Misteri Sumur 7, Ekskavasi BPK IX Tuai Kritik, Diduga Belum Sentuh Titik Arkeologis Utama

Sejumlah tim ahli dari BPK IX Jawa Barat saat melakukan pemantauan di titik-titik lubang uji (test pit) pada trase jalan baru di kawasan Lawang Gintung, Bogor Selatan, Selasa (10/3). Ekskavasi ini bertujuan mencari bukti tinggalan arkeologis sebelum proyek infrastruktur dilanjutkan.

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Upaya menyingkap tabir sejarah di kawasan Lawang Gintung terus bergulir di tengah sorotan tajam masyarakat dan pemerhati budaya. Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat saat ini tengah melaksanakan prosedur test pit atau uji gali arkeologis di trase jalan baru yang diproyeksikan sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita, tepatnya di area yang dikenal sebagai situs Sumur 7, Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan.

Kegiatan yang telah memasuki hari keempat pada Selasa (10/03/2026) ini bertujuan untuk memetakan potensi tinggalan benda cagar budaya di bawah permukaan tanah sebelum proyek infrastruktur jalan dilanjutkan. Namun, langkah teknis ini justru memicu perdebatan mengenai kedalaman penggalian dan efektivitas metode yang digunakan.

banner 325x300

Koordinator Tim Test Pit BPK IX Jawa Barat, Yudis, menjelaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari prosedur standar arkeologi untuk memastikan tidak ada situs atau artefak yang rusak akibat pembangunan. Rencananya, penelitian lapangan ini akan berlangsung selama delapan hari penuh.

“Kami melakukan pengumpulan data dengan metode ekskavasi terkontrol. Ini bukan sekadar menggali lubang, melainkan dikupas secara bertahap setiap 20 cm untuk melihat stratigrafi tanah dan potensi artefak di setiap lapisannya,” papar Yudis di lokasi.

Hingga hari keempat, tim telah membuka sekitar 7 hingga 8 kotak uji gali. Namun, Yudis mengakui bahwa sejauh ini belum ditemukan indikasi arkeologis yang signifikan. Ia menduga adanya kemungkinan transformasi lahan akibat faktor alam seperti longsoran di masa lalu yang mengubah susunan asli lapisan tanah di area tersebut.

FKPP Kritik Kedalaman Galian: “Sumur 7 Terkubur 7 Meter!”

Foto Kondisi peninggalan sejarah yang saat ini masyarakat menyebutnya sebagai sumur 7 pada saat belum tertimbun tanah urugan.

Di sisi lain, proses ini mendapat evaluasi kritis dari Luthfi Suyudi, Ketua Forum Kabuyutan Pakuan Pajajaran (FKPP). Menurutnya, penggalian dangkal yang dilakukan tim BPK IX tidak akan mampu menyentuh substansi sejarah Sumur 7 yang menjadi ikon kawasan tersebut.

Luthfi menegaskan bahwa berdasarkan data lapangan dan ingatan kolektif masyarakat, situs Sumur 7 saat ini berada di bawah timbunan tanah urugan yang mencapai kedalaman sekitar 7 meter.

“Mereka hanya menggali beberapa meter saja. Padahal, rahasia Sumur 7 itu terkunci jauh di bawah, tertimbun urugan setebal 7 meter. Jika hanya di permukaan, tentu hasilnya nihil. Kami mendesak BPK IX untuk menggali sesuai kedalaman situs yang sebenarnya agar sejarah besar di balik lokasi ini benar-benar terungkap,” tegas Luthfi dengan nada skeptis.

Kesenjangan antara metode standar arkeologi dan ekspektasi pelestarian nilai sejarah lokal ini menjadi tantangan besar. Warga dan budayawan berharap agar proyek jalan baru ini tidak justru mematikan sisa-sisa kejayaan Pakuan Pajajaran yang mungkin masih bersemayam di balik tanah Lawang Gintung. (HS)

#Arkeologi #Sumur7 #LawangGintung #SejarahBogor #CagarBudaya #BPKIX #KotaBogor #SorotRakyat

Editor & Penerbit: Den.Mj

Baca Juga:  Terpikat Suara Merdu Supir Truk, 21Hom Record Bawa Ajab ke Dapur Rekaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *