ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGAster Putri Bogor Raih Juara 3 dan Top Scorer Piala Sekjen Jabar 2026Sorot Rakyat
Berita

Masuk 4 Kasus DBD Terbanyak! Syarifah: Kota Bogor Siap Lakukan Gerakan Jumantik Lebih Masif

Sorot Rakyat • 26 Mar 2024 • 03:42 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengundang empat kota/kabupaten dengan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak dalam rapat Penanggulangan DBD di ruang rapat Manglayang, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (25/3/2024). Empat kota/kabupaten dengan kasus DBD terbanyak, yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Bogor. […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengundang empat kota/kabupaten dengan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak dalam rapat Penanggulangan DBD di ruang rapat Manglayang, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (25/3/2024).

Empat kota/kabupaten dengan kasus DBD terbanyak, yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Bogor.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Kami mengarahkan kabupaten/kota untuk menekan penyebaran dan peningkatan kasus DBD dengan melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M plus dengan lebih masif,” ujar Bey Machmudin.

Tak hanya itu, Bey sapaannya juga meminta kepala daerah untuk turun ke lapangan bersama masyarakat melakukan gerakan PSN dan 3M Plus, serta mempersiapkan petugas kesehatan sekaligus dengan alat rapid NS1 Dengue. Karena alat rapid ini dapat mengetahui secara cepat seseorang itu terkena DBD atau tidak.

“Jadi yang kita tekankan dan fokuskan yakni menekan kematian dan menekan kasusnya. Data per hari ini di Jawa Barat ada 11.729 kasus DB dengan jumlah meninggal 105 orang,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, di Kota Bogor dari Januari sampai Maret tercatat ada 1.361 kasus DBD dengan angka kematian DBD delapan orang. Saat ini kasus DBD di Kota Bogor termasuk empat terbanyak di Jawa Barat, namun jika dibandingkan dengan 2023, angka kasus DBD di Kota Bogor menurun.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

“Pj. Gubernur mengingatkan supaya gerakan PSN dan 3M Plus lebih masif lagi apalagi sekarang masuk musim pancaroba,” ujar Syarifah.

Syarifah menuturkan, di musim pancaroba ini setiap harinya berubah-ubah, terkadang hujan lebat namun kemudian hari berikutnya kemarau. Hal ini tentu akan menyebabkan adanya genangan air yang menjadi sarang bagi nyamuk Aedes Aegypti. Meski di Kota Bogor memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik) satu rumah satu petugas, namun tetap harus ada kesadaran dari masyarakat untuk segera membersihkan jentik nyamuk.

Baca Juga:  Gempa 6.1 Magnitudo Guncang Kota Sukabumi Terasa Hingga Kota Bogor

“Apalagi katanya nyamuk Aedes Aegypti di musim ini memiliki kemampuan menggigit dua kali lebih banyak. Kami juga besok akan mengumpulkan kepala sekolah dan pondok pesantren agar bebersih jentik nyamuk, menghidupkan kembali UKS dan dokter anak karena pasien DBD didominasi anak-anak usia sekolah,” kata dia. (DR)
Editor & Penerbit: Den.Mj