Hukum, Berita, Bogor, Kabupaten Bogor, Nasional, Pendidikan, Sospol

Proyek Revitalisasi Rp 792 Juta SMP Gunung Mulya Tenjolaya Disorot: Abaikan K3 Hingga Dinding Retak

👤 Sorot Rakyat 📅 10 Oktober 2026 🕒 16:25 WIB
Proyek Revitalisasi Rp 792 Juta SMP Gunung Mulya Tenjolaya Disorot: Abaikan K3 Hingga Dinding Retak

SOROTRAKYAT.COM | KABUPATEN BOGOR — Pelaksanaan proyek Bantuan Pemerintah untuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, menuai sorotan publik. Proyek bernilai Rp 792.913.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 ini diduga mengabaikan standar keselamatan kerja serta memiliki kualitas pengerjaan fisik yang memprihatinkan.

Papan Nama Proyek Bantuan Pemerintah Revitalisasi SMP Gunung Mulya APBN 2026.
Papan informasi proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Gunung Mulya, Tenjolaya, Kabupaten Bogor bersumber dari APBN 2026 senilai Rp 792.913.000. (Foto: Dok. Sorot Rakyat)

Berdasarkan pantauan langsung tim Sorot Rakyat di lokasi pada Jumat (9/10/2026) sekira pukul 09.26 WIB, pengerjaan konstruksi di area atap sekolah dinilai mengancam keselamatan para pekerja.

Tampak tiga orang pekerja sedang memasang genteng metal pasir di ketinggian tanpa dilindungi Alat Pelindung Diri (APD) standar K3, seperti helm keselamatan, sabuk pengaman (harness), maupun sepatu boot. Para pekerja hanya mengandalkan susunan perancah dari bambu dan terpaksa duduk di pinggiran atap tanpa pengaman yang memadai.

Pekerja Atap SMP Gunung Mulya Memasang Genteng Tanpa Perlengkapan APD K3.
Sejumlah pekerja tampak memasang genteng metal pasir di atap gedung SMP Gunung Mulya tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) K3 lengkap, Jumat (9/10/2026). (Foto: Dok. Sorot Rakyat)

Tidak hanya abaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), aspek teknis kelayakan bangunan juga disinyalir penuh celah. Sambungan antara balok beton lama dan konstruksi rangka baja ringan baru terlihat hanya menumpuk di atas adukan semen, tanpa dilengkapi angkur pengikat atau dynabolt yang semestinya.

Di samping itu, kabel jaringan listrik bertegangan terlihat menjuntai secara acak di atas balok. Pada bagian struktur bawah, dinding ruang kelas bercat biru juga tampak mengalami retakan vertikal yang cukup signifikan dari atas hingga bawah.

Sambungan Rangka Baja Ringan Tanpa Dynabolt dan Dinding Retak Vertikal SMP Gunung Mulya.
Kondisi tembok kelas yang mengalami retak vertikal serta tumpukan adukan semen pada pertemuaan balok beton dan rangka baja ringan. (Foto: Dok. Sorot Rakyat)

Untuk menjaga keberimbangan informasi (cover both sides), media ini mencoba mengonfirmasi temuan tersebut kepada Kepala SMP Gunung Mulya, Ibu Juaeriah, selaku penanggung jawab Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang mengelola proyek swakelola ini.

Namun, Juaeriah enggan memberikan tanggapan mendalam terkait teknis pengerjaan dan mengarahkan konfirmasi ke pihak pengawas.

Kabel Listrik Menjuntai di Balok Beton Struktur SMP Gunung Mulya Tenjolaya.
Kabel listrik tampak menjuntai di sekitar struktur balok dan rangka baja ringan yang sedang dikerjakan. (Foto: Dok. Sorot Rakyat)

“Untuk teknis pekerjaan silakan langsung konfirmasi ke pihak konsultan pengawas saja ya,” ujar Juaeriah singkat saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga:  Barak Militer Jadi Solusi: Pemkot Bogor Gandeng Yonif 315/Garuda Bina Anak Bermasalah

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak konsultan pengawas maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi. Tim Sorot Rakyat masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut demi memastikan transparansi penggunaan dana publik tersebut.

(HS)

#KabupatenBogor #Tenjolaya #Pendidikan #TransparansiAnggaran #K3 #SorotRakyat #BeritaBogor #DinasPendidikanKabupatenBogor

Bagikan Artikel Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SR FM
Radio Streaming 24/7
💬 📞