ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKING92 Persen Warga Bogor Minim Olahraga: Tantangan Kesehatan di HUT ke-81 PMISorot Rakyat
Berita

Sorotan Krisis Retail Bogor: Opsi Pensiun Dini dan Mutasi Ancam Pekerja Yogya Store, SPN Siapkan Kampanye Internasional!

Sorot Rakyat • 08 Okt 2025 • 18:35 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor — Dinamika buruh di sektor ritel kembali memanas. Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) SPN PT. Akur Pratama BGI (Yogya Store), Cimanggu, Bogor, bergerak cepat merespons kebijakan strategis manajemen yang dikhawatirkan mengancam nasib dan kepastian kerja puluhan karyawannya. Dalam pertemuan kritis dan tertutup di Dapur Solo, Tanah Sareal, Bogor, pada Selasa (07/10/2025), perwakilan […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor — Dinamika buruh di sektor ritel kembali memanas. Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) SPN PT. Akur Pratama BGI (Yogya Store), Cimanggu, Bogor, bergerak cepat merespons kebijakan strategis manajemen yang dikhawatirkan mengancam nasib dan kepastian kerja puluhan karyawannya. Dalam pertemuan kritis dan tertutup di Dapur Solo, Tanah Sareal, Bogor, pada Selasa (07/10/2025), perwakilan pekerja melakukan konsultasi intensif dengan Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN), Iwan Kusmawan, S.H.

Pertemuan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan langkah strategis untuk membedah tawaran dua opsi mengejutkan dari manajemen perusahaan: program pensiun dini atau melanjutkan hubungan kerja dengan konsekuensi pelatihan ulang (training) dan kemungkinan mutasi ke unit di luar wilayah Bogor.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

Ketua PSP SPN PT. Akur Pratama BGI, Endang, secara lugas memaparkan kekhawatiran anggota terkait opsi-opsi tersebut, yang dinilai sebagai “buah simalakama” bagi pekerja. Menanggapi situasi ini, Ketua Umum SPN, Iwan Kusmawan, S.H., mengambil sikap yang lebih jauh. Ia menegaskan akan menelaah kondisi finansial dan rantai pasok perusahaan sebelum menentukan langkah advokasi.

Pernyataan Iwan Kusmawan mencerminkan pandangan kritis dan unik yang jarang diangkat dalam konflik buruh lokal:

“Saya harus memastikan terlebih dahulu situasi aktual dan hubungan bisnis terbesar dari PT. Akur Pratama, termasuk rantai pasok dan para suppliernya. Setelah di cek ternyata, supplier terbesarnya adalah Sayap Mas dan Unilever. Ini bisa menjadi kampanye internasional karena kedua supplier terbesar tersebut juga menjadi supplier ditingkat internasional,” ungkap Iwan, menyoroti potensi tekanan global.

Data ini menjadi kartu truf SPN. Dengan melibatkan supplier multinasional, kasus ini berpotensi diangkat ke ranah isu ketenagakerjaan global, menepis anggapan bahwa masalah ini hanyalah urusan internal lokal. Iwan juga menyentil fakta kontradiktif di lapangan: PT. Akur Pratama BGI, Cimanggu, Bogor, merupakan bisnis retail yang masih cukup menjanjikan, terbukti dengan pembangunan gedung baru yang sedang dilakukan. Pertanyaannya, mengapa perusahaan yang sedang berekspansi malah menawarkan program pensiun dini?

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis
Baca Juga:  Dansektor 7 : Pabrik-pabrik Wajib Hormati Perpres No. 15 Tahun 2018 "Jaga Bumi Kita, Jaga Citarum Kita"

SPN mencatat lima poin penting yang menjadi fokus utama perjuangan mereka, mengindikasikan adanya masalah struktural yang lebih dalam di internal perusahaan:

  1. Pemutihan status kerja karyawan yang selama ini masih belum jelas.
  2. Rencana penerimaan karyawan baru di lingkungan PT. Akur Pratama (di tengah isu pensiun dini).
  3. Penawaran kompensasi bagi karyawan yang memilih program tertentu.
  4. Penawaran mutasi kerja ke luar wilayah Bogor (yang berpotensi menjadi PHK secara halus).
  5. Program pensiun dini yang disampaikan pihak manajemen.

SPN dengan tegas menuntut agar setiap kebijakan yang berdampak pada pekerja harus berlandaskan prinsip dialog sosial, transparansi, dan menghormati hak-hak normatif pekerja.

“SPN akan memastikan agar setiap keputusan manajemen tidak menimbulkan kerugian bagi pekerja. Kami mendorong agar perusahaan tetap membuka ruang komunikasi dan musyawarah dengan serikat pekerja sebelum menerapkan kebijakan strategis yang berdampak luas,” tutup Iwan Kusmawan.

Koordinasi ini menandai langkah awal penyusunan strategi advokasi dan, jika perlu, langkah hukum untuk memastikan anggota SPN di Yogya Store Cimanggu mendapatkan perlindungan maksimal dari ancaman ketidakpastian kerja. Komitmen SPN adalah memperjuangkan hak-hak pekerja di sektor ritel agar tetap memperoleh kepastian kerja, kesejahteraan yang layak, serta lingkungan kerja yang manusiawi. (TS)

#SPN #YogyaStore #AkurPratama #PensiunDini #MutasiKerja #KonflikBuruh #RetailIndonesia #SayapMas #Unilever #HakPekerja #Bogor #Ketenagakerjaan

Editor & Penerbit: Den.Mj