<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pertanian &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 May 2024 05:57:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>pertanian &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kreatif Agribisnis: Inovasi Urban Farming untuk Keberlanjutan Pertanian</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/05/08/kreatif-agribisnis-inovasi-urban-farming-untuk-keberlanjutan-pertanian/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/05/08/kreatif-agribisnis-inovasi-urban-farming-untuk-keberlanjutan-pertanian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 18:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media SV IPB University]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32521</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar kata pertanian?...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211; </strong>Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar kata pertanian? Mungkin kebanyakan dari kita akan membayangkan sebuah pedesaan dengan lapangan luas yang ditumbuhi beraneka macam tumbuhan dan perkebunan. Namun, ternyata ada pula praktik pertanian di daerah perkotaan. Popularitas pertanian perkotaan atau urban farming semakin meningkat di tengah permasalahan yang terjadi di perkotaan, khususnya kota-kota besar.</p>



<p>Berkurangnya lahan akibat pembangunan merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di kota-kota besar. Konsep urban farming pun mulai dikenal sebagai solusi untuk mengoptimalkan pertanian di area perkotaan. Urban farming atau pertanian perkotaan adalah upaya penggunaan lahan terbatas untuk melakukan kegiatan pertanian, bercocok tanam, dan beternak. Lahan yang digunakan dapat berupa pekarangan rumah, lahan kosong, atap rumah, dan lahan-lahan kecil lainnya.</p>



<p>Urban farming tak hanya berfungsi untuk menanggulangi ketahanan pangan saja, tetapi juga sebagai ruang penghijauan. Ada banyak jenis urban farming yang dapat diterapkan, seperti hidroponik, aquaponik, rooftop, kebun vertikal, dan lain-lain. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, interaksi dengan alam dan lingkungan dapat mengurangi stress dan meningkatkan suasana hati. Alam terbukti menjadi penyedia kebutuhan manusia sehari-hari.</p>



<p>Semakin berjalannya waktu, urban farming pun mulai berkembang dan dimanfaatkan untuk peluang bisnis. Salah satu pebisnis yang menerapkan konsep urban farming dalam menjalankan usahanya, yaitu Elang Ilik Martawijaya. Elang merupakan seorang dosen dan penulis buku yang berkecimpung di bidang agribisnis. Latar belakangnya dan komitmennya sedari muda membuat dia berkeinginan membangun usahanya sendiri.</p>



<p>Elang berhasil membuat konsep untuk usahanya yang bernama Kreatif Agribisnis. Kreatif Agribisnis memiliki tiga skala, yaitu skala kecil, skala menengah, dan skala luas. Pertama, skala kecil dengan luas 250-1000 m. Pada skala kecil, Elang memanfaatkan rumah-rumah untuk dijadikan lahan urban farming. Luas tanah rumah biasanya cukup terbatas sehingga harus dilakukan pengoptimalan penanaman tumbuhan. Oleh karena itu, dinding rumah, pekarangan, atap rumah, maupun sudut-sudut lainnya menjadi tempat strategis melakukan urban farming.</p>



<p>Konsep ini telah dilakukan pada usaha yang bernama Rumah Kreatif Agribisnis. Terletak di Jalan Sempur Kaler No. 71, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. UMKM ini mencakup resto berkonsep alami dan pelatihan agribisnis. Suasana alaminya berasal dari beragam jenis tumbuhan yang ditanam. Hal ini memberikan kesan yang menenangkan bagi para pengunjung. Dengan menerapkan konsep ”rumah”, dapat menciptakan kedekatan antara pengunjung dan Rumah Kreatif Agribisnis. Jadi jika mengunjungi UMKM ini, akan terasa seperti di rumah sendiri.</p>



<p>Kedua, skala menengah yang memiliki luas 1000-10000 m, yaitu Bale Gedong Kreatif Agribisnis. Berlokasi di Ciawi, dengan nama Balegedong Resort Bogor. Bale Gedong merupakan venue yang biasanya digunakan untuk berbagai acara, seperti pernikahan, gathering, maupun acara lainnya. Selain itu, tempat ini juga dijadikan sebagai wisata edutainment bagi para pelajar. Mereka dapat belajar mengenai pertanian dengan cara yang lebih menyenangkan sehingga anak-anak menjadi mengetahui akan pentingnya pertanian.</p>



