<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koruptor &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/koruptor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Aug 2025 16:35:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>Koruptor &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK OTT Wamen Ketenagakerjaan dari 11 Tersangka Korupsi K3 Rugikan Negara Rp81 Miliar!</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/08/23/kpk-ott-wamen-ketenagakerjaan-dari-11-tersangka-korupsi-k3-rugikan-negara-rp81-miliar/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/08/23/kpk-ott-wamen-ketenagakerjaan-dari-11-tersangka-korupsi-k3-rugikan-negara-rp81-miliar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 18:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya Sertifikasi K3]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[OTT]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi K3]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen Ketenagakerjaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=35620</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggemparkan publik dengan operasi tangkap tangan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Jakarta</strong> – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggemparkan publik dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang berhasil membongkar dugaan korupsi besar-besaran di Kementerian Ketenagakerjaan. Kasus ini menyeret seorang pejabat tinggi, yakni <strong>IEG</strong>, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024-2029, sebagai salah satu dari 11 tersangka yang telah ditetapkan.</p>



<p>Para tersangka diduga kuat terlibat dalam kasus pemerasan terkait pengurusan sertifikasi <strong>Keselamatan &amp; Kesehatan Kerja (K3)</strong>. Praktik kotor ini disinyalir telah berlangsung sejak tahun 2019 dan meraup keuntungan ilegal hingga puluhan miliar rupiah.</p>



<p>Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, para tersangka memeras masyarakat yang membutuhkan sertifikasi K3 dengan mematok biaya yang sangat fantastis. Awalnya, biaya resmi sertifikasi K3 seharusnya hanya <strong>Rp275.000</strong>. Namun, para tersangka memaksa korban untuk membayar hingga <strong>Rp6.000.000</strong>. Selisih harga yang sangat besar ini sepenuhnya masuk ke kantong pribadi mereka.</p>



<p>Sejak tahun 2019, praktik korupsi ini diperkirakan telah menghasilkan uang haram sebesar <strong>Rp81 miliar</strong>. Angka ini menunjukkan betapa masif dan terstrukturnya kejahatan yang dilakukan oleh para pejabat dan oknum di kementerian tersebut.</p>



<p>Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam konfrensi pers nya mengungkapkan kekecewaannya mendalam atas kasus ini. Menurutnya, sektor ketenagakerjaan adalah <strong>tulang punggung perekonomian nasional</strong>. Kualitas tata kelola yang baik di sektor ini seharusnya menjadi prioritas untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Sangat disayangkan, alih-alih mempermudah, para oknum ini justru mempersulit dan menghambat upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan nasional,&#8221; ujar Setyo, Jum&#8217;at (22/08).</p>



<p>Saat ini, IEG dan 10 tersangka lainnya telah ditahan di rutan KPK untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa korupsi bisa merajalela bahkan di sektor-sektor krusial yang seharusnya mengedepankan pelayanan publik.</p>



<p>Kasus ini membuka mata kita semua tentang pentingnya pengawasan ketat dan transparansi dalam setiap layanan publik. Kita tunggu bagaimana kelanjutan dari kasus ini. Akankah ada tersangka baru yang terungkap? </p>



<p>#Korupsi #KPK #KementerianKetenagakerjaan #SertifikasiK3 #OTT #BeritaTerkini #KorupsiPejabat #TangkapanKPK #TersangkaKorupsi #KorupsiSistemik</p>



<p><strong>(KDR)</strong></p>



<p><strong>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/08/23/kpk-ott-wamen-ketenagakerjaan-dari-11-tersangka-korupsi-k3-rugikan-negara-rp81-miliar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Bandung, Sekda, Kepala Dinas Hingga Anggota Dewan Dilaporkan ke KPK</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/05/24/bupati-bandung-sekda-kepala-dinas-hingga-anggota-dewan-dilaporkan-ke-kpk/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/05/24/bupati-bandung-sekda-kepala-dinas-hingga-anggota-dewan-dilaporkan-ke-kpk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2023 00:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kabupaten Bandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=30142</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Jakarta &#8212; Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat (KPK jabar) Piar Pratama telah menyerahkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Jakarta &#8212;</strong> Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat (KPK jabar) Piar Pratama telah menyerahkan bukti tambahan terkait dengan supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan korupsi pejabat di Kabupaten Bandung.<br>Lembaga antirasuah pun telah melakukan langkah supervisi dengan melakukan gelar perkara di Kejaksaan Negeri Bale Bandung.</p>



<p>&#8220;Saya sudah membuka preview, saya hari ini menyerahkan bukti yang diminta KPK berkaitan dengan permohonan saya melakukan supervisi yang beberapa waktu lalu saya masukan ke KPK,&#8221; kata Piar Pratama, dalam rilisnya, pada Selasa (23/5/2023).</p>



<p>Piar Prata menyerahkan sejumlah bukti agar KPK melakukan pengembangan dugaan korupsi proyek serta dugaan gratifikasi yang dilakukan pejabat di Kabupaten Bandung.</p>



<p>KPK diminta mendalami aktifitas Bupati, Sekda, Kepala Dinas PUTR serta anggota DPRD Kabupaten Bandung.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan bahan itu, nanti KPK mampu membuat benang merah. Alhamdulillah&nbsp;wawlohi&nbsp;bilahi&nbsp;bahwa KPK RI sangat atensi terhadap laporan dugaan korupsi di Kabupaten Bandung,&#8221; ujar Piar.</p>



<p>Dengan adanya bukti tambahan ini&nbsp;KPK&nbsp;diharapkan segera mengambil alih perkara terkait dugaan korupsi dan garifikasi yang melibatkan Bupati, Sekda dan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung.</p>



<p>&#8220;KPK mudah mudahan nanti setelah menganalisa bukti yang saya berikan, harapan saya tertinggi diambilalih,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Masih menurut Piar, dirinya semakin bersemangat ketika mendapat dukungan dari masyarakat serta aktivis di Kabupaten Bandung yang dirasakan sudah mulai bersuara mengungkap kebenaran.</p>



<p><br>Bahkan terkait revitalisasi pasar, ia sudah mengantongi beberapa nama yang diduga kuat menerima gratifikasi dan suap. Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat juga telah mengantongi nama nama oknum yang menjadi pembeck up serta pemain dibelakang layar, dalam &#8216;permainan&#8217; indikasi korupsi di Kabupaten Bandung.</p>



<p>&#8220;Tentunya itu semua beserta fakta fakta dan dokumen pendukung sudah kita sampaikan secara detail dan dirasa secara hukum itu termasuk Tipikor. Makanya kita buka suara dengan lantang dalam menyuarakan akan tetap tegak berdiri melawan korupsi,&#8221; tegas Piar Pratama.</p>



<p>&#8220;KPK mudah mudahan nanti setelah menganalisa bukti yang saya berikan, harapan saya tertinggi diambilalih,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Sementara setelah berita ini diterbitkan, Bupati Bandung beserta pihak Pemerintah Kabupaten Bandung dan DPRD Kabupaten Bandung belum memberikan klarifikasi atau bantahan nya kepada redaksi media Sorotrakyat.com. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/05/24/bupati-bandung-sekda-kepala-dinas-hingga-anggota-dewan-dilaporkan-ke-kpk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
