ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGWacika Lembur: Hadirkan Solusi Air Bersih Berkeadilan di Pelosok CianjurSorot Rakyat
Jawa Barat

Pihak Swasta MNR & BRIN Temui Bima Arya, Kebun Raya Bogor Harus Sesuai Prinsip Konservasi

Sorot Rakyat • 29 Sep 2021 • 07:39 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan pertemuan dengan PT Mitra Natura Raya (pengelola Kebun Raya Bogor) dan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Balaikota Bogor, Selasa (28/9/2021). Pertemuan tersebut menindaklanjuti rencana operasional wisata malam dengan permainan lampu atau GLOW di Kebun Raya Bogor. Bagi Bima Arya, prinsip pengembangan kawasan tersebut […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan pertemuan dengan PT Mitra Natura Raya (pengelola Kebun Raya Bogor) dan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Balaikota Bogor, Selasa (28/9/2021).

Pertemuan tersebut menindaklanjuti rencana operasional wisata malam dengan permainan lampu atau GLOW di Kebun Raya Bogor. Bagi Bima Arya, prinsip pengembangan kawasan tersebut harus berpedoman pada asas konservasi, selain tentunya untuk wisata.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

“Kami menyepakati bersama teman-teman dari Mitra Natura Raya, bahwa Kebun Raya Bogor (KRB) ini adalah pusat konservasi, juga tempat untuk kajian dan riset, selain untuk wisata. Karena itu, konsep pengembangan KRB semestinya harus selalu berpedoman kepada prinsip-prinsip tadi,” ungkap Bima Arya.

Bima menjelaskan, keberadaan KRB menjadi penyelamat Kota Bogor dengan segala manfaatnya sebagai kawasan hijau. “Kalau tidak ada KRB wajah Bogor tidak akan seperti ini. KRB juga yang menjadi karakter Kota Bogor. Pemkot terus berkoordinasi dengan LIPI (BRIN) untuk mendorong proses diakuinya KRB sebagai world heritage, sebagai pusaka dunia. Ini masih berproses terus. Kita akan dukung itu,” jelasnya.

Terkait dengan kekhawatiran sejumlah pihak yang menyebut bahwa wisata malam di KRB dapat mengganggu habitat tanaman dan ekosistem yang ada, Bima menegaskan harus diletakan secara obyektif dan scientific.

“Jadi, saya minta agar konsep Glow ini dikaji dengan melibatkan para pakar. Ada dari IPB, ada dari BRIN juga untuk bisa memberikan jawaban terkait dengan kekhawatiran publik. Karena semuanya harus punya data, landasannya. Ada berapa sekarang spesies di kebun raya, kalau malam kira-kira seperti apa komunitasnya, dan sejauh mana aktivitas itu bisa mengganggu, ini semua harus melakukan kajian,” tandasnya.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis
Baca Juga:  Ramadhan di Kota Bogor: Hiburan Malam Tutup, Sahur On The Road dan Petasan Dilarang!

Ia pun sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor untuk berkoordinasi dengan BRIN dan IPB University. “Apapun jawabannya nanti tentu kami akan komunikasikan lagi dengan Mitra Natura Raya. Pada intinya kami ingin memastikan bahwa semuanya tetap berjalan sesuai dengan karakter Kota Bogor dan potensi yang ada di Kebun Raya,” kata Bima.

Di tempat yang sama, Komisaris Utama PT Mitra Natura Raya Ery Erlangga menyebut bahwa pihaknya tetap mengedepankan konservasi dan juga memelihara situs-situs yang ada di KRB sebagai potensi untuk jadi world heritage.

“Jadi, tentunya kami menerima masukan. Kita menunggu hasil dan data-data yang menunjukan seperti apa dampak yang yang akan timbul jika terlaksana wisata edukasi malam yang bernama GLOW. Kita tidak serta merta meninggalkan rambu-rambu konservasi, dan edukasi,” ujar Ery.

Ery berharap, dengan adanya kajian dan data-data bisa menjawab semua kekhawatiran publik. Untuk itu, sembari menunggu kajian tersebut rampung, GLOW di KRB sementara tidak akan dibuka untuk umum terlebih dahulu.

“Ini kan memang belum beroperasi (masih trial). Tapi tadi pak Wali Kota perintahkan untuk menghentikan dulu sementara sebelum ada jawaban atas data-data tadi. Sebenarnya untuk catatan saja, wisata malam di berbagai pelosok dunia sudah sering dilakukan. Jadi, ini bukan suatu yang baru. Tentunya di Kebun Raya lain itu juga punya kajian-kajian mengenai wisata malam tersebut,” pungkasnya. (red)

Editor & Penerbit : Den.Mj