ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGAster Putri Bogor Raih Juara 3 dan Top Scorer Piala Sekjen Jabar 2026Sorot Rakyat
Berita

Geger! Dugaan Keracunan Massal Siswa di Bogor: Ini Reaksi Keras Wali Kota!

Sorot Rakyat • 14 Nov 2025 • 15:30 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat menangani dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di wilayah Kecamatan Bogor Selatan pada Jumat (14/11/2025). Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam dan berharap insiden serius ini tidak terulang. Ia langsung menyoroti masalah utama yang diduga menjadi pemicu. “Saya […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat menangani dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di wilayah Kecamatan Bogor Selatan pada Jumat (14/11/2025).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam dan berharap insiden serius ini tidak terulang. Ia langsung menyoroti masalah utama yang diduga menjadi pemicu.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Saya prihatin, mudah-mudahan tidak terjadi lagi manakala semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinkes. Nah, kebetulan yang tadi terjadi adalah SPPG yang baru dan belum mempunyai SLHS. Rencananya baru besok mau dilakukan pelatihan,” tegas Dedie Rachim di Gedung DPRD Kota Bogor.

Dedie Rachim menekankan pentingnya kehati-hatian dari semua pihak dan menegaskan agar urusan kesehatan anak-anak tidak diabaikan.

“Jangan sampai hanya gara-gara kecerobohan kemudian terjadi anak-anak sakit. Tetapi sejauh ini, laporan sudah ditangani oleh Dinkes, Puskesmas, semoga tidak bertambah,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan bahwa penanganan pasien dilakukan di Puskesmas Bogor Selatan, Bondongan, dan Lawanggintung.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit di Kota Bogor untuk kesiapan penerimaan pasien.

Saat ini, Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemiologi (wawancara SPPG dan kasus).

“Pengambilan sampel makanan dan spesimen dari pasien, koordinasi dengan pihak sekolah, agar melaporkan jika ada kasus tambahan,” ujarnya.

Selain itu, Dinkes sudah memerintahkan agar menghentikan konsumsi makanan yang telah didistribusikan namun belum dimakan.

“Dinkes juga terus melakukan tindak lanjut untuk antisipasi dan melakukan monitor kasus tambahan, pemeriksaan sampel ke labkesda, penanganan pasien, monitoring laporan kasus dari rumah sakit, puskesmas, dan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah porsi makanan yang didistribusikan oleh SPPG Batutulis 08 sebanyak 3.992 porsi yang didistribusikan ke 17 sekolah dengan 3 kloter distribusi.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja 59 Buruh di PT IMIP Tanggung Jawab Perusahaan dan Negara

“Dari data yang diperoleh, menu hari ini, nasi, ayam bakar, tumis jagung wortel, susu kotak, keripik tempe. Waktu timbul gejala pertama (onset) 10 sd 30 menit,” ujarnya.

Adapun gejala yang dialami oleh para pasien, di antaranya mual, muntah, diare, BAB berdarah dan berlendir, demam, pusing, menggigil, berkeringat, dan nyeri perut.

Retno memastikan bahwa Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor terus melakukan langkah preventif dan juga melakukan tindak lanjut sebagai antisipasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. (FY)

Editor & Penerbit: Den.Mj