Akankah Megawati Pecat Jokowi???

Sorotrakyat.com | Nasional – Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu (GPKIB) Muslim Arbi kepada redaksi media Sorotrakyat.com menyampaikan dalam tulisannya bahwa setelah menyimak dengan seksama Megawati mengkritik Jokowi di depan Relawan Ganjar – Mahfud di ExpoKemayoran. Saya bertanya dalam hati. “Apakah Mba Mega serius bicara begitu?.

Seperti di lansir di sejumlah media. Judul nya hebat: Megawati Sebut Penguasa saat ini bertindak seperti Orde Baru.

banner 325x300

Saya mulai merenungkan dalam-dalam. Apakah Omongan Megawati ini. Serius apa ora?.

Kalau serius. Publik akan bertanya. Emang Penguasa saat ini. Siapa? Bukan kah Megawati telah menjadikan sebagai Petugas Partai sejak awal. Jokowi Presiden, bukan?.

Lah kalau begitu Petugas Partai nya yang bertindak seperti Orde Baru di biarkan? Dan terus ber lama-lama?.

Apakah membiarkan ber lama-lama: Petugas Partai berkuasa seperti Orde Baru itu. Tidak kah itu artinya: Megawati telah turut andil besar bikin Orde Baru Jilid 2 bukan?.

Dan membiarkan kekuasaan mirip Orde Baru (Orba) berlama – lama itu tidak kah menghancurkan Demokrasi dan Konsitusi yang di bangun di atas Pengorbanan Rakyat bersama Mahasiswa saat Reformasi bukan?.

Mengapa Megawati hanya mengeluh. Dan tidak bertindak nyata?.

Padahal kerusakan saat ini sangat parah bahkan lebih parah dari Orde Baru bukan?.

Titah Penguasa saat ini. Sama dengan titah Raja. Negara adalah Aku. Seperti Raja Louis XIV. “L’ etat Ce’s Moi”: Negara adalah Saya. Apa kata saya.

Demi mempertahankan dan memperpanjang kekuasaan: Politik Dinasti yang beraroma KKN di bangun dengan culas.

Undang-Undang dan Konsitusi dipaksakan sesuai kemauan penguasa. Demokrasi di matikan dan di bungkam. Penguasa seperti Raja yang tak dapat di bantah.

Baca Juga:  ICA BPC Bogor Raya Sediakan 5.000 Porsi Soto Mie Gratis di Alun-alun Kota Bogor

Kalau di bantah atau di lawan. Maka lawan-lawan nya akan di paksa sebagai pesakitan tanpa ampun.

Sejumlah Ketum partai dibuat tak berkutik dan menyerah pasrah. Di bayar atau di tekan?.

Partai yang membesarkan nya. Sekarang malah di perlakukan seperti musuh. Seperti apa yang di keluhkan Megawati di Kemayoran Expo itu.

Megawati sebagai ketua Partai yang membesarkan nya tak di anggap dan di gubris. Bahkan di permalukan. Dan seperti tidak berharga. Sehingga Mega berujar. “Saya ini Presiden ke 5 loh”.

Pada kapasitas Megawati sebagai ketua umum partai yang menghantar Jokowi jadi presiden dan berkuasa hampir 10 tahun saja. Sekarang balik di musuhi.

Permusuhan terhadap PDIP dengan mendukung capres lain di luar PDIP itu suatu pengkhianatan nyata.

Garis dan keputusan partai. Tidak dianggap dengan mendukung capres lain bersama putera nya.

Semua terpulang ke Megawati. Apakah Megawati akan memutuskan untuk memecat Jokowi sebagai Kader dan Petugas Partai. Atau Megawati hanya ngomel-ngomel dan mengeluh doang?.

Sedangkan penguasa saat sedang membangun kerajaan dan dinasti dengan segala genggaman kekuasaan di tangan nya. Merusak Demokrasi dan Konsitusi yang diperjuangkan mahal oleh Megawati dan kawan-kawan nya saat Reformasi.

Saat nya Megawati menebus dosa politiknya dengan memecat Jokowi atau membiarkan Jokowi terus merajalela dan menjadikan diri nya sebagai Neo Orba atau Orde Baru Jilid 2?.

Kalau Megawati bertindak tegas terhadap Jokowi sebagai kader PDIP. Rakyat akan berada di belakang Megawati seperti saat 1998.

Kalau tidak. Megawati akan ditinggalkan Rakyat. Karena Rakyat anggap Megawati Piara Harimau. Setelah besar. Si Harimau berbalik menerkam nya.

Wallahu’alam

Margondaraya:
28 Nopember 2023

Editor & penerbit: Den.Mj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *