Bojongkerta Masuk Penjurian Tahap II Kampung KB Terbaik Tingkat Provinsi

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Penjurian Kampung KB (Keluarga Berkualitas) Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 memasuki Tahap II. Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut, ada tiga alasan utama kenapa Kota Bogor fokus untuk pengembangan Kampung KB di Kelurahan Bojongkerta.

Pertama, hanya Kota Bogor yang memiliki visi menjadikan Kota Bogor sebagai kota ramah dan layak bagi keluarga.
Kedua, janji kampanye yang fokus pada pemberdayaan manusia. Ketiga, pembangunan yang tidak hanya di pusat kota.

“Untuk mewujudkan misi ini kita bangun sistem mulai dari wilayah yang kemudian dikoordinasikan dinas-dinas. Untuk yang kedua menjadi ikhtiar kami fokus untuk mempersiapkan masa bonus demografi, dimana isu stunting masuk didalamnya. KB tidak tidak hanya persoalan 2 anak cukup tapi juga pemberdayaan, kesejahteraan, kesehatan, edukasi dan sebagainya. Pembangunan tidak hanya di pusat tapi juga di pinggir kota yang bisa dinikmati warga yang tinggal di pinggir kota, sehingga bisa merasakan,” ujar Bima Arya secara virtual, Kamis (23/12/2021).

Pemilihan Kelurahan Bojongkerta mengikuti Penilaian Kampung KB Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat ini menurutnya, berdasarkan data-data yang ada di kelurahan Bojongkerta, mulai dari ekonomi yang terbilang masih rendah, demikian juga komitmen kepesertaan KB di samping persoalan kesehatan dan kebersihan.

“Jadi kita ingin membangun perilaku, melakukan edukasi bagi warga terkait kesadaran. Dasawisma adalah ujung tombak kita berkolaborasi dengan PKK, posyandu, PAUD, Kelurahan dan yang lainnya. Kami juga fokus stunting sudah lebih bagus, pencegahan stunting sudah lebih baik, aparat wilayah bersama dinas serta pihak lainnya sudah berhasil mendorong warga untuk melakukan inovasi-inovasi masyarakat. Ini yang saya maksud Kampung KB tidak hanya dua anak cukup, tapi ada persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan dimensi sosial yang dibangun secara sistematis,” papar Bima Arya.

Ketua TP PKK Kota Bogor, Yane Ardian menambahkan, PKK adalah ujung tombak di masyarakat. KB tidak hanya keluarga berencana, tapi juga keluarga berkualitas, hal tersebut yang selalu ditanamkan kepada para kader bahwa kegiatan PKK adalah menuju keluarga berkualitas.

“Pola asuh anak remaja menjadi program pokok PKK, yang perlu ditekankan adalah pembangunan mewujudkan masyarakat sejahtera. PKK melakukan bagaimana program membangun untuk mewujudkan sejahtera, datang dari masyarakat, banyak inovasi datang dari masyarakat, kedatangan kami untuk mendampingi mereka. Jadi seperti kerja Sama antara PKK sampai ke Dasawisma, pendekatan ini yang kami lakukan,” kata Yane di Taman Lalu Lintas, Kantor Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Tantangan pembangunan yang dilakukan PKK lanjut Yane, lebih bersifat non fisik dan diakuinya membangun karakter warga tidaklah mudah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, awalnya kondisi Bojongkerta termasuk daerah terisolir dan banyak kampung kumuh. Data lainnya adalah lama usia sekolah rata-rata SMP, masih ditemukan anak-anak yang DO (Drop Out) dan keikutsertaan KB masih rendah.

Namun kata dia, di balik persoalan ternyata Kelurahan Bojongkerta memiliki potensi yang besar, di antaranya keguyuban warga untuk memajukan daerah bersama institusi dan kader posyandu cukup untuk membangun kampungnya.

Melalui rembug tercipta kolaborasi dan sinergitas hingga akhirnya fasilitas sosial yang ada mampu direnovasi dan diubah, di antaranya bersama CSR, ada mushola untuk kegiatan ibadah.

Tak hanya itu, topografi wilayah berkat inisiasi lurah dan warga daerah Kelurahan Bojongkerta menjadi destinasi wisata yang representatif. Termasuk kegiatan lain untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, Germas termasuk didalamnya.

“Untuk meningkatkan ekonomi dinas teknis terkait turun langsung dan juga partisipasi pihak yang peduli lainnya, salah satu produk yang dihasilkan warga Bojongkerta adalah tempe. Selain dampak ekonomi juga memiliki pembinaan yang berdampak pada kesehatan untuk eliminasi stunting bagi anak-anak dan ibu hamil di wilayah Bojongkerta,” kata Sekda. (Red)

Editor & Penerbit: Den.Mj

Exit mobile version