Tancapkan Visi Gemilang: Kongres VII FSP-ISSI di Makassar Jadi Panggung Kesejahteraan Pekerja Industri Semen Indonesia

Membangun Masa Depan Gemilang: Kongres VII FSP-ISSI Soroti Tantangan Industri Semen di Makassar

Sorotrakyat.com | Makasar — Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Seluruh Indonesia (FSP-ISSI), yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), secara resmi membuka perhelatan akbar: Kongres VII FSP-ISSI di Hotel Aryaduta, Makassar. Selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Oktober 2025, kongres ini menjadi panggung strategis untuk merumuskan arah baru yang ambisius bagi masa depan para pekerja Industri Semen Indonesia di tengah tantangan global dan adaptasi teknologi.

Mengusung tema “Bersatu Dalam Federasi, Membangun Masa Depan Industri Semen yang Gemilang,” acara pembukaan ini menegaskan komitmen kolaboratif antara pekerja dan manajemen.

banner 325x300

Pembukaan kongres yang dibuka langsung oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Bapak Anis, SE, MM, menunjukkan sinergi kuat antara perusahaan dan perwakilan pekerja. Diseluruh perusahaan semen di Indonesia yang berjumlah 16 pabrik dan yang baru bergabung F SP ISSI baru 14 pabrik.SKST (PT Semen Tonasa ) yang bertindak sebagai tuan rumah, memperkuat posisi strategisnya dalam industri dan kesiapannya berkolaborasi demi stabilitas sektor vital ini.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Bapak Anis, SE, MM,, saat membuka Kongres VII FSP-ISSI di Hotel Aryaduta, Makassar, Jum’at 10 Oktober 2025,

“Sinergi antara manajemen dan serikat pekerja adalah kunci krusial dalam menghadapi dinamika pasar dan tantangan industri. Kongres ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama,” ujar Direktur Utama PT Semen Tonasa.

Nuansa budaya lokal Sulawesi Selatan turut mewarnai kemeriahan acara. Setelah doa, delegasi dan tamu undangan disuguhi penampilan memukau Tarian Empat Etnis, yang melambangkan harmoni dan keberagaman suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Keindahan budaya ini menjadi simbol persatuan, selaras dengan semangat yang diusung dalam tema kongres.

Kehadiran tokoh-tokoh kunci serikat pekerja menjadi sorotan utama yang menarik perhatian nasional. Said Iqbal, Presiden KSPI, dalam pidato utamanya, menegaskan kembali peran strategis serikat pekerja dalam menjaga denyut nadi perekonomian.

Baca Juga:  Tetap Waspada Atur Keseimbangan di Kuartal Ketiga 2021
Faisal Arif, Ketua Umum FSP-ISSI, memberikan sambutan dalam Kongres VII di Hotel Aryaduta, Makassar.

“Kesejahteraan pekerja di Industri Semen Seluruh Indonesia adalah barometer komitmen kita terhadap pembangunan yang adil,” tegas Said Iqbal. “Kongres ini harus menghasilkan program kerja yang nyata untuk mengawal hak-hak pekerja di tengah tantangan globalisasi dan persaingan pasar yang ketat.” Pidato Said Iqbal memastikan bahwa isu-isu pekerja semen akan mendapat perhatian serius di tingkat tertinggi perburuhan nasional.

Sementara itu, Faisal Arif, Ketua Umum FSP-ISSI, menyerukan pentingnya persatuan solid di antara pekerja. Ia menekankan bahwa hanya dengan bersatu dalam federasi (FSP-ISSI) mereka dapat secara efektif menghadapi dinamika pasar dan adaptasi teknologi yang terus berubah di sektor semen.

Dukungan internasional juga hadir melalui Iwan Kusmawan SH., Ketua IndustriALL Indonesia Council. Iwan menyoroti posisi strategis pekerja semen Indonesia dalam jaringan serikat pekerja global.

Iwan menekankan pentingnya penerapan standar kerja internasional untuk memastikan kualitas kerja dan perlindungan hak pekerja di Indonesia setara dengan kancah global.

Iwan Kusmawan SH., Ketua IndustriALL Indonesia Council saat memberi sambutan pada Kongres VII FSP-ISSI di Hotel Aryaduta, Makassar.

Ia mengungkapkan, “Industri semen kini menghadapi tuntutan global akan praktik green economy dan sustainability. Pekerja tidak boleh hanya menjadi objek, melainkan subjek utama dalam transisi ini. Kita harus memastikan bahwa setiap perubahan teknologi yang diterapkan, termasuk penggunaan energi terbarukan dan penurunan emisi, harus disertai dengan jaminan perlindungan kerja yang kuat dan program reskilling bagi seluruh buruh semen. Dukungan dari jaringan global IndustriALL siap diperkuat untuk mengawal agenda ini,” ungkap Iwan.

Kongres VII FSP-ISSI yang berlangsung hingga 12 Oktober 2025 ini diharapkan menjadi ajang pengambilan keputusan penting yang menentukan arah serikat selama empat tahun ke depan. Agenda utama yang menjadi fokus pembahasan adalah:

Perumusan program kerja strategis yang fokus pada penguatan posisi tawar pekerja dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga:  Longsor dan Kebakaran Melanda Kota Bogor, 2 Meninggal dan 1 Luka

Pembahasan isu-isu industri mendesak, seperti keberlanjutan lingkungan (sustainability), efisiensi energi, dan adaptasi terhadap teknologi baru di sektor Industri Semen.

Diharapkan, momentum pemersatu di Makassar ini akan memastikan bahwa suara dan kesejahteraan para pekerja tetap menjadi prioritas utama di tengah pesatnya pembangunan nasional. Keputusan yang dihasilkan dari kongres ini akan menentukan wajah serikat pekerja semen dan kontribusi mereka terhadap masa depan industri nasional yang berkelanjutan. (SIK’25)

Editor & Penerbit; Den.Mj

#KongresFSPISSI #IndustriSemen #Makassar #SerikatPekerja #KSPI #PekerjaSemen #SemenTonasa #SaidIqbal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *