<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Museum &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/museum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Oct 2025 04:49:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>Museum &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menbud Jamin Revitalisasi Prasasti Batutulis dan Suntik Anggaran untuk Museum Pajajaran</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/menbud-jamin-revitalisasi-prasasti-batutulis-dan-suntik-anggaran-untuk-museum-pajajaran/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/menbud-jamin-revitalisasi-prasasti-batutulis-dan-suntik-anggaran-untuk-museum-pajajaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 13:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Artefak Kerajaan Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Batutulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Ageung Batutulis]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A. Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Integrasi Prasasti Batutulis Bumi Ageung]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenbud Museum Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Pajajaran Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Museum Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi Prasasti Batutulis]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Batutulis Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Nol Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=35989</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor — Kabar gembira datang untuk masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bogor, terkait upaya pelestarian situs budaya bersejarah. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, secara tegas menyatakan komitmennya untuk merevitalisasi bangunan Prasasti Batutulis dan mendukung penuh realisasi Museum Pajajaran di kawasan Bumi Ageung Batutulis. Hal ini disampaikan Menbud Fadli Zon saat melakukan kunjungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor</strong> — Kabar gembira datang untuk masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bogor, terkait upaya pelestarian situs budaya bersejarah. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, secara tegas menyatakan komitmennya untuk merevitalisasi bangunan Prasasti Batutulis dan mendukung penuh realisasi Museum Pajajaran di kawasan Bumi Ageung Batutulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini disampaikan Menbud Fadli Zon saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi Prasasti Batutulis dan Bumi Ageung Batutulis, yang dipersiapkan menjadi Museum Pajajaran, pada Sabtu (25/10/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang turut mendampingi, menyebut kunjungan ini sebagai momen bersejarah yang telah lama dinantikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kunjungan Menbud ini memastikan kepastian nasib Bumi Ageung Batutulis untuk bertransformasi menjadi sebuah museum kebanggaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ternyata jawabannya hari ini. Pak Menteri Kebudayaan hadir ke Bogor. Beliau akan membantu mulai dari Forum Group Discussion (FGD), kemudian juga <em>storyline</em>, sampai artefaknya untuk menjadikan museum itu eksis,&#8221; ujar Dedie Rachim dengan nada optimis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, Pemkot Bogor sempat merasa kurang percaya diri untuk membangun museum karena berbagai artefak bersejarah terkait Pajajaran berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan. Namun, kehadiran Menbud Fadli Zon kini memberikan angin segar dan kepastian dukungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kehadiran beliau menguatkan Pemkot untuk terus bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan Museum Pajajaran sebagai kebanggaan warga Jawa Barat. <strong>Alhamdulillah bukan hanya artefak, FGD, <em>storyline</em>, tapi juga ada anggaran yang bisa dikolaborasikan</strong> bagaimana mengintegrasikan Batutulis sebagai situs yang memang sudah ada menjadi artefak utama,&#8221; jelas Dedie, menekankan bahwa dukungan dari pusat mencakup aspek teknis, narasi, hingga finansial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menbud Fadli Zon menargetkan pergerakan cepat untuk pengembangan kawasan ini. Menurutnya, revitalisasi bangunan Prasasti Batutulis akan dimulai dalam waktu dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Insyaallah bulan Desember sudah kelihatan perubahannya untuk bangunan Batutulis,&#8221; tutur Fadli Zon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, proses integrasi antara bangunan Prasasti Batutulis dengan Bumi Ageung yang akan menjadi museum, direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026 mendatang. &#8220;Tinggal nanti (tahun berikutnya) kita mengisi ini (Bumi Ageung) untuk menjadi sebuah museum. Kita kumpulkan dulu koleksi narasi-narasi di sini termasuk artefak terkait Pajajaran dan Bogor maupun Jawa Barat,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fadli Zon melihat lokasi ini sangat potensial karena memiliki bangunan yang siap diintegrasikan. Ke depan, kawasan ini akan menjadi <strong>&#8220;kantong budaya&#8221;</strong> serta pusat berbagai macam aktivitas, baik pendidikan maupun kebudayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memastikan kualitas museum, Kementerian Kebudayaan akan