<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kecamatan Pangalengan &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/kecamatan-pangalengan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Feb 2026 01:41:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>Kecamatan Pangalengan &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tragis! Dua Balita Tewas Tertimbun Longsor, Bupati Bandung Janjikan Rumah Baru</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2026/02/02/tragis-dua-balita-tewas-tertimbun-longsor-bupati-bandung-janjikan-rumah-baru/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2026/02/02/tragis-dua-balita-tewas-tertimbun-longsor-bupati-bandung-janjikan-rumah-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 01:31:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Rumah Korban Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pangalengan Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Dadang Supriatna]]></category>
		<category><![CDATA[Kang DS]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pangalengan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Longsor Kabupaten Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Pangalengan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=36466</guid>

					<description><![CDATA[SOROTRAKYAT.COM &#124; KABUPATEN BANDUNG — Duka mendalam menyelimuti Desa Tribakti, Kecamatan Pangalengan. Dua balita, Aldi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SOROTRAKYAT.COM | KABUPATEN BANDUNG</strong> — Duka mendalam menyelimuti Desa Tribakti, Kecamatan Pangalengan. Dua balita, Aldi (3 bulan) dan kakaknya, Rere Refania (5 tahun), meninggal dunia setelah rumah kontrakan yang mereka tempati tertimpa material longsor pada Minggu (01/02/2026) siang.</p>



<p>Peristiwa memilukan ini terjadi saat kedua korban sedang makan siang di dapur. Tiba-tiba, tebing di belakang rumah ambruk dan meruntuhkan tembok bangunan. Satu korban mengembuskan napas terakhir di lokasi, sementara satu lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Respons Cepat Kang DS: &#8220;Saya Bangunkan Rumah Layak&#8221;</h3>



<p>Mendengar kabar duka tersebut, Bupati Bandung <strong>Dadang Supriatna</strong> (Kang DS) langsung turun ke lokasi didampingi Kadis Kominfo Teguh Purwayadi. Setelah berdialog dengan orang tua korban, Ato Sunarto, terungkap bahwa keluarga tersebut belum memiliki rumah pribadi dan selama ini mengontrak.</p>



<p>Tersentuh oleh kondisi tersebut, Kang DS segera mengambil langkah nyata yang membuat tangis haru keluarga pecah.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Saya akan membelikan sebidang tanah dan membangunkan rumah layak huni bagi keluarga korban. Saya sudah instruksikan Kepala Desa Tribakti untuk segera mencari lahan yang aman,&#8221; tegas Kang DS di lokasi bencana.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="614" height="409" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2026/02/1001804786_11zon.jpg" alt="" class="wp-image-36467"/></figure>
</div></blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">Bantuan bagi Warga Terdampak Lainnya</h3>



<p>Selain bantuan rumah bagi keluarga Ato Sunarto, Bupati Bandung juga memberikan perhatian kepada warga lainnya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kontrak Rumah Sementara</strong>: Kang DS akan menanggung biaya kontrakan sementara bagi tujuh keluarga lain yang rumahnya rusak terdampak longsor.</li>



<li><strong>Bantuan Pribadi</strong>: Bupati menyerahkan bantuan keuangan dari tabungan pribadinya serta paket bantuan darurat lainnya.</li>



<li><strong>Mitigasi Bencana</strong>: Akan dilakukan penanaman pohon dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi kejadian untuk mencegah longsor susulan.</li>
</ul>



<p>Di akhir kunjungannya, Kang DS mengimbau warga Kabupaten Bandung agar tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah rawan bencana. (GMS)</p>



<p>#KabupatenBandung #Pangalengan #LongsorPangalengan #BupatiBandung #DadangSupriatna #BeritaDuka #TanggapBencana #JawaBarat</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2026/02/02/tragis-dua-balita-tewas-tertimbun-longsor-bupati-bandung-janjikan-rumah-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pangalengan: Surganya Kopi Yang Belum Terungkap</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/06/27/pangalengan-surganya-kopi-yang-belum-terungkap/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/06/27/pangalengan-surganya-kopi-yang-belum-terungkap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 10:49:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[A Cup Of Java]]></category>
		<category><![CDATA[AEKI]]></category>
		<category><![CDATA[Arabica Java Preanger]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Eksportir]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Brazil]]></category>
		<category><![CDATA[Coffea]]></category>
		<category><![CDATA[Coffeae]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Margamulya]]></category>
		<category><![CDATA[ekselsa]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kopi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pangalengan]]></category>
		<category><![CDATA[KJAP]]></category>
		<category><![CDATA[Kolombia]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kopi arabika]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi robusta]]></category>
		<category><![CDATA[liberika]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Kopi Java Preanger]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi Agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[Rubiaceae]]></category>
		<category><![CDATA[subfamili Ixoroidae]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32801</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Nasional &#8211; Tanaman kopi adalah kelompok semak belukar dari genus Coffea, yang termasuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Nasional &#8211;</strong> Tanaman kopi adalah kelompok semak belukar dari genus Coffea, yang termasuk dalam famili Rubiaceae, subfamili Ixoroidae, dan suku Coffeae. Jenis kopi yang paling banyak dibudidayakan adalah kopi arabika dan robusta. Selain itu, ada juga jenis liberika dan ekselsa, namun kedua jenis ini jarang dibudidayakan oleh petani kopi.</p>



<p>Menurut Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hasil panen kopi tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional, menjadikan kopi sebagai salah satu sumber pendapatan utama dan penghasil devisa bagi Indonesia.</p>



<p>Produksi kopi di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 637.539 ton dengan 35% (224.681 ton) untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 65% (412.858 ton) untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Pada tahun 2017 produksi kopi untuk ekspor mencapai nilai FOB (Free on Board) 1.037.227,5 US$ atau 48,79% dari total ekspor komoditas perkebunan Indonesia.</p>



<p>Sektor pertanian kopi di Indonesia memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Peran ini terlihat dari kemampuannya menyerap banyak tenaga kerja, menghasilkan devisa negara, dan berkontribusi pada pendapatan nasional. Pentingnya sektor ini juga tampak dari neraca perdagangan dan pembayaran, yang menunjukkan surplus dari hasil ekspor produk pertanian ke pasar internasional dan pengurangan impor.</p>



<p>Jenis Kopi yang dibudidayakan di pangalengan adalah kopi arabika atau disebut pula Arabica Java Preanger. Jenis kopi ini mulanya ditanam di daerah Jawa Barat kemudian dibawa oleh pemerintah hindia belanda untuk di ekspor kembali keseluruh dunia. Orang dahulu biasa menyebutnya dengan istilah “A Cup Of Java”.</p>



<p>Kopi arabika dikenal sebagai kopi tertua yang berada di indonesia dengan memiliki banyak penghargaan seperti empat penghargaan dari Speciality Coffee Association of America Expo. Membuktikan bahwa kopi arabika bukan hanya menarik perhatian masyarakat lokal tetapi juga menarik perhatian bagi masyarakat internasional.</p>



<p>Kopi arabika memiliki cita rasa yang sangat khas dengan manis, pahit dan asam yang sedikit kuat membuat sangat pas di lidah serta aroma manis yang sangat unik tergantung pada daerah pertumbuhan dan cara pengolahannya. </p>



<p>Teknik pengolahan kopi arabika memiliki dua cara yaitu menggunakan Metode Basah (Wet Method) dan Metode Kering (Dry Method). Setelah biji kopi Arabika diproses, biji tersebut digiling menjadi bubuk kopi. Tingkat kehalusan penggilingan memengaruhi rasa, aroma, dan kekentalan kopi yang dihasilkan.</p>



<p>Kabupaten Bandung merupakan penghasil kopi terbesar di Jawa Barat, dengan salah satu pusat produksi terletak di Kecamatan Pangalengan. Pada tahun 2016, volume produksi kopi di Pangalengan mencapai 14.680 ton (BPS, 2017). Produksi Kopi Java Preanger (KJAP) di daerah ini mencatatkan 27,62 ton untuk bahan mentah dan 6,9 ton untuk hasil olahan. Pengembangan lahan kopi di Kecamatan Pangalengan mencakup area seluas 1.028,10 hektar, dengan 912,10 hektar dikelola oleh masyarakat sebagai perkebunan rakyat dan 296 hektar dikelola oleh pihak swasta sebagai perkebunan swasta.</p>



