SOROTRAKYAT.COM | NASIONAL β Langkah taktis Presiden Prabowo Subianto melibatkan institusi akademik dalam membenahi tata kelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih serta monitoring program strategis nasional merupakan terobosan fundamental. PROUI, sebagai motor penggerak yang tegak lurus mengawal agenda pemerintahan, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah hulu ledak penting demi memastikan seluruh program pro-rakyat dieksekusi dengan transparansi mutlak dan integritas tanpa kompromi.
Ketua Umum PROUI, Dr. Kun Nurachadijat, S.E., M.B.A., menyoroti bahwa kekhawatiran terbesar selama ini terletak pada manajemen akar rumput. Aset negara yang diredistribusi, seperti lahan produktif, kerap kali macet atau tidak optimal akibat minimnya kapasitas tata kelola di tingkat desa.
“Hadirnya dunia akademik ke dalam Kopdes Merah Putih bukan formalitas kosmetik. Ini adalah suntikan sains manajemen dan kepakaran konkret,” ujarnya kepada sorotrakyat.com, Jum’at (26/06).
Ia menegaskan bahwa, “Kampus turun tangan untuk memitigasi risiko penyelewengan, sekaligus mengonversi unit ekonomi desa menjadi entitas mandiri yang produktif sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945,” tegas Dr. Kun.
Benteng Pertahanan Melawan Serakahnomic
Lebih dari sekadar fungsi edukasi, pelibatan kampus dalam sistem monitoring nasional diproyeksikan sebagai early warning system (sistem peringatan dini) yang objektif dan berbasis data. Pengawasan ketat dari civitas akademika menjadi sangat krusial dalam mengawal sejumlah agenda krusial pemerintah, seperti:
- Penyitaan aset koruptor untuk subsidi rakyat.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Akselerasi Hilirisasi sumber daya alam nasional.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan strategis tidak dibajak oleh kepentingan kelompok atau terjebak dalam inefisiensi birokrasi. Data akademis yang jujur akan menjadi benteng pertahanan utama melawan praktik serakahnomic yang berpotensi merugikan hajat hidup orang banyak.
PROUI menyatakan komitmen penuh untuk berada di garis depan, mengunci sinergi segitiga antara Pemerintah, Kampus, dan Rakyat. Kolaborasi ini harus menjadi instrumen perlawanan nyata untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan kebodohan, sekaligus memastikan roda pemerintahan Prabowo-Gibran tetap bergerak lurus menuju kemandirian ekonomi yang berkeadilan.
(FY)
#PROUI #PrabowoSubianto #KopdesMerahPutih #KunNurachadijat #TransparansiNasional #MakanBergiziGratis #Hilirisasi #SinergiKampus #SorotRakyat #KemandirianEkonomi
Editor & Penerbit: Den.Mj

Tinggalkan Balasan