<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KRB &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/krb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Mar 2025 22:17:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>KRB &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Air Mata di Balik Tawa Lebaran: Pesan Menyentuh Wali Kota Bogor di Idulfitri 1446H</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/03/31/air-mata-di-balik-tawa-lebaran-pesan-menyentuh-wali-kota-bogor-di-idulfitri-1446h/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/03/31/air-mata-di-balik-tawa-lebaran-pesan-menyentuh-wali-kota-bogor-di-idulfitri-1446h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2025 07:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1446H]]></category>
		<category><![CDATA[IdulFitri1446H]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[SOROTRAKYAT]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=34629</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Kebun Raya Bogor, saksi bisu sejarah dan keindahan alam, menjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Kebun Raya Bogor, saksi bisu sejarah dan keindahan alam, menjadi panggung perayaan Idulfitri 1446 Hijriah yang tak terlupakan. Di tengah semilir angin pagi dan aroma bunga yang semerbak, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan pesan Idulfitri yang menyentuh hati, mengajak masyarakat untuk merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus, dan membangun kota yang penuh keberkahan.</p>



<p>Selain itu, Dedie Rachim juga mengajak untuk bersama-sama menjaga kerukunan, saling menghormati, serta berkontribusi dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan sembari menunggu waktu salat Id di Kebun Raya Bogor, Senin (31/3/2025).</p>



<p>&#8220;Hari ini, gema takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia. Umat Islam bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan hari kemenangan, Hari Raya Idulfitri 1446 H,&#8221; tutur Dedie Rachim mengawali sambutannya.</p>



<p>Ia menambahkan, dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, ia mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah.</p>



<p>&#8220;Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘Aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai kita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Idulfitri, sambung Dedie Rachim, adalah momen suci untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, dan mempererat persaudaraan.</p>



<p>Setelah sebulan berlatih menahan diri dan peduli sesama, kini saatnya melanjutkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Dedie Rachim menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya akhir dari puasa, tetapi juga awal untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan kepedulian di antara manusia.</p>



<p>Menurut Dedie Rachim, ada perjalanan jauh yang membuat seseorang memahami bahwa Lebaran tidak selalu bahagia.</p>



<p>Beberapa orang ada yang kehilangan, beberapa orang ada yang tidak pulang, ada yang perutnya tidak kenyang, ada yang rumahnya sepi, ada yang merindukan gelak tawa, ada yang tidak tahu harus berbuat apa.</p>



<p>&#8220;Ternyata makna Lebaran adalah memaafkan itu semua. Memaafkan keadaan, memaafkan kejadian, memaafkan ketidakbahagiaan. Kali ini luasnya dunia memberi kita satu hal lagi, bahwa terkadang hidup harus kita rayakan dengan tertawa, terkadang juga dengan air mata,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus berupaya menghadirkan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengajak semua warga untuk bersama mewujudkan kota yang harmonis dan maju. (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>



<p>#IdulFitri1446H, #Sorotrakyat, #Lebaran</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/03/31/air-mata-di-balik-tawa-lebaran-pesan-menyentuh-wali-kota-bogor-di-idulfitri-1446h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dedie Rachim: Kami Siap Kerja Sama Pariwisata Dengan Kementerian Pariwisata Serawak Malaysia</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/08/22/dedie-rachim-kami-siap-kerja-sama-pariwisata-dengan-kementerian-pariwisata-serawak-malaysia/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/08/22/dedie-rachim-kami-siap-kerja-sama-pariwisata-dengan-kementerian-pariwisata-serawak-malaysia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 14:44:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Merauke]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dato Abdul Karim Rahman Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Performance Art Serawak]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=31093</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima Menteri Pariwisata...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211;</strong> Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Performance Art Serawak, Malaysia, Dato Abdul Karim Rahman Hamzah, beserta staf Kementerian di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin (21/8/2023).</p>



<p>Kunjungan Menteri Pariwisata Serawak Malaysia ke Balai Kota Bogor ini bagian dari agenda Konferensi Internasional tentang Pariwisata dan Perhotelan yang Bertanggung Jawab.</p>



<p>Dedie Rachim mengatakan, Kota Bogor termasuk kota yang cukup tua, umurnya 541 tahun dan mempunyai Botanical Garden (Kebun Raya) tertua di Asia &nbsp;yang umurnya lebih dari 100 tahun. Kebun Raya Bogor ini menjadi destinasi wisata utama di Kota Bogor.</p>



<p>&#8220;Kami sedang mengajukan pengusulan agar Kebun Raya Bogor menjadi world heritage atau warisan dunia agar ke depan bisa kembali mendatangkan wisatawan asing ke Kota Bogor yang sekarang angkanya menurun drastis,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah membangun Pedestrian sepanjang 30 Km. Di sekeliling Kebun Raya Bogor terdapat pedestrian sepanjang 4,1 Km yang mana setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki, lari dan bersepeda.</p>



<p>Tak hanya itu, bagi wisatawan Serawak yang ingin ke Kota Bogor juga tidak perlu memakai kendaraan cukup menggunakan kereta api dan berjalan kaki di Kota Bogor didukung dengan cuaca sejuk karena banyak pohon.</p>



<p>&#8220;Kami siap bekerjasama dengan Serawak. Kami senang bisa melakukan kolaborasi dan langkah kerja sama yang konstruktif untuk membangun hubungan baik dan semoga ada dampak ekonomi untuk masing-masing kota sehingga kita bisa merasakan anugerah dari sang pencipta yang memberikan keindahan alam,&#8221; pungkasnya. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/08/22/dedie-rachim-kami-siap-kerja-sama-pariwisata-dengan-kementerian-pariwisata-serawak-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tandamata Super Hero, Ajak Anak Thalasemia Me Time di Kebun Raya Bogor</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/06/19/tandamata-super-hero-ajak-anak-thalasemia-me-time-di-kebun-raya-bogor/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/06/19/tandamata-super-hero-ajak-anak-thalasemia-me-time-di-kebun-raya-bogor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 06:01:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=30374</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Yayasan Tandamata untuk super hero (TUS) bekerjasama dengan Pemerintah Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Yayasan Tandamata untuk super hero (TUS) bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor serta Kebun Raya Bogor mengajak Anak-anak Thalasemia dan Persatuan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Bogor piknik atau Me-Time di Kebun Raya Bogor, Sabtu (17/6/2023).</p>



<p>Sebanyak 291 Me-time diajak piknik dengan berkeliling Kebun Raya Bogor melihat keindahan dan belajar tentang tumbuhan di Kebun Raya Bogor dengan didampingi tour guide yang disiapkan oleh Kebun Raya Bogor secara gratis.</p>



<p>Tak hanya itu, peserta Me-time juga menikmati berbagai Fun-walk di area Lapangan Astrid dengan disuguhkan berbagai penampilan live musik, game, serta pertunjukan sulap yang kemudian ditutup dengan menikmati santapan di Resto Raasaa Kebun Raya Bogor, kemudian dilanjutkan berkunjung ke Balai Kota Bogor dengan menaiki Bus Uncal.</p>



<p>Wali Kota Bogor, Bima Arya yang hadir bersama Yane Ardian sebagai duta Thalasemia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh orang-orang yang memiliki hati mulia ini dilaksanakan di tempat terindah di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Terima kasih semua supportnya untuk dr. Joko, Kebun Raya Bogor, para sahabat TUS. Tidak ada yang lebih bahagia daripada membahagiakan orang lain, tidak ada yang lebih berarti daripada memberikan arti. Hari ini kita bahagia karena melihat anak-anak semua bahagia menikmati keindahan Kebun Raya Bogor. Dan kita, saya dan bu Yane 100 persen full support untuk kegiatan ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Kolaborasi ini lanjut Bima Arya, tidak hanya bertujuan untuk membahagiakan anak-anak dan mewujudkan mimpi anak-anak, tapi juga untuk memberikan edukasi kepada semua masyarakat bahwa setiap orang berpotensi Thalasemia.</p>



<p>&#8220;Jadi kita harus tahu setiap orang punya potensi Thalasemia. Sehingga harus ada screening kalau pasangan mau menikah, harus screening tidak boleh ketemu pasangan sesama thalasemia, karena keturunannya bisa juga potensi thalasemia,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya kata Bima Arya, pihaknya juga bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan rumah sakit menggencarkan dan mendorong dilakukannya screening kepada para pasangan yang akan menikah dan terus menggencarkan edukasi.</p>



<p>Duta Thalasemia Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, kebahagiaan didapat bukan karena bisa memiliki semuanya, namun bagaimana bisa membahagiakan orang lain.</p>



<p>&#8220;Kita belajar dari TUS, bagaimana TUS &nbsp;membahagiakan semua. Karena hidup seperti cermin apa yang kita lakukan itu yang juga akan kita dapatkan. Ketika kita memberikan kebahagiaan, kebaikan kepada orang lain itu pula yang kita raih,&#8221; katanya.</p>



<p>Pada kesempatan itu Yane juga mengajak anak-anak, para orang tua untuk terus semangat melakukan transfusi dan mengakses pengobatan.</p>



<p>Sebagai duta Thalasemia, Yane memiliki peran untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi dan kegiatan lainnya untuk terus memotivasi penderita Thalasemia dan mengedukasi masyarakat untuk memutus rantai.</p>



<p>Saat ini lanjut Yane, juga sedang disusun regulasi untuk edukasi, pencegahan dan penanganan untuk Thalasemia.</p>



<p>&#8220;Untuk memutus rantai cara yang bisa dilakukan adalah dengan screening kepada anak-anak atau pasangan yang akan menikah,&#8221; katanya.</p>



<p>Founder TUS, Lala Pradana mengatakan, Me Time adalah salah satu program yang mewujudkan mimpi suatu yayasan atau rumah singgah secara kelompok diajak untuk melupakan sejenak rutinitas menjalani pengobatan yang panjang, sehingga bisa tertawa bahagia bersama keluarga untuk menjalani hari esok dengan energi baru yang lebih bahagia.</p>



<p>&#8220;Sesuai dengan judulnya, di ajang ini TUS mengundang anak-anak pengidap thalasemia di bawah naungan POPTI Bogor bersama keluarganya masing-masing, untuk rehat sejenak melepaskan penat beban hidup mereka. Berjalan-jalan dalam fun walk sejauh 3 kilometer, lalu berpiknik sembari menikmati kesejukan Kebun Raya Bogor dengan dihibur oleh sajian sulap, live music serta beraneka macam games, sejak pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang hari,&#8221; katanya.</p>



<p>Managing Director Kebun Raya Bogor, Marga Anggrianto menyampaikan, Kebun Raya Bogor merasa terhormat dan bangga bisa ikut terlibat dalam misi mulia membahagiakan anak-anak yang terlahir super hero.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi lima tugas dan fungsi Kebun Raya Bogor, yang juga memperkenalkan Kebun Raya Bogor sebagai destinasi wisata berbasis edukasi, wisata alam dan lingkungan kepada masyarakat, khususnya para remaja yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Kami pun merasa bahwa mimpi adalah hak setiap anak,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sehingga lanjut Marga, anak-anak yang juga ingin menjadi peneliti bisa termotivasi untuk terus semangat meraih mimpinya. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/06/19/tandamata-super-hero-ajak-anak-thalasemia-me-time-di-kebun-raya-bogor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bima Arya Temui Delegasi Tetap RI di UNESCO, Bahas Penetapan Kebun Raya Bogor Jadi Situs Warisan Dunia</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/05/26/bima-arya-temui-delegasi-tetap-ri-di-unesco-bahas-penetapan-kebun-raya-bogor-jadi-situs-warisan-dunia/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/05/26/bima-arya-temui-delegasi-tetap-ri-di-unesco-bahas-penetapan-kebun-raya-bogor-jadi-situs-warisan-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 16:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Warisan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=30199</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Prancis &#8211; Wali Kota Bogor Bima Arya berkunjung ke Markas Pusat UNESCO di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Prancis  &#8211; </strong>Wali Kota Bogor Bima Arya berkunjung ke Markas Pusat UNESCO di de Fontenoy, Paris, Prancis, Kamis (25/5/2023). </p>



<p>Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya menemui Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. Salah satu yang dibahas adalah terkait dengan penetapan Kebun Raya Bogor sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) UNESCO dan rencana pembangunan museum kerajaan Pajajaran, Bumi Ageung, di Batutulis, Bogor Selatan.</p>



<p>UNESCO merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).</p>



<p>&#8220;Kita ingin mempercepat atau mendorong world heritage bagi Kebun Raya Bogor yang telah diusulkan sejak 2018 lalu,&#8221; ungkap Bima Arya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="768" height="841" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230528-WA0030.jpg" alt="" class="wp-image-30200"/><figcaption class="wp-element-caption">Bima Arya menemui Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. </figcaption></figure>



<p>Ia menambahkan, Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO merespon baik pertemuan ini dan akan menginformasikan secepatnya terkait progres penetapan world heritage site Kebun Raya Bogor.</p>



<p>&#8220;Kebun Raya Bogor ini terbesar se-Asia Tenggara dan histori yang sangat bernilai, terutama dalam perkembangan ilmu sains atau penelitian di Indonesia bahkan dunia. Kebun Raya ini juga dikaitkan telah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran,&#8221; ujar Bima.</p>



<p>Ismunandar, kata Bima, juga menitipkan pesan agar label situs warisan dunia UNESCO yang sudah diberikan kepada daerah-daerah lain harus dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal ini, Bima Arya sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).</p>



<p>&#8220;Beliau menyampaikan kota-kota di Indonesia harus memanfaatkan label yang diberikan oleh UNESCO kepada situs budaya seperti Sawahlunto dan Yogyakarta yang akan masuk nanti. Kita seringkali dianggap belum memanfaatkan dengan baik cap atau labeling oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Di negara lain, tempat yang sudah dijadikan warisan dunia selalu ramai dikunjungi wisatawan karena dikemas dengan baik,&#8221; beber Bima. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/05/26/bima-arya-temui-delegasi-tetap-ri-di-unesco-bahas-penetapan-kebun-raya-bogor-jadi-situs-warisan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Wisata Malam GLOW KRB Dihentikan Permanen</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/10/21/akhirnya-wisata-malam-glow-krb-dihentikan-permanen/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/10/21/akhirnya-wisata-malam-glow-krb-dihentikan-permanen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2022 20:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info TNI Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Dandim 0606/Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Danplek Istana Presiden Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Denpom III/1 Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Kebon Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[FP-KRB]]></category>
		<category><![CDATA[GLOW Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Kadis Parbud Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[OKP]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Bogor Kota]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Malam GLOW KRB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=27233</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Setelah kurang lebih satu tahun setengah perjuangan pergerakan masyarakat Bogor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Setelah kurang lebih satu tahun setengah perjuangan pergerakan masyarakat Bogor bersama para Tokoh Masyarakat, para Ulama serta Habaib yang tergabung dalam Forum Peduli Kebon Raya Bogor (FP-KRB) dan Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat dalam penolakan adanya Wisata malam cahaya buatan (GLOW) di Kebun Raya Bogor (KRB) akhirnya membuahkan hasil. Wisata malam GLOW didalam kawasan KRB kini dinyatakan resmi dihentikan atau ditutup permanen.</p>



<p>Desakan masyarakat agar Wisata malam GLOW ditutup atau dihentikan karena salah satunya dinilai memberi dampak negatif terhadap keberlangsungan serta keanekaragaman hayati di Kebun Raya Bogor yang sudah ada selama ratusan tahun bahkan menjadi paru-parunya kota bogor.  </p>



<p>Keputusan penutupan wisata malam GLOW tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya (MNR) Riyanthi Handayani dihadapan Wali Kota Bogor, Plt Kapolresta Bogor Kota, Dandim 0606 Kota Bogor, Dandenpom III SLW/I, Danplek Istana Presiden Bogor, perwakilan dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Aliansi Budayawan Jawa Barat, Forum Peduli KRB, para Ormas, LSM, OKP, LBH, Kantor Hukum, Ulama dan Habaib serta seluruh perwakilan elemen masyarakat Bogor yang hadir di acara Silaturahmi Bersama bertempat di Restoran Daun Kebun Raya Bogor, pada Jum&#8217;at 21 Oktober 2022.</p>



<p>Presiden Direktur PT MNR tersebut meminta maaf secara langsung kepada semua pihak, dan ia meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi sehingga menimbulkan polemik di masyarakat.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini menjadi evaluasi kami dengan seluruh elemen di Kota Bogor. Melalui forum dan kegiatan ini, bersama-sama kita berkomitmen untuk kebaikan KRB ke depan dan ini merupakan langkah awal bagi kami ke depan agar menjadi lebih baik lagi dengan memperhatikan masukan dari rekan-rekan tanpa melupakan budayawan maupun komunitas yang peduli dengan KRB,&#8221; kata Riyanthi, dihadapan Forkopimda dan ratusan elemen masyarakat Bogor yang hadir di acara, Jum&#8217;at (21/10/22).</p>



<p>Sebelumnya juga telah dibacakan sejumlah point pernyataan sikap dari pihak Aliansi Komunitas Budayawan Jawa Barat oleh Kang Lutfi dan sejumlah point pernyataan sikap dari Forum Peduli Kebon Raya Bogor yang bacakan oleh Jeki Wijaya.   </p>



<p>Ditempat acara, Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengatakan, &#8220;telah tercapai kesepakatan di antara seluruh pihak, dan menyepakati poin-poin untuk menghentikan wisata malam Glow ini, yang telah lama menimbulkan polemik,&#8221; ujarnya, Jum&#8217;at (21/10/2022). (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>



<p>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/10/21/akhirnya-wisata-malam-glow-krb-dihentikan-permanen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap DPRD Kota Bogor Tidak Berubah Tutup GLOW Kebun Raya Bogor</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/09/20/sikap-dprd-kota-bogor-tidak-berubah-tutup-glow-kebun-raya-bogor/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/09/20/sikap-dprd-kota-bogor-tidak-berubah-tutup-glow-kebun-raya-bogor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2022 07:53:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Atang Trisnanto]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Masyarakat Peduli Keadilan Bogor Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Kebon Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[GLOW Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi VII DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26614</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menegaskan bahwa sikap DPRD...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menegaskan bahwa sikap DPRD Kota Bogor terhadap GLOW Kebun Raya Bogor, masih sama dengan surat yang sudah dikeluarkan oleh DPRD Kota Bogor November 2021.</p>



<p>“Tidak berubah. Kami dari DPRD sikapnya masih sama dengan tahun lalu, yaitu meminta kegiatan GLOW itu dihentikan,” tegas Atang, Selasa (20/9) usai menerima audiensi dari Forum Peduli Kebun Raya Bogor.</p>



<p>Sikap dan keputusan yang disampaikan oleh Atang juga sudah ia sampaikan kepada jajaran Forkopimda Kota Bogor, BRIN dan forum peduli KRB pada rapat gabungan beberapa waktu lalu. Di akhir rapat tersebut, Walikota Bogor, Bima Arya meminta agar GLOW Kebun Raya Bogor dihentikan sampai ada kejelasan hasil penelitian yang disepakati semua pihak.</p>



<p>Atang menilai, pemerintah pusat harus turun tangan untuk menangani dan mengambil keputusan terkait keberadaan GLOW Kebun Raya Bogor. Karena persoalan ini bukan lagi tingkat Kota Bogor saja, mengingat BRIN adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang berada dibawah presiden langsung.</p>



<p>“Masalah GLOW ini bisa diselesaikan oleh yang membawahi BRIN. Dan itu bukan lagi level ranah di tingkat Kota. Forkopimda bisa menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada Pemerintah Pusat agar masalah Glow ini bisa dihentikan,” kata Atang.</p>



<p>Lebih lanjut, Atang mengingatkan kembali terdapat lima peran utama Kebun Raya Bogor, yakni konservasi, edukasi, wisata, penelitian dan jasa lingkungan. Sehingga keberadaan GLOW di Kebun Raya Bogor, dinilai dapat merusak peran konservasi dan penelitian.</p>



<p>Mengenai hasil riset yang dilakukan oleh BRIN yang menyebutkan bahwa GLOW tidak mengganggu tanaman, Atang berpendapat bahwa seharusnya yang melakukan penelitian adalah lembaga independen.</p>



<p>“Seharusnya riset yang dipakai bukan riset dari BRIN. Tapi riset dari pihak yang tidak berkepentingan, independen. Dan saya kira jurnal-jurnal internasional maupun jurnal nasional banyak yang telah mempelajari dampak dari cahaya, ataupun lampu terhadap ekosistem lingkungan. Tinggal diperkuat lagi dengan riset dari lembaga independen. Itu saya kira bisa dijadikan sebagai solusi,” jelas Atang.</p>



<p>Disinggung terkait investasi yang dilakukan oleh pihak ketiga untuk revitalisasi Kebun Raya Bogor melalui GLOW, Atang mengatakan bahwa banyak inovasi lain yang bisa dilakukan tanpa harus mengganggu keseimbangan lingkungan.</p>



<p>“GLOW ini dikhawatirkan mengganggu keseimbangan ekosistem. Selain itu, juga berpotensi mendatangkan masalah sosial, budaya, maupun keamanan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk revitalisasi KRB menjadi lebih kuat dan menyumbang PNBP. Kita berharap bahwa inovasi itu lebih diperkuat untuk menjalankan fungsi konservasi, edukasi, riset, jasa dan wisata lingkungan,” pungkasnya.</p>



<p>Ditempat yang sama TB Lutfi Suyudi perwakilan dari Forum Peduli Kebon Raya Bogor menyampaikan, perjuangan tolak wisata malam Glow dan swastanisasi KRB<br>kesimpulan rapat DPRD Kota Bogor akan rapat pleno akhir September dan hasil rapat akan di sampaikan ke komisi VII DPR RI.</p>



<p>&#8220;Intinya pihak DPRD kota Bogor dan Pemkot Bogor tetap bersikap menyatakan bahwa setuju dengan aspirasi warga Bogor, para tokoh budayawan, agama, sosial dan pemerhati lingkungan, untuk menghentikan wisata malam Glow, proses di sampaikan ke BRIN dan DPR RI,&#8221; ujarnya. </p>



<p>&#8220;Tambahan kegiatan kedepan kita akan mengadakan sholat istghosah dan do&#8217;a bersama untuk keamanan kenyamanan Kota Bogor khususnya, umumnya Indonesia yang rencana akan diselenggarakan di lapangan Sempur Kota Bogor,&#8221; pungkasnya. (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/09/20/sikap-dprd-kota-bogor-tidak-berubah-tutup-glow-kebun-raya-bogor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karena Desakan dari Forum Peduli Kebon Raya Bogor dan Para Tokoh Agama, Bima Arya Tutup GLOW Lagi</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/09/09/karena-desakan-dari-forum-peduli-kebon-raya-bogor-dan-para-tokoh-agama-bima-arya-tutup-glow-lagi/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/09/09/karena-desakan-dari-forum-peduli-kebon-raya-bogor-dan-para-tokoh-agama-bima-arya-tutup-glow-lagi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2022 22:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Kebon Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26498</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Setelah dilakukannya aksi damai menolak Glow Kebun Raya Bogor yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Setelah dilakukannya aksi damai menolak Glow Kebun Raya Bogor yang dilakukan oleh Forum Peduli Kebon Raya Bogor (KRB) bersama Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat, tokoh  masyarakat dan tokoh agama di area Plaza Balaikota pada Jum&#8217;at (26/08/22) yang lalu, akhirnya berbuah undangan audensi dengan Walikota Bogor bersama Forkopimda, pada Jum&#8217;at (09/09/22) diruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor.</p>



<p>Undangan resmi dari Walikota Bogor tersebut disambut baik oleh Forum Peduli KRB, yang didalamnya banyak para tokoh budaya, tokoh  masyarakat dan tokoh agama, hadir untuk mendapatkan penjelasan secara transparan. Juga dihadiri dari pihak peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pihak PT Mitra Natura Raya (MNR) dan termasuk pihak Forkopimda.</p>



<p>Rapat yang dipimpin langsung Bima Arya selaku Walikota Bogor ini, diawali dengan mendengarkan semua paparan, keluhan dari Forum Peduli Kebon Raya Bogor terkait penolakan Glow didalam area Kebun Raya Bogor.</p>



<p>Sementara alasan dari pihak BRIN yang disampaikan oleh Siska Abraham, memaparkan hasil kajian internal BRIN bahwa baru selesai tahap pertama.</p>



<p>&#8220;Kita baru selesai pengkajian tahap pertama dan sedang proses pengkajian tahap kedua yang belum selesai,&#8221; ujar Siska.</p>



<p>Sedangkan Sinta Aryana Mayangsari selaku pemerhati lingkungan hidup, turut membeberkan serta menjelaskan terkait permasalahan Glow di KRB yang sudah cukup lama menjadi perhatian khusus.</p>



<p>&#8220;Dengan tehnik Artificial Light At Night (ALAN) kami bisa memiliki data hasil kajian dan riset dari IPB serta hasilnya jelas mengganggu ekosistem, dan ini jelas tidak layak dijadikan wisata malam untuk area Kebun Raya Bogor,&#8221; ucap Srikandi pemerhati lingkungan hidup itu.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1280" height="814" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220909-WA0037.jpg" alt="" class="wp-image-26499" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220909-WA0037.jpg 1280w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220909-WA0037-768x488.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption>Rapat pembahasan dipimpin Wali Kota Bogor dihadiri oleh Forkopimda, BRIN, PT MNR, Forum Peduli KRB, para Budayawan, tokoh Masyarakat dan Agama, Jum&#8217;at (09/09/22) diruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor.</figcaption></figure>



<p>Hal senada juga disampaikan oleh aktivis kelembagaan Puguh K selaku Ketua Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) yang merupakan bagian dari Forum Peduli Penyelamat Kebun Raya Bogor, mempertanyakan Legalitas perjanjian kerjasama atau kontrak antara BRIN dengan pihak ketiga dalam hal ini PT MNR dalam mengelola KRB dengan program Wisata Malam (Glow).</p>



<p>&#8220;Karena ini merupakan bagian dari informasi publik, dan juga berkaitan dengan keuangan negara. Terlebih sudah ada temuan dari tim audit BPK mengenai kerjasama pengelolaan KRB, dan menyangkut keterbukan proses lelang penunjukan pihak ke 3 yang di menangkan oleh PT MNR,&#8221; jelas Puguh.</p>



<p>Sementara, pihak PT MNR yang di wakili oleh dua orang perwakilannya yang membacakan surat langsung dari Direktur Utamanya yaitu Michael BA Sumarijanto, bahwa PT MNR menyampaikan 10 poin diantaranya, dan point utamanya adalah dirinya tidak bersedia menghadiri undangan Walikota Bogor karena merasa tidak bermasalah terkait keberadaan MNR di kebon raya bogor.</p>



<p>Menanggapi terkait surat yang dibacakan oleh perwakilan PT MNR, Walikota Bogor langsung menanggapi dan menyatakan pihaknya segera akan mengirimkan surat balasan kepada PT MNR hari Senin mendatang.</p>



<p>Disisi lain, masih di tempat yang sama, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menjelaskan 3 persoalan dari program Glow. Salah satunya adalah persoalan lingkungan, Kebudayaan, Agama dan etika.</p>



<p>”Padahal Pemerintah kota pun dari awal sudah jelas sekali bahwa ketiga persoalan itu harus disepakati oleh semua pihak. Tidak saja oleh Kebun Raya, Mitra Natura Raya, tapi juga oleh semua Stake Holders, Budayawan, Tokoh Agama, dan juga institusi yang sayang hormati yaitu IPB. Karena itu dari awal saya tegaskan beberapa catatan dan syarat, satu harusnya riset bersama, yang kedua harus ada kesepakatan diantara tokoh agama, tokoh budaya, kalo tidak sepakat tidak bisa hal ini berjalan, karena kultur kita adalah kultur kebersamaan di Kota Bogor, hadapi semua, pasti ada titik temu, gak bisa yang satu menang yang lain kalah. Persoalan paling pelik di Kota Bogor itu InsyaAllah kita selesaikan dengan kebersamaan,” ujar Bima.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1599" height="1200" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047.jpg" alt="" class="wp-image-26501" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047.jpg 1599w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047-100x75.jpg 100w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047-768x576.jpg 768w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220914-WA0047-1536x1153.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption>Forum Peduli Kebon Raya Bogor (KRB), bersama para tokoh budaya, tokoh masyarakat dan tokoh agama, pada Jum&#8217;at (09/09/22) di Balaikota Bogor.</figcaption></figure>



<p>”Maka dari itu, hari ini yang saya lihat, itu semua tiga hal tadi belum tercapai kesepakatan. Riset bahkan ada dua versi, saya menerima riset dari BRIN dan hari ini baru saya liat, riset dari IPB yang saya langsung kroscek ke Prof. Herman, dan itu menyatakan itu resmi. Artinya ada dua hasil riset yang berbeda dan saya sepakat dengan ketua dewan dalam hal ini, riset yang dilakukan oleh Lembaga yang jauh dari kepentingan yang seharusnya memiliki tingkat objektifitas yang jauh lebih tinggi,” tambahnya.</p>



<p>Masih dalam penjelasan Bima, sebelumnya pada saat berkomunikasi dengan pihak BRIN. Dirinya mengingatkan untuk keperluan riset harus ada kesepakatan dengan IPB dan harus berkomunikasi dengan IPB, serta juga harus ada kesepakatan dengan rekan-rekan budayawan, tokoh agama dan sebagainya.</p>



<p>”Jangan jalan sendiri dan masih menimbulkan eksistensi. Kalau seperti itu tidak boleh berjalan, tidak bisa !. Jadi sikap Pemerintah Kota dalam hal ini sama, selama yang itu belum jelas tidak bisa berjalan di Kebun Raya. Tapi saya pun sepakat apa yang disampaikan oleh ketua (DPRD) ini gak boleh. Orang Bogor gontok-gontokan yang di atas tenang-tenang aja tidur-tidur aja gitu. Jadi saya memahami posisi Kang Zaenal dan Bu Silva sebagai Staff, sebagai petugas di lapangan tentunya tidak bisa membuat kebijakan, saya kira ini harus jadi atensi khusus dari Pak Handoko, Pimpinan tertinggi dari BRIN dan semua, agar mengurusi ini secara serius !, kalo dari kami jelas, selama persoalan di lapangan masih seperti ini, tidak bisa jalan,” jelasnnya.</p>



<p>Dalam rapat yang dilaksanakan hingga pukul 17.05 Wib ini, Walikota Bogor memutuskan untuk menutup sementara sampai dengan batas waktu yang tidak di tentukan dan tentu sampai dengan ada kesepahaman dan penelitian bersama pihak BRIN, IPB dan juga melibatkan para pihak seperti Budayawan, tokoh Masyarakat dan tokoh Agama.</p>



<p>Saat itu juga, Walikota di depan forum rapat langsung memerintahkan kepada Kasat Pol PP Kota Bogor Agustiansyah untuk mengawal dan memantau jangan sampai wisata malam KRB dibuka.</p>



<p>Selanjutnya, menutup agenda rapat penanganan masalah program Glow Kebun Raya Bogor bersama Forkopimda Kota Bogor. Bima Arya mewakili Forkompinda menyatakan mendukung elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli KRB untuk menghentikan Aktifitas wisata malam Kebun Raya Glow.</p>



<p>“Baik, tadi Forkopimda menyatakan akan mendukung, jadi saya sampaikan sekali lagi untuk MNR menghentikan aktivitas,” tegas Bima.</p>



<p>Lebih lanjut, Bima memerintah Kasatpol PP untuk memonitoring kondisi di lapangan untuk memastikan tidak dibuka kembali aktivitas glow.</p>



<p>”Pak Kasat, Saya tidak mau mendengar ribut-ribut lagi, hentikan semua kegiatan yah,” tegasnya lagi Bima kepada Satpol PP.</p>



<p>Sedangkan Pihak BRIN sendiri pun enggan memberikan jawaban dan tidak membalas pertanyaan, ketika wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi. (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/09/09/karena-desakan-dari-forum-peduli-kebon-raya-bogor-dan-para-tokoh-agama-bima-arya-tutup-glow-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bima Arya Ajak Delegasi U20 Lihat Kebun Raya Bogor</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/09/02/bima-arya-ajak-delegasi-u20-lihat-kebun-raya-bogor/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/09/02/bima-arya-ajak-delegasi-u20-lihat-kebun-raya-bogor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2022 18:09:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Forum U20]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[U20]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26368</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Kedatangan para delegasi forum Urban 20 (U20) dalam acara Mayor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Kedatangan para delegasi forum Urban 20 (U20) dalam acara Mayor Retreat disambut Wali Kota Bogor Bima Arya di Bogor Creative Center (BCC), Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, pada Kamis (1/9/2022).</p>



<p>Para delegasi yang datang dari berbagai negara ini disuguhi berbagai kesenian tradisional Jawa Barat, mulai dari Sisingaan, Wayang Golek dan Kaulinan.</p>



<p>Tidak itu saja, dipamerkan juga kerajinan yang mengusung green economy, seperti batik ecoprint, alat musik dari bambu, sepeda kayu dan lain sebagainya.</p>



<p>Setelah puas di BCC, rombongan diajak untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. Delegasi tampak antusias dan kagum menikmati hutan di tengah kota yang sedang diusulkan menjadi situs warisan dunia UNESCO ini.</p>



<p>&#8220;Pengalaman yang sangat menyenangkan bisa datang ke Kota Bogor. Kami sangat menikmati keramahan dan semuanya. Kami sangat senang,&#8221; ujar salah satu delegasi, Juan Carlos de Castro Pita yang menjabat sebagai Deputy Director of International Affairs Madrid, Spanyol.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, forum U20 ini dijadikan ajang untuk menunjukan bahwa ekonomi Indonesia bisa pulih dengan modal kekuatan lokal yang dimiliki.</p>



<p>&#8220;Satu hari ini delegasi yang hadir bisa melihat bagaimana kita survive dan juga melakukan economic reborn di masa pandemi dengan fokus pada local modalities yang ada. Tadi kita menunjukan bagaimana UMKM kita, bagaimana seni tradisional kita, bagaimana kolaborasi yang terjadi ini bisa membuat kita recover stronger,&#8221; ungkap Bima.</p>



<p>Pesan ini, lanjut Bima, akan dititipkan dalam forum U20 terkait kolaborasi dan inovasi antara para pelaku ekonomi kreatif.</p>



<p>&#8220;Berharap diartikulasikan kepada kerjasama kota kreatif, kerjasama dalam bidang inovasi yang memaksimalkan potensi lokal dan alam atau green economy. Kita tadi memamerkan bagaimana produk lokal bernuansa green economy seperti batik dan kerajinan bambu dan ada beberapa produk yang sudah go internasional. Ini bisa menjadi pesan utama yang bisa dikolaborasikan di kota-kota yang ada di G20,&#8221; jelas Bima.</p>



<p>Bima Arya juga bercerita, saat mengajak rombongan ke Kebun Raya Bogor, salah satu delegasi dari Kota Lima, Peru, yang tertarik bekerja sama di bidang tukar menukar flora.</p>



<p>&#8220;Tadi saya berbicara dengan delegasi Peru, yang tertarik untuk bekerjasama, tukar menukar flora. Beliau lihat ada Taman Meksiko di Kebun Raya, kenapa tidak ada Taman Peru misalnya? Mereka punya flora yang demikian kaya. Ini salah satu contoh konkret, kami akan komunikasi untuk tukar menukar itu sehingga nanti Kebun Raya ini akan semakin diverse untuk floranya,&#8221; pungkas Bima.</p>



<p>Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja kepada para delegasi mengatakan, meski rangkaian U20 berakhir, namun bukan berarti jadi akhir jalinan para wali kota negara-negara G20. Melalui penutupan U20 tersebut, diharapkan jadi awal kerja sama dan kolaborasi yang akan dilakukan ke depan. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/09/02/bima-arya-ajak-delegasi-u20-lihat-kebun-raya-bogor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demo Tolak Wisata Glow, Forum Perduli KRB dan Ratusan Budayawan Gruduk Balaikota Bogor</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/08/26/demo-tolak-wisata-glow-forum-perduli-krb-dan-ratusan-budayawan-kembali-gruduk-balaikota-bogor/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/08/26/demo-tolak-wisata-glow-forum-perduli-krb-dan-ratusan-budayawan-kembali-gruduk-balaikota-bogor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2022 17:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Komisaris Utama PT. Mitra Natura Raya (MNR) Ery Erlangga]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[MNR]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNR]]></category>
		<category><![CDATA[Sinta Aryana SH MH]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26273</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor – Aksi penolakan adanya wisata glow di Kebun Raya Bogor (KRB), kembali...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor –</strong> Aksi penolakan adanya wisata glow di Kebun Raya Bogor (KRB), kembali mencuat pasca terlihat kembali aktivitas wisata malam oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kuasa kepada pihak ketiga dalam hal ini PT Mitra Natura Raya (MNR).<br> <br>Bukanya kembali tempat wisata malam Glow ini membuat geram ratusan budayawan yang tergabung dalam Forum Peduli Kebun Raya Bogor (KRB) dan Aliansi Komunitas Budayawan mendatangi kembali menggruduk dan melakukan aksi damai di depan Balaikota Bogor pada Jum’at (26/08/22).<br> <br>Terpantau ratusan massa aksi dengan tagline ‘Jum’at Keramat’, menyerukan jaga marwah Kebun Raya Bogor dan menolak kapitalisasi berkedok konservasi serta edukasi, dengan menyerahkan petisi berisi tuntutan 10 (sepuluh) Tuntunan Rakyat yang diterima oleh Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim beserta forkopimda diantaranya Wakapolresta, Dandim 0606, Kakesbangpol dan Kadisparbud Kota Bogor.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1040" height="780" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220828-WA0030.jpg" alt="" class="wp-image-26276" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220828-WA0030.jpg 1040w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220828-WA0030-100x75.jpg 100w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220828-WA0030-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption>Bukanya kembali tempat wisata malam Glow ini membuat geram ratusan budayawan yang tergabung dalam Forum Peduli Kebun Raya Bogor (KRB) dan Aliansi Komunitas Budayawan.</figcaption></figure>



<p>“Perihal penolakan aktivitas glow, pada dasarnya kami menerima semua aspirasi dan pemikiran dari teman-teman Forum Peduli KRB dan Aliansi Komunitas Budayawan, tapi kita selaku manusia yang memiliki etika dan karya karsa manusia dan tentu ini harus dilakukan dengan dialog yang cantik, karena masing-masing punya prinsip serta pendapat yang berbeda,” kata Dedie A Rachim didepan massa aksi Jum’at Keramat dari Forum Peduli KRB.<br>&nbsp;<br>Permasalahan ini menurut Dedie, sudah menyita waktu yang cukup panjang, dan termasuk pihak Pemkot Bogor sudah meminta kepada pihak BRIN dan IPB untuk dilakukan kajian secara terbuka tentang Glow KRB ini.<br>&nbsp;<br>Masih kata Wakil Wali Kota Bogor, “Silakan lakukan dengan cara dialog yang cantik dan indah dan prosesnya yang bisa mengakomodir semua kepentingan bersama. Dan hari ini saya terima petisi yang kesekian kalinya, dan tentunya sudah kita sampaikan, tapi kita tahu sendiri terbentur lapisan birokrasi, antar instansi dan tentu kita memang harus lakukan dengan cara yang tepat,” pinta Dedie.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220826-WA0067-edited.jpg" alt="" class="wp-image-26280" width="643" height="482" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220826-WA0067-edited.jpg 1055w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220826-WA0067-edited-100x75.jpg 100w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220826-WA0067-edited-768x577.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 643px) 100vw, 643px" /><figcaption>Peduli Kebun Raya Bogor (KRB) dan Aliansi Komunitas Budayawan.</figcaption></figure>



