ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGGandeng Danone, Dedie Rachim Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Damping Award 2026Sorot Rakyat
Berita

Belajar dari Musibah! Wali Kota Bogor Tegaskan Aturan Garis Sempadan Sungai

Sorot Rakyat • 04 Mei 2026 • 14:17 WIB
SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Bogor belakangan ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan peringatan tegas terkait maraknya bangunan yang melanggar aturan Garis Sempadan Sungai (GSS). Penegasan ini disampaikan Dedie merespons rentetan kejadian bangunan roboh […]

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Bogor belakangan ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan peringatan tegas terkait maraknya bangunan yang melanggar aturan Garis Sempadan Sungai (GSS).

Penegasan ini disampaikan Dedie merespons rentetan kejadian bangunan roboh akibat abrasi sungai, seperti yang menimpa rumah warga dan sebuah musala di RW 03, Kelurahan Pasirjaya. Bangunan-bangunan tersebut diketahui berdiri tepat di atas turap atau terlalu menjorok ke bibir sungai.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Ini menjadi pelajaran bersama bahwa aturan mengenai garis sempadan sungai dibuat bukan tanpa alasan. Ada aspek keselamatan yang harus diutamakan,” ujar Dedie Rachim saat ditemui di Balai Kota Bogor, Senin (4/5/2026).

Menurut Dedie, secara teknis, bangunan yang berdiri di atas turap memiliki risiko struktural yang sangat tinggi. Ketika debit air sungai meningkat drastis akibat hujan lebat, arus akan menggerus fondasi dan tanah di bawahnya (abrasi). Jika aturan sempadan diabaikan, maka bangunan tersebut hanya tinggal menunggu waktu untuk roboh.

“Bangunan yang berdiri di atas turap atau terlalu dekat dengan aliran sungai sangat rentan tergerus. Kami minta masyarakat mematuhi aturan tata ruang. Jangan karena keterbatasan lahan, aspek keselamatan diabaikan,” tambahnya dengan nada tegas.

Dedie juga menginstruksikan jajaran terkait untuk memperketat pengawasan bangunan di zona merah bencana. Pemkot Bogor kini tengah fokus melakukan mitigasi melalui normalisasi aliran air, pembersihan saluran, serta pemetaan titik-titik rawan longsor sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

“Potensi gerusan tanah dan longsor di bantaran sungai akan semakin besar selama intensitas hujan masih tinggi. Mari kita utamakan keselamatan jiwa di atas segalanya,” tutupnya.

Baca Juga:  DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan KUA-PPAS 2022

(FY)

#SorotRakyat #KotaBogor #DedieRachim #BeritaBogor #BencanaBogor #CuacaEkstrem #SempadanSungai # #Pasirjaya #MitigasiBencana

Editor & Penerbit: Den.Mjj