SOROTRAKYAT.COM | Jakarta — Selama satu dekade terakhir, Indonesia seolah terjebak dalam mitos pertumbuhan ekonomi di angka 5%. Namun, rilis data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,61% menjadi jawaban telak atas keraguan banyak pihak di tengah ketidakpastian global.
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) RI, Prof. Dr. Kun Nurachadijat, S.E., M.B.A., menilai pencapaian ini adalah validasi awal dari orkestrasi ekonomi “Hasil Cepat” atau Quick Wins di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah bukti lokomotif ekonomi di bawah Bapak Presiden Prabowo sudah melaju kencang di rel yang tepat,” ujar Prof. Kun dalam tulisannya yang diterima redaksi (10/05).
Menurutnya, pertumbuhan 5,61% adalah buah manis dari kebijakan belanja negara yang ekspansif namun terukur. Salah satu faktor kunci adalah program Makan Siang Bergizi Gratis yang memberikan efek pengganda (multiplier effect) luar biasa di tingkat akar rumput.
“Program ini bukan sekadar bansos, tapi strategi cerdas menggerakkan ekonomi lokal. Ribuan UMKM, petani, dan peternak kini punya kepastian pasar. Ini adalah demand-side economics yang bekerja secara presisi di jantung ekonomi desa,” tambahnya.
Selain itu, fokus pada kedaulatan pangan dinilai sukses menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Prof. Kun menekankan bahwa kepastian eksekusi di lapangan, kelanjutan hilirisasi, dan kemudahan investasi membuat investor asing melihat Indonesia sebagai “rumah yang stabil”.
Menutup pernyataannya, Prof. Kun optimis bahwa angka 5,61% hanyalah batu pijakan menuju target yang lebih besar.
“Dengan momentum ini, target pertumbuhan 8% yang dicanangkan bukanlah angan-angan kosong, melainkan target realistis yang sangat mungkin diraih tahap demi tahap demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (KDR)
EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #PertumbuhanEkonomi #QuickWins #KSP #MakanSiangGratis #IndonesiaMaju #BeritaEkonomi
Editor & Penerbit: Den.Mj