<p>Ditempat yang sama Sinta Aryana SH., MH., perwakilan Forum Peduli KRB menyampaikan, dirinya merasa bangga menjadi putri daerah dan sekaligus juga sedih terkait historikal dari Kebun Raya Bogor. Sebelumnya dirinya sudah mengkaji dan diskusi dengan tenaga ahli, ternyata banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang tidak berbasis konservasi yang terjadi dalam KRB.<br> <br>“Kalau saya lihat tentang Glow bukan menjadi permasalahan hanya di kota bogor saja, tapi ini akan menjadi permasalahan di tingkat internasional, karena disini saya melihat adanya usaha-usaha praktek oligarki kapitalis dan ini harus kita berantas serta dihapuskan. Nah disinilah saatnya pihak Pemkot yang memiliki hak dan kewenangan untuk melakukan hal yang terbaik bagi warga Bogor,” tegas Sinta.<br> <br>Hal senada Firman Hidayat, yang juga Korlap aksi ini memaparkan, pihaknya juga sama menginginkan situasi aman dan kondusif tentunya, tapi pihaknya tidak keberatan dengan proses riset terkait glow ini, tapi yang disayangkan ini ada kepentingan bisnis atau komersil yang sangat jelas faktanya.<br> <br>“Sangat mirisnya lagi, ketika sudah terjadi penjualan tiket bagi wisata malam ini dan ternyata mayoritas pengunjungnya adalah dari luar bogor dan mereka berpasang-pasangan lagi. Kami tidak pernah mempersalahkan tentang risetnya, tapi justru disini telah terjadi peluang kerusakan moral, kemaksiatan dan tentu inilah yang harus kita jaga serta diperjuangkan supaya tidak terjadi di KRB,” geram Firman.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/08/1661716073380.jpg" alt="" class="wp-image-26279" width="684" height="316"/><figcaption>Serah terima Surat pernyataan sikap dan Sepuluh Tuntunan Rakyat</figcaption></figure>



<p>Dalam Aksi unjuk rasa, Didi Ponidi salah satu perwakilan Forum Peduli KRB membacakan pernyataan sikap dan 10 Tuntunan Rakyat.<br>Pernyataan Sikap :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Menolak dengan tegas adanya wisata malam glow di KRB</li><li>Mengembalikan marwah kebun raya bogor</li><li>Menolak kapitalisasi berkedok konservasi<br>&nbsp;<br>Dan inilah 10 tuntutannya :<br>&nbsp;<br>1.Meminta Walikota Bogor untuk menutup permanen wisata glow sesuai Kepres No 86 tahun 2002 tentang pengelolaan lingkungan hidup.<br>2.Meminta Walikota Bogor menggunakan Perwali No 7 terkait penyelesaian konflik sosial dengan adanya dampak wisata glow<br>3.Meminta Walikota Bogor mematuhi stabilitas negara.<br>4.Meminta Walikota Bogor mengembalikan fungsi KRB menjadi hutan riset dan konservasi yang edukatif.<br>5.Meminta Walikota Bogor mematuhi hasil riset dan kajian oleh IPB yang bersifat netral dibanding hasil dari BRIN.<br>6.Menutup wisata malam glow dan mencabut ijin dari PT MNR.<br>7.Meminta Walikota Bogor menggunakan Perda No 65 terkait hak dan kewajiban kepala daerah.<br>8.Kembalikan rasa nyaman warga Bogor terkait polemik KRB.<br>9.Prioritaskan keamanan nasional dengan keberadaan Presiden RI yang berada di dalam KRB.<br>10.Kembalikan pengelolaan KRB kepada negara. (Red)</li></ol>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/08/26/demo-tolak-wisata-glow-forum-perduli-krb-dan-ratusan-budayawan-kembali-gruduk-balaikota-bogor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahaya Kebun Raya Bogor, Selamatkan KRB Dari Pusaran Kapitalis Berkedok Konservasi</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/08/24/bahaya-kebun-raya-bogor-selamatkan-krb-dari-pusaran-kapitalis-berkedok-konservasi/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/08/24/bahaya-kebun-raya-bogor-selamatkan-krb-dari-pusaran-kapitalis-berkedok-konservasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2022 16:35:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Glow]]></category>
		<category><![CDATA[GLOW Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KRB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[PT Mitra Natura Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=26238</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Setelah lama terlihat redup gejolak masalah pengelolaan wisata Glow di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Setelah lama terlihat redup gejolak masalah pengelolaan wisata Glow di Kebun Raya Bogor (KRB), kini akhirnya kembali memanas dengan kembalinya Aktifitas yang diadakan di Kebun Raya Bogor. Aktifitas wisata edukasi Glow saat ini di kelola Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan telah diberikan kuasa kepada pihak ketiga, PT Mitra Natura Raya (MNR), hal ini mendapat perlawanan kuat dari elemen masyarakat meliputi Budayawan Bogor Raya.</p>



<p>Puncak gejolak masalah tersebut berujung pada aksi besar kalangan masyarakat dan Budayawan Bogor Raya yang akan digelar, Jum&#8217;at (26/08/22) mendatang.</p>



<p>Seperti diketahui sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sempat mengeluarkan surat pernyataan penolakan akan wisata Glow Kebun Raya Bogor, bahkan Bima juga meminta pengelola segera mengkoreksi konsep bisnisnya yang bersinggungan dengan budaya.</p>



<p>Dalam surat Wali Kota Bogor nomor 430/5727-Umum yang rilis Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Kamis 28 Oktober 2021 lalu, terdapat lima poin lebih rinci dari poin-poin yang disampaikan Bima Arya sebelumnya.</p>



<p>Surat membalas pemohonan Komunitas Budaya Jawa Barat, meminta supayaPemerintah Kota Bogor dapat mempertahankan unsur kebudayaan di dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor dan menolak wisata Glow.</p>



<p>Lima poin tersebut adalah, poin pertama, Pemkot Bogor memandang pengembangan dan pengelolaan Kebun Raya Bogor (KRB) harus sejalan dengan karakter dan identitas Kota Bogor sebagai Kota, Pusaka yang tidak saja menjaga kelestarian alam tetapi juga warisan budaya.</p>



<p>Poin Kedua, dalam hal kegiatan Glow, Pemkot Bogor telah menerima kajian cepat dari tim IPB University. Disebutkan dalam poin ini, data dalam kajian ini menunjukkan bahwa kegiatan Glow berpotensi memberikan dampak bagi ekosistem, tidak hanya KRB tetapi juga di lingkungan luar KRB dan Kota Bogor pada umumnya.</p>



