ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kiri
ADVERTISEMENT
160×600
Skyscraper
Kuping Kanan
Sorot Rakyat • Media Terdepan Dalam BeritaIkuti: FB • IG • YT • TikTok
ADVERTISEMENT
728×90 — Header
Ganti dengan Ads 728x90 Jika ada
BREAKINGAster Putri Bogor Raih Juara 3 dan Top Scorer Piala Sekjen Jabar 2026Sorot Rakyat
Kota Bogor

Kemandirian dan Wawasan, Bukan Alasan untuk Restui Anak Bawah Umur Kendarai Motor

Sorot Rakyat • 21 Jan 2024 • 21:44 WIB
Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Ratu Vici Madani Puteri Achadijat, aktivis ekstra kurikuler MAN 1 Kota Bogor, menyoroti fenomena maraknya anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor. Ia menilai, restu orang tua untuk anak di bawah umur mengendarai motor tidak tepat, baik dari sisi kemandirian maupun wawasan. “Sudah rahasia umum, banyak sekali korban atas keteledoran restu […]

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Ratu Vici Madani Puteri Achadijat, aktivis ekstra kurikuler MAN 1 Kota Bogor, menyoroti fenomena maraknya anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor. Ia menilai, restu orang tua untuk anak di bawah umur mengendarai motor tidak tepat, baik dari sisi kemandirian maupun wawasan.

“Sudah rahasia umum, banyak sekali korban atas keteledoran restu orang tua ini,” kata Vici kepada redaksi media sorotrakyat.com dalam tulisannya yang berjudul “Demi Kemandirian & Penambahan Wawasan: Tepatkah Restui Anak Bawah Umur Kendarai Motor”, 19 Januari 2024.

ADVERTISEMENT — 336×280
AD CONTOH NATIVE feed • tipis
Native 1:4 • scroll santai Ayah

Vici menjelaskan, anak di bawah umur secara umum belum bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Selain itu, mereka juga belum memiliki kemampuan fisik yang memadai untuk mengendarai sepeda motor dengan aman.

“Meskipun banyak orang tua yang merestui anaknya mengendarai motor dengan alasan agar anaknya lebih mandiri, tetapi hal ini justru dapat mendistorsi pertumbuhan mental altruitik menjadi egois dari anak tersebut yang muncul,” kata Vici.

Vici juga menyoroti alasan orang tua yang merestui anaknya mengendarai motor agar anaknya dapat disuruh keluar di kala mereka sedang sibuk. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa orang tua tersebut tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengurus anaknya.

“Orang tua seharusnya lebih memperhatikan pertumbuhan dan pembimbingan anak-anaknya dengan optimal sesuai usianya, dan sesuai hukum pula,” kata Vici.

120×80
NATIVE FRAME
Rekomendasi redaksi
AD CONTOH NATIVE -single2 • tipis

Ia juga menyarankan para orang tua untuk memberikan alternatif kegiatan yang dapat menempa rasa kemandirian dan rasa peduli dengan orang lain, seperti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah.

“Banyak kegiatan di ekstra kurikuler yang dapat menempa dan menimbulkan rasa kemandirian dan rasa peduli dengan orang lain,” kata Vici.

Baca Juga:  Siap Hadapi Indonesia Emas 2045: Mampukah Lulusan UIKA Jadi Pahlawan Bangsa atau Pengangguran Terdidik?

Vici mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan untuk merestui anaknya mengendarai motor. Ia menilai, kemandirian dan wawasan bukanlah alasan yang tepat untuk restui anak di bawah umur mengendarai motor.(Red)

Editor & Penerbit: Den.Mj