Tekan THM Minol Diatas 5% “Selama saya jadi wali kota tidak ada celah”

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Kecamatan Bogor Timur menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2023, Jumat (11/2/2022). Musrenbang tingkat Kecamatan ini dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya secara virtual yang sekaligus memberikan beberapa arahannya.

“2024 mendatang saya dan pak wakil akan mengakhiri masa bakti di Kota Bogor. Atinya apa yang disusun dan direncanakan hari ini akan terlihat di ujung 2023 atau di awal 2024, karena itu saya menggaris bawahi konsistensi dari semua untuk mengawal target program prioritas yang sudah ditetapkan di RPJMD dan janji kampanye bisa dirasakan warga di awal 2024 alias tidak ada yang meleset atau tidak tercapai,” tegas Bima Arya di ruang kerjanya, Balai Kota Bogor.

banner 325x300

Kecamatan Bogor Timur merupakan etalase Kota Bogor yang warganya didominasi mayoritas kelas menengah. Namun kata Bima Arya, tetap memiliki target-target terkait angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan peningkatan kualitas hidup manusia.

“Jangan sampai etalase Kota Bogor yang nuansanya sejahtera dan gemerlap ini tidak diimbangi dengan kualitas hidup manusianya. Catatan yang paling utama bagaimana angka stunting, ODF, perbaikan sanitasi, RTLH, sarana prasarana, mitigasi bencana, penanganan infrastruktur yang urgent, kemiskinan, putus sekolah dikembalikan ke targetkan di RPJMD,” jelasnya.

Untuk itu dibutuhkan konsistensi melanjutkan program strategis yang sudah dirintis. Sebab, di Bogor Timur ada beberapa titik jika perencanaannya dilanjutkan, baik dari APBD atau CSR akan bisa meningkatkan kualitas hidup warga dan PAD Kota Bogor.

Sebut saja, Kampung Perca, Kampung Cikeas, Kampung Sukasari dan penataan di Katulampa.

“Saya ingin di 2024 sudah bisa melihat perubahan signifikan dari keempat wilayah ini,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Bima Arya menekankan satu hal yakni ketertiban Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Kecamatan Bogor Timur.

Baca Juga:  Komisi IV Kunjungi Kantor UPTD Metrologi, Tindak Lanjut Hasil Raker

Menurutnya, ujian dari konsistensi visi Kota Ramah Keluarga ada di Kecamatan Bogor Timur. Ia pun meminta dukungan dari Muspika, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat ikut menertibkan sesuai dengan aturan. Ia pun akan segera merevisi Perwali yang masih memberikan kemungkinan kewenangan kepada dinas untuk memberikan izin golongan minuman beralkohol (Minol) golongan B dan C.

“Selama saya jadi wali kota tidak ada celah, saya tutup Perwali itu. Saya apresiasi camat dan muspika yang gigih berkeliling, karena tidak ada manfaatnya dan ini untuk masa depan anak-anak kita dari bahaya miras dan narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Timur, Rena Da Frina mengatakan, pada musrenbang tingkat Kecamatan Bogor Timur 2023 ini ada beberapa usulan. Di antaranya di bidang ekonomi ada empat usulan, yakni usulan pelatihan dan bantuan permodalan UMKM di Kelurahan Sindangsari, pelatihan UMKM atau sertifikasi halal di Kelurahan Katulampa, pelatihan UMKM di Kelurahan Baranangsiang dan bantuan modal usaha untuk koperasi TMS Tajur di Kelurahan Tajur.

Di bidang fisik ada sepuluh usulan, di antaranya pembangunan TPT di RT 05/01 Kelurahan Katulampa, pembangunan TPT di RT 03/04 Kelurahan Tajur, pembangunan jalan lingkungan di Kelurahan Sindangsari, Pembangunan TPT di RW 09, pembangunan drainase di RW 07, pembangunan jalan lingkungan RW 10 Kelurahan Sindangrasa, pembangunan drainase RT 01/04 dan pembangunan jalan lingkungan RW 06 Kelurahan Sukasari dan pembangunan jalan lingkungan RW 02 sampai RW 13 dan perbaikan TPS RW 02 sampai RW 13 Kelurahan Baranangsiang.

Rena melanjutkan, di bidang pemerintahan ada empat usulan, sebut saja pengadaan pompa portable kebakaran RW 02 dan RW 03 Kelurahan Sukasari, pembuatan e-RW (database) RW 15 Kelurahan Katulampa, pengadaan sarana hydrant RW 01 sampai RW 08 Kelurahan Sindangsari dan pengadaan sarana hydrant dan penanggulangan bencana RW 01 sampai 06 Kelurahan Tajur.

Baca Juga:  Blusukan Cek Apotek di Kota Bogor Ternyata Kekurangan Stok Obat dan Vitamin, Presiden Telpon Menkes

“Sementara di bidang sosial budaya ada enam usulan, di antaranya penambahan ruang kelas baru SDN Sindangrasa, pengadaan mobil siaga Kelurahan Tajur, pengadaan mobil siaga dan sarana kedaruratan Kelurahan Sindangsari, pelatihan pemulasaran jenazah Kelurahan Katulampa, penyediaan perlengkapan pemulasaran jenazah Kelurahan Sukasari dan sosialisasi JKN untuk masyarakat Kelurahan Baranangsiang,” katanya. (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.