<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TBC &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<atom:link href="https://sorotrakyat.com/tag/tbc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<description>Media Terdepan Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Feb 2025 01:26:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://sorotrakyat.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-Favicon-100x75.jpg</url>
	<title>TBC &#8211; Sorot Rakyat</title>
	<link>https://sorotrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>9.947 Kasus TBC Guncang Kota Bogor! Pemkot Skrining di 20 Titik</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2025/02/02/9-947-kasus-tbc-guncang-kota-bogor-pemkot-skrining-di-20-titik/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2025/02/02/9-947-kasus-tbc-guncang-kota-bogor-pemkot-skrining-di-20-titik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 18:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pj Sekda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Nowo Retno]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=34064</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan &#8216;Active...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211;</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan &#8216;Active Case Finding&#8217; (ACF) Tuberkulosis (TBC) di 20 titik lokasi di Kota Bogor, dengan pelaksanaan pada 1 hingga 12 Februari 2025.</p>



<p>Berdasarkan data per 31 Januari 2025, ditemukan sebanyak 9.947 kasus TBC (119%) di Kota Bogor.</p>



<p>Masih tingginya angka tersebut belum diiringi dengan tingginya angka pemeriksaan TBC pada kontak serumah maupun kontak erat pasien TBC.</p>



<p>Pelaksanaan ACF ini didukung oleh perangkat daerah dan lintas sektor yang berperan dalam mendukung serta memobilisasi peserta untuk mengikuti skrining TBC, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.</p>



<p>“TBC ini bukan hanya hari ini saja, tetapi telah menjadi stigma yang luar biasa. Untuk itu, diperlukan peran maksimal dari pemerintah,” kata Plh Wali Kota Bogor, Hanafi, saat membuka ACF hari pertama di Lapangan Basket GOR Pajajaran, Tanah Sareal, Sabtu (1/2/2025) pagi.</p>



<p>Hanafi melanjutkan, eliminasi TBC merupakan salah satu prioritas penanganan kesehatan pemerintah karena jumlah kasusnya yang masih tinggi. Namun, upaya ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.</p>



<p>“Harus dilakukan secara bersama-sama lintas sektor. Kita harus aktif jemput bola, karena stigma masyarakat terhadap TBC belum hilang,” ujar Hanafi.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menambahkan bahwa TBC merupakan penyakit menular paling mematikan kedua di dunia.</p>



<p>“Bahkan, Jawa Barat berada di urutan pertama dalam penemuan kasus TBC tertinggi di Indonesia. Program Eliminasi TBC Tahun 2030 bertujuan untuk meningkatkan kepedulian seluruh masyarakat terhadap TBC,” jelas Retno.</p>



<p>Skrining yang dilakukan mencakup gejala-gejala TBC, dampaknya terhadap kualitas hidup, serta bagaimana pencegahan dan pengobatan TBC agar dapat mengurangi potensi penularan penyakit kepada orang-orang di sekitar melalui gerakan TOSS TBC, yaitu ‘Temukan, Obati, Sampai Sembuh’.</p>



<p>“Penting bagi masyarakat untuk sadar akan TBC, salah satunya dengan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul gejala TBC,” ujar Retno.</p>



<p>Selain itu, baik masyarakat maupun petugas kesehatan dapat secara aktif menemukan dan melaporkan seseorang dengan gejala TBC untuk dilakukan pemeriksaan serta investigasi kontak.</p>



<p>Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan mencakup skrining kesehatan, pembangunan rumah sakit di daerah-daerah, serta penanganan TBC.</p>



<p>Dalam upaya mencapai tujuan penanganan TBC, Kementerian Kesehatan RI menerapkan kebijakan pencegahan TBC yang tertuang dalam Strategi Nasional 2020-2024.</p>



<p>“Salah satu strateginya adalah mengombinasikan upaya penemuan dan pengobatan TBC secara aktif dengan upaya pencegahan melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kasus infeksi laten TBC (ILTB),” urai Retno.</p>



<p>Penemuan kasus TBC secara aktif dilakukan dengan skrining sistematis pada populasi berisiko, yaitu kontak serumah, kontak erat, ODHIV, penyandang diabetes melitus, orang dengan kurang gizi, perokok, dan kontak erat dengan penderita kusta.</p>



<p>Selain itu, penemuan kasus TBC secara aktif bertujuan untuk menemukan terduga TBC di populasi berisiko, mendeteksi TBC lebih dini guna mengurangi keterlambatan diagnosis, menekan penularan dengan mengurangi sumber infeksi, serta menemukan kasus ILTB agar dapat diberikan TPT.</p>



<p>“Dengan adanya kegiatan ACF TBC ini, diharapkan dapat meningkatkan penemuan terduga dan kasus TBC, meningkatkan skrining serta pemberian TPT pada kelompok berisiko, dan mengurangi rantai penularan TBC di Kota Bogor,” kata Retno.(DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2025/02/02/9-947-kasus-tbc-guncang-kota-bogor-pemkot-skrining-di-20-titik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerakan Geber Si Jumo dan Jamilah: Perang Melawan Stunting, DBD, dan TBC Dimulai!</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/05/23/gerakan-geber-si-jumo-dan-jamilah-perang-melawan-stunting-dbd-dan-tbc-dimulai/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/05/23/gerakan-geber-si-jumo-dan-jamilah-perang-melawan-stunting-dbd-dan-tbc-dimulai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2024 10:45:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Drs. Irwan Riyanto M.Si]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdik Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Si JUMO dan Jamilah]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 11 Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32633</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor – Kota Bogor mendeklarasikan Gerakan Bersama Literasi Stunting dan Imunisasi, Jumantik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor</strong> – Kota Bogor mendeklarasikan Gerakan Bersama Literasi Stunting dan Imunisasi, Jumantik cegah DBD serta Pengawasan Menelan Obat untuk penanggulangan TBC (Geber Si Jumo) dan Jaga Ibu Hamil serta Lingkungan Bersih dan Sehat (Jamilah) melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di SMP Negeri 11 Kota Bogor, Rabu (22/5/2024).</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah secara langsung memimpin deklarasi yang dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Jawa Barat didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Irwan Riyanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Camat Bogor Tengah, Teofilo Patrocinio Freitas dan aparatur wilayah Kelurahan Sempur.</p>



<p>“Hari ini Kota Bogor bersyukur bisa deklarasi dan mudah-mudahan bisa kita eliminir TBC, stunting dan DBD,” kata Sekda.</p>



<p>Syarifah menyampaikan bahwa gerakan ini untuk mengingatkan bersama sebagai aktivitas literasi dan eliminasi stunting, DBD dan TBC serta literasi kesadaran masyarakat semua untuk melakukan imunisasi bagi anak-anaknya agar daya tahannya kuat.</p>



<p>“Karena ketiga penyakit tersebut tergantung dari ketahanan tubuh,” ujarnya.</p>



<p>Dia menyebutkan, salah satu cara yang dilakukan adalah menjaga lingkungan sekolah tetap bersih. UKS, petugas di sekolah dan para guru serta para siswa yang telah dilatih sebagai Jumantik bersama-sama membersihkan lingkungan dan memastikan tidak ada air yang tergenang di sekolah agar jangan sampai digigit nyamuk penyebar virus DBD yang suka dengan kondisi yang lembab, khususnya pagi dan sore hari.</p>



<p>Syarifah mengingatkan kasus DBD di Jawa Barat termasuk Kota Bogor angkanya tinggi, tidak hanya orang tua yang terkena DBD dan TBC, anak-anak pun ada yang terkena bahkan sampai memakan korban jiwa.</p>



<p>Kondisi Kota Bogor, berdasarkan data triwulan I tahun 2024, kasus DBD tercatat 2.138 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 14 jiwa. Untuk TBC tercatat 3.100 kasus, 546 diderita anak-anak, meninggal 312 dan sembuh sebanyak 4.646 dengan evaluasi dalam 6 bulan sehingga sebagian pengobatan masih berproses dan terus dimonitor.</p>



<p>Sebagai perbandingan pada tahun 2023 data menunjukkan DBD tercatat 1.474 kasus dengan kematian sebanyak 9 jiwa. Untuk TBC ada 9.194 kasus, 1.707 diderita anak-anak, angka kesembuhan sebesar 5.968 dan kematian sebanyak 271. Untuk stunting ada penurunan, awalnya di angka 2.100-an sekarang di angka 1.700-an.</p>



<p>“Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) awalnya 18,7 persen menjadi 18,2 persen, sedangkan target nasional ada di angka 14 persen,” katanya.</p>



<p>Untuk DBD, upaya yang telah dilakukan dengan membentuk tenaga-tenaga untuk melakukan fogging.</p>



<p>Sementara untuk stunting, upaya lain pengurangan adalah mengurangi keluarga-keluarga risiko stunting, diantaranya ibu hamil termasuk wanita-wanita anemia. Kecenderungan akan melahirkan anak anak stunting, salah satunya pemberian tablet penambah darah dan kegiatan lain yang bisa mengurangi risiko penambahan stunting.</p>



<p>Untuk peningkatan TBC, kata dia, karena Kota Bogor melakukan upaya aktif dan intensif menemukan penderita-penderita TBC.</p>



<p>“Setelah ditemukan, upaya yang harus dilakukan massif dengan membuat jaringan atau relawan yang memantau pasien mengkonsumsi obat, karena penderita TBC itu jika dalam enam bulan mengkonsumsi obat secara terus menerus bisa sembuh,” kata Syarifah didampingi Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.</p>



<p>Selanjutnya, setelah pendataan dan ditemukan para penderita TBC diobati dan dipantau pengobatannya. Upaya selanjutnya yang dilakukan adalah pemantauan kontak eratnya seperti Covid-19, sehingga penguatan dan pengobatan juga dilakukan terhadap kontak erat tersebut.</p>



<p>Untuk obat-obat TBC, Syarifah menyampaikan mendapat bantuan dari pusat dan pengobatan akan bermanfaat jika diimbangi dengan melakukan aktivitas, seperti gerakan menyeluruh dan pengamatan yang menyeluruh, meningkatkan kesadaran literasi serta sebagainya.</p>



<p>“Semua upaya harus terus menerus dilakukan, karena manusia ada lupanya. Untuk itu harus terus diingatkan,” tegasnya. (DR)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/05/23/gerakan-geber-si-jumo-dan-jamilah-perang-melawan-stunting-dbd-dan-tbc-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Geulis: Gerak Cepat Pemkot Bogor Tanggulangi TBC Tertinggi di Jawa Barat</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2024/03/02/aksi-geulis-gerak-cepat-pemkot-bogor-tanggulangi-tbc-tertinggi-di-jawa-barat/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2024/03/02/aksi-geulis-gerak-cepat-pemkot-bogor-tanggulangi-tbc-tertinggi-di-jawa-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2024 21:28:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[AksiGeulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[EliminasiTBC]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Nowo Retno]]></category>
		<category><![CDATA[Syarifah Sofiah]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=32215</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, mengingatkan aparatur wilayah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sorotrakyat.com | Kota Bogor &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, mengingatkan aparatur wilayah dan puskesmas untuk bergerak cepat dalam menanggulangi TBC (tuberkulosis) dengan inovasi Aksi Geulis (Akselerasi Gerakan Eliminasi Tuberkulosis).</p>



<p>&#8220;Menjadi kewajiban kita untuk mengkoordinasikan semua unsur masyarakat sebagai antisipasi. Kasus TBC di Kota Bogor tertinggi di Jawa Barat dan Jawa Barat tertinggi di Indonesia. Ini harus segera ditangani,&#8221; tegas Syarifah saat rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor penanggulangan TBC di Balai Kota Bogor.</p>



<p><strong>Dampak TBC dan Tantangan Penanganannya</strong></p>



<p>Syarifah menjelaskan bahwa TBC bisa sembuh dengan minum obat rutin selama 6 bulan tanpa berhenti. Biaya pengobatan TBC tergolong tinggi, yaitu Rp 250 juta per pasien selama satu tahun.</p>



<p>&#8220;Dampak TBC sangat besar. Penderita TBC akan lemah dan mudah terkena penyakit lain, termasuk stunting. Penanganan TBC harus di treking dan dipastikan obatnya diminum. Untuk itu, Dinkes Kota Bogor membuat inovasi Si Geulis,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Si Geulis: Inovasi Memantau dan Mengendalikan TBC</strong></p>



<p>Si Geulis adalah aplikasi yang membantu dalam memantau dan mengendalikan penyebaran TBC di Kota Bogor. Semua wilayah di Kota Bogor telah diberikan akun Si Geulis untuk mengisi data terkait TBC.</p>



<p>&#8220;Monitoring dan evaluasi terkait TBC terus dilakukan agar penyebarannya tidak semakin luas dan dapat ditangani lebih cepat. Warga yang sudah terkena TBC wajib minum obat secara rutin agar warga di wilayahnya terhindar dan sehat semua,&#8221; ujar Sekda.</p>



<p><strong>Rencana Aksi Daerah untuk Eliminasi TBC</strong></p>



<p>Berdasarkan Perwali Bogor Nomor 18 Tahun 2023, rencana aksi daerah dalam percepatan eliminasi TBC di Kota Bogor meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Penguatan komitmen dan kepemimpinan Pemkot Bogor</li>



<li>Peningkatan akses layanan yang bermutu dan berpihak pada pasien TBC</li>



<li>Intensifikasi upaya kesehatan dalam rangka percepat eliminasi TBC</li>



<li>Peningkatan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang percepatan eliminasi TBC</li>



<li>Peningkatan peran serta komunitas, pemangku kepentingan dan multi sektor lainnya<br>(DR)<br>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2024/03/02/aksi-geulis-gerak-cepat-pemkot-bogor-tanggulangi-tbc-tertinggi-di-jawa-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Geulis Dinkes Kota Bogor Raih Penghargaan Internasional INA TIME 2023</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2023/09/04/aksi-geulis-dinkes-kota-bogor-raih-penghargaan-internasional-ina-time-2023/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2023/09/04/aksi-geulis-dinkes-kota-bogor-raih-penghargaan-internasional-ina-time-2023/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 13:13:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Nowo Retno]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=31214</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Kota Bogor &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar Koordinasi Lintas Program dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p> <strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Kota Bogor &#8211;</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Screening TBC dan Sosialisasi  Aksi Geulis (Akselerasi Gerakan Eliminasi Tuberkulosis) di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (4/9/2023).</p>



<p>Aksi Geulis merupakan inovasi dari Dinkes Kota Bogor. Gerakan ini dilakukan bersama dengan stakeholder mulai dari Puskesmas, Kelurahan, Kecamatan dan OPD terkait dengan memanfaatkan informasi berupa aplikasi pemetaan Tuberkulosis guna membantu pelacakan dan pemantauan TBC.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah Aksi Geulis baru saja mendapatkan penghargaan di ajang Indonesia &nbsp;Tuberculosis International Meeting (INA-TIME) 2023,&#8221; ujar Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.</p>



<p>Retno sapaan akrabnya mengatakan, sosialisasi Aksi Geulis ini digelar sebagai upaya menekan angka kasus TB di Kota Bogor yang pada 2022 naik menjadi 200 persen dan kasus TB anak naik menjadi 300 persen. Terdapat lima inovasi yang terdapat pada Aksi Geulis. &nbsp;</p>



<p>Pertama, membuat Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC Kota Bogor ini salah satu strategi dan wujud komitmen dari Pemkot Bogor. Kedua, membentuk tim percepatan eliminasi TBC dari lintas sektor, lintas program dan fasyankes. Ketiga, membuat aplikasi si Geulis.</p>



<p>&#8220;Aplikasi ini memetakan penderita Tuberkulosis dalam hal pelacakan, pemantauan dan faktor risiko. Keempat, mengaktifkan RW siaga dan kelima, menyediakan RS rujukan TB resisten obat yakni RSUD Kota Bogor,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ia melanjutkan, banyak perubahan yang terjadi setelah intervensi dengan proyek perubahan Aksi Geulis di Kota Bogor yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap reformasi birokrasi tematik. Mulai dari menurunkan risiko penularan kasus TBC sensitive obat maupun TBC resisten obat, menurun risiko stunting pada anak balita, efisiensi waktu dan biaya rujukan dan efisiensi biaya pengelolaan program.</p>



