KH Ma’ruf Amin : Jaga Mîtsâq Rabbânî dan Wathanî, Bangsa Ini Tak Akan Goyah

Source : Live streaming Ponpes Al- Islah

Sorotrakyat.com I Subang – Dalam momen sakral haul ke-44 KHZ Musthofa Bisri yang digelar di Pondok Pesantren Al-Islah, Subang, Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin menyampaikan pidato yang menggugah kesadaran umat tentang pentingnya menjaga dua perjanjian besar: mîtsâq rabbânî (perjanjian ilahi) dan mîtsâq wathanî (kontrak sosial kebangsaan).

banner 325x300

Acara yang dihadiri jajaran ulama, Forkopimda Subang, serta keluarga besar Pesantren Al-Islah tersebut diawali dengan doa mendalam dari KH Ma’ruf Amin. Doa ini mencerminkan keinginan spiritual untuk menumbuhkan ruh rabbaniyah di tengah realitas kebangsaan yang kompleks.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْمَعَارِفَ الرَّبَّانِيَّةَ، وَاللَّطَائِفَ الرَّحْمَانِيَّةَ، وَالْأَسْرَارَ الرَّبَّانِيَّةَ، وَالْوَارِدَاتِ الإِلٰهِيَّةَ، وَالْمَوَاهِبَ الاِخْتِصَاصِيَّةَ، وَالْعُلُوْمَ اللَّدُنِّيَّةَ،

حَتّٰى نَبْلُغَ رُتْبَةَ الإِحْسَانِ، وَوَحْدَةَ الشُّهُودِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allāhumma-rzuqnā al-ma‘ārifa ar-rabbāniyyah, wa al-laṭā’ifa ar-raḥmāniyyah, wa al-asrāra ar-rabbāniyyah, wa al-wāridāti al-ilāhiyyah, wa al-mawāhiba al-ikhtiṣāṣiyyah, wa al-‘ulūma al-ladunniyyah, ḥattā nablugha rutbata al-iḥsān, wa waḥdata asy-syuhūd, wa al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.

“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pengetahuan yang bersumber dari-Mu (ma‘ārif rabbāniyyah), kelembutan kasih sayang-Mu (laṭā’if raḥmāniyyah), rahasia-rahasia ketuhanan (asrār rabbāniyyah), limpahan-limpahan Ilahi (wāridāt ilāhiyyah), anugerah-anugerah istimewa pilihan-Mu (mawāhib ikhtiṣāṣiyyah), serta ilmu laduni (ulūm ladunniyyah), hingga kami mencapai derajat ihsan dan penyaksian kesatuan (waḥdat asy-syuhūd). Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Dalam pidatonya, KH Ma’ruf Amin mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk memperkuat dua ikatan besar yang menjadi fondasi utama pembangunan peradaban: mîtsâq rabbânî (ikatan dengan Tuhan) dan mîtsâq wathanî (ikatan kebangsaan). Seruan ini disampaikan dengan pengantar istilah Islah, yang memiliki makna luas dalam tradisi Islam.

ISLAH (إصلاح): Perbaikan Menyeluruh

Islah (الإصلاح) secara bahasa berarti “perbaikan.” Dalam konteks keumatan, islah bermakna rekonsiliasi, penyucian, dan restorasi antara manusia dengan Tuhannya, dirinya sendiri, sesama makhluk, dan alam sekitar.

Baca Juga:  Burhanudin : IWAPI Diharapkan Ikut Percepat Pemulihan Ekonomi

Dalam Al-Qur’an:

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ

Waṣ-ṣulḥu khayr
“Dan perdamaian itu lebih baik.”
(QS. An-Nisā: 128)

Dalam konteks nasional, islah menjadi landasan moral untuk memperbaiki hubungan sosial-politik yang tercemar oleh konflik, korupsi, atau polarisasi. Maka dari itu, KH Ma’ruf Amin menggunakan istilah ini sebagai pembuka narasi transformasi umat dan bangsa.

1.MÎTSÂQ RABBÂNÎ (الميثاق الرباني): PERJANJIAN ILAHI

Mîtsâq (الميثاق) berarti perjanjian kokoh atau kesepakatan suci. Rabbânî artinya berkaitan dengan Tuhan (Allah). Maka mîtsâq rabbânî adalah perjanjian primordial manusia dengan Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ… أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ

Wa idz akhadza rabbuka min banī ādama min ẓuhūrihim żurriyyatahum wa asyhadahum ‘alā anfusihim, alastu birabbikum, qālū balā syahidnā. An taqūlū yaumal-qiyāmati innā kunnā ‘an hāżā ghāfilīn.
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’”
(QS. Al-A’rāf: 172)

KH Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa mîtsâq rabbânî adalah titik awal eksistensi manusia sebagai makhluk bertanggung jawab kepada Allah. Dalam konteks bangsa, ikatan ini melahirkan nilai ketauhidan, moral, dan integritas yang harus hadir dalam ruang publik.

2.MÎTSÂQ WATHANÎ (الميثاق الوطني): Kontrak Sosial Kebangsaan

Dalam Al-Qur’an :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā wa lā ta‘āwanū ‘alal-itsmi wal-‘udwān
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Mā’idah: 2)

Sementara itu, mîtsâq wathanî adalah perjanjian kebangsaan, bentuk komitmen kolektif warga negara untuk hidup bersama dalam sistem yang adil, damai, dan berkeadaban. Ini mencakup Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhineka Tunggal Ika..Dalam narasi KH Ma’ruf Amin, mîtsâq wathanî bukan sekadar kontrak politik, tapi juga bagian dari iman sosial umat Islam—yakni keharusan menjaga persatuan, perdamaian, dan keberadaban bangsa.

Baca Juga:  Delegasi Nebraska Kunjungi Kota Bogor: Misi Perdagangan Tempe dan Peluang Baru!

“Bangsa ini hanya bisa berdiri tegak bila kita pegang dua ikatan:mîtsâq rabbânî dan mîtsâq wathanî. Kalau yang satu lepas, kita akan goyah. Kalau dua-duanya kuat, maka Indonesia akan jaya.”

(Ara & Nana) Penerbit : DenMJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *