ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGAster Putri Bogor Raih Juara 3 dan Top Scorer Piala Sekjen Jabar 2026Sorot Rakyat
Jawa Barat

Atang Minta PTMT Dilaksanakan Secara Matang dan Maksimal

Sorot Rakyat • 21 Okt 2021 • 16:26 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Dalam merayakan hari jadi ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menghadiri acara Diskusi Panel, yang digelar di Executive Lounge RSJMM Heritage Golf Field, Kamis (21/10). Acara yang digelar oleh PGRI Kota Bogor ini dibuka oleh Walikota Bima Arya dan mengusung tema ‘Pentingnya Pendampingan Psikologis […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Dalam merayakan hari jadi ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menghadiri acara Diskusi Panel, yang digelar di Executive Lounge RSJMM Heritage Golf Field, Kamis (21/10).

Acara yang digelar oleh PGRI Kota Bogor ini dibuka oleh Walikota Bima Arya dan mengusung tema ‘Pentingnya Pendampingan Psikologis dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Era Normal Baru’.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

Sebagai narasumber dalam diskusi, Atang mengungkapkan bahwa PTM Terbatas merupakan salah satu hal yang sangat dinantikan oleh siswa-siswi.

Karena hampir dua tahun, anak-anak kehilangan momen bercengkerama dengan teman-teman sekolah dan gurunya. Selama itu pula mereka lebih banyak berinteraksi dengan gadget.

Sehingga penting untuk menjaga psikologis anak agar bisa menjalani PTM Terbatas secara maksimal.

“Kan sudah hampir dua tahun tidak masuk ke sekolah, kemudian mereka merasakan kehilangan ketika tidak bertemu gurunya, teman-temannya. Maka ketika masa itu tiba (PTM Terbatas, red) tentu pelaksanaannya harus maksimal dan matang agar anak-anak terimpresi dengan baik,” ujar Atang.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

Sebagai orang tua yang memiliki empat orang anak, Atang mengaku merasakan momen dimana anak-anaknya merasa sangat antusias menyambut PTM Terbatas.

Hanya saja, Atang menilai terdapat perbedaan respon psikologis diantara anaknya yang duduk di bangku SMA, SMP dan SD dalam menyambut PTM Terbatas.

“Sehingga memang perlu penanganan dan perlakuan yang berbeda terhadap anak-anak tergantung jenjang pendidikannya,. Pendampingan psikologis dan relasi sosial ini penting, apalagi pendidikan ke depan perlu memperkuat pembinaan jiwa kepribadian anak didik”, ungkap Atang.

Lebih lanjut, Atang menilai PTM Terbatas menjadi momentum untuk menggapai Indonesia Emas 2045. Meski pandemi Covid-19 menjadi akar masalah sektor pendidikan saat ini, namun ia yakin setiap masalah pasti ada solusinya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum ahli waris TB. A Basuni Kembali Somasi Disparbud Kota Bogor

“Maka, apabila kita ingin Indonesia emas 2045 benar-benar terjadi, maka PTM saat ini menjadi milestone pendidikan calon pemimpin masa depan. Ada hikmah dari pandemi. Semoga pendidikan ke depan jauh lebih baik dengan sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Atang dan narasumber lain mendapatkan pin perlindungan anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor. (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj