Desa Wisata Batulayang Cisarua Masuk Delapan Besar Dunia Best Tourism Village

Sorotrakyat.com | Bogor – Desa wisata Batulayang, yang berada diwilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor masuk delapan besar tingkat internasional kategori Best Tourism Village, ini merupakan ajang penghargaan internasional yang digelar oleh United World Tourism Organization. Desa Wisata Batulayang menjadi desa wisata satu-satunya yang mewakili Desa Wisata di Jawa Barat. Hal itu diungkapkan Ketua Desa Wisata Batulayang, Ade Rusmana, secara live di Radio Teman 95,3 FM, Kamis (3/8/23).

Ketua Desa Wisata Batulayang, Ade Rusmana, mengungkapkan bahwa Desa Wisata Batulayang menjadi perwakilan dari 64 desa wisata di Kabupaten Bogor yang masuk nominasi di ajang penghargaan internasional Best Tourism Village.

“Dengan bantuan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, kami coba ikut serta dan mengisi formulir yang diberikan oleh UNWTO 2023 dengan mengisi 250 pertanyaan. Alhamdulilah di Juli 2023 kemarin, kami mendapatkan kabar baik bahwa Desa Wisata Batulayang menjadi satu-satunya dari Jawa Barat maju di ajang tersebut,” ujar Ade Rusmana.

Perlu diketahui, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memilih 4 desa wisata untuk menjadi perwakilan Jawa Barat di ajang penghargaan internasional dalam nominasi Best Tourism Village. Empat desa tersebut yaitu, Desa Wisata Batulayang Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Desa Wisata Pangandaran, Desa Wisata Alam Endah Kabupaten Bandung, dan Desa Wisata Cibuntu dari Kabupaten Kuningan.

Lanjut Ade Rusmana menerangkan, untuk berada di posisi saat ini, sejak tahun 2014 ia terus berupaya dan bertekad untuk memajukan masyarakat dengan mencoba menjadikan masyarakat sebagai pelaku pariwisata sehingga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk pariwisata tersebut.

“Di sana bersama teman-teman, pak kades yang luar biasa supportive, dibina oleh Disbudpar, dan dibantu oleh akademisi dengan tujuan untuk mengembangkan masyarakatnya untuk tetap ikut andil dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Desa Batulayang,” jelasnya.

Menurut Ade, Desa Wisata Batulayang menerapkan beberapa destinasi yang dijual kepada wisatawan, yaitu pertama edukasi, kerajinan masyarakat sekitar yang dijadikan suatu atraksi edukasi untuk para wisatawan sehingga masyarakat juga ada pendapatan lebih dari itu semua.

Kedua pertanian, hasil pertanian tersebut tidak hanya menjual ke pasar tradisional tetapi Desa Wisata Batulayang juga mencoba menjual dalam dalam bentuk edukasinya kepada anak-anak sekolah yang coba berkunjung ke Batulayang. Ketiga kami ada outbound dan tentu saja Desa Wisata Batulayang terus mengadakan seni budaya dengan tujuan mengangkat kembali kearifan lokal.

Desa Wisata Batulayang selalu berjuang untuk membuka tabir baru dalam pengembangan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan juga eksklusif dalam menghadapi tantangan resesi global saat ini sehingga fasilitas-fasilitas desa wisata terus berkembang. Desa Wisata Batulayang juga mengembangkan dari sisi konservasi alam, hal tersebut bentuk perhatian pada iklim Desa Wisata Batulayang.

Dengan cara memanfaatkan alam yang bagus, pemandangan yang luar biasa, dan destinasi air terjun, sehingga Desa Wisata Batulayang mampu berkembang dengan menambahkan fasilitas-fasilitas seperti camping ground, pondokan wisatawan, edukasi-edukasi, dan masih ada program-program lain yang disuguhkan untuk wisatawan.

“Sehingga kami dari sisi lingkungan tentang sampah dan segala macam, kita terus berusaha memperbaiki segala fasilitas,” tuturnya.

Menurutnya, strategi yang ia lakukan untuk mempromosikan Desa Wisata Batulayang yakni promosi media sosial, mengikuti kegiatan seperti pameran, dan penyebaran brosur-brosur. Lalu promosi melalui produk UMKM yang bisa disajikan kepada para wisatawan, yaitu Wedang Lay.  (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj

Exit mobile version