ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGWacika Lembur: Hadirkan Solusi Air Bersih Berkeadilan di Pelosok CianjurSorot Rakyat
Berita

Dedie Rachim : Kementerian PUPR dan World Bank Sepakat Bangun SPALD Terpadu di Kayumanis

Sorot Rakyat • 03 Nov 2023 • 01:07 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kunjungan lapangan World Bank di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Kamis (2/11/2023). Kunjungan lapangan World Bank ini untuk melihat secara langsung lokasi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpadu Kota Bogor di Kayumanis dan revitalisasi SPALD di Tegal Gundil. “Setelah melalui proses yang cukup […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kunjungan lapangan World Bank di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Kamis (2/11/2023).

Kunjungan lapangan World Bank ini untuk melihat secara langsung lokasi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpadu Kota Bogor di Kayumanis dan revitalisasi SPALD di Tegal Gundil.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Setelah melalui proses yang cukup panjang, Kementerian PUPR dan World Bank bersepakat untuk melaksanakan pembangunan SPALD Terpadu Kota Bogor yang rencana pembangunannya di pertengahan 2024 mendatang,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Dedie mengatakan, prosesnya memang cukup panjang karena ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari ketersediaan lahan dan dokumen. Terkait lahan, Pemkot sudah memiliki lahan. Lahan ini awalnya pada saat pemerintahan wali kota sebelumnya diperuntukkan untuk TPA. Namun, karena mendapatkan banyak penolakan dari warga akhirnya pada 2017 disetujui dan dialihkan peruntukannya untuk SPALD Terpadu.

“Dana pembangunan atau pembiayaan untuk pembangunan SPALD ini kami ajukan ke pemerintah pusat yang kemudian oleh pemerintah pusat diterima dengan memberikan anggaran melalui APBN dan pinjaman luar negeri (World Bank),” katanya.

Ia menerangkan, ke depan masih ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Yakni terkait perizinan dan menyiapkan akses jalan. Pemkot dan Kementerian PUPR harus menyiapkan perizinan agar pada saat pelaksanaannya sesuai rencana jadwal yang ditetapkan.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

“Terkait akses, lokasi lahan ini kan di Kayumanis yang nantinya juga akan dibagi dengan wisma atlet dan SPALD Terpadu, jadi sisanya dipakai untuk akses jalan dan terpotong jalan tol BORR,” ujarnya.

Ia menambahkan, semua kesiapan ini harus dikoordinasikan sebaik mungkin dengan berbagai instansi agar bisa berjalan baik. Dan yang juga tidak kalah penting ke depan terkait bagaimana pengelolaannya. Pengelolaan SPALD ini bisa saja ditugaskan ke PDAM dan Disperumkim Kota Bogor.

Baca Juga:  Yuliono Singsoot dan AM Kuncoro Rilis Lagu Kopi Reggae untuk Penikmat Kopi dan Reggae di Indonesia

“PDAM dan Disperumkim harus diskusi untuk pembagian tugas dan kewenangan serta retribusi yang dibebankan kepada pelanggan. Jadi masyarakat juga bertanggung jawab terhadap limbah buangannya. Dengan adanya SPALD ini juga akan mempercepat Kota Bogor mencapai ODF,” katanya. (Red)

Editor & Penerbit: Den.Mj