SOROTRAKYAT.COM | KABUPATEN BOGOR — Pelaksanaan proyek Bantuan Pemerintah untuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, menuai sorotan publik. Proyek bernilai Rp 792.913.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 ini diduga mengabaikan standar keselamatan kerja serta memiliki kualitas pengerjaan fisik yang memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan langsung tim Sorot Rakyat di lokasi pada Jumat (9/10/2026) sekira pukul 09.26 WIB, pengerjaan konstruksi di area atap sekolah dinilai mengancam keselamatan para pekerja.
Tampak tiga orang pekerja sedang memasang genteng metal pasir di ketinggian tanpa dilindungi Alat Pelindung Diri (APD) standar K3, seperti helm keselamatan, sabuk pengaman (harness), maupun sepatu boot. Para pekerja hanya mengandalkan susunan perancah dari bambu dan terpaksa duduk di pinggiran atap tanpa pengaman yang memadai.

Tidak hanya abaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), aspek teknis kelayakan bangunan juga disinyalir penuh celah. Sambungan antara balok beton lama dan konstruksi rangka baja ringan baru terlihat hanya menumpuk di atas adukan semen, tanpa dilengkapi angkur pengikat atau dynabolt yang semestinya.
Di samping itu, kabel jaringan listrik bertegangan terlihat menjuntai secara acak di atas balok. Pada bagian struktur bawah, dinding ruang kelas bercat biru juga tampak mengalami retakan vertikal yang cukup signifikan dari atas hingga bawah.

Untuk menjaga keberimbangan informasi (cover both sides), media ini mencoba mengonfirmasi temuan tersebut kepada Kepala SMP Gunung Mulya, Ibu Juaeriah, selaku penanggung jawab Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang mengelola proyek swakelola ini.
Namun, Juaeriah enggan memberikan tanggapan mendalam terkait teknis pengerjaan dan mengarahkan konfirmasi ke pihak pengawas.

“Untuk teknis pekerjaan silakan langsung konfirmasi ke pihak konsultan pengawas saja ya,” ujar Juaeriah singkat saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (9/10/2026).
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak konsultan pengawas maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi. Tim Sorot Rakyat masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut demi memastikan transparansi penggunaan dana publik tersebut.
(HS)
#KabupatenBogor #Tenjolaya #Pendidikan #TransparansiAnggaran #K3 #SorotRakyat #BeritaBogor #DinasPendidikanKabupatenBogor

Tinggalkan Balasan