<p>&#8220;Aksi Geulis memudahkan pelacakan kontak, melakukan pemantauan dan mengetahui data penderita pasien TB di setiap wilayah alias berdasarkan zonasi, bisa diakses secara real time dan bisa dilakukan intervensi langsung kepada pasien,&#8221; katanya. (Red) </p>



<p>Editor &amp; Penerbit: Den.Mj</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2023/09/04/aksi-geulis-dinkes-kota-bogor-raih-penghargaan-internasional-ina-time-2023/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Gejala TBC dan Pengobatannya</title>
		<link>https://sorotrakyat.com/2022/06/15/penjelasan-gejala-tbc-dan-pengobatannya/</link>
					<comments>https://sorotrakyat.com/2022/06/15/penjelasan-gejala-tbc-dan-pengobatannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorot Rakyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2022 13:13:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Sospol]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorotrakyat.com/?p=25156</guid>

					<description><![CDATA[Sorotrakyat.com &#124; Purwakarta  &#8211; TBC ini juga dikenal dengan penyakit yang menular. Tak heran bila...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sorotrakyat.<mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color">com</mark> | Purwakarta  &#8211; </strong>TBC ini juga dikenal dengan penyakit yang menular. Tak heran bila penyebarannya juga relatif cukup mudah dan cepat karena bisa melalui udara. Untuk penderita TBC kerap memiliki riwayat tertular dari penderita lainnya. Penyakit TBC ini menyerang paru-paru, yang disebabkan oleh basil Mycrobacterium Tuberculosis.</p>



<p>Dan untuk mendeteksi bahwa orang tersebut tersuspect atau tidak, maka diperlukan alat yang namanya TCM. Dimana Kabupaten Purwakarta untuk Puskesmas hanya ada Dua Puskesmas yang memiliki alat TCM, yakni Puskesmas Cibatu dan Puskesmas Bungursari, dan untuk Rumah Sakit hanya ada di RSUD Bayu Asih. Dimana menjadi rujukan Rumah Sakit seperti Rs Rama Hadi, RS Bhakti Husada dan lain-lain.</p>



<p>Menurut Gigin Sugiono.S, Kep, Ners selaku Kepala Puskesmas Cibatu menyampaikan, ada anggapan di masyarakat bahwa penyakit TBC merupakan penyakit yang dianggap aib Dan ada juga yang&nbsp; beranggapan di masyarakat, bahwa TBC adalah penyakit keturunan. Sehingga masyarakat malu untuk memeriksakan diri atau berterus terang jika dirinya mengidap TBC, karena mereka takut dikucilkan oleh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Melalui lintas sektoral dan masyarakat, kita sudah melakukan penyuluhan, bahwa penyakit TBC adalah penyakit menular dan mematikan. Dan harus segera ditangani,&nbsp; bahkan tingkat kematian dari penyakit TBC tersebut lebih tinggi daripada Covid-19,&#8221; jelas Kepala Puskesmas Cibatu ini Kamis, (15/06/2022)</p>



<p>Penyakit TBC adalah penyakit yang mematikan, dan rentang waktunya lama antara Dua hingga Lima tahun.&nbsp;</p>



<p>Kepala Puskesmas berharap, Dalam penyuluhan kami juga menghimbau agar masyarakat tidak usah malu, agar masyarakat termotivasi untuk memeriksakan diri ketika mengalami batuk dalam waktu Dua minggu, selera makan menurun, ada penurunan berat badan, berkeringat dimalam hari segera memeriksakan diri ke Puskesmas.</p>



<p>&#8220;Dukungan lingkungan keluarga sangat diperlukan terutama dalam hal konsumsi obat. Karena waktu konsumsi obat bagi pengidap TBC butuh waktu lama, memakan waktu hingga Enam bulan sampai pasien dinyatakan sembuh,&#8221; kata Kepala Puskesmas Cibatu&nbsp;</p>



<p>Penderita TBC di Kecamatan Cibatu saat ini sebantak 33 orang, dewasa 25 orang, dan anak-anak 8 orang, kemudian  suspect hingga Juni 2022 sebanyak 149 orang. (Red)</p>



<p>Editor &amp; Penerbit : Den.Mj </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sorotrakyat.com/2022/06/15/penjelasan-gejala-tbc-dan-pengobatannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