<p>Selanjutnya, poin ketiga surat pernyataan sikap itu Pemerintah Kota Bogor, meminta kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya (MRN) untuk melakukan secara menyeluruh terhadap konsep Glow dan pengelolaan Kebun Raya Bogor bersama-sama dengan pihak IPB University.</p>



<p>Poin keempat, Pemkot Bogor meminta kepada BRIN agar semua kebijakan terkait pengelolaan KRB memperhatikan kearifan lokal dan memperhatikan rekomendasi dari Pemkot Bogor.</p>



<p>Kemudian, poin kelima Pemkot Bogor meminta kepada PT MRN untuk menghentikan semua aktivitas Glow selama proses selama proses evaluasi tersebut berlangsung.</p>



<p>Faktanya aktifitas wisata Glow dan kegiatan keramaian hingga konser &#8211; konser musikpun tetap terselenggarakan di KRB, hingga hal ini yuainuai amarah elemen masyarakat dan budayawan.</p>



<p>&#8220;Dari apa yang terjadi belakangan ini di KRB, pada prinsipnya Wali Kota Bogor harus menjalankan UU No 11 tahun 2010,&#8221; ungkap perwakilan Budayawan Bogor Saleh Nurangga, Direktur Jaringan Advokasi Jangkar Pakuan, Rabu (24/08/22).</p>



<p>&#8220;Ya tidak ada alasan lain, harus mencabut perijinan Pemkot Bogor atas kerjasama BRIN dan PT MNR,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Saleh juga menyampaikan, marwah KRB harus dikembalikan, sebagai mana mestinya.</p>



<p>&#8220;Ya mengembalikan marwah KRB sebagai Cagar Budaya yang dilindungi undang &#8211; undang,&#8221; ucap pria yang akrab disapa Ki Saleh itu.</p>



<p>Saleh juga menyebut, bahwa seharusnya pemerintah memantau dan menindak apapun kegiatan yang bersifat keramaian, apalagi dengan aktifitas konser dan Glow yang jelas &#8211; jelas sudah ada pernyataan sikap yang ditandatangani Wali Kota.</p>



<p>Senada disampaikan Tim Advokasi Forum Peduli KRB dari Awass Law Firm, Adintho Prabayu.</p>



<p>&#8220;Mewakili klien kami yang berjuang untuk mengembalikan marwah KRB tidak ada kata lain, tolak Glow dan PT MNR Gruop,&#8221; jawab Prabayu.</p>



<p>&#8220;Kami akan berjuang bersama untuk tetap menolak operasi aktifitas Glow. Intinya selamatkan KRB dalam pusaran Kapitalis berkedok konservasi,&#8221; tegasnya singkat.</p>



<p>Bahkan sebelumnya DPRD Kota Bogor melalui Ketua DPRD Atang Trisnanto menyatakan sikap dewan tetap menolak wisata edukasi Glow yang dikelola pihak swasta PT Mitra Natura Raya (MNR).</p>



<p>Dalam wawancara di Kota Bogor, Atang menyampaikan sikap dewan tersebut masih sama dengan surat pernyataan sebelumnya, sehingga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar menghentikan aktivitas wisata edukasi Glow.</p>



<p>&#8221;DPRD dalam posisi tetap pada keputusan resmi yang telah diambil secara kelembagaan, yaitu meminta BRIN ataupun PT MNR untuk menghentikan Glow karena pertimbangan adanya potensi masalah gangguan terhadap kelestarian alam, lingkungan, dan budaya,” ucap Atang beberapa waktu lalu.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Bogor itu mengungkapkan penolakan yang dikeluarkan oleh DPRD Kota Bogor berdasarkan atas berbagai hal, antara lain berbagai aspirasi dari elemen masyarakat, inspeksi dadakan (sidak) DPRD Kota Bogor ke lokasi wisata edukasi Glow di Kebun Raya Bogor (KRB), audiensi dengan pengamat IPB, BEM IPB, dan diskusi dengan para budayawan serta aktivis lingkungan di Kota Bogor.</p>



<p>DPRD Kota Bogor sepakat dengan suara seluruh unsur tersebut, bahwa KRB adalah identitas Kota Bogor, baik secara bentang lahan, keragaman hayati, maupun warisan budaya.</p>



<p>Oleh karena itu, dalam rapat audiensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dengan budayawan di Balai KotaKota Bogor, perihal wacana pembukaan Glow Kebun Raya Bogor (KRB) di Balaikota Bogor, dewan tetap menolak.</p>



<p>Atang juga menegaskan kepada para budayawan yang menghadiri audiensi, selain menolak beroperasinya wisata edukasi Glow di KRB, DPRD Kota Bogor juga meminta BRIN untuk mengevaluasi bentuk kerjasama dengan pihak swasta.</p>



<p>Jika operasional wisata Glow masih saja diteruskan, Atang memandang perlu ada penegakkan peraturan Wali Kota (perwali) tentang cagar budaya. Selain itu, langkah lain berupa komunikasi dengan pemerintah pusat.</p>



<p>Sementara, dari informasi yang dihimpun BRIN berupaya menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai platform global riset botani, antara lain dengan terus membenahi tata kelola kebun raya tersebut.</p>



<p>&#8220;Tata kelola Kebun Raya Bogor akan terus dibenahi, yang memungkinkan para periset botani fokus melaksanakan aktivitas riset,&#8221; kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko sebagaimana dikutip dalam siaran pers BRIN yang diterima di Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kebun Raya Bogor, KRB merupakan wadah bagi para ilmuwan bidang botani di Indonesia pada tahun 1880 sampai 1905.</p>



<p>Pendirian kebun raya itu juga mendorong pembentukan institusi ilmu pengetahuan lain seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), serta Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).</p>



<p>BRIN menginginkan kebun raya tidak hanya menjadi kawasan konservasi, tetapi juga menjadi pusat riset dan edukasi sains.</p>



<p>BRIN telah menginisiasi perubahan Peraturan Presiden tentang Kebun Raya untuk mengupayakan agar kebun raya daerah tidak hanya menjadi kawasan konservasi ex-situ, tetapi juga pusat edukasi sains serta pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis teknologi.</p>



<p>Hingga saat ini ada 45 kebun raya di Indonesia. Kebun raya yang pengelolaannya di bawah BRIN meliputi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Eka Karya Bali, dan Kebun Raya Cibinong.</p>



<p>Selain itu ada lima kebun raya yang dikelola oleh pemerintah provinsi, 32 kebun raya yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota, serta tiga kebun raya yang dikelola oleh perguruan. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/08/24/bahaya-kebun-raya-bogor-selamatkan-krb-dari-pusaran-kapitalis-berkedok-konservasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
