Daffa Maryam Septerina: Dari Pecinta Literasi Menjadi Duta Baca Kota Depok

Daffa Maryam Septerina Duta Baca Kota Depok

Sorotrakyat.com | Depok – Daffa Maryam Septerina Sastra Andi Lolo, yang akrab disapa Daffa, adalah seorang remaja berprestasi yang menjabat sebagai Duta Baca Kota Depok di tahun 2023. Saat ini berusia 20 tahun, dia dilahirkan di Kota Depok pada tanggal 8 September 2003. Daffa memulai pendidikannya di Kabupaten Bogor, mengenyam pendidikan di SDIT Baitussalam, SMPN 1 Bojonggede, dan SMAN 1 Tajurhalang. Sebagai seorang mahasiswi, Daffa saat ini sedang menempuh studi psikologi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam keterangan yang dihimpun oleh redaksi Sorotrakyat.com, saat di masa SMA, Daffa telah meraih berbagai prestasi di berbagai organisasi. Ia dipercaya sebagai wakil ketua OSIS dan kemudian menjadi siswa yang telah diterima di PTN terlebih dahulu melalui jalur SNMPTN. Selain itu, Daffa juga menjabat sebagai Kepala Divisi Seni Budaya di Forum OSIS Jawa Barat dan Kepala Divisi Kreatif di Komunitas CAMABA AMBIS dengan nilai yang sangat baik.


Ketika memasuki perguruan tinggi, Daffa lebih banyak terlibat dalam kegiatan panitia dan menjadi anggota di berbagai komunitas, termasuk Komunitas UIN Bercerita. Dua kali ia mengikuti lomba cerpen dan berhasil meraih penghargaan sebagai penulis terbaik tingkat nasional, di antaranya meraih juara kedua. Selama masa kuliah, Daffa juga mendapati cerpennya yang dimasukkan ke dalam sebuah buku bersama dengan Gol A Gong yaitu Duta Baca Indonesia. Prestasi tersebut membuatnya terpilih sebagai duta dalam kategori favorite.


Daffa merasa sangat dekat dengan dunia baca tulis sejak usia dini. Mulai membaca dengan lancar sejak usia 4 tahun, menulis jurnal membaca di usia 5 tahun, hingga mulai menyusun cerpen di kelas 2 SD. Di masa SMP, Daffa aktif mengikuti komunitas pecinta literasi, dan saat SMA, ia bahkan berhasil memenangkan lomba menulis yang membawanya masuk ke jenjang perkuliahan.

Dari perjalanan panjangnya dalam dunia literasi, Daffa menyadari potensinya di bidang baca tulis. Ketika menemukan kesempatan menjadi Duta Baca, Daffa merasa memiliki peluang untuk mengekspresikan minatnya, terutama dalam literasi dan pemilihan kata-kata untuk meningkatkan minat baca di kalangan teman-temannya, serta membantu mereka dalam hal literasi.


Menurut Daffa, pengalaman selama seleksi duta merupakan pengalaman yang cukup kompleks namun juga menyenangkan. Sejak lama, Daffa telah penasaran dengan program Duta Baca Kabupaten Bogor karena tinggal dan belajar di wilayah tersebut. Namun, saat Daffa pertama kali membuka pendaftaran, ia menemukan salah satu syarat yang tidak bisa dipenuhinya, yaitu KTP harus beralamatkan di Kabupaten Bogor. Sedangkan KTP yang dimiliki Daffa terdaftar di Kota Depok. Saat itu, Daffa bimbang antara mundur dari seleksi atau tetap mencoba.


Setelah mempertimbangkan segala hal, Daffa menyadari bahwa tidak mungkin untuk mengubah KTP dan kartu keluarga karena hal tersebut melibatkan banyak anggota keluarganya. Akhirnya, Daffa memutuskan untuk mempelajari segala sesuatu tentang Kota Depok dari awal, mulai dari sejarahnya, kebudayaannya, hingga mengunjungi perpustakaan kota untuk lebih memahami apa yang dimiliki oleh Kota Depok. Hingga akhirnya, dengan tekad yang bulat, Daffa memutuskan untuk mendaftar sebagai Duta Baca Kota Depok.


Selama seleksi untuk menjadi Duta Baca Kota Depok, ada serangkaian tes termasuk wawancara, tes tulis, dan grand final. Daffa berusaha keras untuk persiapan tes wawancara karena menyadari bahwa kemampuannya dalam berbicara membutuhkan upaya dan latihan yang lebih besar. Dia dengan teliti menyiapkan jawaban untuk berbagai kemungkinan pertanyaan yang mungkin muncul. Ketika menghadapi tes tulis, Daffa dengan tekun mempelajari tentang Kota Depok dan mencatatnya.

