
SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR — Konsistensi dan ketangguhan mental di atas gelanggang kembali dibuktikan oleh Raid Nadhif Lazuar, pesilat cilik berbakat berusia 7 tahun asal Kota Bogor. Setelah menyapu bersih tiga podium tertinggi sepanjang September hingga Oktober 2026, siswa kelas 1 C SDIT Suwarna Bogor ini sukses menorehkan kiasan gelar ‘treble winner’ lokal yang menginspirasi dunia olahraga usia dini.
Rangkaian dominasi tanpa celah Nadhif ditutup lewat kemenangan telak dengan skor 39–27 di babak final Indonesia Pencak Silat Santri Championship 2026 Piala Gubernur Banten, Minggu (25/10/2026) lalu. Hasil ini melengkapi dua medali emas nasional yang sebelumnya telah ia amankan di Kejuaraan Kesultanan Kanoman Cirebon dan ajang Sobat Gas Championship di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
Di balik sapu bersih medali emas tersebut, terdapat kisah kedisiplinan tinggi serta manajemen waktu yang luar biasa untuk anak seusianya. Nadhif tidak hanya ditempa menjadi seorang petarung tangguh di bawah naungan PS Maung Panca Ti Padjadjaran / IPSI Kota Bogor, melainkan juga tumbuh seimbang dalam akademis dan bidang keagamaan.
Ayahanda Nadhif, Rizki, membeberkan bahwa pihak keluarga sangat memperhatikan keseimbangan antara porsi pengembangan fisik dan penanaman nilai spiritual spiritual sang buah hati sejak dini.
“Bagi kami, keseimbangan antara prestasi fisik dan rohani si kecil adalah nomor satu. Makanya, selain digembleng fisik di gelanggang silat hampir setiap hari, Nadhif wajib fokus mengaji Tahfiz di hari Rabu dan mengikuti kegiatan Taekwondo sekolah setiap Senin. Kami ingin dia tangguh di olahraga, tapi juga kuat secara spiritual dan akademis sejak dini,” tutur Rizki membeberkan kunci kedisiplinan sang putra kepada media Sorotrakyat.com., Sabtu (31/10).
Sentuhan disiplin harian bersama jajaran pelatih Maung Panca Ti Padjadjaran, Suhaerudin dan Handrian, berhasil membentuk kematangan teknik Nadhif saat berlaga di kategori Tanding Usia Dini 1 (UD 1). Kendati mengantongi catatan impresif tak terkalahkan dalam dua bulan terakhir, komitmen yang ditunjukkan bocah berusia 7 tahun itu kerap kali mengundang rasa haru dari orang tua.
“Sebagai orang tua, melihat anak usia 7 tahun punya komitmen sebesar itu di atas gelanggang tentu membuat kami sangat terenyuh. Rasa lelah berganti haru setiap melihat dia naik podium. Perjalanan ini tidak mudah bagi anak seusiaya, dan kami bangga Nadhif mampu melewati proses melelahkan ini dengan senyuman,” ungkap Rizki penuh rasa syukur.
Langkah pendekar cilik ini dipastikan belum akan melambat. Agenda kejuaraan padat telah menanti Nadhif hingga awal tahun depan. Fokus terdekatnya berlanjut langsung pada ajang IPSI Cup XI Tasikmalaya yang bergulir hingga 1 November 2026, disusul Jakarta Nasional Pencak Silat, Silat Edan Sukabumi, dan Kupas Merdeka di Gedung KONI Banten sepanjang November ini.
Kendati rentetan target emas berada di depan mata, Rizki menekankan bahwa pembentukan karakter dan adab sang anak tetap menjadi pilar utama di atas segalanya.
“Target kami bukan sekadar medali emas atau piala, tapi bagaimana Nadhif bisa menyerap nilai sportivitas sejati. Kami selalu menanamkan prinsip leluhur Padjadjaran agar dia tahu bahwa seorang kesatria itu pergi membawa tekad besar dan pulang membawa kebanggaan, namun tetap harus berlandaskan kasih sayang serta budi pekerti yang luhur kepada sesama. Menjadi juara itu bonus, membentuk karakter anak yang beradab adalah tujuan utama kami,” pungkas Rizki dengan tegas. (KDR)
#RaidNadhif #PesilatCilik #PencakSilat #KotaBogor #TrebleWinner #AtletMuda #PencakSilatIndonesia #SorotRakyat #PencakSilat #PesilatCilik #KotaBogor #PrestasiAnak #TrebleWinner #PencakSilatIndonesia #SorotRakyat #IPSI
Editor& Penerbit: Den.Mj


