Warisan Leluhur Terancam: Aliansi Budaya Jawa Barat Bergerak Atasi Longsor Batu Tulis

Makam Mbah Dalam Terancam Longsor, Aliansi Budaya Jawa Barat Desak Pemerintah Bertindak

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat menggelar pertemuan penting pada Minggu, 23 Maret 2025, di Sekretariat mereka. Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus dan anggota ini membahas berbagai agenda penting, mulai dari kegiatan keagamaan hingga aksi sosial.

Acara diawali dengan buka puasa bersama, mempererat tali silaturahmi antar anggota. Selanjutnya, dibahas persiapan acara halal bihalal keluarga besar Aliansi yang akan diadakan pada 12 April 2025 di Bumi Ageung Pakwan Padjadjaran. Acara ini direncanakan mengundang seluruh anggota Aliansi dan Forkopimda Kota Bogor.

banner 325x300

Susunan kepanitiaan halal bihalal pun telah ditetapkan, dengan Y. Firman sebagai ketua, Hapsah Rahayu dan Wahyudin sebagai sekretaris, serta Ki Agus Finlend dan Ki Bodas sebagai bendahara. Tjeptjep Thoriq dan Yayu akan bertanggung jawab atas acara, sementara Amih Yuyun, Dewi Awang, dan Susi menangani konsumsi.

Selain agenda keagamaan, pertemuan ini juga membahas isu lingkungan, yaitu dampak kekeringan 50 hektar sawah akibat saluran irigasi Binong Ciapus Tamansari.

Namun, perhatian utama Aliansi tertuju pada musibah longsor yang terjadi di Jalan Batu Tulis, Bogor. Aliansi menyatakan keprihatinannya dan memandang perlu untuk melakukan aksi nyata. Mereka melihat musibah ini berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama warga sekitar.

“Aliansi melihat dari sisi alur sejarah, letak jalan Saleh Danasasmita adalah alur sejarah Pakwan Padjadjaran, khususnya area jalan yang terkena longsor, yang berdekatan dengan makam Mbah Dalam, dan di sekitar jalan terdapat tiga mata air yang harus di jaga keberadaan dan keberlangsungannya. Aliansi merasa turut bertanggung jawab untuk menjaga kesakralan warisan leluhur sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada leluhur, dengan cara bersama-sama menjaga warisan leluhur,” ujar Ki Iman Sobar, salah satu pimpinan pertemuan.

Baca Juga:  Wujudkan Ketahanan Pangan, Dandim Tinjau Kesiapan Lahan Demlot Tanaman Cabe Rawit

Aliansi juga menyoroti kesulitan akses yang dihadapi warga dan lumpuhnya perekonomian UMKM di sekitar lokasi longsor. Untuk itu, mereka merencanakan serangkaian aksi:

  • Silaturahmi dengan warga terdampak pada Senin, 24 Maret 2025, untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan mereka.
  • Mengirim surat kepada Gubernur Jawa Barat untuk meninjau dan memberikan solusi atas permasalahan ini.
  • Jika tidak ada tanggapan dalam 14 hari, Aliansi akan melakukan penggalangan dana dari masyarakat sekitar untuk perbaikan jalan dan donasi bagi warga terdampak.


“Kami berharap aksi ini dapat meringankan beban warga dan mempercepat penanganan dampak longsor,” tambah Ki TB. Lufti Suyudi, pimpinan pertemuan lainnya. (DR)

Editor & Penerbit: Den.Mj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *