Tanam 100 Tabebuya, Wali Kota Bogor Tunjukkan Inovasi “Sampah Jadi Cuan” ke Wamen LHK

Wali Kota Bogor Dedie Rachim Ajak Wamen LH Lihat TPS 3R MBR, Sampah Bogor Hasilkan Ekonomi Sirkular

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Semangat penghijauan dan pengelolaan lingkungan menggema di Jalan Regional Ring Road (R3), Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, pada Sabtu (22/11/2025).

Sebanyak 100 pohon Tabebuya berhasil ditanam dalam aksi kolaboratif antara Nusantara Motoriders Club (NMC), Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Diaz Hendropriyono.

banner 325x300

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud komitmen seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam pelestarian lingkungan.

“Ini sekaligus menunjukkan kepada Wamen LHK bahwa seluruh elemen di Kota Bogor ingin sekali mewujudkan kota yang bersih, bebas dari sampah, dan hijau,” ujar Dedie.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan rencana strategis Kementerian LHK untuk melibatkan Kota Bogor sebagai salah satu pelaksana program waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik, sebuah program prioritas Presiden Prabowo.

Wamen LHK, Diaz Hendropriyono, memberikan apresiasi tinggi dan menyampaikan bahwa penanaman pohon ini membawa pesan penting.

“Emisi apa pun yang kita keluarkan, jangan pernah lupa untuk terus menghijaukan Indonesia,” tegasnya, menekankan pentingnya tanggung jawab lingkungan bagi setiap aktivitas, termasuk riding motor.

Dia juga berterima kasih kepada Wali Kota Dedie Rachim yang terus mendorong Kota Bogor semakin hijau dan mendukung program waste to energy.

Vice President Nusantara Motoriders Club, Kenny Ginting, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan klub terhadap upaya penghijauan nasional.

“Klub kami berdiri sejak 9 bulan lalu, tepatnya 17 Februari 2025, dengan visi Rider for Green Indonesia. Sesuai visi, setiap perjalanan kami selalu disertai aktivitas pelestarian lingkungan,” ungkap Kenny, yang menyebut klubnya kini beranggotakan lebih dari 80 orang.

Baca Juga:  Dedie Rachim Dukung Kandaga Urang Sunda Gelar Pawai Obor dan Pagelaran Seni Peringati 1 Muharram

Setelah penanaman pohon, Dedie Rachim mengajak Wamen LHK dan para riders NMC untuk meninjau langsung proses pengolahan sampah menjadi ekonomi sirkular di Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi (Takesi), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Mutiara Bogor Raya (MBR) di sisi Jalan R3.

Dedie Rachim Ikut Penghijauan 100 Pohon Tabebuya di Jalan R3.

Wamen LHK kembali menyatakan apresiasinya terhadap inovasi dan upaya swadaya masyarakat Kota Bogor yang didukung penuh oleh Dedie Rachim dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Pengurus TPS 3R MBR, Titin, menjelaskan bahwa reformasi pengelolaan sampah berbasis swadaya masyarakat ini dimulai sejak 2017 dan berhasil meraih predikat terbaik pada 2019.

Saat ini, 100 persen sampah organik berhasil dikelola, di mana 80 persen diolah menjadi pakan fermentasi dan sisanya menjadi pakan magot, pupuk organik cair, serta kompos. Sampah anorganik dikelola oleh bank sampah dengan sekitar 140 nasabah.

Untuk sampah residu bernilai rendah (low value), TPS 3R MBR berinovasi menghasilkan berbagai produk:

  • Ecobrick untuk bahan kursi, meja, dan dekorasi.
  • Material lubang angin dari anorganik low value (memproduksi 2.000 pcs pada 2024).
  • Inovasi 2025: Bekerja sama dengan startup untuk membuat floor decking dari plastik yang tidak licin.

“Dari semua hasil tersebut, kami saat ini memiliki 12 karyawan. Kami juga memiliki berbagai produk serta menyediakan bahan pangan, seperti telur, ayam, lele, sayuran, dan ruang edukasi yang semuanya bersumber dari pengolahan sampah,” tutup Titin. (FY)

#BogorHijau #WasteToEnergy #DedieRachim #DiazHendropriyono #Tabebuya #NusantaraMotoriders #EkonomiSirkular

Editor & Penerbit; Den.Mj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *