ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGGandeng Danone, Dedie Rachim Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Damping Award 2026Sorot Rakyat
Advertorial

Lawan Risiko Amputasi! Strategi RSUD Kota Bogor Selamatkan Kaki Penderita Diabetes dari Luka Kronis

Sorot Rakyat • 29 Jan 2026 • 13:57 WIB
SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR – Luka pada kaki atau Diabetic Foot Ulcer (DFU) masih menjadi ancaman serius bagi penderita Diabetes Melitus. Jika tidak ditangani dengan tepat, komplikasi ini berisiko tinggi menyebabkan infeksi berat hingga tindakan amputasi. dr. Budhi Arifin Noor, Sp.B, Subsp.BVE(K), Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular di RSUD Kota Bogor, menjelaskan bahwa luka kaki […]

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR – Luka pada kaki atau Diabetic Foot Ulcer (DFU) masih menjadi ancaman serius bagi penderita Diabetes Melitus. Jika tidak ditangani dengan tepat, komplikasi ini berisiko tinggi menyebabkan infeksi berat hingga tindakan amputasi.

dr. Budhi Arifin Noor, Sp.B, Subsp.BVE(K), Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular di RSUD Kota Bogor, menjelaskan bahwa luka kaki diabetik dipicu oleh kombinasi tiga faktor utama: kerusakan saraf (neuropati), aliran darah yang buruk (iskemia), dan infeksi.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Neuropati menyebabkan penderita kehilangan sensasi nyeri. Akibatnya, luka kecil atau lecet sering tidak disadari hingga akhirnya meluas. Kondisi ini diperparah oleh gangguan sirkulasi darah atau Peripheral Arterial Disease (PAD) yang membuat nutrisi dan oksigen sulit mencapai jaringan luka,” ujar dr. Budhi, yang juga menjabat sebagai Country Representative D-Foot International, Kamis (29/01).

Pentingnya Pemeriksaan Menyeluruh

Di RSUD Kota Bogor, penanganan pasien dimulai dengan pemeriksaan mendalam. Dokter akan menilai aliran darah menggunakan alat seperti Ankle-Brachial Index (ABI) atau USG Doppler. Selain itu, tingkat kehilangan sensasi saraf diuji dengan monofilamen atau garpu tala.

Strategi Penanganan Modern

Dalam tatalaksana medis terkini, dr. Budhi menekankan pentingnya klasifikasi WIFi (Wound, Ischemia, Foot Infection) untuk menentukan tingkat keparahan luka. Penanganan tidak hanya fokus pada pembersihan luka (debridement), tetapi juga mencakup:

  1. Offloading: Penggunaan alas kaki khusus untuk mengurangi tekanan pada area luka.
  2. Revaskularisasi: Prosedur bedah (seperti angioplasti atau bypass) untuk memperbaiki aliran darah.
  3. Pengendalian Infeksi: Pemberian antibiotik yang tepat berdasarkan uji laboratorium.
  4. Kontrol Gula Darah: Menjaga glukosa tetap stabil untuk mempercepat regenerasi jaringan.

Pentingnya Tim Multidisiplin

Kesuksesan pengobatan luka kaki diabetik sangat bergantung pada kerja sama tim multidisiplin yang melibatkan ahli bedah vaskular, dokter penyakit dalam, hingga perawat luka. Edukasi pasien untuk melakukan pemeriksaan mandiri setiap hari tetap menjadi garda terdepan pencegahan.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis
Baca Juga:  Dedie Rachim: Keroncong ASEAN bisa menjadi alternatif destinasi wisata di Kota Bogor

“Pencegahan selalu lebih baik. Dengan deteksi dini dan perawatan yang terkoordinasi, sebagian besar kasus dapat disembuhkan tanpa harus berakhir dengan kecacatan,” tutupnya. (Adv)

#LukaKakiDiabetik #Diabetes #BedahVaskular #KesehatanKaki #RSUDKotaBogor #DFootInternational #TipsSehat #InfoKesehatanBogor

Editor & Penerbit: Den.Mj