<p>Ketiga, skala besar dengan skala yang tentunya jauh lebih luas. Elang bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University, mengembangkan sebuah program yang bernama Desa Wisata dengan memanfaatkan potensi-potensi desa untuk dijadikan sektor pariwisata berbasis agro. Hadirnya Desa Wisata diharapkan dapat membuahkan hasil yang positif juga bagi masyarakat. Lapangan pekerjaan pun semakin bertambah. </p>



<p>Adanya Kreatif Agribisnis tidak hanya menjadi sebuah ladang keuntungan saja bagi para stakeholder. Namun, memberikan dampak positif, baik untuk lingkungan maupun masyarakat. Urban farming dapat menekan jumlah gas emisi yang berasal dari kendaraan, pabrik, dan jejak karbon yang disebabkan oleh hal lainnya. Melalui konsep urban farming, Kreatif Agribisnis menunjukkan komitmen dan kontribusinya pada keberlanjutan pertanian dan pelestarian lingkungan. </p>



<p>Alexandre Rachel Lowu Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media SV IPB University</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den. Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/05/08/kreatif-agribisnis-inovasi-urban-farming-untuk-keberlanjutan-pertanian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Bebaskan Pembayaran PBB Lahan Pertanian Padi</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/11/10/bupati-bebaskan-pembayaran-pbb-lahan-pertanian-padi/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/11/10/bupati-bebaskan-pembayaran-pbb-lahan-pertanian-padi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 13:56:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[POPT]]></category>
		<category><![CDATA[PPL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=27491</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Bandung &#8211; Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna akan mengeluarkan kebijakan untuk membebaskan pembayaran pajak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Bandung &#8211; </strong>Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna akan mengeluarkan kebijakan untuk membebaskan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), khususnya untuk lahan pertanian padi sawah di Kab. Bandung. Namun untuk berapa luasan lahan pertanian padi sawah yang akan dibebaskan pajaknya, Pemkab Bandung masih akan mengevaluasi secara keseluruhan.<br>Kebijakan pembebasan ini akan diambil sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bandung, yang erat kaitannya dengan sektor pertanian.</p>



<p>Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan rencana mengeluarkan kebijakan baru ini menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat wajib pajak daerah. Hal tersebut diungkapkannya pada kegiatan seminar sehari peningkatan profesionalisme penyuluhan pertanian melalui penguatan sarana prasarana penyuluhan untuk mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan di Graha Alif kec. Solokanjeruk Kab Bandung, Kamis (10/11/22).</p>



<p>Seminar sehari yang dilaksanakan Dinas Pertanian ini diikuti 130 penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan 38 petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT).</p>



<p>Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa pihaknya akan mengeluarkan kebijakan baru bagi para petani, pemilik yang mempunyai lahan sawah yang biasa ditanami padi, pajak bumi dan bangunannya (PBB) akan dibebaskan.<br>&#8220;Terkait dengan luas lahannya, kita akan evaluasi secara keseluruhan. Kita akan bebaskan PBB-nya untuk para petani padi pemilik lahan yang nantinya diatur melalui Peraturan Bupati,&#8221; kata Dadang saat membuka seminar tersebut.</p>



<p>Menurutnya, membebaskan pembayaran PBB kepada pemilik lahan pertanian padi itu sebagai bentuk kebijakan yang berpihak kepada rakyat.<br>&#8220;Para petani sawah, pemilik sawah, insya Allah PBB-nya akan dibebaskan. Kenapa? Saya membandingkan antara tanam padi dengan cabai. Tanam cabai pada lahan seluas 1 hektare bisa menghasilkan Rp 500 juta per tahun. Sedangkan padi menghasilkan Rp 120 juta per tahun, jika tiga kali panen padi,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk itu, Dadang kembali mengatakan, lahan pertanian padi, PBB-nya akan dibebaskan. &#8220;Hal itu demi keberpihakan kepada para petani padi, dan keberpihakan pada kebutuhan pangan, insya Allah saya akan membuat suatu kebijakan khusus, sawah atau tanah untuk tanaman padi, insya Allah akan dibebaskan pembayaran PBB-nya,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Bupati Bandung pun menyebutkan, bahwa Kabupaten Bandung memiliki petani-petani hebat.<br>&#8220;Di Kabupaten Bandung, ada 142.000 petani,&#8221; katanya.</p>



<p>Bupati Bandung menyebutkan potensi lahan pertanian di Kabupaten Bandung mencapai 30.000 hektare. &#8220;Tahun depan, saya akan memberikan hibah kepada para petani sebesar Rp 25 miliar,&#8221; katanya.</p>



<p>Bupati pun akan terus mendorong infrastruktur pertanian, yaitu berkaitan dengan sarana dan prasarana. Ia pun sangat mengapresiasi lahan pertanian padi di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay, lahan pertanian padi menjadi lahan abadi.<br>Ia pun mengungkapkan bahwa PPL sudah diperjuangkan menjadi P3K, yang sebelumnya PHL (pekerja harian lepas). &#8220;Saat ini, saya sedang mengajukan 11.000 orang,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPR RI/Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal sangat mengapresiasi dengan adanya rencana Bupati Bandung yang akan menggratiskan atau membebaskan pembayaran PBB, khususnya petani yang memiliki lahan pertanian padi dibawah seluas 0,5 hektare.</p>



<p>&#8220;Petani sawah, pemilik lahan pertanian padi, PBB-nya akan digratiskan oleh Bupati Bandung. Ini ide yang sangat luar biasa yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Ide ini bisa menjadi pembahasan nasional. Nanti akan kita sampaikan di Jakarta,&#8221; kata Cucun.<br>Menurutnya, rencana Bupati Bandung tersebut harus segera dilakukan.</p>



<p>Cucun mengatakan, para penyuluh yang dihadirkan dalam seminar ini adalah orang yang paling paham dengan kondisi di lapangan. &#8220;Karena kita akan menghadapi suatu situasi ketidakpastian dan ketidakjelasan, karena pengaruh geopolitik. Salah satu keandalan kita adalah ketahanan pangan,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut Cucun, terobosan-terobosan dalam bidang pertanian harus dilakukan. Ia juga mengatakan bahwa keberadaan penyuluh pertanian di Kab Bandung belum ideal. Dengan jumlah 152 ribu petani di Kab Bandung, namun jumlah penyuluh pertanian hanya 180 orang. &#8220;Minimal, di Kab Bandung dengan 270 desa, jadi minimal satu desa itu satu orang penyuluh pertanian. Itu baru ideal,&#8217; katanya. Oleh karenanya Cucun menyatakan bahwa pihaknya siap membantu kesejahteraan para petani maupun PPL. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/11/10/bupati-bebaskan-pembayaran-pbb-lahan-pertanian-padi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ricky : TMMD Ke 111 Capai 90%, siap tepat waktu dan dapat dirasakan oleh masyarakat</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2021/06/28/ricky-tmmd-ke-111-capai-90-siap-tepat-waktu-dan-dapat-dirasakan-oleh-masyarakat/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2021/06/28/ricky-tmmd-ke-111-capai-90-siap-tepat-waktu-dan-dapat-dirasakan-oleh-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2021 07:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Dandim Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam III/Siliwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0608/Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Korem 061/SK]]></category>
		<category><![CDATA[Letkol Kav Ricky Arinuryadi]]></category>
		<category><![CDATA[Mabes TNI]]></category>
		<category><![CDATA[MCK]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan KB]]></category>
		<category><![CDATA[Pengecoran Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan gratis]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan bidang wasbang]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Rehab Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Rutilahu]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Provinsi Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tibmas]]></category>
		<category><![CDATA[TMMD ke 111]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=16758</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; CIANJUR – Buah kerja keras antara TNI Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<span class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</span> | CIANJUR –</strong> Buah kerja keras antara TNI Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan warga, pada pengecoran jalan melalui Program TMMD Ke 111 Kodim 0608/Cianjur, di Desa Ciandam, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, hasilnya sudah cukup signifikan.</p>



<p>Dandim 0608/Cianjur, Letkol Kav Ricky Arinuryadi, S.H., M.M, selaku Dansatgas TMMD ke 111 mengatakan menjelang selesai waktu pelaksanaan TMMD ini, untuk pembangunan jalan yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD sudah mencapai 90 persen.</p>



<p>”Jadi TMMD Ke 111 ini, sekarang sudah mencapai 90 % untuk pengerjaan fisik jalan beton. Kalau tidak ada halangan rencana pengerjaan siap tepat waktu dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.</p>



<p>Untuk diketahui, dalam program TMMD ke 111 di Desa Ciandam, meliputi sasaran fisik, diantaranya pengecoran jalan, 5 (lima) unit pembangunan Rutilahu, 2 (dua) unit pembangunan MCK, satu unit pembangunan gorong-gorong, dan rehab masjid.</p>



<p>Sementara, untuk sasaran non fisiknya, yakni penyuluhan bidang wasbang, kesehatan, pertanian, tibmas dan bakti sosial meliputi pengobatan gratis dan pelayanan KB. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2021/06/28/ricky-tmmd-ke-111-capai-90-siap-tepat-waktu-dan-dapat-dirasakan-oleh-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
