ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGAster Putri Bogor Raih Juara 3 dan Top Scorer Piala Sekjen Jabar 2026Sorot Rakyat
Berita

Dipenghujung Ramadhan, Sat Narkoba Polres Bogor Musnahkan 21.491 Botol Miras

Sorot Rakyat • 22 Apr 2022 • 15:16 WIB
Sorotrakyat.com | Bogor – Dipenghujung bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, jajaran Sat Narkoba Polres Bogor kembali musnahkan miras hasil Ops Pekat Lodaya 2022 bertempat di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Jumat (22/04/2022). Hadir dalam kegiatan ini Bupati Bogor Hj. Ade Yasin, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, SH, SIK, MH serta Forkopimda Kabupaten Bogor. Berbagai macam merk […]

Sorotrakyat.com | Bogor – Dipenghujung bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, jajaran Sat Narkoba Polres Bogor kembali musnahkan miras hasil Ops Pekat Lodaya 2022 bertempat di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Jumat (22/04/2022).

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Bogor Hj. Ade Yasin, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, SH, SIK, MH serta Forkopimda Kabupaten Bogor.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

Berbagai macam merk dan jenis minumam keras berhasil dirazia oleh Sat Narkoba Polres Bogor selama Ops Pekat Lodaya 2022 diwilayah hukum Kabupaten Bogor.

Minumam keras yang berhasil diamankan Sat Narkoba sebanyak 21.491 botol miras, 550 bungkus plastik minumam keras jenis ciu dan 10 drigen minumam keras jenis ciu.

“Berbagai macam jenis minuman keras yang diamankan Sat Narkoba dimusnahkan untuk mengantisipasi kerawanan kamtibmas menjelang idul fitri sehingga pada hari raya nanti situasi kamtibmas terkait penyakit masyarakat bisa dihindari di Kabupaten Bogor,” ungkap Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Muhammad Ilham, SIK, CPHR. (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis
Baca Juga:  KUA-PPAS Kota Bogor Disetujui: Antara Kebutuhan Publik dan Tekanan Politik