Beranda Advertorial GREEN-PARK 6.0 RSUD Kota Bogor Tembus 12 Proyek Terbaik WJIC 2026

GREEN-PARK 6.0 RSUD Kota Bogor Tembus 12 Proyek Terbaik WJIC 2026

0
GREEN-PARK 6.0 RSUD Kota Bogor Tembus 12 Proyek Terbaik WJIC 2026
Penandatanganan Letter of Intent (LoI) proyek GREEN-PARK 6.0 RSUD Kota Bogor oleh Direktur RSUD Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno, M.A.R.S., disaksikan langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muslimin Anwar, perwakilan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Heny Rahmawati, serta pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bentuk komitmen awal kemitraan investasi.

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Pemerintah Kota Bogor kembali mencatatkan prestasi strategis di tingkat regional. Proyek inovatif GREEN-PARK 6.0 – Gedung Parkir Vertikal Terpadu Blok 6 di RSUD Kota Bogor berhasil menembus jajaran 12 proyek strategis terbaik dalam ajang bergengsi West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Pencapaian ini membuka peluang yang sangat masif bagi Kota Bogor dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur publik secara modern melalui skema kemitraan pemerintah dan swasta (Public-Private Partnership).

WJIC merupakan ajang evaluasi dan seleksi komprehensif terhadap proyek investasi daerah yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat. Ajang ini dirancang khusus untuk menjaring proyek-proyek infrastruktur yang dinilai paling siap (ready to offer), layak secara teknis maupun finansial, serta memiliki daya tarik tinggi bagi pemodal swasta nasional maupun internasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, persaingan berlangsung sangat ketat dengan melibatkan sebanyak 40 proyek yang diajukan oleh 20 pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Seluruh peserta bertarung di lima sektor prioritas utama, yakni pengelolaan sampah terpadu, penyediaan air bersih, revitalisasi pasar rakyat, penerangan jalan umum (PJU), dan pengembangan sarana rumah sakit. Dari rangkaian proses seleksi tersebut, proyek GREEN-PARK 6.0 RSUD Kota Bogor dinilai sangat unggul dalam berbagai aspek penilaian oleh tim juri independen.

Keunggulan proyek ini terletak pada kesiapan dokumen perencanaan dan analisis teknis yang disusun secara matang. Dari aspek kelayakan finansial, GREEN-PARK 6.0 menawarkan struktur investasi yang sangat kompetitif dengan estimasi masa pengembalian modal (Return on Investment) yang terukur dan efisien. Selain itu, skema kerja sama yang ditawarkan dirancang berbasis transparansi, kepastian hukum, dan independensi pengelolaan, sehingga memberikan garansi rasa aman serta risiko terukur bagi investor swasta yang akan terlibat kelak.

Baca Juga:  Saling Hibah, Bima Arya Tinjau Lahan Untuk Asrama Mahasiswa Bogor di Sulsel

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa mekanisme evaluasi dan verifikasi WJIC tahun ini diterapkan jauh lebih ketat, objektif, dan selektif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tim penilai yang terdiri atas instansi pemerintah terkait, calon investor potensial, dan lembaga perbankan terjun langsung melakukan verifikasi lapangan (site visit) guna memastikan komitmen nyata dari pimpinan daerah terhadap keberlanjutan proyek.

“Setelah tahapan site visit ini, peserta yang masuk dalam jajaran 12 besar akan memaparkan presentasi akhir sebelum nantinya ditentukan Top Five terbaik untuk tingkat Jawa Barat. Pemberian penghargaan resmi akan digelar setelah seluruh tahapan seleksi diselesaikan, dan pemenangnya akan kita umumkan pada November mendatang,” tegas Muslimin Anwar, Rabu (2/9/2026).

Direktur RSUD Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno, M.A.R.S. mendampingi tim penilai WJIC 2026 saat tinjauan lapangan lokasi GREEN-PARK 6.0.
Direktur RSUD Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno, M.A.R.S. (tengah) memberikan penjelasan teknis terkait kesiapan lahan dan lokasi proyek Gedung Parkir Vertikal Terpadu GREEN-PARK 6.0 kepada tim penilai WJIC 2026 saat verifikasi lapangan (site visit) di area RSUD Kota Bogor.

Selain verifikasi lapangan, tim panitia WJIC juga memfasilitasi program roadshow serta kegiatan penajaman bisnis (business matching) dengan menghadirkan calon investor potensial yang telah mengekspresikan minat investasi secara konkret.

“Besar harapan kami, ajang ini tidak hanya berhenti pada sebatas kompetisi antardaerah. Hal yang paling krusial adalah bagaimana setiap proyek investasi yang dikurasi benar-benar terrealisasi secara fisik dan mendatangkan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya para pengguna fasilitas layanan publik di Kota Bogor,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa keberhasilan GREEN-PARK 6.0 menembus kualifikasi 12 besar bukan sekadar pencapaian administratif semata, melainkan sebuah solusi strategis dan taktis untuk menjawab tantangan krusial rumah sakit perkotaan, terutama ketersediaan daya tampung lahan parkir yang memadai.

Saat ini, RSUD Kota Bogor beroperasi sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama dengan kapasitas mencapai 500 tempat tidur, melayani tidak hanya warga Kota Bogor tetapi juga masyarakat dari wilayah Kabupaten Bogor dan daerah sekitarnya. Beban layanan yang sangat tinggi tersebut menuntut adanya dukungan infrastruktur penunjang yang tangguh dan modern.

Baca Juga:  Forkopimda Kota Bogor Pastikan Suasana Ibadah Kondusif, Bima Arya Ucapkan Selamat Natal

“Alhamdulillah, RSUD Kota Bogor selama lima tahun terakhir telah mengalami transformasi total. Dari rumah sakit yang dahulu kurang diperhitungkan, kini berkembang pesat menjadi pusat layanan kesehatan terdepan dengan standar kualitas yang terus membaik. Kami sangat berharap momentum ini membuka pintu masuk bagi alternatif pembiayaan kreatif di luar APBD,” ungkap Dedie A. Rachim saat menyambut kedatangan tim penilai WJIC di Balaikota Bogor, Rabu (2/9).

Optimisme senada disampaikan oleh Direktur RSUD Kota Bogor saat ini, dr. Sri Nowo Retno, M.A.R.S. Ia menegaskan bahwa pengembangan Gedung Parkir Vertikal Terpadu Blok 6 ini diproyeksikan tidak hanya untuk mengurai kemacetan dan penumpukan kendaraan di area rumah sakit, melainkan juga meningkatkan kenyamanan, efisiensi aksesibilitas, serta kenyamanan pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan layanan medis darurat secara cepat.

“Gedung parkir vertikal terpadu GREEN-PARK 6.0 dirancang terintegrasi dengan alur pelayanan kesehatan, sehingga tata kelola lalu lintas kendaraan di dalam kawasan RSUD menjadi jauh lebih tertib, aman, dan ramah lingkungan. Kami berkomitmen penuh mendukung skema investasi ini demi menghadirkan standar pelayanan publik yang unggul dan inklusif,” ujar dr. Sri Nowo Retno, Rabu (2/9).

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Direktur RSUD Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno, M.A.R.S., jajaran pejabat Pemkot Bogor, perwakilan Bank Indonesia, DPMPTSP Jabar, dan tim penilai West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 berfoto bersama di halaman Balaikota Bogor usai pembahasan proyek strategis GREEN-PARK 6.0.
Foto bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Direktur RSUD Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno, M.A.R.S., dan Tim Penilai WJIC 2026 di halaman Balaikota Bogor.

Sementara itu, Koordinator Tim Strategi dan Perencanaan Investasi DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Heny Rahmawati, mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga konsistensi dan kepastian komitmen terhadap pelaksanaan proyek GREEN-PARK 6.0. Kepastian kepemimpinan dan regulasi dinilai menjadi instrumen paling vital untuk memberikan jaminan keamanan berinvestasi bagi pihak swasta.

Sebagai bukti konkret atas keseriusan kerja sama tersebut, pada agenda tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman Awal atau Letter of Intent (LoI). Penandatanganan dilakukan secara bersama-sama oleh manajemen RSUD Kota Bogor, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat sebagai landasan kemitraan dalam mendukung suksesnya pengembangan proyek WJIC 2026.

Baca Juga:  Sekda Kota Bogor Berharap Dapat Terus Kerja Sama dengan Jakarta

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan langsung oleh Tim Penilai WJIC ke area RSUD Kota Bogor guna meninjau kesiapan fisik lahan, kondisi tata ruang, serta kelaikan lokasi proyek secara faktual.

Saat ini, proyek GREEN-PARK 6.0 tinggal melangkah ke tahap akhir penilaian. Masuknya proyek ini dalam jajaran 12 besar menjadi bukti konkret kapabilitas Pemerintah Kota Bogor dalam menyusun formulasi pembangunan yang matang secara teknis sekaligus menarik secara komersial. Lebih dari itu, terobosan ini membuktikan bahwa akselerasi pelayanan publik tidak harus bergantung sepenuhnya pada keterbatasan APBD, melainkan dapat diwujudkan melalui skema kemitraan yang transparan, profesional, dan berkelanjutan. (FY&P)

#RSUDKotaBogor #SriNowoRetno #GREENPARK60 #WJIC2026 #InvestasiKotaBogor #PemkotBogor #InfrastrukturBogor #KotaBogor #SorotRakyat #BeritaBogor

Editor & Penerbit: Den.Mj

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini