ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGRayakan Tasyakuran Ke-2, Aster Futsal Academy Cetak Karakter Anak dan Pererat KeluargaSorot Rakyat
Berita

Adipura 2026, Dedie Rachim: Predikat Bogor Menuju Kota Bersih Dibayar Keringat dan Air Mata

Sorot Rakyat • 25 Feb 2026 • 18:22 WIB
SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Sorak-sorai “Pasukan Kuning” pecah di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu (25/2/2026). Kedatangan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang memboyong sertifikat “Menuju Kota Bersih” dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, disambut bak pahlawan yang pulang dari medan perang. Namun, di balik selebrasi dan doa bersama yang dipimpin Kepala Kantor […]

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Sorak-sorai “Pasukan Kuning” pecah di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu (25/2/2026). Kedatangan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang memboyong sertifikat “Menuju Kota Bersih” dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, disambut bak pahlawan yang pulang dari medan perang.

Namun, di balik selebrasi dan doa bersama yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, Dede Supriatna, terselip sebuah pengakuan jujur dari sang wali kota.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Ini adalah langkah yang diambil dengan penuh keringat, darah, dan air mata,” ujar Dedie. Kalimat ini seolah menegaskan bahwa urusan sampah di Kota Hujan bukan sekadar estetika, melainkan pertarungan eksistensi kota di mata nasional.

Meski masuk dalam elit 35 kabupaten/kota dengan kategori sertifikat “Menuju Kota Bersih”, angka ini sebenarnya adalah alarm. Masih ada ratusan daerah lain yang masuk kategori pembinaan (253 daerah) dan pengawasan (132 daerah). Bogor memang unggul, tapi status “Menuju” menandakan pekerjaan rumah yang masih menggunung.

Tantangan terbesarnya bukan lagi sekadar menyapu jalanan setiap pagi, melainkan bagaimana menghentikan ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian sesak.

Ambisi Besar: Mengubah Bau Menjadi Cahaya

Dedie Rachim menegaskan bahwa sertifikat ini hanyalah “pemanasan”. Target sesungguhnya adalah transformasi radikal melalui proyek Waste to Energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

“Ini pekerjaan rumah besar. Kita tidak hanya bicara hilir (pembuangan), tapi hulu (pemilahan). Warga harus mulai memilah dari rumah, didukung TPS3R dan Bank Sampah,” tegasnya.

Visi PSEL ini dipandang sebagai solusi mutakhir untuk mengeliminasi timbulan sampah dari sektor rumah tangga, industri, hingga perhotelan (Horeka). Jika berhasil, Bogor bukan lagi sekadar “bersih” secara visual, tapi mandiri secara energi. Namun, mampukah infrastruktur dan kesadaran warga mengejar ambisi teknologi ini? Ataukah penghargaan ini hanya akan menjadi pajangan di tengah gunungan sampah yang masih menanti solusi konkret?

Baca Juga:  Jama'ah Majelis Al-Inayah Lanjutkan Ziarah Kubro 2025 ke Makam Sunan Gunung Jati

(FY)

#BogorMenujuCleanCity #DedieRachim #PasukanKuning #BogorPisan #ZeroWasteBogor

Editor & Penerbit: Den.Mj