SOROTRAKYAT.COM I Subang, Lautan hijab memenuhi Aula Erdogan Ma’had LTIQ As-Syifa Jalancagak, Minggu (22/2/2026). Sekitar 1.500 peserta Pesantren Ummahat Ramadhan hadir dengan satu semangat: menjemput keberkahan dan memperkuat keistiqamahan di bulan suci.
Di tengah semangat itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi yang akrab disapa Kang Akur, hadir menyapa dan menguatkan tekad para ibu-ibu yang menjadi garda terdepan ketahanan moral keluarga.
“Kalau setiap kecamatan punya pengajian seperti ini, Masya Allah. Potensi umat ini luar biasa,” ujarnya penuh harap.
Ibu-Ibu, Pilar Peradaban

Bagi Kang Akur, kegiatan Pesantren Ummahat bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah gerakan akar rumput dari majelis ke majelis yang membangun karakter masyarakat Subang dari dalam rumah.
Ia menegaskan, peran perempuan dalam keluarga adalah pondasi utama lahirnya generasi berakhlak. Karena itu, istiqamah dalam menuntut ilmu dan menjaga silaturahmi menjadi kekuatan yang tak boleh padam.
“Optimalkan Ramadhan ini. Anggap seolah-olah ini Ramadhan terakhir kita. Ibadah harus lebih sungguh-sungguh,” pesannya.
As-Syifa, Aset Umat yang Harus Dijaga
Kegiatan yang digelar oleh Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah ini dinilai bukan hanya sebagai pusat transfer ilmu, tetapi juga pusat pembinaan karakter masyarakat.

Kang Akur bahkan mendorong agar kegiatan serupa ke depan digelar lebih besar, bahkan di Alun-Alun Kabupaten Subang, agar semangat syiar Islam semakin terasa di ruang publik.
“Jaga As-Syifa. Ini aset umat. Yang belajar di sini bukan hanya orang Subang, tapi dari berbagai daerah bahkan lintas negara,” tegasnya.
Subang Religius Bukan Sekadar Slogan
Menurutnya, visi religius Kabupaten Subang tidak cukup hanya tertulis di dokumen perencanaan. Religius berarti masyarakatnya dekat dengan Rabb-nya, kuat akhlaknya, dan hidup dalam nilai kebersamaan.
Pesantren Ummahat Ramadhan menjadi bukti bahwa denyut religius itu nyata dan hidup di tengah masyarakat.



Kegiatan berlangsung khidmat, penuh doa, dan harapan agar Subang semakin kokoh sebagai daerah yang religius, berkarakter, dan bermartabat.
(Asep W)













