<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumur 7 Lawang Gintung &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/sumur-7-lawang-gintung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Mar 2026 18:36:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>Sumur 7 Lawang Gintung &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Misteri Sumur 7, Ekskavasi BPK IX Tuai Kritik, Diduga Belum Sentuh Titik Arkeologis Utama</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2026/03/10/misteri-sumur-7-ekskavasi-bpk-ix-tuai-kritik-diduga-belum-sentuh-titik-arkeologis-utama/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2026/03/10/misteri-sumur-7-ekskavasi-bpk-ix-tuai-kritik-diduga-belum-sentuh-titik-arkeologis-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 16:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Arkeologi Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BPK IX Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ekskavasi Bogor Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Kabuyutan Pakuan Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[KDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Objek Diduga Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kerajaan Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur 7 Lawang Gintung]]></category>
		<category><![CDATA[Trase Jalan Baru Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[UU Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=36974</guid>

					<description><![CDATA[SOROTRAKYAT.COM &#124; KOTA BOGOR — Upaya menyingkap tabir sejarah di kawasan Lawang Gintung terus bergulir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR</strong> — Upaya menyingkap tabir sejarah di kawasan Lawang Gintung terus bergulir di tengah sorotan tajam masyarakat dan pemerhati budaya. Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat saat ini tengah melaksanakan prosedur <em>test pit</em> atau uji gali arkeologis di trase jalan baru yang diproyeksikan sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita, tepatnya di area yang dikenal sebagai situs <strong>Sumur 7</strong>, Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan.</p>



<p>Kegiatan yang telah memasuki hari keempat pada Selasa (10/03/2026) ini bertujuan untuk memetakan potensi tinggalan benda cagar budaya di bawah permukaan tanah sebelum proyek infrastruktur jalan dilanjutkan. Namun, langkah teknis ini justru memicu perdebatan mengenai kedalaman penggalian dan efektivitas metode yang digunakan.</p>



<p>Koordinator Tim Test Pit BPK IX Jawa Barat, <strong>Yudis</strong>, menjelaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari prosedur standar arkeologi untuk memastikan tidak ada situs atau artefak yang rusak akibat pembangunan. Rencananya, penelitian lapangan ini akan berlangsung selama delapan hari penuh.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Kami melakukan pengumpulan data dengan metode ekskavasi terkontrol. Ini bukan sekadar menggali lubang, melainkan dikupas secara bertahap setiap 20 cm untuk melihat stratigrafi tanah dan potensi artefak di setiap lapisannya,&#8221; papar Yudis di lokasi.</p>
</blockquote>



<p>Hingga hari keempat, tim telah membuka sekitar 7 hingga 8 kotak uji gali. Namun, Yudis mengakui bahwa sejauh ini belum ditemukan indikasi arkeologis yang signifikan. Ia menduga adanya kemungkinan transformasi lahan akibat faktor alam seperti longsoran di masa lalu yang mengubah susunan asli lapisan tanah di area tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>FKPP Kritik Kedalaman Galian: &#8220;Sumur 7 Terkubur 7 Meter!&#8221;</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1376" height="1032" src="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20251121_152546-e1773685736342.jpg" alt="" class="wp-image-36976" srcset="https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20251121_152546-e1773685736342.jpg 1376w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20251121_152546-e1773685736342-100x75.jpg 100w, https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20251121_152546-e1773685736342-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1376px) 100vw, 1376px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto Kondisi peninggalan sejarah yang saat ini masyarakat menyebutnya sebagai sumur 7 pada saat belum tertimbun tanah urugan. </figcaption></figure>



<p>Di sisi lain, proses ini mendapat evaluasi kritis dari <strong>Luthfi Suyudi</strong>, Ketua Forum Kabuyutan Pakuan Pajajaran (FKPP). Menurutnya, penggalian dangkal yang dilakukan tim BPK IX tidak akan mampu menyentuh substansi sejarah Sumur 7 yang menjadi ikon kawasan tersebut.</p>



<p>Luthfi menegaskan bahwa berdasarkan data lapangan dan ingatan kolektif masyarakat, situs Sumur 7 saat ini berada di bawah timbunan tanah urugan yang mencapai kedalaman sekitar 7 meter.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Mereka hanya menggali beberapa meter saja. Padahal, rahasia Sumur 7 itu terkunci jauh di bawah, tertimbun urugan setebal 7 meter. Jika hanya di permukaan, tentu hasilnya nihil. Kami mendesak BPK IX untuk menggali sesuai kedalaman situs yang sebenarnya agar sejarah besar di balik lokasi ini benar-benar terungkap,&#8221; tegas Luthfi dengan nada skeptis.</p>
</blockquote>



<p>Kesenjangan antara metode standar arkeologi dan ekspektasi pelestarian nilai sejarah lokal ini menjadi tantangan besar. Warga dan budayawan berharap agar proyek jalan baru ini tidak justru mematikan sisa-sisa kejayaan Pakuan Pajajaran yang mungkin masih bersemayam di balik tanah Lawang Gintung. (HS) </p>



<p>#Arkeologi #Sumur7 #LawangGintung #SejarahBogor #CagarBudaya #BPKIX #KotaBogor #SorotRakyat</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj </p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2026/03/10/misteri-sumur-7-ekskavasi-bpk-ix-tuai-kritik-diduga-belum-sentuh-titik-arkeologis-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
