ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGWafatnya Syekh KH. TB. Hakim Agus Fauzan Al Falak: Duka Mendalam Selimuti Bogor dan Dunia Pesantren NusantaraSorot Rakyat
Berita

Pembangunan Jembatan Otista, Warga Harap Kota Bogor Lebih Lancar

Sorot Rakyat • 03 Mei 2023 • 18:50 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Pembangunan jembatan Otto Iskandardinata (Otista) resmi dimulai. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan penutupan jalan Otista dan memberlakukan rekayasa lalu lintas. Di hari kedua, Selasa (2/5/2023), terpantau arus lalu lintas mengalami kepadatan di beberapa titik. Namun tidak sedikit dukungan warga terhadap proses pelebaran Jembatan Otista yang rencananya memakan waktu hingga akhir […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Pembangunan jembatan Otto Iskandardinata (Otista) resmi dimulai. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan penutupan jalan Otista dan memberlakukan rekayasa lalu lintas. Di hari kedua, Selasa (2/5/2023), terpantau arus lalu lintas mengalami kepadatan di beberapa titik.

Namun tidak sedikit dukungan warga terhadap proses pelebaran Jembatan Otista yang rencananya memakan waktu hingga akhir 2023. Seperti yang diungkapkan warga RW.01, Kebon Kelapa, Kelurahan Babakan Pasar, Zubaedi.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

Dia mengungkapkan Jembatan Otista tidak hanya digunakan warga Kota Bogor, tetapi warga luar Kota Bogor turut menggunakannya. Bahkan, menjadi jalur bagi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ketika pulang dan menerima tamu negara di Istana Bogor.

“Presiden RI pun lewat jalan ini. Makanya kita sebagai warga wajar jika sedikit banyak ikut berkorban untuk menyelesaikan revitalisasi jembatan ini, tidak jadi masalah. Lagian hanya sampai akhir tahun, sekitar 7 sampai 8 bulan. Memang dalam prosesnya aktivitas warga terdampak, khususnya ketika mau ke pasar yang harus berjalan lewat jalur lain. Ke Kampung Pulo Geulis tidak terlalu signifikan,” kata Zubaedi saat ditemui di Jembatan Otista, Selasa (2/5/2023).

Sebagai warga, ia berterima kasih dengan adanya pembangunan jembatan Otista. Semestinya revitalisasi dilaksanakan tahun kemarin atau tahun-tahun sebelumnya. Ke depan dirinya berharap ketika prosesnya rampung kemacetan yang terjadi dapat direduksi sehingga tidak menjadi separah yang terjadi beberapa tahun kebelakang, khususnya di akhir pekan.

Selanjutnya, Bagus (37), warga RT.01 RW. 08, Lebak Pasar yang mendukung revitalisasi Jembatan Otista sehingga ke depan jembatannya menjadi lebih lebar dibanding kondisi yang ada saat ini sehingga arus lalu lintas akan menjadi lebih lancar.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

“Harapan saya Bogor menjadi lebih lancar, sebelumnya macet banget apalagi dulu kan sempat dua arah. Sebagai warga, mendukung dengan adanya perubahan ini, dampak adanya ketidaknyamanan mah wajar, namanya juga pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga:  BlondySta Ekspos Keindahan Alam Eksotis Sleman Lewat Rilis Lagu Kaliurang

Rendra Siahaan, warga Jalan Sanggabuana, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah mengaku rutin menggunakan pedestrian seputaran SSA untuk berolahraga bersama keluarganya.

“Kalau menurut saya pastinya repot juga, tapi memang mau tidak mau, bottleneck ini mesti dibongkar dan direvitalisasi, sebagai warga pasti mendukung,” katanya.

Banyaknya kendaraan yang menggunakan Jalan Otista menjadi poin yang harus diperhatikan, sehingga revitalisasi Jembatan Otista semestinya diimbangi dengan perbaikan di titik-titik lain sepanjang Jalan Otista sehingga terintegrasi.

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna menuturkan, seiring waktu volume kendaraan yang melintasi Jalan Otista akan semakin bertambah. Sementara jika jalan dan jembatan Otista tidak diperlebar atau direvitalisasi, maka pada tahun 2025 Kota Bogor berpotensi mengalami stuck dalam konteks di jalur Sistem Satu Arah (SSA).

“Hal ini disebabkan penyempitan dan kapasitas jalan sudah tidak mendukung, khususnya penyempitan di Jembatan Otista, volume kendaraan semakin bertambah sehingga faktor kemacetan akan semakin meningkat di Jalan Otista. Jika tidak dari sekarang maka kita akan punya delikasi besar,” katanya. (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj