Bogor bersama Forkopimda, pada Jum&#8217;at (09/09/22) diruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor.</p>



<p>Undangan resmi dari Walikota Bogor tersebut disambut baik oleh Forum Peduli KRB, yang didalamnya banyak para tokoh budaya, tokoh  masyarakat dan tokoh agama, hadir untuk mendapatkan penjelasan secara transparan. Juga dihadiri dari pihak peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pihak PT Mitra Natura Raya (MNR) dan termasuk pihak Forkopimda.</p>



<p>Rapat yang dipimpin langsung Bima Arya selaku Walikota Bogor ini, diawali dengan mendengarkan semua paparan, keluhan dari Forum Peduli Kebon Raya Bogor terkait penolakan Glow didalam area Kebun Raya Bogor.</p>



<p>Sementara alasan dari pihak BRIN yang disampaikan oleh Siska Abraham, memaparkan hasil kajian internal BRIN bahwa baru selesai tahap pertama.</p>



<p>&#8220;Kita baru selesai pengkajian tahap pertama dan sedang proses pengkajian tahap kedua yang belum selesai,&#8221; ujar Siska.</p>



<p>Sedangkan Sinta Aryana Mayangsari selaku pemerhati lingkungan hidup, turut membeberkan serta menjelaskan terkait permasalahan Glow di KRB yang sudah cukup lama menjadi perhatian khusus.</p>



<p>&#8220;Dengan tehnik Artificial Light At Night (ALAN) kami bisa memiliki data hasil kajian dan riset dari IPB serta hasilnya jelas mengganggu ekosistem, dan ini jelas tidak layak dijadikan wisata malam untuk area Kebun Raya Bogor,&#8221; ucap Srikandi pemerhati lingkungan hidup itu.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1280" height="814" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220909-WA0037.jpg" alt="" class="wp-image-26499" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220909-WA0037.jpg 1280w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220909-WA0037-768x488.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption>Rapat pembahasan dipimpin Wali Kota Bogor dihadiri oleh Forkopimda, BRIN, PT MNR, Forum Peduli KRB, para Budayawan, tokoh Masyarakat dan Agama, Jum&#8217;at (09/09/22) diruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor.</figcaption></figure>



<p>Hal senada juga disampaikan oleh aktivis kelembagaan Puguh K selaku Ketua Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) yang merupakan bagian dari Forum Peduli Penyelamat Kebun Raya Bogor, mempertanyakan Legalitas perjanjian kerjasama atau kontrak antara BRIN dengan pihak ketiga dalam hal ini PT MNR dalam mengelola KRB dengan program Wisata Malam (Glow).</p>



<p>&#8220;Karena ini merupakan bagian dari informasi publik, dan juga berkaitan dengan keuangan negara. Terlebih sudah ada temuan dari tim audit BPK mengenai kerjasama pengelolaan KRB, dan menyangkut keterbukan proses lelang penunjukan pihak ke 3 yang di menangkan oleh PT MNR,&#8221; jelas Puguh.</p>



<p>Sementara, pihak PT MNR yang di wakili oleh dua orang perwakilannya yang membacakan surat langsung dari Direktur Utamanya yaitu Michael BA Sumarijanto, bahwa PT MNR menyampaikan 10 poin diantaranya, dan point utamanya adalah dirinya tidak bersedia menghadiri undangan Walikota Bogor karena merasa tidak bermasalah terkait keberadaan MNR di kebon raya bogor.</p>



<p>Menanggapi terkait surat yang dibacakan oleh perwakilan PT MNR, Walikota Bogor langsung menanggapi dan menyatakan pihaknya segera akan mengirimkan surat balasan kepada PT MNR hari Senin mendatang.</p>



<p>Disisi lain, masih di tempat yang sama, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menjelaskan 3 persoalan dari program Glow. Salah satunya adalah persoalan lingkungan, Kebudayaan, Agama dan etika.</p>



<p>”Padahal Pemerintah kota pun dari awal sudah jelas sekali bahwa ketiga persoalan itu harus disepakati oleh semua pihak. Tidak saja oleh Kebun Raya, Mitra Natura Raya, tapi juga oleh semua Stake Holders, Budayawan, Tokoh Agama, dan juga institusi yang sayang hormati yaitu IPB. Karena itu dari awal saya tegaskan beberapa catatan dan syarat, satu harusnya riset bersama, yang kedua harus ada kesepakatan diantara tokoh agama, tokoh budaya, kalo tidak sepakat tidak bisa hal ini berjalan, karena kultur kita adalah kultur kebersamaan di Kota Bogor, hadapi semua, pasti ada titik temu, gak bisa yang satu menang yang lain kalah. Persoalan paling pelik di Kota Bogor itu InsyaAllah kita selesaikan dengan kebersamaan,” ujar Bima.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1599" height="1200" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047.jpg" alt="" class="wp-image-26501" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047.jpg 1599w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047-100x75.jpg 100w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047-768x576.jpg 768w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047-1536x1153.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption>Forum Peduli Kebon Raya Bogor (KRB), bersama para tokoh budaya, tokoh masyarakat dan tokoh agama, pada Jum&#8217;at (09/09/22) di Balaikota Bogor.</figcaption></figure>



