ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGGandeng Danone, Dedie Rachim Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Damping Award 2026Sorot Rakyat
Berita

Diperkuat Gitaris Band Legend Voodoo, E.A.T Rilis Single “Menyala Abangku”

Sorot Rakyat • 05 Jul 2024 • 12:48 WIB
Sorotrakyat.com | Jakarta – Gitaris band legendaris Voodoo, Edo Widiz membangun grup musik baru bersama Andrea dan Tixxy. Grup musiknya yang bernama E.A.T tersebut siap menggebrak industri musik rock Tanah Air melalui single perdananya yang berjudul Menyala Abangku, dirilis oleh PasarLagu Indonesia bersama label musik Ladofa Doredo pada Rabu (3/7/2024) di berbagai platform musik digital. […]

Sorotrakyat.com | Jakarta – Gitaris band legendaris Voodoo, Edo Widiz membangun grup musik baru bersama Andrea dan Tixxy. Grup musiknya yang bernama E.A.T tersebut siap menggebrak industri musik rock Tanah Air melalui single perdananya yang berjudul Menyala Abangku, dirilis oleh PasarLagu Indonesia bersama label musik Ladofa Doredo pada Rabu (3/7/2024) di berbagai platform musik digital.

Saat berada di Seoul, Korea pada Jumat (5/7/2024), Edo Widiz mengatakan kepada awak media melalui akun WhatsApp-nya bahwa ia suka mendirikan grup band bersama Tixxy dan Andrea, karena mereka sudah lama saling kenal. Tixxy dan Andrea merupakan Arranger di beberapa single Edo Widiz dalam solo karirnya.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

Edo Widiz merupakan Gitaris Voodoo dari awal berdiri dan tetap aktif hingga saat sekarang ini. Meskipun telah menjadi personal E.A.T, Edo Widiz yakin tidak akan mempengaruhi aktivitasnya di Voodoo.

“Nabrak-nabrak jadwal udah biasa. Atur-atur aja, yang pasti saya berkarya saja terus,” tulis Edo Widiz dengan beremotikon ketawa.

Bagi Edo Widiz yang jadi prioritas adalah berkarya saja. Bersama E.A.T ataupun dengan yang lain, ia tidak pernah membatasi diri dalam berkarya, apalagi dengan teman-teman yang ia tahu secara kualitas dan sefrekuensi dengannya dalam berkarya. Edo Widiz yakin akan selalu konsisten untuk berkarya terus bersama E.A.T.

Pada kesempatan berbeda, Andrea mengatakan E.A.T punya tiga personal, yaitu: Edo Widiz (lead guitar), Andrea (guitar), dan Tixxy (bass, vocal), mengusung aliran musik modern rock. Mereka menyebut genre musik E.A.T adalah modern rock, karena basic-nya Edo Widiz di rock, kemudian ada sentuhan synthesizer dan beberapa karakter DJ yang membuat kemasan musik mereka jadi modern dan kekinian.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis
Baca Juga:  Kapolres Bogor Peduli, Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Kurang Mampu

“Kami sajikan musik rock yang easy listening dengan ciri khas sound-sound modern, memadukan karakter rock Edo Widiz dengan musik-musik kekinian hingga jadi karakter baru yang lebih fresh untuk didengarkan saat ini. Dan saya sangat merasa terhormat ditunjuk juga sebagai Arranger dan Komposer di lagu Menyala Abangku, bersama Bapak Rulli Aryanto,” kata Andrea.

Andrea juga mengatakan, nama E.A.T dibuat oleh Rulli Aryanto yang merupakan Produser E.A.T, diambil dari inisial nama depan para personalnya. Mereka berharap karya-karya lagu mereka bisa “dimakan” atau diterima serta dinikmati oleh pendengar musik dimanapun berada.

Sementara itu Vokalis dan Bassis E.A.T, Tixxy mengatakan, project E.A.T mengalir begitu saja. Awalnya Tixxy dengan Edo Widiz sudah berkolaborasi terlebih dahulu di lagu pertamanya yang berjudul “Ku Bisa Gak Tahan”. Pada lagu tersebut Andrea yang menjadi arrangernya.

“Saya dan Edo Widiz memang tipikal musisi yang suka berkarya, jadi saat saya bersama Rulli Aryanto dan Andrea main ke rumah Mas Edo, muncul pertanyaan, ada lagu ke dua gak niy? Singkat cerita, akhirnya terlahirlah project E.A.T, alias Edo Widiz, Andrea, dan Tixxy. Lagu Menyala Abangku yang ditulis oleh Rulli Aryanto jadi single perdananya,” kata Tixxy.

Prinsip yang diyakini Tixxy, melakukan hal yang ia sukai. Berkarya di musik adalah kesenangannya. Tixxy merasa enjoy saat bisa berkarya dan berkolaborasi dengan banyak orang. Memang terkesan idealis, karena Tixxy tidak punya target bahwa lagunya harus terkenal ataupun harus viral. Yang terpenting Tixxy senang dan enjoy melakukannya, karena karya yang ia buat akan menjadi jejak digital.

Menurut Tixxy, project E.A.T dibuat karena mereka semua suka berkarya. Istilahnya, mereka melakukannya nothing to loose. Selama mereka enjoy dalam berkarya, mereka akan selalu mengeluarkan lagu-lagu selanjutnya. Memiliki frekuensi yang sama dalam memandang sebuah karya, sudah cukup untuk mereka berkomitmen.

Baca Juga:  Konsistensi Pemkot Bogor Tegakkan Perda KTR Raih Penghargaan Asean Smoke Free Award 2024

Rulli Aryanto dan Andrea yang menulis lagu “Menyala Abangku” mengatakan inspirasi lagu tersebut mereka dapatkan karena idiom “Menyala Abangku” lagi ramai digunakan netizen. Rulli Aryanto suka, karena idiom tersebut bermakna positif dan semangat.

Menurut Rulli Aryanto, lagu Menyala Abangku bercerita tentang hidup penuh perjuangan. Dalam menjalani hidup harus terus berjuang sampai tercapai impian untuk masa depan yang lebih baik.

“Para personil E.A.T masing-masing memang full time di musik, dan sangat mudah menyatukan mereka dengan kemampuan masing-masing personilnya. Tapi yang paling oke itu masing-masing tidak berekspektasi dalam berkarya, jadi mengalir saja. Mereka berkarya karena suka dan cinta musik,” kata Rulli Aryanto.

Videoklip lagu Menyala Abangku, single perdana dari E.A.T bisa kita tonton melalui link berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=Zenn-cxU0JA

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

(DR) Editor & Penerbit: Den.Mj