Saat mencapai grand final, Daffa mulai memikirkan cara agar ia dapat menawarkan program yang inovatif dan tidak monoton seperti yang telah ada sebelumnya. Daffa ingin Duta Baca tidak hanya terpaku pada program-program konvensional seperti kunjungan ke sekolah-sekolah atau kegiatan mendongeng. Dia ingin membawa nuansa kreatif dan inovatif yang sangat dipahami oleh kaum muda dalam setiap program yang dia usulkan.


Program pertama yang dijalankan oleh Daffa ketika menjadi Duta Baca Kota Depok adalah membantu kegiatan Pusling atau perpustakaan keliling di Kota Depok, di mana Duta Baca Depok mengunjungi berbagai kecamatan, acara, dan sekolah yang mengundang Pusling. Tanggapan masyarakat terhadap Duta Baca Kota Depok sangat antusias, yang terbukti dengan tingginya partisipasi setelah pelaksanaan program atau kegiatan di lapangan. Masyarakat selalu bersemangat untuk bertanya kepada Duta Baca jika mereka memiliki kepentingan dalam suatu komunitas.


Selama menjabat sebagai Duta Baca Kota Depok, tantangan dan hambatan yang dihadapi dapat dirasakan oleh diri Daffa sendiri maupun bersama rekan-rekan Duta Baca Kota Depok lainnya, namun setiap tantangan tersebut berhasil diatasi dengan baik melalui kerjasama dan dukungan tim. Mereka saling memberi dukungan dan mengisi satu sama lain untuk menghadapi setiap rintangan yang muncul.


Manfaat yang diperoleh Daffa setelah menyandang tanggung jawab sebagai Duta Baca Kota Depok sangat beragam. Dari segi relasi, Daffa menemukan teman-teman yang sangat menyenangkan di Duta Baca Kota Depok. Menurutnya, teman-teman di Duta Baca Kota Depok tidak hanya menjadi rekan kerja, tetapi juga menjadi teman baik yang bisa diajak berbincang santai ataupun berdiskusi serius. Selain itu, menjadi Duta Baca juga memberikan manfaat besar bagi Daffa dalam memahami lebih dalam mengenai hambatan-hambatan yang menghambat perkembangan minat baca, khususnya di Kota Depok.

Daffa menjadi lebih sadar akan hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk meningkatkan minat baca tidak hanya di kalangan Duta Baca, tetapi juga di seluruh lapisan masyarakat Kota Depok. Dengan demikian, Daffa semakin terlibat dan peka terhadap kondisi darurat literasi, khususnya di Kota Depok.


Selama perjalanan hidupnya hingga menjadi Duta Baca Kota Depok, Daffa menginspirasi dirinya sendiri dengan tekad untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Selain itu, dukungan dari orang tua juga memberikan inspirasi besar baginya. Mereka selalu berusaha untuk memenuhi potensi Daffa dengan memberikan ilmu dan fasilitas yang mereka miliki.

Daffa juga merasa bertanggung jawab sebagai contoh atau role model bagi ketiga adiknya, agar mereka pun terdorong untuk berprestasi sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki. Selain itu, dukungan dari teman-teman juga menjadi salah satu sumber inspirasi bagi Daffa. Semua hal ini mendorong dan menginspirasi Daffa untuk mengikuti jejak menjadi seorang Duta Baca.


“Saran yang perlu diingat adalah untuk tetap menjadi diri sendiri, mengenal apa yang disukai dan apa yang belum dikuasai, serta mengetahui apa yang ingin dilakukan dan inovasi apa yang ingin dibawa. Meskipun memegang tanggung jawab tersebut mungkin hanya untuk satu tahun, namun dampak inspiratifnya akan dirasakan selamanya,” ujarnya.


Harapan Daffa terkait literasi sangatlah penting bagi kita semua. Indonesia masih menempati peringkat yang cukup rendah dalam rangking literasi dunia. Bukan karena masyarakat tidak memiliki minat, tetapi lebih karena mereka tidak sepenuhnya memahami apa yang sebenarnya mereka baca. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempertimbangkan bagaimana bacaan kita dapat mempengaruhi dan mengubah perilaku kita menjadi lebih baik.

“Semoga segala program literasi yang diinisiasi oleh pemerintah dapat berkontribusi secara positif dalam meningkatkan literasi secara keseluruhan. Meskipun hasil Programme for International Student Assessment (PISA) terbaru menunjukkan peningkatan dalam hal literasi di Indonesia, kita tetap harus terus menggenjot literasi, terutama dalam lingkup pribadi, agar negara ini dapat menjadi lebih maju,” pungkasnya. (Red)

Editor & Penerbit: Den.Mj

Exit mobile version