<p>Petani di Pangalengan umumnya menjual kopi dalam bentuk gelondongan basah (cherry) kepada koperasi, pedagang, dan usaha pengolahan kopi. Saat ini, terdapat lima pabrik pengolahan kopi di Pangalengan yang berbentuk badan usaha koperasi, perseroan terbatas (PT), maupun perusahaan perseorangan. Para pelaku agroindustri kopi ini mengolah kopi Java Preanger menjadi green bean, roasted bean, dan ground coffee yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.</p>



<p>Desa Margamulya telah menjadi salah satu sentra produksi kopi terbaik di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Kecamatan ini dikenal dengan kualitas kopi yang sangat baik dan telah menjadi salah satu komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. </p>



<p>Keberadaan agroindustri kopi di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, telah membawa perubahan signifikan dalam perekonomian dan sosial masyarakat setempat. Mereka tidak hanya menampung hasil produksi kopi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan pendapatan ekonomi masyarakat, sehingga menciptakan iklim makro yang kondusif untuk pengembangan kopi Java Preanger. </p>



<p>Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Margamulya telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam sektor pertanian kopi. Perkembangan ini dimulai dengan diterapkannya sistem pertanian agribisnis yang lebih modern dan efisien. Sistem ini membantu meningkatkan hasil produksi kopi dan meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, sistem agribisnis juga membantu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan ekonomi masyarakat.</p>



<p>Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan kopi di Pangalengan tidaklah bebas dari tantangan. Infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan akses pasar, serta kurangnya pengetahuan petani mengenai teknik budidaya dan pascapanen yang modern masih menjadi kendala utama. Namun, di balik tantangan ini, ada peluang besar untuk menjadikan Pangalengan sebagai destinasi kopi unggulan.</p>



<p>Peluang ini dapat direalisasikan dengan dukungan dari pemerintah daerah, kolaborasi dengan komunitas kopi, serta partisipasi aktif dari petani dan pengusaha lokal. Dukungan ini dapat mendorong minat publik terhadap keberlanjutan usaha kopi di Pangalengan.Saat ini, di Pangalengan terdapat lima pabrik pengolahan kopi yang beroperasi dalam bentuk koperasi, perseroan terbatas (PT), dan perusahaan perseorangan. Para pelaku agroindustri ini memproses kopi Java Preanger menjadi green bean, roasted bean, dan ground coffee sesuai dengan permintaan konsumen.</p>



<p>Keberadaan pabrik-pabrik ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk kopi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kopi yang diolah di pabrik-pabrik tersebut kemudian didistribusikan ke seluruh Indonesia, termasuk ke kedai kopi seperti &#8220;TUKU&#8221; di mana kopi Pangalengan bisa ditemukan dan siap dinikmati.</p>



<p>Mengembangkan wisata kopi di daerah Pangalengan juga merupakan peluang yang menjanjikan. Seperti membuat tur perkebunan kopi, edukasi tentang proses pengolahan kopi, dan membangun kafe-kafe yang menyajikan kopi lokal dapat menarik wisatawan dan pecinta kopi untuk datang dan menikmati keindahan alam serta kekayaan kopi Pangalengan.</p>



<p>Selain itu, diversifikasi produk adalah salah satu peluang lainnya untuk pengembangan bisnis kopi di Pangalengan. Selain memproduksi kopi dalam bentuk green bean dan roasted bean, pelaku usaha dapat mengembangkan produk turunan seperti kopi instan, kopi kapsul, dan produk olahan lainnya yang memiliki nilai tambah lebih tinggi untuk dipasarkan secara massal.</p>



<p>Pangalengan, sebagai daerah yang potensinya belum sepenuhnya tereksplorasi, memiliki banyak peluang untuk berkembang. Dengan kualitas kopi yang diakui secara internasional dan dukungan kelembagaan yang kuat, Pangalengan bisa menjadi destinasi impian bagi pecinta kopi dan pelaku bisnis kopi. Pengembangan agrowisata berbasis kopi juga merupakan strategi menarik yang dapat mengintegrasikan pariwisata dan agribisnis, sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah ini.</p>



<p>Dengan keindahan alam dan potensinya yang melimpah, siap menyongsong masa depan yang cerah sebagai surga kopi. Di tengah perkembangan pesat industri kopi, Pangalengan menawarkan harapan dan peluang bagi mereka yang ingin mengeksplorasi dan mengungkap kekayaan tersembunyi dari biji kopi yang tumbuh di tanahnya. Jadi, ketika Anda menikmati secangkir kopi berikutnya, ingatlah bahwa di Pangalengan, keajaiban kopi sedang menunggu untuk ditemukan.</p>



<p>Oleh :<div>Mufazzal Putra Hilmawan, Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta</div></p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den. Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/06/27/pangalengan-surganya-kopi-yang-belum-terungkap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakapendam III/Slw Cek Posko Sektor 7 Satgas Citarum, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2021/07/10/wakapendam-iii-slw-cek-posko-sektor-7-satgas-citarum-ajak-masyarakat-peduli-lingkungan/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2021/07/10/wakapendam-iii-slw-cek-posko-sektor-7-satgas-citarum-ajak-masyarakat-peduli-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2021 10:54:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Dansektor 7 Satgas Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Cilampeni]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Dayeuhkolot]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Dayeuhkolot]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Katapang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pangalengan]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam III/Siliwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0624/Kab. Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Mabes TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor 7 Satgas Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[sungai Citarum]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Citepus]]></category>
		<category><![CDATA[Wakapendam III/Slw]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=17285</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kab. Bandung &#8212; Sektor 7 Satgas Citarum memiliki panjang sungai sekitar kurang lebih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<span class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</span> | Kab. Bandung &#8212; </strong>Sektor 7 Satgas Citarum memiliki panjang sungai sekitar kurang lebih 15 Km mulai dari Jembatan Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, sampai dengan Jembatan Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Juga wilayah Sektor 7 memiliki 23 anak-anak sungai baik kecil maupun besar dimana aliran air sungainya berasal dari kota Bandung dan Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung yang bermuara di Sungai Citarum.</p>



<p>Dalam kesempatannya Wakapendam III/Slw Letkol Inf Adhe Hansen melakukan kunjungan di Posko Sektor 7 Satgas Citarum dan diterima langsung oleh Dansektor 7 Satgas Citarum Kolonel Inf Jefson Marisano. Pada kesempatan tersebut Letkol Inf Adhe Hansen menerima penjelasan singkat tentang Kondisi saat ini Sungai Citarum dan anak-anak Sungai Citarum.</p>



<p>Kedatangan Wakapendam III/Slw ini untuk meninjau salah satu anak sungai Citarum yaitu Sungai Citepus dan didampingi oleh Kolonel Inf Jefson untuk melihat kondisi anak Sungai Citepus yang berada di perbatasan Kelurahan Pasawahan dan Desa Cangkuang Wetan, Jum&#8217;at (9/7/2021).</p>



<p>Dalam penjelasan Dansektor 7 dipaparkan bahwa, sungai Citarum ini bersih namun bila hujan turun maka debit air Sungai Citarum naik dan sudah dipastikan ada beberapa wilayah akan mengalami banjir seperti diantaranya wilayah ; Dayeuhkolot, Andir, Pasawahan serta Bojongmalaka.</p>



<p>&#8220;Bila hujan turun, maka anak-anak sungai seperti Sungai Citepus ini dipastikan membawa sampah dan bermuara ke Sungai Citarum. Namun sudah kurang lebih 3 Minggu ini di wilayah Sektor 7 tidak turun hujan sehingga di lapangan tidak terlihat adanya sampah kiriman anak Sungai Citepus. Oleh karenanya, apabila Sungai Citarum terlihat ada sampah yang lewat seperti plastik-plastik, sterofoam dan lain sebagainya berasal dari anak-anak sungai,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Keberadaan Sektor 7 Satgas Citarum selalu berupaya semaksimal mungkin membersihkan sampah-sampah yang berada di anak-anak Sungai Citarum Disamping itu juga selalu mengajak warga masyarakat meningkatkan kepedulian lingkungan dan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke sungai, baik Sungai Citarum maupun anak-anak sungainya. Pemberian sosialisasi tentang Program Citarum Harum terus dikumandangkan oleh Dansektor 7, para Dansub Sektor dan para anggota Sektor 7 Satgas Citarum. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2021/07/10/wakapendam-iii-slw-cek-posko-sektor-7-satgas-citarum-ajak-masyarakat-peduli-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