memfasilitasi FGD dengan melibatkan para ahli, sejarawan, ahli museum, dan ahli <em>storyline</em> dari Bogor maupun Jawa Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya yakin ini akan jadi satu tempat yang nanti banyak dikunjungi masyarakat, ikonik, terutama karena memang secara sejarah sangat kuat situs Prasasti Batutulis ini dari abad ke-4, abad ke-5, dan di sinilah <strong>satu titik nol dari Bogor</strong>, karena di situ masih terpelihara,&#8221; pungkas Menbud Fadli Zon. Lampu hijau ini menjadi modal utama bagi Pemkot Bogor untuk percaya diri mewujudkan Museum Pajajaran<strong>. (KDR) </strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"> #MuseumPajajaran #PrasastiBatutulis #RevitalisasiBatutulis #MenteriKebudayaan #SejarahPajajaran #BumiAgeungBatutulis #SitusSejarah</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/menbud-jamin-revitalisasi-prasasti-batutulis-dan-suntik-anggaran-untuk-museum-pajajaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sentuhan Gubernur Ubah Haluan: Bumi Ageung Batutulis Menuju Museum Sejarah Megah</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/sentuhan-gubernur-ubah-haluan-bumi-ageung-batutulis-menuju-museum-sejarah-megah/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/sentuhan-gubernur-ubah-haluan-bumi-ageung-batutulis-menuju-museum-sejarah-megah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 20:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Ageung Batu Tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Ageung Pakwan Padjadjaran]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Dedie A Rachim]]></category>
		<category><![CDATA[KDM]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=34785</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor – Impian Kota Bogor untuk memiliki sebuah museum sejarah yang representatif tampaknya semakin mendekati kenyataan. Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, baru-baru ini menyampaikan arahan penting kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait pembangunan kawasan Bumi Ageung Batutulis. Gubernur meminta agar desain pembangunan kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor – </strong>Impian Kota Bogor untuk memiliki sebuah museum sejarah yang representatif tampaknya semakin mendekati kenyataan. Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, baru-baru ini menyampaikan arahan penting kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait pembangunan kawasan Bumi Ageung Batutulis. Gubernur meminta agar desain pembangunan kawasan tersebut direvisi dan disesuaikan dengan rencana pemanfaatannya sebagai Museum Pakuan Padjajaran, sebuah langkah strategis untuk melestarikan dan mempromosikan warisan sejarah Sunda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gayung bersambut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menunjukkan respons positif dan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Usai menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar di Gedung Pakuan, Bandung, pada Selasa (15/4/2025), Dedie Rachim menyatakan komitmennya untuk segera menyiapkan Detailed Engineering Design (DED) pada tahun anggaran 2025. Lebih lanjut, ia memastikan bahwa penyesuaian desain untuk pembangunan kembali kawasan Bumi Ageung Batutulis akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Gubernur Jawa Barat juga berkomitmen untuk membantu pembiayaan pembangunan museum yang diproyeksikan akan memperkaya objek wisata sejarah di Kota Bogor dan Jawa Barat pada umumnya,&#8221; ungkap Dedie Rachim, menyiratkan dukungan penuh dari tingkat provinsi untuk mewujudkan museum bersejarah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, dalam kunjungan langsung ke Kota Bogor, Dedi Mulyadi secara terbuka mengapresiasi langkah-langkah Pemkot Bogor yang dinilainya memiliki semangat tinggi dalam mewujudkan pembangunan Museum Pajajaran. Meskipun belum sepenuhnya terwujud, keberadaan kawasan Bumi Ageung Batutulis dipandang sebagai fondasi awal yang menjanjikan. Apresiasi ini disampaikan Dedi Mulyadi saat Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendampinginya meninjau langsung Situs Prasasti Batutulis dan kawasan Bumi Ageung Batutulis pada Senin (14/4/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semangat membangun museum sudah luar biasa. Tinggal nanti diberi sentuhan arsitektur agar lebih mengesankan sebagai sebuah museum sejarah masa lalu,” puji Dedi Mulyadi di lokasi bersejarah tersebut, setelah sebelumnya meninjau lokasi longsor di Jalan Saleh Danasasmita yang berdekatan dengan situs.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya fokus pada pembangunan museum secara keseluruhan, Dedi Mulyadi juga memberikan perhatian khusus pada bangunan pelindung Prasasti Batutulis yang saat ini dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat, UPTD Kementerian Kebudayaan. Ia menyarankan agar desain bangunan tersebut disesuaikan dengan karakteristik unik Situs Batutulis, sehingga mampu memancarkan nilai estetika dan sejarah yang lebih kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena bangunannya saat ini belum menunjang sebagai bangunan kebudayaan. Kalau diperbolehkan oleh Kementerian Kebudayaan, saya akan bangun tahun ini juga, dengan desain arsitektur yang disesuaikan dengan peradaban Sunda,” tegasnya, menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pelestarian cagar budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh lagi, Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana untuk melibatkan berbagai ahli, termasuk ahli geologi, ahli bahasa, ahli sejarah, dan filolog, dalam penyusunan sebuah buku komprehensif mengenai Batutulis. Langkah ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan mendalam secara akademis kepada masyarakat luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sehingga saat kita berkunjung ke tempat bersejarah, kita bisa memahami bahwa dulu pernah ada peradaban. Raja dilantik dengan membuat tulisan di batu yang abadi. Ini menunjukkan bahwa orang Sunda punya leluhur yang cerdas, pintar, dan hebat pada masanya,” jelasnya dengan antusias.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya museum dan pemahaman yang mendalam tentang sejarah ini, Dedi Mulyadi berharap agar siapapun yang kelak memimpin Kota Bogor dapat dengan baik menjelaskan sejarah peradaban Sunda dan kejayaan Pakuan Pajajaran kepada generasi penerus. Sinergi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bogor ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian warisan budaya dan pengembangan potensi wisata sejarah di Kota Hujan.<br>(DR)<br>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/sentuhan-gubernur-ubah-haluan-bumi-ageung-batutulis-menuju-museum-sejarah-megah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budayawan Bogor Protes Peresmian Museum Pajajaran yang Belum Selesai</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/budayawan-bogor-protes-peresmian-museum-pajajaran-yang-belum-selesai/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/budayawan-bogor-protes-peresmian-museum-pajajaran-yang-belum-selesai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2023 03:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Arya]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Ageung Batu Tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Garda Jawara Silat]]></category>
		<category><![CDATA[GJS]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Infrastruktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=31916</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Polemik akan dilakukan nya Peresmian Museum Pajajaran di Batutulis, Kota Bogor, oleh Bima Arya diprotes oleh para budayawan. Mereka menilai peresmian museum tersebut terlalu dini karena pembangunannya belum selesai 100 persen. Selain itu, para budayawan juga menyoroti beberapa pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan museum tersebut. Aliansi komunitas budaya Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211;</strong> Polemik akan dilakukan nya Peresmian Museum Pajajaran di Batutulis, Kota Bogor, oleh Bima Arya diprotes oleh para budayawan. Mereka menilai peresmian museum tersebut terlalu dini karena pembangunannya belum selesai 100 persen. Selain itu, para budayawan juga menyoroti beberapa pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan museum tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aliansi komunitas budaya Jawa Barat bersama Ormas menyatakan sikap tidak setuju dengan rencana peresmian Museum Pajajaran di Batutulis, Kota Bogor, yang akan dilaksanakan pada Jumat, 22 Desember 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sekjen Aliansi, Tb Lutfi Suyudi, peresmian museum tersebut dinilai terlalu dini karena pembangunannya belum selesai 100 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pembangunan museum ini baru mencapai 70 persen. Masih banyak pekerjaan yang belum selesai, seperti pembangunan prasasti Batutulis, taman, menara, amply teater, tembok pagar, dan ornamen batu lainnya,&#8221; ucap Lutfi dalam wawancaranya dengan awak media sorotrakyat.com, Kamis (21/12).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Lutfi juga menyoroti beberapa pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan museum tersebut. Salah satunya adalah penggunaan material dinding yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dalam kesepakatan awal, material dinding menggunakan bata merah. Namun, dalam pelaksanaannya, pihak kontraktor menggunakan hebel,&#8221; kata Lutfi yang juga sebagai Sekjen Ormas GJS (Garda Jawara Silat).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lutfi juga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang tidak melibatkan pihak budayawan dalam proses pengawasan pembangunan museum tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Padahal, kamilah yang memberikan masukan dan desain untuk museum ini. Namun, kami sama sekali tidak dilibatkan dalam pengawasan pembangunannya,&#8221; jelas Lutfi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lutfi meminta kepada Pemkot Bogor untuk menyelesaikan pembangunan museum tersebut secara menyeluruh dan sesuai dengan kesepakatan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Museum Pajajaran ini adalah milik masyarakat luas. Oleh karena itu, pembangunannya harus melibatkan semua pihak, termasuk para budayawan,&#8221; ujar Lutfi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menyinggung DPRD Kota Bogor diminta untuk lebih proaktif membela masyarakat, khususnya para budayawan, dalam perjuangan pembangunan Museum Pajajaran. (DR)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/budayawan-bogor-protes-peresmian-museum-pajajaran-yang-belum-selesai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