<p>”Maka dari itu, hari ini yang saya lihat, itu semua tiga hal tadi belum tercapai kesepakatan. Riset bahkan ada dua versi, saya menerima riset dari BRIN dan hari ini baru saya liat, riset dari IPB yang saya langsung kroscek ke Prof. Herman, dan itu menyatakan itu resmi. Artinya ada dua hasil riset yang berbeda dan saya sepakat dengan ketua dewan dalam hal ini, riset yang dilakukan oleh Lembaga yang jauh dari kepentingan yang seharusnya memiliki tingkat objektifitas yang jauh lebih tinggi,” tambahnya.</p>



<p>Masih dalam penjelasan Bima, sebelumnya pada saat berkomunikasi dengan pihak BRIN. Dirinya mengingatkan untuk keperluan riset harus ada kesepakatan dengan IPB dan harus berkomunikasi dengan IPB, serta juga harus ada kesepakatan dengan rekan-rekan budayawan, tokoh agama dan sebagainya.</p>



<p>”Jangan jalan sendiri dan masih menimbulkan eksistensi. Kalau seperti itu tidak boleh berjalan, tidak bisa !. Jadi sikap Pemerintah Kota dalam hal ini sama, selama yang itu belum jelas tidak bisa berjalan di Kebun Raya. Tapi saya pun sepakat apa yang disampaikan oleh ketua (DPRD) ini gak boleh. Orang Bogor gontok-gontokan yang di atas tenang-tenang aja tidur-tidur aja gitu. Jadi saya memahami posisi Kang Zaenal dan Bu Silva sebagai Staff, sebagai petugas di lapangan tentunya tidak bisa membuat kebijakan, saya kira ini harus jadi atensi khusus dari Pak Handoko, Pimpinan tertinggi dari BRIN dan semua, agar mengurusi ini secara serius !, kalo dari kami jelas, selama persoalan di lapangan masih seperti ini, tidak bisa jalan,” jelasnnya.</p>



<p>Dalam rapat yang dilaksanakan hingga pukul 17.05 Wib ini, Walikota Bogor memutuskan untuk menutup sementara sampai dengan batas waktu yang tidak di tentukan dan tentu sampai dengan ada kesepahaman dan penelitian bersama pihak BRIN, IPB dan juga melibatkan para pihak seperti Budayawan, tokoh Masyarakat dan tokoh Agama.</p>



<p>Saat itu juga, Walikota di depan forum rapat langsung memerintahkan kepada Kasat Pol PP Kota Bogor Agustiansyah untuk mengawal dan memantau jangan sampai wisata malam KRB dibuka.</p>



<p>Selanjutnya, menutup agenda rapat penanganan masalah program Glow Kebun Raya Bogor bersama Forkopimda Kota Bogor. Bima Arya mewakili Forkompinda menyatakan mendukung elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli KRB untuk menghentikan Aktifitas wisata malam Kebun Raya Glow.</p>



<p>“Baik, tadi Forkopimda menyatakan akan mendukung, jadi saya sampaikan sekali lagi untuk MNR menghentikan aktivitas,” tegas Bima.</p>



<p>Lebih lanjut, Bima memerintah Kasatpol PP untuk memonitoring kondisi di lapangan untuk memastikan tidak dibuka kembali aktivitas glow.</p>



<p>”Pak Kasat, Saya tidak mau mendengar ribut-ribut lagi, hentikan semua kegiatan yah,” tegasnya lagi Bima kepada Satpol PP.</p>



<p>Sedangkan Pihak BRIN sendiri pun enggan memberikan jawaban dan tidak membalas pertanyaan, ketika wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi. (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/09/09/karena-desakan-dari-forum-peduli-kebon-raya-bogor-dan-para-tokoh-agama-bima-arya-tutup-glow-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahaya Kebun Raya Bogor, Selamatkan KRB Dari Pusaran Kapitalis Berkedok Konservasi</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/08/24/bahaya-kebun-raya-bogor-selamatkan-krb-dari-pusaran-kapitalis-berkedok-konservasi/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/08/24/bahaya-kebun-raya-bogor-selamatkan-krb-dari-pusaran-kapitalis-berkedok-konservasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2022 16:35:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Glow]]></category>
		<category><![CDATA[GLOW Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[PT Mitra Natura Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26238</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Setelah lama terlihat redup gejolak masalah pengelolaan wisata Glow di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Setelah lama terlihat redup gejolak masalah pengelolaan wisata Glow di Kebun Raya Bogor (KRB), kini akhirnya kembali memanas dengan kembalinya Aktifitas yang diadakan di Kebun Raya Bogor. Aktifitas wisata edukasi Glow saat ini di kelola Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan telah diberikan kuasa kepada pihak ketiga, PT Mitra Natura Raya (MNR), hal ini mendapat perlawanan kuat dari elemen masyarakat meliputi Budayawan Bogor Raya.</p>



<p>Puncak gejolak masalah tersebut berujung pada aksi besar kalangan masyarakat dan Budayawan Bogor Raya yang akan digelar, Jum&#8217;at (26/08/22) mendatang.</p>



<p>Seperti diketahui sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sempat mengeluarkan surat pernyataan penolakan akan wisata Glow Kebun Raya Bogor, bahkan Bima juga meminta pengelola segera mengkoreksi konsep bisnisnya yang bersinggungan dengan budaya.</p>



<p>Dalam surat Wali Kota Bogor nomor 430/5727-Umum yang rilis Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Kamis 28 Oktober 2021 lalu, terdapat lima poin lebih rinci dari poin-poin yang disampaikan Bima Arya sebelumnya.</p>



<p>Surat membalas pemohonan Komunitas Budaya Jawa Barat, meminta supayaPemerintah Kota Bogor dapat mempertahankan unsur kebudayaan di dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor dan menolak wisata Glow.</p>



<p>Lima poin tersebut adalah, poin pertama, Pemkot Bogor memandang pengembangan dan pengelolaan Kebun Raya Bogor (KRB) harus sejalan dengan karakter dan identitas Kota Bogor sebagai Kota, Pusaka yang tidak saja menjaga kelestarian alam tetapi juga warisan budaya.</p>



<p>Poin Kedua, dalam hal kegiatan Glow, Pemkot Bogor telah menerima kajian cepat dari tim IPB University. Disebutkan dalam poin ini, data dalam kajian ini menunjukkan bahwa kegiatan Glow berpotensi memberikan dampak bagi ekosistem, tidak hanya KRB tetapi juga di lingkungan luar KRB dan Kota Bogor pada umumnya.</p>



<p>Selanjutnya, poin ketiga surat pernyataan sikap itu Pemerintah Kota Bogor, meminta kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya (MRN) untuk melakukan secara menyeluruh terhadap konsep Glow dan pengelolaan Kebun Raya Bogor bersama-sama dengan pihak IPB University.</p>



<p>Poin keempat, Pemkot Bogor meminta kepada BRIN agar semua kebijakan terkait pengelolaan KRB memperhatikan kearifan lokal dan memperhatikan rekomendasi dari Pemkot Bogor.</p>



<p>Kemudian, poin kelima Pemkot Bogor meminta kepada PT MRN untuk menghentikan semua aktivitas Glow selama proses selama proses evaluasi tersebut berlangsung.</p>



<p>Faktanya aktifitas wisata Glow dan kegiatan keramaian hingga konser &#8211; konser musikpun tetap terselenggarakan di KRB, hingga hal ini yuainuai amarah elemen masyarakat dan budayawan.</p>



<p>&#8220;Dari apa yang terjadi belakangan ini di KRB, pada prinsipnya Wali Kota Bogor harus menjalankan UU No 11 tahun 2010,&#8221; ungkap perwakilan Budayawan Bogor Saleh Nurangga, Direktur Jaringan Advokasi Jangkar Pakuan, Rabu (24/08/22).</p>



<p>&#8220;Ya tidak ada alasan lain, harus mencabut perijinan Pemkot Bogor atas kerjasama BRIN dan PT MNR,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Saleh juga menyampaikan, marwah KRB harus dikembalikan, sebagai mana mestinya.</p>



<p>&#8220;Ya mengembalikan marwah KRB sebagai Cagar Budaya yang dilindungi undang &#8211; undang,&#8221; ucap pria yang akrab disapa Ki Saleh itu.</p>



<p>Saleh juga menyebut, bahwa seharusnya pemerintah memantau dan menindak apapun kegiatan yang bersifat keramaian, apalagi dengan aktifitas konser dan Glow yang jelas &#8211; jelas sudah ada pernyataan sikap yang ditandatangani Wali Kota.</p>



<p>Senada disampaikan Tim Advokasi Forum Peduli KRB dari Awass Law Firm, Adintho Prabayu.</p>



<p>&#8220;Mewakili klien kami yang berjuang untuk mengembalikan marwah KRB tidak ada kata lain, tolak Glow dan PT MNR Gruop,&#8221; jawab Prabayu.</p>



<p>&#8220;Kami akan berjuang bersama untuk tetap menolak operasi aktifitas Glow. Intinya selamatkan KRB dalam pusaran Kapitalis berkedok konservasi,&#8221; tegasnya singkat.</p>



<p>Bahkan sebelumnya DPRD Kota Bogor melalui Ketua DPRD Atang Trisnanto menyatakan sikap dewan tetap menolak wisata edukasi Glow yang dikelola pihak swasta PT Mitra Natura Raya (MNR).</p>



<p>Dalam wawancara di Kota Bogor, Atang menyampaikan sikap dewan tersebut masih sama dengan surat pernyataan sebelumnya, sehingga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar menghentikan aktivitas wisata edukasi Glow.</p>



<p>&#8221;DPRD dalam posisi tetap pada keputusan resmi yang telah diambil secara kelembagaan, yaitu meminta BRIN ataupun PT MNR untuk menghentikan Glow karena pertimbangan adanya potensi masalah gangguan terhadap kelestarian alam, lingkungan, dan budaya,” ucap Atang beberapa waktu lalu.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Bogor itu mengungkapkan penolakan yang dikeluarkan oleh DPRD Kota Bogor berdasarkan atas berbagai hal, antara lain berbagai aspirasi dari elemen masyarakat, inspeksi dadakan (sidak) DPRD Kota Bogor ke lokasi wisata edukasi Glow di Kebun Raya Bogor (KRB), audiensi dengan pengamat IPB, BEM IPB, dan diskusi dengan para budayawan serta aktivis lingkungan di Kota Bogor.</p>



<p>DPRD Kota Bogor sepakat dengan suara seluruh unsur tersebut, bahwa KRB adalah identitas Kota Bogor, baik secara bentang lahan, keragaman hayati, maupun warisan budaya.</p>



<p>Oleh karena itu, dalam rapat audiensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dengan budayawan di Balai KotaKota Bogor, perihal wacana pembukaan Glow Kebun Raya Bogor (KRB) di Balaikota Bogor, dewan tetap menolak.</p>



<p>Atang juga menegaskan kepada para budayawan yang menghadiri audiensi, selain menolak beroperasinya wisata edukasi Glow di KRB, DPRD Kota Bogor juga meminta BRIN untuk mengevaluasi bentuk kerjasama dengan pihak swasta.</p>



<p>Jika operasional wisata Glow masih saja diteruskan, Atang memandang perlu ada penegakkan peraturan Wali Kota (perwali) tentang cagar budaya. Selain itu, langkah lain berupa komunikasi dengan pemerintah pusat.</p>



<p>Sementara, dari informasi yang dihimpun BRIN berupaya menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai platform global riset botani, antara lain dengan terus membenahi tata kelola kebun raya tersebut.</p>



<p>&#8220;Tata kelola Kebun Raya Bogor akan terus dibenahi, yang memungkinkan para periset botani fokus melaksanakan aktivitas riset,&#8221; kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko sebagaimana dikutip dalam siaran pers BRIN yang diterima di Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kebun Raya Bogor, KRB merupakan wadah bagi para ilmuwan bidang botani di Indonesia pada tahun 1880 sampai 1905.</p>



<p>Pendirian kebun raya itu juga mendorong pembentukan institusi ilmu pengetahuan lain seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), serta Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).</p>



<p>BRIN menginginkan kebun raya tidak hanya menjadi kawasan konservasi, tetapi juga menjadi pusat riset dan edukasi sains.</p>



<p>BRIN telah menginisiasi perubahan Peraturan Presiden tentang Kebun Raya untuk mengupayakan agar kebun raya daerah tidak hanya menjadi kawasan konservasi ex-situ, tetapi juga pusat edukasi sains serta pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis teknologi.</p>



<p>Hingga saat ini ada 45 kebun raya di Indonesia. Kebun raya yang pengelolaannya di bawah BRIN meliputi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Eka Karya Bali, dan Kebun Raya Cibinong.</p>



<p>Selain itu ada lima kebun raya yang dikelola oleh pemerintah provinsi, 32 kebun raya yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota, serta tiga kebun raya yang dikelola oleh perguruan. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/08/24/bahaya-kebun-raya-bogor-selamatkan-krb-dari-pusaran-kapitalis-berkedok-konservasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
