Emil Lantik Acep Jamhuri Jadi Ketua Forsesdasi Jabar

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Ketua dan pengurus Komisariat Wilayah Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Provinsi Jawa Barat periode 2021-2024 resmi dilantik Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil secara virtual, Selasa (16/11/2021).

Pelantikan secara langsung dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja dan Ketua Forsesdasi Jawa Barat Periode 2019-2021 Ade Sarip Hidayat yang sebelumnya Sekda Kota Bogor di Hotel Grand Savero, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Berdasarkan Surat Keputusan No.123/01/Forsesdasi-Jabar/2021 tentang susunan pengurus Forsesdasi Jawa Barat Periode 2021-2024 dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri.

Ridwan Kamil dalam arahan mengajak seluruh pengurus Forsesdasi Jawa Barat untuk membangun Jawa Barat dari wilayah masing-masing sehingga muncul kebersamaan, kekompakan dan saling mengisi dalam menjemput peluang yang ada dengan berlandaskan semangat Jabar Juara Lahir Batin.

Selain itu juga ada beberapa pesan yang dititipkan kepada seluruh Sekda di Jawa Barat, salah satunya vaksinasi yang harus sukses di akhir tahun 2021.

“Pada minggu-minggu ini fokus pada vaksinasi dulu. Para Sekda adalah kepanjangan tangan kepala daerah, untuk itu harus semangat lagi kejar target vaksinasi. Semangat PON Papua saya titip jadikan cermin sebagai wajah sebenarnya kita. Jika kita kompak, bersatu dan bekerja keras, ikuti aturan dan arahan pimpinan Insya Allah kita akan meraih hasil yang maksimal,” kata Kang Emil sapaannya.

Menurut Kang Emil, jika target vaksinasi berhasil pada akhir tahun 2021, maka fase berikutnya yaitu membangun Jawa Barat pasca Covid-19 dengan cara-cara baru. Adaptasi ditekankannya, karena akan mampu menjawab tantangan dalam memajukan dan mengakselerasikan pembangunan di daerah.

Selain itu, Sekda harus yang terdepan dan pertama dalam menunjukkan proses adaptasi dari hal-hal yang saat ini ada, seperti isu 4.0, kemudian harus paham pasca Covid-19 dan inovasi yang dibutuhkan.

Kemudian terakhir adalah 3 karakter ASN yaitu harus mampu jaga integritas, harus melayani sepenuh hati dengan rajin turun ke lapangan untuk memetakan persoalan dan profesionalisme, salah satunya dalam mencari peluang investasi.

“ASN harus memiliki akun medsos untuk menjawab keluhan masyarakat, karena dengan menjawab keluhan maka 50 persen dapat menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Kepala Biro Organisasi Sekretariat Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana menambahkan, program kerja yang telah disepakati meliputi 6 bidang, di antaranya hukum dan politik, SDM, kesejahteraan rakyat, hubungan antar lembaga, pemerintahan, perekonomian serta pembangunan. (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj

Exit mobile version