Waduh ! Dugaan Kekhawatiran Warga Neglasari di Proyek PUPR Bogor Mulai Terbukti

Proyek pengerjaan beton jalan yang baru beberapa hari sudah mengalami kerusakan parah.

Sorotrakyat.com | Bogor – Seperti dalam tayangan berita yang lalu berjudul “Pemeng tender Rp 39 Miliar dan Dinas PUPR Diduga Main Mata”, kini mulai nampak. Pasalnya, baru 3 hari lalu saja pengrejaan pengecoran jalan raya Dramaga – petir wilayah Desa Neglasari RT 01 dan RT 02 RW 02 di kerjakan oleh CV Parfi Eka Usma, sudah mengalami keretakan di dua titik, terparah memang hanya satu titik dengan diameter rekahan di perkirakan lebar 2-4 mm, kedalam tembus hingga dasar beton sedalam 27 cm.

Kondisi kerusakan pengerjaan beton jalan yang baru dikerjakan beberapa hari sudah mengalami kerusakan.

Pihak Konsultan pengaws PT Bina Index Consult Asep Kosasih, St pun saat ditemui di lokasi membenarkan adanya kondisi yang terjadi, namun menurut nya hal itu tinggal di repeat (diulang) saja, setelah nya tembusan ke DINAS juga UPT.
“Betul-betul dan nati paling akan di repeat, sistim nya di grauting paling, dan nati akan ada tembusan ke DINAS dan ke UPT,” ujarnya kepada awak media Sorotrakyat.com, (25/08).

banner 325x300

Adapun penyebab terjadinya keretakan itu, Asep Kosasih ST., mulanya ia enggan memberikan keterangan spekulasi, dikarenakan banyak aspek penyebab, selain itu masih katanya, ia akan melakukan kajian teknis hingga investigasi terlebih dahulu.

“Itu banyak aspek penyebab, saya tidak bisa spekulasi masalah beton,itu mesti ada kajian teknis, nanti kita melakukan investigasi, mungkin dari beton nya, komposisi beton atau mungkin penanganan nya, banyak hal lah pokonya,” terangnya.

Namun pada akhirnya, Asep menyampaikan juga terkait teknis penangan keretakan atau kegagalan beton itu, katanya bisa saja di bongkar namun cukup menyita waktu atau cukup hanya di ripeting, namun tetunya tak mengabaikan dari kajian teknis.

“itu bisa gini ya, nati ada kajian teknis nya juga, bisa di bongkar,bisa di ripet,” tutup nya.

Baca Juga:  Forkopimda Prov. Jabar Gelar Apel Kehormatan Dan Renungan Suci Di TMP Cikutra

Kalaulah diamati, dari dua teknis disampaikan konsultan pengawas swasta itu, mengisyaratkan bahwa, sesungguhnya proses penanganan itu bisa dipilih, dengan langkah cepat alias instan (ripet) atau kah langkah memakan waktu dengan hasil maksimal (bongkar persegmen).

Disisilain, dengan adanya keretakan beton ini tentunya membuat penilaian masyarakat bahwa ini lantaran faktor dari kualitas bahan beton rendah alias kurang bagus, apalagi sebelunya Suhendar Ketua PAC PP Kecamatan Dramaga dan Sambas Alamsyah Ketum LSM GEMPAR sudah menduga.

Saat di pintai pandangan nya (Kamis, 25/8/22-22.25 WIB) Suhendar mengatakan bahwa saat itu dirinya baru menduga-duga, dan ia bersama anggota nya terus melakukan pengawalan sembari menghimpun data dilapanga yang kemudian harapan nya dapat dijadikan data pembanding nati.

“Kemarin saya menduga-duga ya, kalau pekerjaan dipaksakan selesai. Saya juga menduga, ini juga pada akhirnya akan prematur. Nah dugaan saya akhirnya terbukti degan adanya beton patah ini. Setau saya kalau sudah patah gini ini harus di ganti persegment, nah ini nanti yang lebih ahli di bidangnya yang bisa menjawab ini. Apakah dari betonya, ketebalan, atau mungkin dari ekstraksi betonya,” terangnya.

Rupanya penyampain Suhendar ini bernuansa pesan, bahwa dirinya bersama masyarakat akan tetap mengawal secara serius dalam program ini hingga selesai dan benar, bahkan ia pun masih menyindir ketidak hadiran pihak pengawasan DINAS PUPR atau yang mewakili untuk menyaksikan langsung proses pengerjaan program ini.

“Sangat perlu kehadiran pihak pengawas, pematau atau pengamat yang independen, mangkanya kehadiran saya disini akan menyajikan, membantu dengan data-data empirik. Data empirik ini akan saya sampaikan untuk membantu kajian teknis tadi, bisa kita bandingkan dengan konsultan pengawas, nah sampai saat pekerjaan berlangsung dari mualai titik 0 (STA 0) sampai STA,” katanya.

Baca Juga:  Rumah Pengasingan Bung Karno, Awal Lahirnya Pancasila

“Saya belum melihat nih keterwakilan dari pemerintah daerah minimal ya UPT nya lah. Harusnya kan monitoring pekerjaan ini !, adapun patahan yang terjadi menurut saya HARUS DI BONGKAR PERSEGMENT, kalau di injek TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH lah,” jelasnya.

“Dari awal juga saya tekan kan, kerjakanlah sesuai dengan sepack dan RAB, dari mulai ketebalan nya, panjang nya. Nah dugaan saya ini kan terbukti pekerjaan yang di buru-buru selesai yang akhirnya kwalitas juga mungkin dipertanyakan,” tutup Suhendar. (HrS)

Editor & Penerbit : Den.Mj

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *